HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Pengolahan dan Analisis Data 1.Hasil Angket
Data yang telah dikumpulkan dari hasil angket yang disebarkan kepada siswa kemudian diolah dalam bentuk tabel dengan menggunakan teknik deskripsi prosentase. Tujuan pengolahan tersebut agar data yang diperoleh dapat memberikan arti dan penjelasan. Untuk memudahkan menganalisis data hasil penelitian tersebut, maka setiap item pertanyaan dibuat suatu tabulasi yang disesuaikan dengan teknik analisis data, sehingga dapat ditarik kesimpulan dari masalah yang diteliti.
Adapun hasil dari penyebaran angket kepada siswa dapat dilihat pada tabel 1 sampai tabel 25 sebagai berikut:
Tabel. 4.1
a. Guru Pendidikan Agama Islam menggunakan media presentasi No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 14 18,9 %
2 Sering 26 34,1 %
3 Jarang 33 44,6 %
4 Tidak pernah 1 1,4 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, menyatakan bahwa (44,6%) guru jarang menggunakan media presentasi, (34,1%) guru sering menggunakan media presentasi, (18,9%) guru selalu menggunakan media presentasi, (1,4) guru tidak pernah menggunakan media presentasi.
Hal ini menyatakan bahwa dalam pembelajaran PAI penggunaan media presentasi oleh guru efektif, hal ini terlihat dari prosentase siswa menjawab antara selalu dan sering yang berjumlah 53 % dibandingkan dengan prosentase siswa yang menjawab jarang dan tidak pernah yang berjumlah 46 %.
Ini menyatakan bahwa guru dalam menggunakan media presentasi efektif dalam mengajar karena siswa yang lebih sering menggunakan media presentasi tersebut dan guru hanya menyuruh siswa saja dalam berpresentasi.
Tabel. 4.2
b. Pembelajaran dengan menggunakan media presentasi membuat bingung dan pusing
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 0 0 %
2 Sering 11 14,8 %
3 Jarang 50 67,6 %
4 Tidak pernah 13 17,6 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, menyatakan bahwa sebagian besar (67,6%) responden dalam pembelajaran dengan menggunakan media presentasi tidak membuat bingung dan pusing siswa, (17,6%) menyatakan bahwa tidak pernah bingung dan pusing, (14,8%) menyatakan bahwa sering membuat bingung dan pusing.
Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media presentasi tersebut adalah efektif. Yaitu dengan jumlah prosentase 85,2% siswa menyatakan penggunaan media presentasi tidak membuat bingung dan pusing, sedangkan hanya 14,8% siswa yang menyatakan bahwa penggunaan media presentasi membuat bingung dan pusing.
Dari hasil di atas dapat diketahui bahwa dengan menggunakan media presentasi dalam proses belajar mengajar efektif, itu terbukti bahwa kebanyakan siswa proses pembelajarannya tidak merasa bingung dan pusing.
Tabel. 4.3
c. Pembelajaran dengan media presentasi menjadi lebih efektif No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Sangat efektif 17 23 %
2 Efektif 20 27 %
3 Kurang efektif 34 46 %
4 Tidak efektif 3 4 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, menyatakan bahwa prosentase siswa menjawab hampir separuh (46%) responden menyatakan bahwa pembelajaran dengan media presentasi kurang efektif, sedangkan (27%) responden menyatakan efektif, (23%) menyatakan sangat efektif dan (4 %) menyatakan tidak pernah efektif.
Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media presentasi efektif, karena 50% siswa menjawab efektif dan 50% siswa lagi menjawab kurang efektif. Dari hasil di atas dapat diketahui bahwa dengan media presentasi dalam proses belajar mengajar efektif, dikarenakan siswa aktif, paham dan peka untuk menerima materi yang jelas mereka tidak jenuh dalam menangkap materi pelajaran.
Tabel. 4.4
d. Kesiapan guru dalam menyajikan mata pelajaran dengan menggunakan media presentasi baik
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 10 13,5 %
2 Sering 13 17,6 %
3 Jarang 41 55,4 %
4 Tidak pernah 10 13,5 %
Melalui tabel di atas, menyatakan bahwa hampir separuh (55,4%) responden menyatakan bahwa kesiapan guru dalam menyajikan mata pelajaran dengan menggunakan media presentasi kurang baik, sedangkan (17,6%) responden menyatakan bahwa baik dalam menggunakan media presentasi, (13,5%) menyatakan selalu baik dalam penggunaan media presentasi dan (13,5 %) menyatakan tidak pernah baik dalam penggunaan media presentasi.
Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam menyajikan mata pelajaran dengan menggunakan media presentasi kurang baik, itu terlihat dari hasil prosentase yaitu 68,9%. Dan hanya 31,1% yang menjawab baik. Hal ini dikarenakan guru jarang memakai media presentasi, dikarenakan siswa yang lebih aktif dalam menggunakan media presentasi tersebut.
Tabel. 4.5
e. Guru memperhatikan siswa pada saat berjalannya pelajaran No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 11 14,8 %
2 Sering 18 24,3 %
3 Jarang 36 48,7 %
4 Tidak pernah 9 12,2%
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, menyatakan bahwa hampir separuh (48,7%) responden menyatakan bahwa guru jarang memperhatikan siswa pada saat berjalannya pelajaran, sedangkan (24,3%) responden menyatakan bahwa guru itu sering memperhatikan siswa pada saat berjalannya pelajaran, (14,8%) menyatakan selalu memperhatikan siswa dan (12,2%) menyatakan tidak pernah memperhatikan siswa pada saat berjalannya pelajaran.
Hal ini menunjukkan bahwa pada saat pembelajaran guru kurang memperhatikan siswa pada saat berjalannya pelajaran, itu terlihat dari hasil prosentase 60,9% siswa menyatakan kurang memperhatikan, sedangkan
39,1% siswa menytakan bahwa guru memperhatikan siswa pada saat berjalannya pelajaran. Ini disebabkan guru hanya terfokus pada penjelasan materi pada media presentasi tersebut. Jadi guru tidak selalu memperhatikan siswa tetapi guru jarang memperhatikan siswa pada saat berjalannya pelajaran.
Tabel. 4.6
f. Guru dalam mempersiapkan media presentasi kurang baik No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 1 1,4 %
2 Sering 23 31 %
3 Jarang 38 51,4 %
4 Tidak pernah 12 16,2 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa sebagian besar (51,4%) responden menyatakan bahwa guru dalam mempersiapkan media presentasi sudah baik, (31%) menyatakan guru dalam mempersiapkan media presentasi kurang baik, (16,2%) menyatakan bahwa guru dalam mempersiapkan media presentasi sangat baik, (1,4%) guru dalam mempersiapkan media presentasi tidak baik.
Hal ini menunjukkan bahwa guru dalam mempersiapkan media presentasi sudah baik, itu terlihat dari hasil prosentase 67,6% siswa menyatakan sudah baik, sedangkan 32,4% siswa menyatakan bahwa guru dalam mempersiapkan media presentasi kurang baik. Ini disebabkan guru dalam mengajar harus menggunakan media presentasi.
Tabel. 4.7
g. Mengobrol dengan teman selama berlangsungnya pembelajaran dengan media presentasi
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 3 4 %
2 Sering 30 40,5 %
3 Jarang 39 52,8 %
4 Tidak pernah 2 2,7 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa sebagian besar (52,8%) responden menyatakan bahwa selama berlangsungnya pembelajaran dengan media presentasi siswa jarang mengobrol dengan teman, (40,5%) menyatakan bahwa selama berlangsungnya pembelajaran dengan media presentasi siswa sering mengobrol dengan teman, (4%) menyatakan bahwa selama berlangsungnya pembelajaran dengan media presentasi siswa selalu mengobrol dengan teman, (2,7%) selama berlangsungnya pembelajaran dengan media presentasi siswa tidak pernah mengobrol dengan teman.
Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan media presentasi itu efektif, karena selama berlangsungnya pembelajaran dengan media presentasi siswa jarang mengobrol dengan teman yaitu terlihat dari hasil prosentase sebanyak 55,5%. Sedangkan 44,5% siswa menyatakan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan media presentasi itu tidak efektif, karena mereka sering ngobrol dengan teman di kelas.
Tabel. 4.8
h. Rasa puas dengan penyajian guru dalam pembelajaran dengan menggunakan media presentasi
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 6 8,1 %
2 Sering 16 21,6 %
3 Jarang 43 58,1 %
4 Tidak pernah 9 12,2 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa lebih dari separuh (51,4%) responden menyatakan bahwa dalam pembelajaran dengan menggunakan media presentasi siswa belum puas, (21,6%) responden menyatakan bahwa dalam pembelajaran dengan menggunakan media presentasi siswa sering puas. (12,2%) responden menyatakan bahwa dalam pembelajaran dengan menggunakan media presentasi siswa tidak pernah puas, (8,1%) responden menyatakan bahwa dalam pembelajaran dengan menggunakan media presentasi siswa selalu puas.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran dengan menggunakan media presentasi siswa kurang puas, yaitu terlihat dari hasil prosentase sebanyak 70,3%. Sedangkan hanya 29,7% siswa merasa puas dengan penyajian guru dalam menjelaskan materi menggunakan media presentasi.
Dari hasil di atas dapat diketahui bahwa pembelajaran dengan menggunakan media presentasi siswa merasa belum puas dalam penjelasan materi-materinya dikarenakan guru belum bisa menguasai betul materi tersebut, dan itu kurang efektif.
Tabel. 4.9
i. Mencoba menjawab pertanyaan yang diajukan guru
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 7 9,4 %
2 Sering 23 31,1 %
3 Jarang 43 58,1 %
4 Tidak pernah 1 1,4 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa lebih dari separuh (58,1%) responden menyatakan bahwa siswa jarang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, (31,1%) responden menyatakan bahwa siswa sering menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, (9,4%) responden menyatakan bahwa siswa selalu menjawab pertanyaan dari guru, (1,4%) responden menyatakan bahwa siswa tidak pernah menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru.
Hal ini menunjukkan bahwa 59,5% siswa kurang aktif dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Sedangkan 40,5% siswa aktif menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru.
Dari hasil di atas dapat diketahui bahwa siswa kurang bisa memahami materi-materi yang diajarkan oleh guru sehingga siswa tersebut kurang aktif dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru tersebut.
Tabel. 4.10
j. Aktif dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media presentasi
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 6 8,1 %
2 Sering 43 58,1 %
No Kategori Frekuensi Prosentase %
4 Tidak pernah 3 4 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa lebih dari separuh (58,1%) responden menyatakan bahwa siswa aktif dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media presentasi, (29,8%) responden menyatakan bahwa siswa jarang aktif dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media presentasi. (8,1%) responden menyatakan bahwa siswa selalu aktif dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media presentasi, (4%) responden menyatakan bahwa siswa tidak pernah aktif dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media presentasi.
Hal ini menunjukkan bahwa siswa aktif dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media presentasi. Itu dikarenakan dengan media presentasi tersebut sangat membantu siswa agar lebih paham lagi dalam menangkap materi yang sampaikan, yaitu terlihat dari jumlah prosentase sebanyak 66,2% siswa menyatakan aktif dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media presentasi. Sedangkan hanya 33,8% siswa kurang aktif. Sehingga dengan ini pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media presentasi efektif.
Tabel. 4.11
k. PAI tidak lagi hal yang membosankan setelah pelaksanaan pembelajarannya menggunakan media presentasi
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 8 10,8 %
2 Sering 19 25,7 %
3 Jarang 38 51,3 %
No Kategori Frekuensi Prosentase %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa lebih dari separuh (51,3%) responden menyatakan bahwa PAI membosankan setelah pelaksanaan pembelajaran menggunakan media presentasi, (25,7%) responden menyatakan bahwa PAI menyenangkan setelah pelaksanaan pembelajaran menggunakan media presentasi, (12,2%) responden menyatakan bahwa PAI selalu membosankan setelah pelaksanaan pembelajaran menggunakan media presentasi,, (10,8%) responden menyatakan bahwa PAI sangatmenyenangkan setelah pelaksanaan pembelajarannya menggunakan media presentasi,
Hal ini menunjukkan bahwa siswa masih merasa bahwa PAI adalah hal yang membosankan setelah pelaksanaan pembelajaran menggunakan media presentasi, itu terlihat dari jumlah prosentase 63,5% siswa menjawab tidak menyenangkan. Sedangkan 36,5% siswa menjawab menyenangkan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media presentasi tidak efektif.
Tabel. 4.12
l. Pemahaman menjadi luas setelah pembelajaran dengan menggunakan media presentasi
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 15 20,3 %
2 Sering 21 28,3 %
3 Jarang 36 48,7 %
4 Tidak pernah 2 2,7 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa hampir separuh (48,7%) responden menyatakan bahwa pemahaman siswa setelah pembelajaran
dengan menggunakan media presentas pemahamannya jarang menjadi luas, (28,3%) pemahaman siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan media presentasi pemahamannya sering menjadi luas, (20,3%) pemahaman siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan media presentas pemahamannya selalu menjadi luas, (2,7%) responden menyatakan bahwa siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan media presentas pemahamannya tidak pernah menjadi luas.
Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa menjadi kurang luas setelah pembelajaran dengan menggunakan media presentasi. Ini terlihat dari hasil prosentase yaitu 51,4%. Sedangkan 48,6% siswa dalam pembelajaran denga menggunakan media presentasi pemahamannya menjadi luas. Dengan demikian sebagian siswa merasa belum memahami betul apa yang sudah dijelaskan pada materi tersebut dengan menggunakan media presentasi.
Tabel. 4.13
m. Nilai PAI tinggi setelah pembelajaran dengan menggunakan media presentasi
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 4 5,4 %
2 Sering 38 51,4 %
3 Jarang 25 33,8 %
4 Tidak pernah 7 9 ,4%
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa lebih dari separuh (51,4%) responden menyatakan bahwa siswa sering mendapatkan nilai yang tinggi setelah pembelajarannya dengan menggunakan media presentasi, (33,8%) menyatakan bahwa siswa jarang mendapatkan nilai yang tinggi setelah pembelajarannya dengan menggunakan media presentasi, (9,4%) menyatakan bahwa siswa tidak pernah mendapatkan
nilai yang tinggi setelah pembelajarannya dengan menggunakan media presentasi, (5,4%) menyatakan bahwa siswa selalu mendapatkan nilai yang tinggi setelah pembelajarannya dengan menggunakan media presentasi.
Hal ini menunjukkan bahwa nilai PAI siswa baik setelah pembelajaran dengan menggunakan media presentasi ini terlihat pada hasil prosentase 55,8%. Sedangkan 43,2% siswa menjawab kurang baik. Berarti proses belajar mengajar dengan menggunakan media presentasi berhasil.
Dari hasil di atas dapat diketahui bahwa hasil nilai PAI siswa baik setelah menggunakan media presentasi, itu dikarenakan dengan media presentasi dapat merangsang pemikiran siswa dalam berpikir kritis, dan itu efektif.
Tabel. 4.14
n. Penggunaan media presentasi adalah hal yang membosankan No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 3 4 %
2 Sering 18 24,4 %
3 Jarang 43 58,1 %
4 Tidak pernah 10 13,5 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa lebih dari separuh (58,1%) responden menyatakan bahwa siswa beranggapan bahwa penggunaan media presentasi bukanlah hal yang membosankan, (24,4%) responden menyatakan bahwa siswa sering beranggapan bahwa penggunaan media presentasi adalah hal yang membosankan, (13,5%) menyatakan bahwa siswa tidak pernah beranggapan bahwa penggunaan media presentasi adalah hal yang membosankan, (4%) menyatakan bahwa
siswa selalu beranggapan bahwa penggunaan media presentasi adalah hal yang membosankan.
Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media presentasi adalah hal yang menyenangkan terlihat dari hasil prosentasenya yaitu 71,6%. Sedangkan hanya 28,4% siswa menjawab membosankan. Jadi dalam penggunaan media presentasi adalah hal yang sangat menyenangkan bagi siswa karena dengan media presentasi tersebut siswa merasa termotivasi dalam berpikir, lebih aktif dan kreatif dalam proses belajar mengajar.
Tabel. 4.15
o. Pembelajaran dengan menggunakan media presentasi hasilnya memuaskan
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 28 37,8 %
2 Sering 37 50 %
3 Jarang 8 10,8 %
4 Tidak pernah 1 1,4 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa separuh (50%) responden menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media presentasi hasilnya sering memuaskan, (37,8%) responden menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media presentasi hasilnya selalu memuaskan, (10,8%) menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media presentasi hasilnya jarang memuaskan, (1,4%) menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media presentasi hasilnya tidak pernah memuaskan.
Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media presentasi hasilnya memuaskan itu terlihat dari hasil prosentase siswa menjaawab 87,8%. Sedangkan siswa yang menjawab kurang memuaskan hanya 12,2%. Hal ini membuktikan bahwa siswa merasa puas
dengan pembelajaran menggunakan media presentasi tersebut, karena dengan media tersebut siswa lebih aktif , lebih termotivasi, lebih maksimal dalam belajar.
Tabel. 4.16
p. Penggunaan media presentasi membuat siswa menjadi pasif dan bosan
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 3 4 %
2 Sering 20 27 %
3 Jarang 42 56,8 %
4 Tidak pernah 9 12,2 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa lebih dari separuh (56,8%) responden menyatakan bahwa siswa aktif dalam penggunaan media presentasi, (27%) responden menyatakan bahwa penggunaan media presentasi membuat siswa sering menjadi pasif dan bosan, (12,2%) menyatakan bahwa penggunaan media presentasi membuat siswa sangat aktif, (4%) menyatakan bahwa penggunaan media presentasi membuat siswa selalu menjadi pasif dan bosan.
Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media presentasi membuat aktif dan dalam proses pembelajarannya siswa merasa senang, ini terlihat dari hasil prosentase sebanyak 69%. Sedangkan 31% siswa dalam penggunaan media presentasi membuat siswa pasif dan bosan. Jadi penggunaan media presentasi dalam proses pembelajarannya sudah efektif.
Tabel. 4.17
q. Belajar dengan media presentasi menjadi lebih nyata dan lebih mengena dengan materi yang dijelaskan
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 40 54,1 %
2 Sering 20 27 %
3 Jarang 11 14,9 %
4 Tidak pernah 3 4 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa lebih dari separuh (54,1%) responden menyatakan bahwa belajar dengan media presentasi selalu menjadi lebih nyata dan lebih mengena dengan materi yang dijelaskan, (27%) responden menyatakan bahwa belajar dengan media presentasi sering menjadi lebih nyata dan lebih mengena dengan materi yang dijelaskan, (14,9%) responden menyatakan bahwa belajar dengan media presentasi jarang menjadi lebih nyata dan lebih mengena dengan materi yang dijelaskan, (4%) responden menyatakan bahwa belajar dengan media presentasi tidak pernah menjadi lebih nyata dan lebih mengena dengan materi yang dijelaskan.
Hal ini menunjukkan bahwa belajar dengan media presentasi selalu lebih nyata dan lebih mengena dengan materi yang dijelaskan, ini terlihat dari hasil prosentase sebanyak 81,1%. Sedangkan 18,9% siswa merasa belum paham dengan materi yang dijelaskan. Hal ini membuktikan bahwa dengan media presentasi tersebut materi-materi yang dipreserntasikan akan lebih mengena dan siswa lebih menyerap apa yang sudah dijelaskan pada materi tersebut. Sehingga siswa lebih paham dan jelas tentang apa yang disampaikan pada materi pelajaran tersebut.
Tabel. 4.18
r. Meskipun dengan media presentasi PAI adalah hal yang tidak menarik
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 0 0 %
2 Sering 12 16,2 %
3 Jarang 41 55,4 %
4 Tidak pernah 21 28,4 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa lebih dari separuh (55,4%) responden menyatakan bahwa dengan media presentasi PAI adalah hal yang menarik, (28,4%) responden menyatakan bahwa dengan media presentasi PAI adalah hal yang sangat menarik, (16,2%) dengan media presentasi PAI adalah hal yang sering tidak menarik.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam belajar dengan media presentasi PAI adalah hal yang menarik, itu terlihat dari hasil prosentase siswa yaitu 83,8%. Sedangkan 16,2 % siswa menjawab belajar dengan media presentasi PAI adalah hal yang kurang menarik.
Dari penjelasan diatas ini membuktikan bahwa siswa merasa pelajaran PAI itu sangat menyenangkan dan siswa merasa pelajaran PAI tidak hanya dipelajari akan tetapi diamalkan. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa pelajaran PAI itu harus dipelajari disamping diamalkan.
Tabel. 4.19
s. Kejenuhan melihat media membuat tidak fokus pada materi No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 0 0 %
No Kategori Frekuensi Prosentase %
3 Jarang 42 56,8 %
4 Tidak pernah 8 10,8 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa lebih dari separuh (56,8%) responden menyatakan bahwa siswa dalam melihat media membuat fokus pada materi, (32,4%) responden menyatakan bahwa siswa sering tidak fokus pada materi, (10,8%) responden menyatakan bahwa siswa sangat fokus pada materi.
Hal ini menunjukkan bahwa siswa tertarik melihat media sehingga fokus pada materi, terlihat dari prosentase sebanyak 67,6% siswa menjawab antara jarang dan tidak pernah. Sedangkan 32,2% siswa menjawab sering tidak fokus pada materi karena mereka sudah jenuh pada saat pembelajaran dimulai.
Dari hasil di atas dapat diketahui bahwa dengan media presentasi siswa dalam pembelajarannya terfokus pada materi yang diajarkan tersebut.
Tabel. 4.20
t. Dengan media presentasi hasil ujian kurang berhasil
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 0 0 %
2 Sering 24 32,4 %
3 Jarang 37 50 %
4 Tidak pernah 13 17,6 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa separuh (50%) responden menyatakan bahwa dengan media presentasi hasil ujian berhasil, (32,4%) responden menyatakan bahwa dengan media presentasi
hasil ujian sering tidak berhasil, (17,6%) responden menyatakan bahwa dengan media presentasi hasil ujian sangat berhasil.
Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan media presentasi hasil ujian berhasil. Karena 67,6 % prosentase siswa menunjukkan bahwa dengan media presentasi itu sangat bagus dalam membantu siswa ataupun guru dalam proses belajar mengajar, akan tetapi 32,4% menunjukkan bahwa tidak semua siswa dapat memahami bagaimana belajar dengan media presentasi tersebut dengan baik. Itu semua tergantung pada diri siswa masing-masing.
Tabel. 4.21
u. Proses pembelajaran dengan menggunakan media presentasi menyenangkan
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 11 14,9%
2 Sering 40 54 %
3 Jarang 21 28,4 %
4 Tidak pernah 2 2,7 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa lebih dari separuh (54%) responden menyatakan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan media presentasi sering menyenangkan, (28,4%) responden menyatakan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan media presentasi jarang menyenangkan, (14,9%) responden menyatakan proses pembelajaran dengan menggunakan media presentasi selalu menyenangkan, (2,7%) responden menyatakan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan media presentasi tidak pernah menyenangkan.
Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan media presentasi menyenangkan, ini terlihat dari hasil
prosentase siswa sebanyak 68,9%. Sedangkan 30,7% siswa menjawab kurang menyenangkan. Sehingga proses pembelajaran dengan menggunakan media presentasi efektif.
Tabel. 4.22
v. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media prsentasi sudah sangat baik
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 7 9,5 %
2 Sering 20 27 %
3 Jarang 37 50 %
4 Tidak pernah 10 13,5 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa separuh (50%) responden menyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media presentasi kurang baik, (27%) responden menyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media presentasi sering baik, (13,5%) responden menyatakan proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media presentasi tidak baik, (9,5%) responden menyatakan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan media presentasi selalu menyenangkan.
Hal ini menunjukkan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media presentasi kurang baik, ini terlihat dari hasil prosentase sebanyak 63,5%. Sedangkan 36,5% siswa menjawab dalam proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media presentasi sudah baik. Sehingga proses pembelajaran dengan menggunakan media presentasi kurang efektif.
Tabel. 4.23
w. Menyukai guru yang menjelaskan pelajarannya menggunakan media presentasi
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 16 21,6 %
2 Sering 13 17,6 %
3 Jarang 38 51,4 %
4 Tidak pernah 7 9,4 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa lebih dari separuh (51,4%) responden menyatakan bahwa jarang menyukai guru yang menjelaskan pelajarannya menggunakan media presentasi, (21,6%) responden menyatakan bahwa selalu menyukai guru yang menjelaskan pelajarannya menggunakan media presentasi, (17,6%) responden menyatakan sering menyukai guru yang menjelaskan pelajarannya menggunakan media presentasi, (9,4%) responden menyatakan bahwa tidak pernah menyukai guru yang menjelaskan pelajarannya menggunakan media presentasi.
Hal ini menunjukkan bahwa siswa kurang menyukai guru yang menjelaskan pelajarannya menggunakan media presentasi, itu terlihat dari hasil prosentasenya 60,8%. Sedangkan 39,2% siswa menjawab suka dengan guru dalam menjelaskan pelajarannya menggunakan media presentasi. Disini guru hanya sebagai pemantau saja tidak terlibat langsung dalam penggunaan media presentasi, tetapi siswa yang langsung terlibat dalam penggunaan media presentasi tersebut
Tabel. 4.24
x. Berpikir kritis setelah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media presentasi
No Kategori Frekuensi Prosentase %
1 Selalu 7 9,4 %
2 Sering 25 33,9 %
3 Jarang 34 45,9 %
4 Tidak pernah 8 10,8 %
Frekuensi 74 100 %
Melalui tabel di atas, dapat diketahui bahwa (45,9%) responden menyatakan bahwa jarang berfikir kritis setelah pelaksanaan pembelajaran