• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODOLOGI PENELITIAN

3.5. Pengolahan dan Analisis Data

3.5. Pengolahan dan Analisis Data

Data yang diperoleh akan diolah dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan dalam penelitian ini. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software SPSS 13 for Windows.

Data yang dikumpulkan merupakan data primer yang dapat digolongkan sebagai variabel bebas dan variabel terikat. Nilai-nilai budaya perusahaan dan stressors kerja dikategorikan sebagai variabel bebas (variabel pengaruh) dan kinerja karyawan yang dikategorikan sebagai variabel tidak bebas (variabel terpengaruh). Kedua variabel tersebut diamati dengan menggunakan alat ukur berupa daftar pertanyaan (kuesioner) yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dari responden.

Setiap jawaban responden dari pertanyaan dalam kuesioner diberikan bobot. Cara menghitung bobot rataan menurut Mangkuatmodjo (2003), adalah sebagai berikut :

= fi wi fi x .

Dimana : X = bobot rata-rata fi = frekuensi wi = bobot

Langkah selanjutnya adalah sebaran persepsi responden terhadap kinerja karyawan, nilai-nilai budaya perusahaan dan stressors kerja dimasukkan kedalam beberapa kelas (K). Walpole (1995), untuk menghitung banyaknya kelas dapat menggunakan rumus sebagi berikut :

K = N , dengan N adalah banyaknya data, sehingga diperoleh : K = 35 = 5,91 = 5.

Lima kelas tersebut, yaitu sangat baik/sangat tinggi, baik/tinggi, cukup baik/cukup tinggi, kurang baik/kurang tinggi, dan tidak baik/tidak tinggi.

Range (R) dari data-data yang ada, diperoleh dari nilai maksimum – nilai

minimum. Sedangkan lebar kelas (C) diperoleh dari range dibagi dengan banyaknya kelas. Sehingga nilai C ini dapat diperoleh dari perhitungan rumus berikut :

K R C= 8 , 0 5 4 5 1 5 = = = C

Berdasarkan perhitungan di atas, maka posisi keputusan persepsi responden terhadap kinerja karyawan, nilai-nilai budaya perusahaan dan

stressors kerja dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Posisi keputusan persepsi responden

Bobot Nilai Persepsi Responden

1,0 – 1,8 Tidak Baik/Tidak Tinggi 1,8 – 2,6 Kurang Baik/Kurang Tinggi 2,6 – 3,4 Cukup Baik/Cukup Tinggi 3,4 – 4,2 Baik/Tinggi

4,2 – 5,0 Sangat Baik/Sangat Tinggi

3.5.1. Uji Validitas Kuesioner

Uji validitas digunakan untuk menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur (kuesioner) mengukur apa yang ingin diukur atau apakah alat ukur tersebut sudah tepat mengukur apa yang akan diukur. Asumsi pokok dari uji validitas ini adalah setiap pertanyaan saling berkaitan satu dengan yang lainnya, dan setiap pertanyaan juga berhubungan dengan obyek yang akan diteliti. Uji validitas menggunakan rumus korelasi product moment. Umar (2005), rumus dari korelasi product moment yang digunakan, yaitu :

( )( )

( )

(

)(

( ) )

− = 2 2 2 2 y y n x x n y x xy n rhitung

Dimana : r = angka korelasi. X = skor pertanyaan. Y = skor total.

32

Setelah mendapatkan rhitung, selanjutnya dibandingkan dengan rtabel dan ditarik kesimpulan. Koefisien korelasi tabel yang diambil adalah taraf nyata (α) 10% dengan derajat bebas (db) = n – 2. Untuk mengetahui apakah masing-masing pertanyaan valid, maka nilai rhitung

harus lebih besar dari rtabel dan nilai peluang (p) < α,. Selanjutnya pertanyaan yang tidak valid dibuang dan tidak dimasukkan dalam pembahasan.

3.5.2. Uji Reliabilitas Kuesioner

Uji ini digunakan untuk mengetahui tingkat reliabilitas data yang dihasilkan oleh suatu instrumen, artinya menunjukkan kestabilan hasil pengukuran, bila alat tersebut digunakan pada kelompok yang sama pada saat yang berbeda. Menurut Singarimbun dan Effendi (1989), reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana alat pengukuran dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan teknik belah dua. Cara menghitung reliabilitas dengan teknik belah dua, yaitu :

1. Menyajikan alat ukur kepada sejumlah responden, kemudian dihitung validitas jawabannya. Jawaban-jawaban yang valid dikumpulkan menjadi satu dan yang tidak valid dibuang.

2. Membagi jawaban-jawaban yang valid tersebut menjadi dua belahan. Membelah alat pengukur dilakukan dengan cara random atau berdasarkan nomor ganjil dan genap.

3. Skor untuk masing-masing belahan dijumlahkan.

4. Mengkorelasikan skor total belahan pertama dengan skor belahan kedua dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment. 5. Mencari reliabilitas untuk seluruh tanggapan responden dengan

mengkoreksi angka korelasi yang diperoleh dengan cara memasukkan ke rumus : tt r tot r tot r . 1 ) . ( 2 . + =

Dimana : r.tot = angka reliabilitas seluruh jawaban.

r. tt = angka korelasi belahan pertama dan kedua. Uji reliabilitas ini dilakukan pada taraf nyata (α) 10 %. Apabila nilai rhitung > rtabel dan nilai peluang (p) < α, maka korelasi tersebut nyata, atau dengan kata lain kuesioner tersebut adalah andal. Apabila nilai rhitung < rtabel dan nilai p > α, maka korelasi tersebut tidak nyata, atau dengan kata lain kuesioner tersebut adalah tidak andal.

3.5.3. Korelasi Rank Spearman

Korelasi Rank Spearman digunakan untuk mengukur tingkat keeratan hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain, khususnya untuk data ordinal. Tahapan kerja pengolahan data kuesioner untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah sebagai berikut :

1. Memberi skor pada masing-masing jawaban responden berdasarkan bobot tertentu pada setiap jawaban dengan skala Likert.

2. Memindahkan jawaban dari lembar kuesioner ke lembar tabulasi

dan menghitung nilai total dari masing-masing variabel dengan program komputer Microsoft Excel.

3. Memindahkan data ke lembar kerja untuk diolah dan dianalisis dengan menggunakan bantuan software SPSS 13 for Windows dan menggunakan model uji korelasi Rank Spearman. Umar (2005), rumus koefisian korelasi Rank Spearman yang digunakan adalah sebagai berikut :

) 1 ( 6 1 2 2 − − =

n n d rs i

Dimana : rs = koefisien korelasi Rank Spearman.

di2 = selisih antara rank bagi X dan Y. n = banyaknya pasangan data.

34

Besarnya nilai r terletak antara -1 < r < 1, artinya :

r = +1 Hubungan X dan Y sempurna positif (mendekati 1, hubungan sangat kuat dan positif).

r = -1 Hubungan X dan Y sempurna negatif (mendekati -1, hubungan sangat kuat dan negatif).

r = 0 Hubungan X dan Y lemah sekali atau tidak ada hubungan. Menurut Sugiyono (2004), batasan yang digunakan untuk mengkategorikan nilai rs yaitu sebagai berikut :

Tabel 2. Rentang keeratan hubungan nilai r

Interval Koefisien Keeratan Hubungan

0,00 ≤ r < 0,20 Sangat rendah 0,20 ≤ r < 0, 40 Rendah 0,40 ≤ r < 0,60 Sedang 0,60 ≤ r < 0, 80 Kuat 0,80 ≤ r < 1, 00 Sangat Kuat Perumusan Hipotesis : Hipotesa 1 :

Ho : Tidak ada hubungan antara nilai-nilai budaya perusahaan dengan kinerja karyawan.

H1 : Ada hubungan antara nilai-nilai budaya perusahaan dengan kinerja karyawan.

Hipotesa 2 :

Ho : Tidak ada hubungan antara stressors kerja dengan kinerja karyawan.

H1 : Ada hubungan antara stressors kerja dengan kinerja karyawan.

Untuk menguji hubungan hipotesis nol (Ho), kriterianya adalah : Terima Ho : Jika nilai peluang (p) > α.

Tolak Ho : Jika nilai peluang (p) < α.

Adapun taraf nyata (α) yang dipilih adalah 0,1 (10%), karena angka ini dinilai cukup ketat untuk mewakili hubungan antara dua variabel.

3.5.4. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi berganda merupakan model analisis yang bertujuan mencari besarnya pengaruh peubah bebas terhadap peubah tidak bebas atau berkenaan dengan studi ketergantungan satu peubah (peubah tidak bebas) pada satu atau beberapa peubah lain (peubah bebas). Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda, karena peubah bebas lebih dari satu.

Rumus yang digunakan dalam analisis regresi berganda ini adalah seperti yang dikemukakan oleh Nazir (1988) :

Y = a0 + a1x1 + a2x2 + …+ akxk, dimana :

Y = peubah tidak bebas (kinerja karyawan). a0 = konstanta.

a1,a2,…,ak = koefisien arah garis regresi.

x = peubah bebas (budaya perusahaan dan stressors kerja).

a Koefisien Determinasi (R2).

Koefisien determinasi digunakan untuk menguji hubungan peubah X terhadap Y. Persamaan koefisien determinasi seperti dikemukakan Nazir (1988) adalah :

+

= 1 1 22 2 2 y y x a y x a R b. Uji F.

Uji Fisher (F-test) ini dugunakan untuk menguji secara serentak apakah budaya perusahaan dan stressors kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Rumus yang digunakan dalam analisis ini adalah seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono (2004) :

(

1

)

/

(

1

)

/ 2 2 − − − = k n R k R F

Dimana, R = koefisien korelasi ganda. k = jumlah peubah bebas. n = jumlah anggota contoh. Taraf nyata (α) : 10 %.

36

Hipotesa yang digunakan :

H0 : budaya perusahaan dan stressors kerja secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. H1 : budaya perusahaan dan stressors kerja secara

bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Keputusan diambil dengan ketentuan berikut :

1. Jika nilai signifikansi < α maka H0 ditolak. 2. Jika nilai signifikansi > α maka H0 diterima. c. Uji t

Uji t digunakan untuk menguji konstanta dari setiap peubah bebas. Hal ini berarti bahwa uji t dapat mengetahui apakah peubah bebas secara individu mempunyai pengaruh yang berarti terhadap peubah tidak bebas. Untuk mencari thitung digunakan rumus :

i i hit Sb b t =

Dimana, bi = koefisien regresi masing-masing peubah. Sbi = simpangan baku dari bi (10 %).

Hipotesa yang digunakan : Hipotesa 1 :

H0 : tidak ada pengaruh dari budaya perusahaan terhadap kinerja karyawan.

H1 : ada pengaruh dari budaya perusahaan terhadap kinerja karyawan.

Hipotesa 2 :

H0 : tidak ada pengaruh dari stressors kerja terhadap kinerja karyawan.

H1 : ada pengaruh dari stressors kerja terhadap kinerja karyawan.

Keputusan diambil dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Jika nilai signifikansi < α, maka H0 ditolak. 2. Jika nilai signifikansi > α, maka H0 diterima.

Dokumen terkait