LAMA MASA RAWAT
BAB 3. METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian
3.11. Pengolahan dan Analisa Data
Pengolahan data yang terkumpul dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 15, dengan tingkat kemaknaan P < 0.05 dan interval kepercayaan (IK) 95%. Untuk melihat hubungan antar variabel digunakan uji ANOVA, uji Bonferroni dan uji-T.
BAB 4. HASIL
Pada studi ini, didapati 118 anak penderita diare dirawat di rumah sakit, 16 orang dieksklusikan yang teridiri dari 5 anak menderita gizi buruk, 4 menderita diare persisten, 3 menderita penyakit HIV, 2 menderita ensefalitis, 1 menderita disentri amuba, dan 1 meninggal dunia, sehingga terdapat 102 pasien yang diikutkan dalam studi ini.
Tabel 4.1. Karakteristik pasien
Karakteristik N = 102 IK 95% Jenis Kelamin, n (%) ‐ Laki-laki 53 (52) ‐ Perempuan 49 (48) Usia, bulan, n (%) ‐ < 2 tahun 67 (65,7) ‐ 2 tahun – 5 tahun 35 (34,3)
Berat Badan Masuk, kg, mean (SD) 10,36 (2,89) 9,79 – 10,39 Berat Badan Rehidrasi, kg, mean (SD) 10,93 (2,89) 10,36 – 11,49 Tinggi Badan, cm, mean (SD) 82,5 (15,44) 79,47 – 85,53 Tingkat Dehidrasi, n (%) ‐ Tanpa Dehidrasi 1 (1) ‐ Ringan – Sedang 89 ( 87,3) ‐ Berat 12 (11,7) Jenis Terapi, n (%) ‐ Zink 28 (27,5)
‐ Zink dan probiotik 21 (20,6) ‐ Tidak diberi terapi 53 (52)
25
Pada studi ini kebanyakann pasien termasuk kelompok usia kurang dari 2 tahun yaitu 67 orang (65,7%). Pada saat masuk rumah sakit rerata berat badan pasien adalah 10,36 kg (SD = 2,89 kg). Setelah dilakukan rehidrasi rerata berat badan pasien meningkat menjadi 10,93 kg (SD= 2,89 kg). Pasien memiliki tinggi badan rata-rata 82,5 cm. Pada saat pemeriksaan awal, sebagian besar pasien berada pada derajat dehidrasi ringan-sedang yaitu sebanyak 89 orang (87,3%). Pada umumnya, pasien dalam studi ini tidak diberikan terapi zink dan/atau probiotik yaitu sebanyak 53 orang (52%). Rerata lama masa rawat pasien adalah 66,19 jam (SD = 16,66 jam).
Tabel 4.2. Hubungan antara lama masa rawat di rumah sakit dengan perbedaan usia dan jenis kelamin
Lama masa rawat p IK 95% < 2 tahun (n=67) 63,97 ± 14,55 0.092 -14.001 – 1.084 2 tahun -5 tahun (n=35) 70,43 ± 19,62
Laki-laki (n=53) 68,40 ± 17,09 0,165 -1,918 – 11,119 Perempuan (n=49) 63,8 ± 16,01
Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dua kelompok usia dengan lama masa rawat di rumah sakit (p = 0.092), demikian halnya tidak dijumpai hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan lama masa rawat di rumah sakit (p = 0.165).
26
Tabel 4.3. Hubungan antara lama masa rawat di rumah sakit dengan derajat dehidrasi
Derajat Dehidrasi N Mean SD IK 95% P
Tanpa Dehidrasi 1 76 - -
Dehidrasi Ringan-Sedang 89 65,4 16,61 61,91 – 68,90 Dehidrasi Berat 12 71,17 17,35 60,15 – 82,19
0,45
Tidak ada hubungan yang bermakna antara lama masa rawat di rumah sakit dengan derajat dehidrasi (p = 0,45)
Tabel 4.4. Hubungan antara lama masa rawat di rumah sakit dengan jenis terapi
Jenis Terapi N Mean SD IK 95% P
Zink 28 56,68 11,59 52,19 – 61,17
Zink dan probiotik 21 56,48 11,39 51,29 – 61,66 Tidak diberi Zink dan Probiotik 53 75,06 15,89 70,68 – 79,44
0,0001
Didapatkan hubungan yang bermakna antara lama masa rawat di rumah sakit dengan perbedaan jenis terapi (p = 0,0001). Jenis terapi menunjukkan hubungan secara bermakna antara kelompok yang diberi terapi zink dengan kelompok yang tidak diberi terapi zink dan probiotik (p = 0,0001). Selain itu kelompok yang memiliki hubungan yang bermakna adalah kelompok yang diberi terapi zink dan probiotik dengan kelompok yang tidak diberi terapi zink dan probiotik (p = 0,0001). Namun, antara kelompok yang diberi terapi zink dan probiotik tidak mempunyai hubungan secara bermakna dengan kelompok yang mendapat terapi zink saja (p = 1,000).
27 Tabel 4.5. Analisis regresi usia, berat badan dan tinggi badan terhadap lama
masa rawat di rumah sakit
Variabel r R2 Persamaan Garis P
Usia 0,233 0,054 Y = 60,63 + 0,27*Usia 0,019 Berat Badan 0,246 0,061 Y = 51,47 + 1,42*Berat Badan 0,013 Tinggi Badan 0,243 0,059 Y = 44,52 + 0,26*Tinggi Badan 0,014
Faktor usia menunjukkan hubungan yang lemah (r = 0,233) dengan lama masa rawat di rumah sakit (P=0.019)
Gambar 4.1. Grafik scatter hubungan usia dan lama perawatan di rumah sakit
Usia (bulan) 60 50 40 30 20 10 0
Lama Perawatan (jam)
120 100 80 60 40 20
28
Faktor berat badan menunjukkan hubungan yang bermakna dengan lama masa rawat di rumah sakit (p = 0.013)
Gambar 4.2. Grafik scatter hubungan berat badan dan lama perawatan di rumah sakit
Berat Badan Masuk (kg)
18 16 14 12 10 8 6 4 2
Lama Perawatan (jam)
120 100 80 60 40 20
29
Begitu pula dengan faktor tinggi badan juga menunjukkan hubungan yang bermakna dengan lama masa rawat di rumah sakit (p= 0.014).
Gambar 4.3. Grafik scatter hubungan tinggi badan dan lama perawatan dirumah sakit
Tinggi Badan (cm) 120 110 100 90 80 70 60 50
Lama Perawatan (jam)
120 100 80 60 40 20
BAB 5. PEMBAHASAN
Pada sutdi ini didapati kejadian diare pada bayi < 2 tahun sebanyak 67 (65.7%) dan antara usia 2 sampai 5 tahun sebanyak 35 (34.3%), dimana kejadian berdasarkan jenis kelamin terdapat anak laki-laki sebanyak 53 (52%) sedangkan anak perempuan sebanyak 49 (48%).
Peneliti Goldman RD dkk, menilai derajat dehidrasi dengan menggunakan clinical dehydration scale(CDS) dan dari 205 anak-anak penderita gastroenteritis akut yang diteliti, didapati usia rata-rata (mean = 22.4 ± 14.9 bulan), dengan jumlah pasien 103 (50%) adalah laki-laki. Distribusi kategori yang didapati adalah tanpa dehidrasi (CDS=0) sebanyak 117 (57%), dehidrasi ringan (CDS=1-4) sebanyak 83 (41%), dan dehidrasi sedang-berat (CDS=5-8) sebanyak 5 (2%). Dengan lama masa rawat di rumah sakit atau length of stay (mean ± SD) ; untuk tanpa dehidrasi 245 ± 181 menit, dehidrasi ringan 397 ± 302 menit, dehidrasi sedang-berat 501 ± 389 menit, dan didapati hubungan yang positif antara derajat dehidrasi dengan lama masa rawat, dimana semakin berat derajat dehidrasi maka semakin lama masa rawat di rumah sakit.5 Pada studi ini derajat dehidrasi dinilai berdasarkan kriteria WHO yang diklasifikasi menjadi tanpa dehidrasi, dehidrasi ringan-sedang dan dehidrasi berat. Hasil studi ini didapati kasus diare akut tanpa dehidrasi sebanyak 1 (1%), diare akut dengan dehidrasi ringan-sedang sebanyak 89 (87.3%), diare akut dengan dehidrasi berat sebanyak 12 (11.7%), dan lama masa rawat di rumah sakit atau length of stay (mean ± SD) adalah sebagai berikut, tanpa dehidrasi 76 jam ± 0 jam, dehidrasi ringan-sedang 65.4 jam ± 16.61 jam, dehidrasi berat 71.17 ± 17.35 jam.
31 Hasil studi ini tidak ada hubungan yang bermakna antara lama masa rawat di rumah sakit dengan perbedaan derajat dehidrasi akibat diare akut pada anak-anak usia di bawah 5 tahun. Pada studi ini terdapat keterbatasan, dimana hanya dijumpai 1 kasus diare akut tanpa dehidrasi, sehingga tidak dapat mewakili rerata lama masa rawat pada diare akut tanpa dehidrasi.
Diare dan malnutrisi sangat umum pada anak-anak di negara yang sedang berkembang, dan antara diare dengan malnutrisi mempunyai hubungan timbal balik, dimana diare dapat menyebabkan malnutrisi, dan malnutrisi dapat memperberat dan memperpanjang kejadian diare.41
Loperamide secara luas digunakan pada orang dewasa. Akan tetapi WHO dan AAP masih mempertimbangkan penggunaannya pada anak-anak menyangkut keamanan dan efektifitasnya, di Amerika Serikat, loperamide disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk dipergunakan pada anak-anak dengan usia > 2 tahun. Dimana loperamide tampak menurunkan durasi dan frekuensi diare pada anak-anak jika digunakan sebagai adjuvant terhadap rehidrasi oral atau intravena.42
Pada bulan Mei tahun 2004, WHO dan UNICEF mengeluarkan pernyataan bersama merekomendasikan gabungan suplementasi zink bersama dengan ORS baru dengan osmolaritas yang rendah serta dilanjutkan dengan feeding merupakan pendekatan pengobatan diare yang paling efektif. Dengan mengimplementasikan rekomendasi baru ini, telah diperkirakan hampir 90% kematian akibat diare dapat dihindari. Pemberian zink bersamaan dengan ORS mengurangi durasi dan keparahan
32 Probiotik mempunyai efek mengurangi durasi kejadian diare, dan probiotik jenis heat killed probiotic lebih unggul dan mempunyai efek memperpendek durasi diare lebih dibandingkan dengan live probiotic pada anak penderita diare akut.44 Faedah dari zink telah diteliti secara luas, sehingga UNICEF dan WHO telah merekomendasikan pengobatan dengan zink untuk jangka waktu 10 sampai 14 hari pada anak-anak dengan diare akut pada negara yang sedang berkembang.45
Pada umumnya, pasien dalam studi ini tidak diberikan terapi zink dan/atau probiotik yaitu sebanyak 53 pasien (52%). Pasien yang mendapat terapi zink dan probiotik sebanyak 21 orang (20.5 %) sedangkan yang mendapat terapi zink saja sebanyak 28 orang (27.5 %). Dari hasil studi ini dijumpai rata-rata lama masa rawat di rumah sakit adalah 75.06 jam pada pasien yang tidak mendapat terapi zink maupun probiotik, sedangkan pasien yang mendapat terapi zink rata-rata lama masa rawat di rumah sakit adalah 56.68 jam, dan pasien yang mendapat terapi zink + probiotik rata-rata masa rawat di rumah sakit adalah 56.48 jam. Dari hasil studi ini didapati perbedaan yang bermakna antara jenis terapi dengan lama masa rawat di rumah sakit (p = 0,0001). Dimana pasien yang diberi terapi kombinasi zink dan probiotik masa rawatnya secara bermakna lebih pendek disbanding pasien yang tidak diberi terapi zink dan probiotik (p = 0,0001). Selain itu pasien yang memiliki perbedaan yang signifikan adalah pasien yang diberi terapi zink saja dengan pasien yang tidak diberi terapi zink dan probiotik (p = 0,0001). Namun, antara pasien yang diberi terapi zink dan probiotik tidak berbeda secara signifikan dengan pasien yang hanya mendapat terapi zink (p = 1,000).
BAB 6. KESIMPULAN
Pada studi ini tidak ada hubungan yang bermakna antara lama masa rawat di rumah sakit dengan perbedaan derajat dehidrasi akibat diare akut pada anak-anak usia di bawah 5 tahun. (p = 0,45). Didapati perbedaan yang bermakna antara jenis terapi dengan lama masa rawat di rumah sakit (p = 0,0001). Dimana pada anak-anak dengan diare akut yang diberi terapi zink sendiri, atau gabungan zink dengan probiotik, lama masa rawat di rumah sakit lebih singkat dibanding dengan anak-anak penderita diare akut yang tidak diberi terapi zink maupun probiotik.