PANDAI BESI TRADISIONAL SEBAGAI MATA PENCAHARIAN PENDUDUK BAJA DOLOK
4.1 Pandai Besi Tradisional Baja Dolok
4.1.2 Pengrajin Pandai Besi Tradisional yang Bertahan
Panda besi disebut juga sebagai pengrajin yang merupakan predikat awal yang dijuluki bagi masyarakat yang memiliki keahlian dan keterampilan dalam pengolahan benda yang berbahan baku logam. Kebutuhan akan peralatan yang berasal dari bahan baku logam sangat diperlukan keberadaannya sehingga kerajaan mengikut sertakan masyarakat yang memiliki bakat dan keahlian dalam bidang penempaan logam (Subroto dan Pinardi, 1993: 207).
Jumlah pengrajin yang diwawancarai dalam penelitian ini sejumlah 7 (tujuh) orang pengrajin pandai besi. Karena proses pembuatannya dikategorikan sebagai pekerjaan berat, maka pekerjaan ini hanya dilakukan oleh kaum pria saja. Hal ini dikuatkan dengan fakta yang ditemukan di lapangan bahwa kerajinan pandai besi hanya dilakukan oleh penduduk yang berjenis kelamin pria saja. Dengan demikian, maka yang dijadikan informan pada penelitian ini hanyalah kaum pria saja. Identitas pengrajin yang dipilih berdasarkan atas beberapa identifikasi,
seperti umur, pendidikan terakhir, status perkawinan dan status dalam keluarga. Adapun identitas informan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Pengrajin 1
Abdullah Rasit, umur 52 tahun, jenis kelamin laki-laki, status dalam keluarga adalah sebagai kepala keluarga, pendidikan terakhir tamatan SD. Abdullah sudah lebih dari 30 tahun berprofesi sebagai pengrajin pandai besi. Pandai besi bukanlah satu-satunya pekerjaan yang digeluti Abdullah, berkebun dan bertani adalah pekerjaan sampingan selama ini, tetapi beliau lebih fokus pada pekerjaan sebagai pandai besi daripada berkebun dan bertani karena pekerjaan ini dianggap lebih menjanjikan. Bahan baku untuk bekerja yakni besi bekas didatangkan dari Kota Pematangsiantar tapi terkadang bahan baku didatangkan dari Mandoge apabila pasokan bahan baku dianggap kurang mencukupi sementara pesanan barang-barang kerajinan pandai besi terus berdatangan.
Setiap harinya barang yang dapat dihasilkan sebanyak 45 buah dalam satu jenis. Adapun barang-barang hasil karya kerajinan Abdullah selain sudah ada langganan tetap yang membeli, biasanya dipasarkan mulai dari daerah Kecamatan Tanah Jawa hingga ke luar daerah Kota Pematangsiantar. Peralatan yang digunakan oleh Abdullah Rasit dalam bekerja adalah milik pribadi. Cap merek dari hasil pertukangan bapak Abdullah di beri merek “BENNI”. Abdullah memiliki beberapa orang pekerja yang membantu pada usaha kerajinan miliknya, para pekerja tersebut adalah keluarga sendiri.
“Semua pekerja adalah keluarga ku. Aku memiliki 3 anggota yang terdiri dari 2 orang merupakan anak kandung dan seorang lagi merupakan iparku ” Wawancara 27 April 2017.
2. Pengrajin 2
Ali, umur 38 tahun, status dalam keluarga adalah kepala keluarga. Pendidikan terakhir Ali adalah tamat SMA. Ali adalah adik dari Abdullah Rasit. Ali sudah lebih dari 10 tahun berprofesi sebagai pengrajin pandai besi, tidak ada pekerjaan lain yang digeluti oleh Ali selain sebagai pengrajin pandai besi karena pekerjaan ini dianggap cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Ali baru membuka dapur pertukangan pandai besi miliknya 1,5 tahun lalu sebelumnya dia merupakan anggota dari pertukangan Abdullah yang merupakan abang kandungnya. Barang kerajinan yang dihasilkan Ali adalah beraneka ragam, tergantung pesanan dan permintaan pasar. Bahan baku untuk bekerja yakni besi bekas didatangkan dari langganan tetap dari Kota Pematangsiantar tapi terkadang bahan baku didatangkan dari Tebing Tinggi apabila pasokan bahan baku dianggap kurang mencukupi untuk menyelesaikan pesanan barang-barang kerajinan pandai besi.
Dalam satu hari pertukangannya memproduksi 35 barang dalam satu jenis. Adapun barang-barang hasil karya kerajinan Ali selain dijual pada pemesan, sama hal seperti barang produk Abdullah Rasit. Peralatan yang digunakan oleh Ali dalam bekerja adalah milik pribadi. Berbeda dengan pengrajin yang lain, Ali memiliki pekerja penduduk dari luar Kelurahan Baja Dolok yang sengaja direkrut olehnya yang membantu pada usaha kerajinan miliknya.
“Iya pekerja yang aku pakai tidak semuanya dari keluarga saya, melainkan saya juga merekrut dari luar Baja Dolok. Bapak Bambang inilah merupakan pekerja saya yang berasal dari kelurga serta luar daerah sini.” Wawancara 29 April 2017.
3. Pengrajin 3
TL, umur 35 tahun. Status TL dalam keluarga adalah sebagai kepala keluarga. Pendidikan formal terakhir TL adalah tamat SMP. TL sudah lebih dari 10 tahun berprofesi sebagai pengrajin pandai besi, tidak ada pekerjaan lain yang digeluti oleh US selain sebagai pengrajin pandai besi karena pekerjaan ini dianggap cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, selain itu tidak ada lahan yang bisa digunakan untuk berkebun maupun bertani. TL merupakan saudara ipar dari Abdullah Rasit serta Ali.
Barang kerajinan yang dihasilkan TL selain peralatan pertanian ada juga barang produksi yang merupakan keahlian TL yaitu tombak, dalam sehari TL bisa menghasilkan 10 buah dan merupakan barang produk pesanan tertentu yang banyak diminati orang dari hasil dapur pertukangan milik TL . Dalam satu hari pertukannya mengproduksi 40 buah dalam satu jenis barang. Bahan baku yang dipergunakan TLyakni besi bekas didatangkan dari langganan tetap TL dari Kota Pematangsiantar.
Berdasarkan penuturan informan TL sebagai berikut,
“bahan baku besi yang kami gunakan biasanya ku pesan dari langganan yang ada di Kota Pematangsiantar yang memiliki pasokan besi yang tiap minggunya pasti ada.”Wawancara 1 Mei 2017.
Adapun hasil kerajinan TL selain dijual pada langganan selama ini, biasanya dipasarkan mulai dari pasar-pasar tradisional di daerah Kota Pematangsiantar.
Peralatan yang digunakan oleh TL dalam bekerja adalah milik pribadi. TL memiliki beberapa orang pekerja yang membantu pada usaha kerajinan miliknya, para pekerja tersebut adalah penduduk dari Kelurahan Baja Dolok yang sengaja direkrut oleh TL dan para pekerja memiliki hubungan kekerabatan dengan TL yaitu sepupu dari istri TL sendiri.
4. Pengrajin 4
Josua, umur 59 tahun. Jenis kelamin laki-laki, status SP dalam keluarga adalah sebagai kepala keluarga. Pendidikan formal terakhir SP adalah tamat SMP. Josua sudah lebih dari 35 tahun berprofesi sebagai pengrajin pandai besi. Selain sebagai pengrajin pandai besi, Josua juga memasarkan barang-barang hasil kerajinan pandai besi yang dihasilkannya maupun yang dihasilkan beberapa rekan-rekan Josua. Barang kerajinan yang dihasilkan Josua adalah beraneka ragam, tergantung pesanan dan permintaan pasar. Biasanya dalam sehari Josua mampu menghasilkan barang-barang kerajinan hingga 45 buah dalam satu jenis barang . Bahan baku untuk bekerja yakni baja didatangkan dari luar daerah Tanah tergantung dimana bahan baku tersebut didapatkan.
Adapun barang-barang hasil karya kerajinan Josua dikelolah sendiri pemasarannya, biasanya dipasarkan mulai dari pasar-pasar tradisional di daerah Tanah Jawa. Peralatan yang digunakan oleh SP dalam bekerja adalah milik pribadi. SP juga memiliki beberapa orang pekerja yang membantu pada usaha kerajinan miliknya, para pekerja tersebut adalah penduduk dari luar Kelurahan Baja Dolok.
5. Pengrajin 5
Rizal, umur 48 tahun. Jenis kelamin laki-laki, status Rizal dalam keluarga adalah sebagai kepala keluarga. Pendidikan formal terakhir adalah tamat SMA. Rizal sudah lebih dari 20 tahun berprofesi sebagai pengrajin pandai besi, tidak ada pekerjaan lain yang digeluti oleh Rizal selain sebagai pengrajin pandai besi karena pekerjaan ini dianggap cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Barang kerajinan yang dihasilkan Rizal adalah parut.
Berdasarkan penuturan informan Rizal sebagai berikut,
“pekerjaan yang ku kerjakan sekarang cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari keluarga kami”. Wawancara 4 Mei 2017.
Adapun sistem pemasaran barang-barang hasil karya kerajinan Rizal dipasarkan kepasar-pasar tradisional. Peralatan yang digunakan oleh Rizal dalam bekerja adalah milik pribadi. Rizal memiliki beberapa orang pekerja yang membantu Rizal bekerja, para pekerja tersebut adalah anak dari Rizal sendiri.
6. Pengrajin 6
Dolly, umur 38 tahun. Jenis kelamin laki-laki, status Doly dalam keluarga adalah anggota keluarga. Merupakan saudara kembar dari Ali. Pendidikan formal terakhir Dollly adalah tamat SMA. Dolly menggeluti pekerjaan sebagai pengrajin pandai besi baru lebih dari 10 tahun., tidak ada pekerjaan lain yang digeluti oleh Dolly selain sebagai pengrajin pandai besi.
Barang kerajinan yang mampu dibuat oleh Dolly adalah 45 buah dalam satu jenis. Adapun barang-barang hasil karya kerajinan Dolly selain dijual pada pemesan, biasanya dipasarkan mulai dari pasar-pasar tradisional, pemasarannya juga hingga ke luar daerah Simalungun.Peralatan yang digunakan oleh Dolly
dalam bekerja adalah milik pribadi. Beberapa orang pekerja, dimana semua pekerja adalah memiliki hubungan keluarga satu sama lain. Berdasarkan penuturan informan Dolly, semua pekerja yang saya pekerjakan direkrut dari keluarga saya sendiri.
7. Pengrajin 7
SPS, umur 59 tahun, jenis kelamin laki-laki, status SN dalam keluarga adalah sebagai kepala keluarga, tamatan terakhir SMP. SPS sudah lebih dari 40 tahun berprofesi sebagai pengrajin pandai besi. Selain bekerja sebagai pengrajin pandai besi, SPS juga bekerja sebagai petani di sawah milik keluarganya. Bahan baku yang digunakan SPS selain yang didapat sendiri dari Kota Pematangsiantar, ada juga yang untuk membuat dibawah sendiri oleh pemesannya, hal ini dimaksudkan untuk menjamin kualitas dari barang yang dibuat oleh SPS tersebut. Selain peralatan yang digunakan oleh SPS dalam bekerja adalah milik pribadi, selama ini SPS bekerja berdua bersama satu orang tenaga kerja yang merupakan saudara ipar sendiri karena barang yang dibuatpun tidak menentu jumlahnya dalam sehari.