• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengorganisasian di MAN Lubuk Pakam Kab. Deli Serdang dalam Implementasi Model Manajemen Berbasis Madrasah (MBM)

E. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

3. Pengorganisasian di MAN Lubuk Pakam Kab. Deli Serdang dalam Implementasi Model Manajemen Berbasis Madrasah (MBM)

112 |

maupun pembelajaran secara rinci dan jelas. 2. memprakarsai dan menampilkan kepemimpinan dalam melaksanakan rencana dan mengambil keputusan. 3. mengeluarkan instruksi-instruksi yang spesifik ke arah pencapaian tujuan, 4. membimbing dan memotivasi serta melakukan supervisi oleh kepala madrasah terhadap guru.12 Dengan demikian kepala madrasah yang telah menggerakkan semua personil serta guru yang telah menggerakan proses pembelajaran sudah sangat tepat karena telah memotivasi seluruh komponen untuk melaksanakan pekerjaan mereka dengan sebaik-baikmya demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

"Pelaksanaan (actuiting) merupakan fungsi manajemen yang menunjukkan proses penggerakan bawahan atau usaha mendapatkan hasil dengan menggerakkan orang lain". Proses pelaksanaan atau bimbingan. Kegiatan ini diiakukan oleh manajer sebagai pimpinan kepada orang lain sebagai bawahan dalam struktur organisasi.13

3. Pengorganisasian di MAN Lubuk Pakam Kab. Deli Serdang dalam Implementasi Model Manajemen Berbasis Madrasah (MBM)

Organisasi merupakan wadah bagi aktifitas dan fungsi manajemen yang dijalankan oleh para manajer atau pimpinan bersama anggotanya. Dalam konteks ini, Organisasi pendidikan khususnya sistem persekolahan merupakan salah satu wadah bagi aktivitas manajemen. Johnson, dkk menjelaskan "These basic managerial process are required fir any type of organization business, govemment, education, social and other activities where human and physical resources are combined

to meet certain objectives" 14 Dengan kata lain proses manajemen hanya mungkin

berlangsung dalam organisasi, baik organisasi bisnis, pemerintahan maupun or-ganisasi pendidikan yang memadukan sumber daya ma nusia dan somber daya material untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Dalam organisasi berlangsung aktivitas manajerial yang mewujudkan

12

Syaiful Sagala, Administrasi Pendidikan Kontemporer, h. 41.

13

Sondang, P. Siagian, Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), h. 128.

14

Johnson, R.A, The Theory and Manajement of System (Tokyo: McGraw Hill Kogakusha, 1973), h.16.

113 |

usaha bersama dari sejumlah orang untuk mencapai tujuan. Karena itu dalam proses manajemen dibuat rencana, ditetapkan pelaksana kegiatan, dibagi tugas-tugas, diberikan imbalan, diberikan tanggung jawab dan diawasi serta dievaluasi hasil yang dicapai. Manajemen merupakan proses yang khas terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, menggerakkan dan pengawasan yang dilaksanakan untuk mendeterminasi serta mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.15

Proses perencanaan dalam manajemen ialah suatu tindakan mendeterminasi sasaran-sasaran dan arah tindakan yang akan dilalui. Tindakan perencanaan diikuti oleh proses pengorganisasian sebagai suatu tindakan mendistribusikan pekerjaan kepada kelompok yang ada dan menetapkan serta merinci hubungan-hubungan yang diperlukan. Setelah itu dilakukan proses menggerakkan yaitu upaya merangsang atau mendorong anggota kelompok /organisasi untuk melaksanakan tugas mereka dengan kemauan secara sukarela dan secara antusias. Setelah rencana ditetapkan, ditentukan kapan dan siapa yang melaksanakannya dengan membagi pekerjaan dan mendorong personil melaksanakannya maka dilakukan pengawasan sebagai tindakan mengawasi pekerjaan agar terlaksana sesuai rencana yang ditetapkan.

Pada prinsipnya pendidikan mencakup pengertian yang luas dan komprehensif, sebab jenis lembaga dan jenis kegiatannya sangat bervariasi di dalam kehidupan manusia. Di sini perlu dikemukakan terlebih dahulu keberadaan pendidikan sebagai sebuah program yang dikembangkan secara institusional. Definisi pendidikan sebagaimana Soltis mengemukakan "A society attempts to develop in its young the capacity to recognize the good and wortbwik in

life". Pendapat ini menekankan bahwa pendidikan merupakan suatu usaha

masyarakat untuk mengembangkan kemampuan generasi muda untuk mengenali kebaikan dan kemuliaan dalam kehidupan. Dengan kata lain seorang terdidik dapat menyadari nilai-nilai kebaikan dan kemuliaan yang seharusnya

15

Syafaruddin, Manajemen Lembaga Pendidikan Islam (Jakarta: Ciputat Press, cetakan I, 2005), h. 118.

114 |

dipedomani dalam hidupnya.16 Pendidikan sendiri dapat dilihat sebagai suatu proses dan sebagai suatu lembaga yang menawarkan program pembelajaran. Sebagai suatu proses, pendidikan merupakan usaha memberikan bimb ingan dan pembinaan terhadap potensi setiap individu anak yang sedang mengalami perkembangan untuk mencapai kedewasaan yang optimal.17

Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dalam pengertian yang hampir sama, Freeman mendefinisikan pengorganisasian adalah proses memperkerjakan dua orang atau lebih untuk bekerjasama dalam cara terstruktur guna mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.

Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga memperlihatkan arus interaksi dalam organisasi itu siapa yang memutuskan apa, siapa yang memerintah, siapa yang menjawab, dan siapa yang melaksanakan suatu pekerjaan.

Struktur organisasi pada umumnya kemudian digambarkan dalam suatu bagan yang disebut bagan organisasi. Bagan organisasi adalah suatu gambar struktur organisasi yang formal, dimana dalam gambar tersebut ada garis-garis (instruksi dan koordinasi) yang menunjukkan kewenangan dan hubungan komunikasi formal, yang tersusun secara hierarkis. Menurut Terry, manusia merupakan unsur yang terpenting dalam pengorganisasian.

Dalam hubungannya dengan pendidikan Agama, pengorganisasian pendidikan agama telah diatur dalam Peraturan Pemerintah no. 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. Pada pasal 1 ayat 12

16

Jonas F. Soltis, An-Introduction to The Analysis of Educational Concepts

(Massachusetts: Addison Wesley Publishing Company, 1968, ), h. 5.

17

115 |

yang menyelenggarakan pendidikan agama dan keagamaan adalah Menteri Agama.

Direktorat Jendral Pendidikan Islam adalah salah satu direktorat jendral yang ada di Kementerian Agama berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 63 Tahun 2005 tentang Perubahan PP No. 10 Tahun 2005 yang tadinya bernama "Direktorat Jendral Kelembagaan Agama Islam". Perubahan nama ini menegaskan bahwa tugas pokok direktorat jendral ini adalah "Pengembangan Aspek-aspek substansi kependidikan Islam".

4. Pengawasan di MAN Lubuk Pakam Kab. Deli Serdang dalam

Dokumen terkait