• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengolahan inti sawit di PT.Telen meliputi beberapa proses antara lain : 1. Pemisahan Biji dan Ampas

a. Tujuan

Tujuan pemisahan biji adalah untuk memperoleh biji/nut yang bersih dari gumpalan ampas/serabut.

b. Dasar Teori

Menurut Pahan (2008), cara yang umum digunakan untuk memisahkan biji dengan serabut kelapa sawit yaitu cara pneumatis dan mekanis. Pemisahan dengan cara pneumatis yaitu memisahkan biji dari serabut dengan menggunakan tarikan atau hisapan udara pada sebuah kolom pemisah. Gumpalan ampas dipecah dengan cake breaker conveyor lalu dijatuhkan dibagian samping atas kolom pemisah. Sementara dari bagian tengah atas, di beri hisapan udara yang berasal dari fan.pemisahan terjadi adanya perbedaan berat antara dua jenis bahan yang hendak dipisahkan (biji dan serabut). Bahan yang lebih ringan

(serabut) akan tertarik ke atas sedangkan biji akan jatuh ke bawah. Biji yang jatuh kebawah langsung masuk ke nut polishing drum (trommol pembersih biji) untuk membersihkan sisa-sisa serabut yang masih menempel pada biji. Selanjutnya, biji yang telah bersih ditampung dan dibersihkan nut silo.

Adapun tahapan proses untuk mendapatkan inti (kernel) dari ampas press (cake) yaitu : (Anonim, 2013)

a. Pemolesan

Pemolesan dilakukan dengan cara memesukka nut ke dalam drum yang berputar agar fiber yang masih menempel pada nut dapat terkikis dan dapat mempermudah pemecahan nut nantinya.

b. Pemeraman

Pemeraman dilakukan agar dapat mengurangi kadar air pada nut, supaya dapat mempermudah pemecahan nut nantinya.

c. Pemecahan

Karena inti (kernel) berada dalam nut, maka untuk memperoleh kernel harus dilakukan pemecahan pada nut.

d. Pemisahan

Pemisahan dilakukan dengan 2 cara, agar kernel bersih dari shell hasil dari pemecahan. Pemisahan ini dilakukan dengan metode hisapan angin (cara kering) dan perbedaan masa jenis (cara basah).

c. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada proses ini yaitu CBC (Cake Breaker Conveyor), kipas penghisap ( Induced Drought Fan), kolom pemisah biji dan serabut (Depericarper) , Nut Polishing Drum, Wet Nut Conveyor, Destoner dan Fiber cyclon. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu ampas press

d. Prosedur Kerja

1. Ampas press yang telah selesai di press akan jatuh di CBC dengan tujuan agar dapat mencacah ampas yang berbentuk gumpalan sehingga pada saat pemisahan akan lebih mudah.

2. Kemudian ampas tersebut masuk ke dalam kolom pemisah / depericarper untuk dipisahkan berdasarkan berat.

3. Pada saat ampas masuk dalam depricarper terjadi pemisahan yang mengunakan sistem pneumetis (pemisahan menggunakan hisapan udara) antara nut dan fiber. Benda yang lebih berat (nut dan batu) akan jatuh kebawah dan masuk ke dalam polishing drum sedangkan benda yang ringan akan terhisap menuju ke fiber cyclone untuk dijadikan bahan bakar. 4. Nut yang masuk ke dalam polishing drum yang berputar dengan putaran 21

rpm akan dibersihkan dengan adanya gaya gesekan didinding polishing drum dan bantingan mengakibatkan serabut yang masih melekat pada nut akan terpisah.

5. Di pinggiran depan polishing drum terdapat lubang-lubang yang berfungsi sebagai tempat jatuhnya nut ke wet nut conveyor setelah pemisahan serabut yang melekat pada nut.

6. Nut yang jatuh ke wet nut conveyor akan di kirim destoner untuk dipisahkan antara nut dan batu. Di dalam destoner ini juga menggunakan pemisahan dengan sistem pneumatik.

7. Benda yang berat (batu) akan jatuh dilantai sedangkan benda yang ringan (Nut) akan di kirim ke nut polishing drum.

e. Hasil yang Dicapai

Unit pendukung pada stasiun nut dan kernel adalah sebagai berikut : a. Depericarper

depericarper berfungsi sebagai pemisahan antara fibre dan nut, serta sebagai alat untuk menghantarkan fibre sebagai bahan bakar boiler.

Fibre dan nut yang terdorong dan dicincang oleh CBC masuk ke depericarper kemudian depericarper menghisap fibre dengan fan blower yang mengakibatkan fibre terhisap karena memiliki berat jenis yang lebih ringan daripada nut. Kemudian nut yang berat jenisnya lebih berat akan jatuh ke polishing drum. Fibre yang terhisap oleh fan blower akan masuk ke fibre cyclone hopper.

b. Nut polishing drum

Nut polishing drum berfungsi sebagai alat untuk mengurangi serabut-serabut yang masih menempel pada nut serta membantu pelepasan antara inti dengan cangkang akibat proses bantingan.

c. Destoner

Destoner berfungsi untuk memisahkan nut dari partikel-partikel berat seperti batu, potongan besi dan lain-lain. Destoner bekerja berdasarkan berat jenis dan hisapan angin.

Hasil yang didapatkan berupa nut yang telah bersih dari serabut-serabut yang terikut sehingga dapat diolah lebih lanjut.

2. Pemeraman a. Tujuan

Mengeringkan biji agar lebih mudah dipecah saat di ripple mill dan mengurangi kemungkinan terjadinya broken pada kernel.

b. Dasar Teori

Menurut Setyamidjaja (2003), biji dari alat pembuang daging buah (depericarper) diangkut ke silo dan dikeringkan di sini. Biji-biji yang kering ini, intinya mengkerut dan mudah dilepaskan dari cangkang atau tempurungnya. c. Alat dan Bahan

1. Alat : Polishing drum, destoner, blower, air lock, dan silo notten. 2. Bahan : Biji

d. Prosedur Kerja

1) Biji dari polishing drum akan masuk ke dalam destoner untuk dipisahkan dengan kotoran berat yang terikut (batu, besi, paku, dll), kemudian biji akan terisap keatas.

2) Lalu biji akan masuk ke dalam air lock yang mengatur masuknya biji ke dalam silo.

3) Lalu biji akan masuk ke dalam silo notten dengan suhu 60-70oC yang berfungsi sebagai tempat pemeraman/penampungan biji sementara agar nantinya biji lebih mudah dipecah di ripple mill.

e. Hasil yang dicapai

Biji yang dihasilkan adalah biji yang memiliki kernel telah agak mengkerut akibat pengeringan sehingga nut mudah untuk dipecah dan tidak ditemukan lagi benda-benda asing yang terbawa (paku, besi, batu, dll).

Adapun alat-alat pendukung pada prose pemeraman ini adalah : a. Nut silo

Nut silo adalah suatu unit yang berguna untuk menimbun nut sebelum dipecah di unit selanjutnya. Penimbunan tersebut berguna untuk mengurangi kadar air yang masih terdapat pada nut agar proses pemecahan berlangsung

secara optimal. Nut silo dan nut hopper memiliki fungsi yang sama, namun jika nut silo menggunakan udara panas untuk mempercepat pengurangan kadar air sedangkan nut hopper tidak menggunakan panas, namun hanya memperlama penimbunan di nut hopper tersebut.

3. Pemecahan Biji a. Tujuan

Tujuan pemecahan biji yaitu untuk memecahkan nut sehingga kernel dapat terlepas dari cangkangnya.

b. Dasar Teori

Biji yang kecil akan lebih sulit dipecah dibanding dengan biji yang besar. Semakin banyak serat yang melekat dalam biji maka biji akan lebih sulit dipecahkan, dan sering menghasilkan biji pecah dan inti lekat. Kadar air biji yang rendah akan lebih mudah dipecah dan menghasilkan inti utuh (Naibaho,1998). c. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada proses ini adalah Vibrating Feeder, Ripple Mill, Cracked Mixture Conveyor dan Cracked Mixture Elevator. Sedangkan bahan yang digunakan adalah nut yang telah diperam.

d. Prosedur Kerja

1. Nut yang telah diperam di nut silo, kemudian nut akan dipecahkan di ripple mill.

2. Nut akan turun ke ripple mill melewati vibrating feeder yang berfungsi sebagai mengatur nut yang jatuh. Nut akan masuk ketengah-tengah riple mill.

3. Nut akan dipecahkan dalam ripple mill dengan cara digiling seakan di kupas kulitnya menggunakan rotor bar dengan putaran 900-1000 rpm ke

dinding-dinding (rotor plate) sehingga cangkang akan mudah pecah dan mengeluarkan kernel, tetapi kernel dan cangkang masih tercampur.

4. Setelah terpecah kernel dan cangkang yang masih tercampur akan jatuh ke cracked mixture conveyor kemudian di kirim ke cracked mixture elevator untuk di proses lebih lanjut.

e. Hasil yang Dicapai

Adapun alat-alat pendukung pada proses pemecahan ini adalah : a. Ripple mill

Ripple mill adalah unit yang berguna untuk memisahkan cangkang dengan kernel dengan cara memecahkan nut. Proses di ripple mill sangat ditentukan dengan rotor bar dan ripple mill akibat dari terlalu rapat penyitelan dari rotor bar keripple mill maka akan menyebabkan terlalu banyak inti pecah. Sementara jika penyetelan terlalu renggang maka akan menyebabkan nut pecah akan berkurang karena akibat dari nut yang bentuk dan ukurannya berbeda-beda. Pada ripple mill rotor bar berputar sedangkan ripple plat dalam keadaan diam.

Pemecahan di ripple mill menghasilkan nut yang telah dipecahkan sehigga kernel dapat tepisah seluruhnya dari cangkang. Standar efisiensi pemecahan di ripple mill 96%.

4. Pemisahan Inti dan Cangkang a. Tujuan

Pemisahan inti dari cangkang bertujuan yaitu: 1. Agar mendapatkan kernel yang bersih

2. Agar mengurangi kadar kotoran dari kernel sehingga mutu kernel lebih baik.

b. Dasar Teori

Menurut pahan (2008), Ada dua sistem atau metode pemisahan kernel dan cangkang, yaitu sistem pemisahan kering dan pemisahan basah. PKS di perkebunan besar umumnya menggunakan gabungan kedua sistem pemisahan tersebut.

Pemisahan kering (dry separator) dilakukan dalam suatu kolom vertikal (LTDS) dengan bantuan hisapan udara dari sebuah kipas, dimana fraksi yang lebih ringan (cangkang) akan terhisap ke bagian atas, sedangkan fraksi yang berat akan jatuh kebawah. Untuk memperoleh kernel yang baik dengan losses yang rendah, pemisahan yang dilakukan dengan dua kolom pemisah. Setiap kolom pemisah bekerja secara dua tahap. Sedangkan pemisahan basah biasa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan sistem clay bath dan hydrocyclone. Pemisahan dengan clay bath didasari oleh perbedaan berat jenis antara kernel (BJ=1,07) dan cangkang (BJ=1,3). Campuran antara kernel dan cangkang dimasukkan kedalam cairan tanah liat (BJ=1,2) yang bebas pasir sehingga kernel akan terapung dan cangkang akan tenggelam. Prinsip pemisahan dengan hydrocyclone juga didasari oleh perbedaan berat jenis antara kernel dan cangkang. Pemisahan pada hydrocyclone dibantu dengan pusingan akibat gaya sentrifugal, sedangkan pada sistem clay bath pemisahan terjadi secara alamiah. c. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada proses ini yaitu LTDS 1&2 (Ligh Tenera Dry Sparating), Kernel Grading Drum, Kernel Conveyor, Claybath, Vibrating Screen, Shell Transport Fan, Kernel Distributing Conveyor, Dry kernel Elevator dan Shell Bin. Sedangkan bahan yang digunakan kernel yang masih tercampur dengan cangkang, Kalsium Carbonat dan air.

d. Prosedur Kerja

1. Cangkang dan kernel yang masih tercampur yang telah dikirim melewati cracked mixture elevator akan masuk ke dalam kolom separator (LTDS1) biasa di sebut pemisahan cara kering.

2. Pada saat masuk ke dalam kolom separator cangkang dan kernel yang masih tercampur akan terpisah karena adanya daya hisapan angin. Pemisahan ini terjadi karena adanya perbedaan berat sehingga mudah dipisah.

3. Benda yang lebih ringan (cangkang) akan terhisap dan dikirim ke shell bin untuk dijadikan bahan bakar, benda yang paling berat (kernel utuh) akan jatuh ke dalam Kernel conveyor dan langsung dikirim ke kernel silo, sedangkan benda yang beratnya sedang akan masuk kedalam kernel grading drum melewati air lock.

4. Kernel grading drum ini mengatur jatuhnya kernel untuk pemisahan di kolom separator (LTDS 2). Pemisahan di LTDS 2 prinsipnya sama dengan LTDS 1 tetapi daya hisapannya LTDS 1 lebih cepat dibandingkan LTDS 2. 5. Kernel dan cangkang yang masih belum terpisah akan jatuh ke dalam

claybath melewati air lock. Pemisahan ini di sebut pemisahan cara basah. 6. Pemisahan yang di claybath menggunakan perbedaan massa jenis. massa

jenis yang lebih berat (cangkang =1.30), massa jenis beratnya sedang (campuran air dan kalsium = 1.20), sedangkan massa jenis yang lebih ringan (kernel = 1.07).

7. Massa jenis yang ringan keluar secara over flow dan jatuh ke vibrating screen untuk di cuci kemudian dikirim ke kernel silo, sedangkan massa jenis lebih berat akan turun melewati lubang bawah claybath dan jatuh ke

vibrating screen unutk dicuci kemudian dikirim ke shell bin untuk dijadikan bahan bakar.

e. Hasil yang Dicapai

Adapun alat-alat pendukung pada proses pemisahan biji dan cangkang ini adalah :

a. LTDS (Light Transport Dry Separator)

LTDS berfungsi sebagai pemisah antara cangkang dengan inti serta kotoran-kotoran lainnya dengan cara hisapan udara. LTDS adalah salah satu jenis pemisah antara kernel dengan cangkang dengan cara kering. b. Hydrocyclone/Claybath

Hydrocyclone/Claybath adalah unit yang berguna untuk memisahkan antara cangkang dan kernel dengan cara basah. Hydrocyclone dan claybath memiliki fungsi yang sama, namun cara pemisahannya yang berbeda. Jika hydrocyclone menggunakan media air yang berputar (cyclone) sedangkan claybath menggunaka bahan kimia (CoCl 3) untuk membedakan massa jenis tiap benda tersebut.

Hasil yang didapatkan berupa kernel bersih dengan standar kadar kotorannya 0.02%.

5. Pengeringan Inti a. Tujuan

Tujuan pengeringan inti yaitu untuk mengurangi kadar air dalam kernel. b. Dasar Teori

Kernel yang sudah terpisah dengan cangkang dan masih mengandung 12% air dimasukkan ke silo pengering (kernel dryer) untuk diturunkan kandungan airnya hingga mencapai 7%. Pengeringan dilakukan dengan udara bertemperatur

60-70°C selama 14-15 jam. Penurunan kadar air ini bertujuan untuk menonaktifkan kegiatan mikroorganisme sehingga proses pembentukan jamur atau proses kenaikan asam (lauric acid) dapat dibatasi pada saat kernel disimpan (Pahan, 2008).

c. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada proses ini yaitu Kernel Silo, Kernel Transport Fan, Dried Kernel Conveyor dan Heater Fan. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu kernel dan steam.

d. Prosedur Kerja

1. Setelah melalui proses pemisahan inti dan cangkang kemudian dikirim ke kernel silo.

2. Kernel yang masuk dalam kernel silo akan dipanaskan dengan udara panas yang dihembuskan menggunakan heater fan .

3. Kernel dalam kernel silo yang harus terisi minimal 80% dari daya tampung kernel silo.

4. Pemanasan dilakukan selama 14-15 jam dengan temperatur 60-70°C. 5. Kernel yang telah kering dikirim ke kernel bin melewati dried kernel

conveyor dan kernel transport fan. e. Hasil yang Dicapai

Adapun alat pendukung pada proses pengeringan inti ini adalah : a. Kernel dryer

Kernel dryer adalah unit yang berguna untuk mengurangi kadar air pada kernel produksi agar kernelyang dihasikan sesuai standar. Unit ini diberikan udara panas untuk mempercepat pengeringan pada kernel..

Hasil yang didapatkan berupa kernel yang kadar airnya dari 12% menjadi 7 %.

6. Penyimpanan Inti a. Tujuan

Penyimpanan inti bertujuan untuk penampungan sementara produksi kernel sebelum dipasarkan.

b. Dasar Teori

Inti sawit yang ditimbun ditempat yang tidak sesuai dengan persyaratan pergudangan dapat merangsang pertumbuhan mikroba dan menyebabkan terjadinya proses fermentasi sehingga dapat menurunkan kualitas minyak yang terkandung dalam inti sawit (Pahan, 2008).

c. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan untuk penyimpanan inti yaitu Kernel Bin, Karung, Mesin Jahit dan Spidol.

d. Prosedur Kerja

1. Kernel yang telah melalui proses pengeringan akan ditampung ke kernel bin sebelum pengemasan.

2. Kernel yang ada dalam kernel bin di masukkan dalam karung satu per satu dengan membuka dan menutup chute kernel bin.

3. Karung diisi sebanyak ¾ kemudian di susun rapi dan di jahit dengan menggunakan mesin jahitan beras. Begitu selanjutnya secara continue. 4. Karung yang telah di jahit di beri tanda seperti tanggal pengemasan,

tahun pengemasan dan no pengemasan.

5. Setelah dikemas karung yang berisi kernel tadi di susun rapi di atas papan dan siap untuk di pasarkan.

e. asil yang Dicapai a. Kernel bunker

Kernel bunker berguna untuk menampung hasil dari produksi kernel sebelum didistribusikan kepembeli

Inti yang siap dikemas dan siap dipasarkan harus memenuhi standar dengan FFA kernel 3,5%, kadar air 7%, kernel pecah 0,15% dan kadar kotoran 6%.

C. Analisis Minyak Kelapa Sawit CPO

Dokumen terkait