HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3. Pengolahan Data dan Analisis Deskriptif
Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan fasilitas elektronik dengan mengunakan microsoft excel dan SPSS versi 15.0 untuk windows untuk memudahkan perolehan data sehingga dapat menjelaskan variabel-variabel yang diteliti. Langkah pertama dalam penelitian ini adalah melakukan penentun sampel dengan metode purposive sampling atau penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu pada perusahaan-perusahaan penerbit obligasi periode 2001-2007 berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dalam penelitian ini sebagai pedoman penentuan default.
Tabel deskriptif menjelaskan variabel-variabel independen X yaitu: X1(current Asset/Curren liabilities), X2(Current Asset/Sales), X3(Current Asset/Total Asset), X4(Cash/Current Liabilities), X5(cash/Total Asset), X6(Cash/Sales), X7(Current
Liabilities/Total Equity), X8(LongTermDebt/Total Equity), X9(Total
Liabilities/Total Equity), X10(Total Liabilities/Total Asset), X11(Operating
Income/Total Asset), X12(Net Income/Sales), X13(Net Income/Total Aset), X14(Sales/Total Asset), X15(Quick Asset/Sales), X16(Quick Asset/Total Aset), X17(Cash Flow/Total Aset), X18(Cash Flow/Total Liabilities) untuk perusahaan-perusahaan penerbit obligasi yang dinyatakan default dan perusahaan penerbit obligasi yang tidak dinyatakan default (non default). Variabel dependen Y :
default dimana kondisi 0 untuk perusahaan penerbit obligasi yang dinyatakan non
default dengan indikasi memiliki rating yang baik antara idAAA-idBBB dan tidak dinyatakan default baik oleh BEI maupun oleh PEFINDO, sedangkan perusahaan yang dinyatakan default dengan kondisi 1 dengan indikasi memiliki rating idD dan dinyatakan default oleh BEI maupun PEFINDO.
Tabel 4.1
Descriptive Statistics DEFAULT
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
KONDISI 39 1 1 1.00 .000 CACL 39 .11 4.34 .9443 1.08130 CAS 39 .39 26.33 2.4482 5.42359 CATA 39 .06 .67 .2472 .15586 CCL 39 .00 1.12 .1724 .28358 CTA 39 .00 .29 .0333 .05532 CS 39 .00 3.29 .3388 .75711 CLTE 39 -44.96 53.96 1.8682 12.11815 LTDTE 39 -8.62 6.97 -.0515 3.38642 TLTE 39 -52.65 58.88 1.9569 13.97613 TLTA 39 .06 1.18 .7786 .24031 OITA 39 -.05 .14 .0272 .04308 NIS 39 -11.38 2.18 -.3760 1.99320 NITA 39 -.25 .94 -.0008 .17579 STA 39 .01 .72 .2922 .17668 QAS 39 .10 7.76 1.0956 1.73530 QATA 39 .04 .25 .1300 .06120 CFTA 39 -.11 .17 .0248 .05173 CFTL 39 -.19 .57 .0512 .12278 Valid N (listwise) 39
Tabel 4.2
Descriptive Statistics NON DEFAULT
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
KONDISI 39 0 0 .00 .000 CACL 39 .04 12.31 1.3591 2.03883 CAS 39 .18 4.68 .9852 1.10820 CATA 39 .05 .73 .3411 .19543 CCL 39 .00 1.02 .1856 .23842 CTA 39 .00 .19 .0454 .04772 CS 39 .00 .54 .1222 .14012 CLTE 39 -12.91 19.89 .3584 4.51198 LTDTE 39 -.89 11.75 .8834 2.16583 TLTE 39 -13.00 25.35 1.2057 5.99696 TLTA 39 .33 3.37 .9541 .60097 OITA 39 -.47 .23 .0220 .12986 NIS 39 -3.75 1.06 -.1659 .80774 NITA 39 -.58 .30 -.0334 .14883 STA 39 .07 1.55 .5524 .36549 QAS 39 .08 2.29 .4527 .52316 QATA 39 .02 .39 .1509 .09205 CFTA 39 -.42 .25 .0463 .11945 CFTL 39 -.17 .52 .0987 .13375 Valid N (listwise) 39
Tabel 4.3
Perbandingan antara deskriptif yang Default dan Non Default
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
CACL 1 39 .11 4.34 .9443 1.08130 CACL 0 39 .04 12.31 1.3591 2.03883 CAS 1 39 .39 26.33 2.4482 5.42359 CAS 0 39 .18 4.68 .9852 1.10820 CATA 1 39 .06 .67 .2472 .15586 CATA 0 39 .05 .73 .3411 .19543 CCL 1 39 .00 1.12 .1724 .28358 CCL 0 39 .00 1.02 .1856 .23842 CTA 1 39 .00 .29 .0333 .05532 CTA 0 39 .00 .19 .0454 .04772 CS 1 39 .00 3.29 .3388 .75711 CS 0 39 .00 .54 .1222 .14012 CLTE 1 39 -44.96 53.96 1.8682 12.11815 CLTE 0 39 -12.91 19.89 .3584 4.51198 LTDTE 1 39 -8.62 6.97 -.0515 3.38642 LTDTE 0 39 -.89 11.75 .8834 2.16583 TLTE 1 39 -52.65 58.88 1.9569 13.97613 TLTE 0 39 -13.00 25.35 1.2057 5.99696 TLTA 1 39 .06 1.18 .7786 .24031 TLTA 0 39 .33 3.37 .9541 .60097 OITA 1 39 -.05 .14 .0272 .04308 OITA 0 39 -.47 .23 .0220 .12986 NIS 1 39 -11.38 2.18 -.3760 1.99320 NIS 39 -3.75 1.06 -.1659 .80774 NITA 1 39 -.25 .94 -.0008 .17579 NITA 0 39 -.58 .30 -.0334 .14883 STA 1 39 .01 .72 .2922 .17668 STA 0 39 .07 1.55 .5524 .36549 QAS 1 39 .10 7.76 1.0956 1.73530 QAS 0 39 .08 2.29 .4527 .52316 QATA 1 39 .04 .25 .1300 .06120 QATA 0 39 .02 .39 .1509 .09205 CFTA 1 39 -.11 .17 .0248 .05173 CFTA 0 39 -.42 .25 .0463 .11945 CFTL 1 39 -.19 .57 .0512 .12278 CFTL 0 39 -.17 .52 .0987 .13375 Valid N (listwise) 39
CACL Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata 0,9443 dengan nilai minimum 0,11 dan nilai maksimumnya adalah 4,34. Sedangkan CACL Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata 1,3591 dengan nilai minimum 0,04 dan nilai maksimumnya adalah 12,31. CAS Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata 2,4482 dengan nilai minimum 0,39 dan nilai maksimumnya adalah 26,33. Sedangkan CAS Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata 0,9852 dengan nilai minimum 0,18 dan nilai maksimumnya adalah 4,68.
CATA Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata 0,2472 dengan nilai minimum 0,06 dan nilai maksimumnya adalah 0,67. Sedangkan CATA Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata 0,3411 dengan nilai minimum 0,05 dan nilai maksimumnya adalah 0,73. CCL Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata 0,1724 dengan nilai minimum 0,00 dan nilai maksimumnya adalah 1,12. Sedangkan CCL Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata 0,1856 dengan nilai minimum 0,00 dan nilai maksimumnya adalah 1,02.
CTA Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata 0,0333 dengan nilai minimum 0,00 dan nilai maksimumnya adalah 0,29. Sedangkan CTA Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata 0,0454 dengan
nilai minimum 0,00 dan nilai maksimumnya adalah 0,19. CS Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata 0,3388 dengan nilai minimum 0,00 dan nilai maksimumnya adalah 3,29. Sedangkan CS Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata 0,1222 dengan nilai minimum 0,00 dan nilai maksimumnya adalah 0,54.
CLTE Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata 1,8682 dengan nilai minimum -44,96 dan nilai maksimumnya adalah 53,96. Sedangkan CLTE Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata 0,3584 dengan nilai minimum 12,91 dan nilai maksimumnya adalah 19,89. LTDTE Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai ratarata -0,0515 dengan nilai minimum -8,62 dan nilai maksimumnya adalah 6,97. Sedangkan LTDTE Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata 0,8834 dengan nilai minimum -0,89 dan nilai maksimumnya adalah 11,75.
TLTE Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata 1,9569 dengan nilai minimum -52,65 dan nilai maksimumnya adalah 58,88. Sedangkan TLTE Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata 1,2057 dengan nilai minimum -13,00 dan nilai maksimumnya adalah 25,35. TLTA Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata 0,7786 dengan nilai minimum 0,06 dan nilai maksimumnya adalah 1,18. Sedangkan TLTA Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0
menunjukan nilai rata-rata 0,9541 dengan nilai minimum 0,33 dan nilai maksimumnya adalah 3,37.
OITA Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata 0,0272 dengan nilai minimum -0,05 dan nilai maksimumnya adalah 0,14. Sedangkan OITA Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata 0,0220 dengan nilai minimum 0,47 dan nilai maksimumnya adalah 0,23. NIS Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata -0,3760 dengan nilai minimum -11,38 dan nilai maksimumnya adalah 2,18. Sedangkan NIS Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata -0,1659 dengan nilai minimum -3,75 dan nilai maksimumnya adalah 1,06.
NITA Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata -0,0008 dengan nilai minimum -0,25 dan nilai maksimumnya adalah 0,94. Sedangkan NITA Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata -0,0334 dengan nilai minimum -0,58 dan nilai maksimumnya adalah 0,30. STA Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata 0,2922 dengan nilai minimum 0,01 dan nilai maksimumnya adalah 0,72. Sedangkan STA Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata 0,5524 dengan nilai minimum 0,07 dan nilai maksimumnya adalah 1,55.
QAS Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata 1,0956 dengan nilai minimum 0,10 dan nilai
maksimumnya adalah 7,76. Sedangkan QAS Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata 0,4527 dengan nilai minimum 0,08 dan nilai maksimumnya adalah 2,29. QATA Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata 0,1300 dengan nilai minimum 0,04 dan nilai maksimumnya adalah 0,25. Sedangkan QATA Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata 0,1509 dengan nilai minimum 0,02 dan nilai maksimumnya adalah 0,39.
CFTA Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata 0,0248 dengan nilai minimum -0,11 dan nilai maksimumnya adalah 0,17. Sedangkan CFTA Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata 0,0463 dengan nilai minimum -0,42 dan nilai maksimumnya adalah 0,25. CFTL Emiten obligasi yang dinyatakan default dengan kondisi 1 menunjukan nilai rata-rata 0,0512 dengan nilai minimum 0,19 dan nilai maksimumnya adalah 0,57. Sedangkan CFTL Emiten obligasi yang tidak dinyatakan default dengan kondisi 0 menunjukan nilai rata-rata 0,0987 dengan nilai minimum 0,17 dan nilai maksimumnya adalah 0,52.
4.4. Uji Normalitas Data (One Samle Kolmogoro –Smirnov)
Uji normalitas data One Sample Kolmogorov-Smirinov dilakukan untuk mengetahui jenis alat statistik yang akan digunakan untuk melakukan uji beda statistik parametrik / non parametrik pada penelitian ini. Jika data terdistribusi dengan normal maka alat uji beda yang digunakan adalah Independent Sample
Test dan jika data tidak terdistribusi dwngan normal maka alat uji beda yang digunakan adalah Mann Whitney.
Tabel 4.4
Hasil Uji Normalitas One Sample Kolmogorov-Smirnov
NO. Variabel Asymp. Sig Probabilitas Distribusi
1. CACL 0,000 P < 0,05 Tidak Normal 2. CAS 0,000 P < 0,05 Tidak Normal 3. CATA 0,020 P < 0,05 Tidak Normal 4. CCL 0,000 P < 0,05 Tidak Normal 5. CTA 0,001 P < 0,05 Tidak Normal 6. CS 0,000 P < 0,05 Tidak Normal 7. CLTE 0,000 P < 0,05 Tidak Normal 8. LTDTE 0,000 P < 0,05 Tidak Normal 9. TLTE 0,000 P < 0,05 Tidak Normal 10. TLTA 0,015 P < 0,05 Tidak Normal 11. OITA 0,019 P < 0,05 Tidak Normal 12. NIS 0,000 P < 0,05 Tidak Normal 13. NITA 0,009 P < 0,05 Tidak Normal 14. STA 0,132 P > 0,05 Normal 15. QAS 0,000 P < 0,05 Tidak Normal 16. QATA 0,880 P > 0,05 Normal 17. CFTA 0,002 P < 0,05 Tidak Normal 18. CFTL 0,010 P < 0,05 Tidak Normal
Dari hasil pengujian normalitas data pada tabel 4.4 diatas dijelaskan bahwa:
1. Variabel CACL tidak signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) < = 0,05 maka H0 = ditolak, Variabel CACL tidak terdistribusi dengan normal dengan P- Value = 0,000
2. Variabel CAS tidak signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) < = 0,05 maka H0 = ditolak, Variabel CAS tidak terdistribusi dengan normal dengan P- Value = 0,000
3. Variabel CATA tidak signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) < = 0,05 maka H0 = ditolak, Variabel CATA tidak terdistribusi dengan normal dengan P- Value = 0,020
4. Variabel CCL tidak signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) < = 0,05 maka H0 = ditolak, Variabel CCL tidak terdistribusi dengan normal dengan P- Value = 0,000
5. Variabel CTA tidak signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) < = 0,05 maka H0 = ditolak, Variabel CTA tidak terdistribusi dengan normal dengan P- Value
= 0,001
6. Variabel CS tidak signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) < = 0,05 maka H0 = ditolak, Variabel CS tidak terdistribusi dengan normal dengan P- Value = 0,000
7. Variabel CLTE tidak signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) < = 0,05 maka H0 = ditolak, Variabel CLTE tidak terdistribusi dengan normal dengan P-
8. Variabel LTDTE tidak signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) < = 0,05 maka H0 = ditolak, Variabel LTDTE tidak terdistribusi dengan normal dengan P- Value = 0,000
9. Variabel TLTE tidak signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) < = 0,05 maka H0 = ditolak, Variabel TLTE tidak terdistribusi dengan normal dengan P-
Value = 0,000
10.Variabel TLTA tidak signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) < = 0,05 maka H0 = ditolak, Variabel TLTA tidak terdistribusi dengan normal dengan P- Value = 0,015
11.Variabel OITA tidak signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) < = 0,05 maka H0 = ditolak, Variabel OITA tidak terdistribusi dengan normal dengan P-
Value = 0,019
12.Variabel NIS tidak signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) < = 0,05 maka H0 = ditolak, Variabel NIS tidak terdistribusi dengan normal dengan P- Value
= 0,000
13.Variabel NITA tidak signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) < = 0,05 maka H0 = ditolak, Variabel NITA tidak terdistribusi dengan normal dengan P-
Value = 0,009
14.Variabel STA signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) > = 0,05 maka H0 = diterima, Variabel STA terdistribusi dengan normal dengan P- Value = 0,132 15.Variabel QAS tidak signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) < = 0,05 maka
H0 = ditolak, Variabel QAS tidak terdistribusi dengan normal dengan P- Value = 0,000
16.Variabel QATA signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) > = 0,05 maka H0 = diterima, Variabel QATA terdistribusi dengan normal dengan P- Value = 0,880
17.Variabel CFTA tidak signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) < = 0,05 maka H0 = ditolak, Variabel CFTA tidak terdistribusi dengan normal dengan P- Value = 0,002
18.Variabel CFTL tidak signifikan dengan Asymp. Sig (2-tailed ) < = 0,05 maka H0 = ditolak, Variabel CFTL tidak terdistribusi dengan normal dengan P-
Value = 0,010
Dari hasil pengujian normalitas data diketahui bahwa variabel CACL, CAS, CATA, CCL, CTA, CS, CLTE, LTDTE, TLTE, TLTA, OITA, NIS, NITA, QAS, CFTA, CFTL tidak terdistribusi dengan normal sehingga uji beda yang digunakan adalah Mann Whitney. Sedangkan variabel STA dan QATA terdistribusi dengan normal sehingga uji beda yang digunakan adalah independent Sample test.