• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

1.2.1. PENGUJ IAN HIPOTESIS

n Hipotesis statistik untuk outer model: H0 : λi = 0 lawan

H1 : λi ≠ 0

n Hipotesis statistik untuk inner model: variabel laten eksogen terhadap endogen: H0 : γi = 0 lawan H1 : γi ≠ 0 2 2

( )

( ) v a r(

i

)

i

i

c

i

λ

ρ

λ ε

=

+

∑ ∑

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

n Hipotesis statistik untuk inner model: variabel laten endogen terhadap endogen:

H0 : βi = 0 lawan H1 : βi ≠ 0

n Statistik uji: t-test;p-value ≤ 0,05 (alpha 5 %); signifikan

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

50 BAB IV

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskr ipsi Obyek Penelitian 4.1.1. Sejar ah Singkat

Blackbery pertama kali dikenalkan di Indonesia pada pertengahan desember 2004 oleh operator indosat dan perusahaan starhub. Perusahaan starhub merupakan rekan utama Blackberry di Indonesia, starhub menjadi bagian dari layanan dalam segala hal teknis mengenai instalasi Blackberry melalui operator indosat. Indosat menyediakan layanan Blackberry internet service dan Blackberry

interprise server pasar Blackberry kemudian diramaikan oleh dua operator besar

lainnya di tanah air yaitu Excelcom dan Telkomsel. Excelcom menyediakan dua pilihan layanan yaitu Blackberry internet sevice dan Blackberry interprise server adalah layanan gabungan dari BES dan BIS, ditujuakan bagi pelanggan korporasi sehingga pelanggan dapat menerima dan mengirim email kantor yang berbasis Microsoft exchange, novel weis, Lotus domino dan 10 akun email berbasis POP3/IMAP melalui telepon genggam. Sementara operator Telkomsel hanya menyediakan Blackberry sebagai bagian dari layanan korporasi dengan Blackbrry Enterprise server. Fitur unggulan Blackberry adalah Blackberry Messenger, layanan pesan singkat ini kaya feature sehingga menjadi layanan paling dicari khususnya masyarakat di Indonesia. Pada awalnya system operasi Blackberry adalah OS 4, untuk saat ini demi mengatasi ketatnya persaingan smartphone

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

Blackberry mengeluarkan OS terbaru yaitu OS 10. Seiring berjalannya waktu dan strategi bisnis Blackberry mengeluarkan kebijakan

4.2. Deskr ipsi jawaban r esponden 4.2.1. Penyebar an koesioner

Kuesioner disebarkan untuk mendapatkan sampel dengan menggunakan

accidental sampling yaitu anggota populasi yang dijumpai selama proses

pengumpulan data yang dijadikan sebagai sampel penelitian, sampel diambil peneliti sebanyak 85 responden, yaitu orang yang telah menggunakan smartphone Blackberry selama 6 bulan.

4.2.2. Deskr ipsi Karakteristik Responden

Data mengenai responden dapat diketahui melalui jawaban responden dari pernyataan-pernyataan yang diajukan di dalam kuesioner yang telah diberikan atau disebar oleh peneliti. Dari jawaban-jawaban tersebut dari responden diketahui hal-hal seperti dibawah ini :

a. J enis Kelamin Responden

Dari 85 responden yang menjawab kuesioner yang telah diberikan dapat diketahui jenis kelamin dari responden yakni pada tabel dibawah ini.

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

52

Tabel 4.1. Karakteristik Berdasar kan J enis Kelamin

No Jenis kelamin Jumlah

Prosentase(%)

1 Laki-laki 62 71%

2 Perempuan 23 33%

Total 85 100%

Sumber : Data diolah b. Usia Responden

Dari 85 responden yang mengisi kuesioner yang telah diberikan oleh peneliti dapat diketahui usia para responden yakni pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.2. Karakteristik Berdasar kan Usia

No Usia Jumlah Pr osentase

(%) 1 18-25 tahun 35 41,1 2 26-35 tahun 24 28,2 3 36-49 tahun 16 18,8 4 50-56 tahun 10 11,8 Total 85 100,00

Sumber: Data diolah c. Pekerjaan Responden

Dari 85 responden yang menjawab kuesioner yang telah diberikan oleh peneliti dapat diketahui pekerjaan masing para responden yakni pada tabel dibawah ini.

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

Tabel 4.3. Karakteristik Berdasar kan Pekerjaan

No Pekerjaan jumlah Prosentase (%)

1 Wirausaha 35 41,1

2 Pegawai swasta 27 31,8

3 Pegawai negri 23 27

85 100,00

Sumber : Data Olahan.

4.3. Deskr ipsi Variabel 4.3.1. Kualitas pr oduk

Variabel yang digunakan untuk mengukur Kualitas produk penguna

smartphone Blackberry melalui beberapa dimensi Kualitas produk.

4.3.1.1 Deskr ipsi Variabel Kualitas Pr oduk (X 1)

4.3.1.1.1 Deskripsi Dimensi Keistimewaan (feature) (X1.1)

Tablel 4.4 Jawaban Responden Tentang Keistimewaan

Sumber : Data Olahan.

Berdasarkan tabel di atas dijelaskan sebagai berikut

a. Distribusi frekuensi X1.1.1 yang tampak pada tabel 4.4 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 2 dan 3 yaitu 36,5% dan 52,9% sedangkan sisanya 10,6% pada skor 4 dan 0 % pada skor 1 dan 5. Hal ini berarti netral bahwa GPS Blackberry mudah digunakan.

NO. Keterangan Skor Jawaban Total

1 2 3 4 5

1 GPS mudah digunakan 0 31 45 9 0 85

0 % 36,5% 52,9% 10,6% 0% 100% 2 Smartphone Blackberry memilikidaya

tangkap sinyal yang bagus

1 35 49 0 0 85 1,2% 41,2% 57,6% 0% 0% 100%

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

54

b. Distribusi frekuensi X1.1.2 yang tampak pada tabel 4.4 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 2 dan 3 yaitu 41,2% dan 57,6% sedangkan sisanya 1,2 % pada skor 1 dan 0% pada skor 4 dan 5. Hal ini berarti responden netral bahwa smartphone Blackberry memiliki daya tangkap sinyal yang bagus.

4.3.1.1.2 Deskripsi dimensi Kemampuan pelayanan (service ability)(X.1.2) Tabel 4.5 Jawaban Responden Tentang Kemampuan Pelayanan

NO. Keterangan Skor Jawaban Skor

1 2 3 4 5 1 Smartphone Blackberry mempunyai

akses internet yang cepat.

0 54 31 0 0 85 0% 63,5% 36,5% 0% 0% 100% Sumber : Data Olahan

Berdasarkan tabel di atas dijelaskan sebagai berikut :

a. Distribusi frekuensi X1.2 yang tampak pada tabel 4.5 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 2 dan 3 yaitu 63,5% dan 36,5% sedangkan sisanya 0% pada skor 1,4 dan 5. Hal ini berarti responden tidak setuju smartphone Blackberry mempunyai akses internet yang cepat. 4.3.1.1.3 Deskripsi dimensi Kehandalan dan Daya tahan (X.1.3)

Tabel 4.6 Jawaban Responden Tentang Kehandalan dan daya tahan

NO. Keterangan Skor Jawaban Skor

1 2 3 4 5 1 Smartphone Blackberry mempunyai

baterai yang tahan lama

43 42 0 0 0 85 50,6% 49,4% 0% 0% 0% 100% 2 Smartphone Blackberry tidak mudah

mengalami kerusakan

0 30 55 0 0 85 0% 35,3% 64,7% 0% 0% 100% Sumber : Data Olahan

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

Berdasarkan tabel di atas dijelaskan sebagai berikut :

a. Distribusi frekuensi X1.3.1 yang tampak pada tabel 4.6 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 1 dan 2 yaitu 50,6% dan 49,4% sedangkan sisanya 0% pada skor 3,4 dan 5. Hal ini berarti responden sangat tidak setuju smartphone Blackberry mempunyai baterai yang tahan lama.

b. Distribusi frekuensi X1.3.2 yang tampak pada tabel 4.6 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 2 dan 3 yaitu 35,3% dan 64,7% sedangkan sisanya 0% pada skor 1,4 dan 5. Hal ini berarti responden netral smartphone Blackberry tidak mudah mengalami kerusakan.

4.3.1.1.4 Deskripsi dimensi Estetika (X.1.4)

Tabel 4.7 Jawaban Responden Tentang Estetika

NO. Keterangan Skor Jawaban Skor

1 2 3 4 5 1 Smartphone Blackberry memiliki

sound yang baik dan jelas

0 0 65 20 0 85 0% 0% 76,5% 23,5% 0% 100% Sumber : Data Olahan

Berdasarkan tabel di atas dijelaskan sebagai berikut :

a. Distribusi frekuensi X1.4.1 yang tampak pada tabel 4.7 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 3 dan 4 yaitu 76,5% dan 23,5% sedangkan sisanya 0% pada skor 1,2 dan 5. Hal ini berarti responden netral smartphone Blackberry memiliki sound yang baik dan jelas.

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

56

4.3.1.1.3 Deskripsi dimensi Kualitas yang dipersepsikan (X.1.5)

Tabel 4.8 Jawaban Responden Tentang Kualitas yang dipersepsikan

NO. Keterangan Skor Jawaban Skor

1 2 3 4 5 1 Smartphone Blackberry ditawarkan

dengan harga murah

0 57 28 0 0 85 0% 67,1% 32,9% 0% 0% 100% 2 Blackberry adalah merek yang

terkenal

0 0 13 56 16 85 0% 35,3% 15,3% 65,9% 18,8% 100% Sumber : Data Olahan

Berdasarkan tabel di atas dijelaskan sebagai berikut :

a. Distribusi frekuensi X1.5.1 yang tampak pada tabel 4.8 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 2 dan 3 yaitu 67,1% dan 32,9% sedangkan sisanya 0% pada skor 1,4 dan 5. Hal ini berarti responden tidak setuju smartphone Blackberry ditawarkan dengan harga murah.

b. Distribusi frekuensi X1.5.2 yang tampak pada tabel 4.8 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 4 dan 5 yaitu 65,9% dan 18,8% sedangkan sisanya 15,3% pada skor 3 dan 0% pada skor 1 dan 2. Hal ini berarti responden setuju Blackberry adalah merek terkenal.

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

4.3.1.2. Diskripsi Variabel Citr a Merek (X 2)

Tabel 4.9 Jawaban Responden Tentang Citra Merek

NO. Keterangan Skor Jawaban Skor

1 2 3 4 5 1 Kebanyakan konsumen mengenal

merek atau produk smartphone Blackberry

0 0 27 19 39 85 0% 0% 31,7% 22,3% 45,8% 100%

2 Blackberry merupakan produk dengan popularitas tinggi untuk kalangan

smartphone

0 0 37 23 25 85 0% 0% 43,5% 27% 29,4% 100%

3 Blackberry merupakan merek terpercaya dan mempunyai fasilitas jejaring social Blackberry messenger

0 0 14 26 45 85 0 0 16% 30,6% 52,9% 100%

Sumber : Data Olahan

Berdasarkan tabel di atas dijelaskan sebagai berikut :

a. Distribusi frekuensi X2.1 yang tampak pada tabel 4.9 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 3 dan 5 yaitu 31,7% dan 45,8% sedangkan sisanya 22,3% pada skor 4 dan 0% pada skor 1 dan 0% pada skor 5. Hal ini berarti responden netral dan sangat setuju konsumen mengenal merek atau produk smartphone Blackberry. c. Distribusi frekuensi X2.2 yang tampak pada tabel 4.9 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 3 dan 5 yaitu 43,5% dan 29,4% sedangkan sisanya 27% pada skor 4 , 0% pada skor 1 dan 0 % pada skor 2. Hal ini berarti responden netral dan sangat setuju Blackberry merupakan produk dengan popularitas tinggi untuk kalangan smartphone.

d. Distribusi frekuensi X2.3 yang tampak pada tabel 4.9 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 4 dan 5 yaitu 30,6% dan 52,9% sedangkan sisanya 16,5% pada skor 3 dan 0% pada

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

58

skor 1 dan 60% skor 2. Hal ini berarti responden sangat setuju penguna blackberry merupakan merek terpercaya dan mempunyai fasilitas jejaring social Blackberry messenger.

4.3.1.3. Deskr ipsi Variabel Kepuasan Konsumen (X 3)

Tabel 4.10 Jawaban Responden Tentang Kepuasan Konsumen

NO. Keterangan Skor Jawaban Skor

1 2 3 4 5 1 Puas dengan smartphone Blackberry

yang dipakai saat ini

0 18 67 0 0 85 0% 21,2% 78,8% 0% 0% 100% 2 Smartphone Blackberry mampu

bersaing dengan smartphone lainnya

4 37 44 0 0 85 4,7% 43,5% 51,8% 0% 0% 100% 3 Produk smartphone Blackberry yang

digunakan sekarang sudah memenuhi harapan

0 40 45 0 0 85 0% 47,1% 52,9% 0% 0% 100%

Sumber : Data Olahan

Berdasarkan tabel di atas dijelaskan sebagai berikut :

a. Distribusi frekuensi X3.1 yang tampak pada tabel 4.10 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 3 dan 2 yaitu 78,8% dan 21,2% sedangkan sisanya 0% pada skor 1,4 dan 5. Hal ini berarti responden netral dan tidak setuju puas dengan smartphone Blackberry yang dipakai saat ini.

b. Distribusi frekuensi X3.2 yang tampak pada tabel 4.10 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 2 dan 3 yaitu 43,5% dan 51,8% sedangkan sisanya 4,7% pada skor 1 dan 0% pada skor 4 dan 5. Hal ini berarti responden tidak setuju dan netral Smartphone Blackberry mampu bersaing dengan smartphone lainnya.

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

c. Distribusi frekuensi X3.3 yang tampak pada tabel 4.10 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 2 dan 3 yaitu 47,1% dan 52,9% sedangkan sisanya 0% pada skor 1,4 dan 5. Hal ini berarti responden netral produk smartphone Blackberry yang digunakan sekarang sudah memenuhi harapan.

4.3.2. Deskr ipsi Variabel Loyalitas Konsumen.

Variabel yang digunakan untuk mengukur Loyalitas konsumen smartphone Blackberry melalui beberapa indikator loyalitas konsumen.

Tabel 4.11 Jawaban Responden Tentang Loyalitas Konsumen

NO. Keterangan Skor Jawaban Skor

1 2 3 4 5 1 Konsumen sering melakukan

pembelian smartphone Blackberry dan setia pada produk tersebut dalam waktu yang lama

0 0 76 0 9 85 0% 0% 89,4% 0% 10,6% 100%

2 Konsumen menyampaikan informasi yang positif mengenai smartphone Blackberry kepada orang lain

0 0 59 17 9 85 0% 0% 69,4% 20% 10,6% 100%

3 Konsumen akan membeli produk

smartphone Blackberry tanpa

mempertimbangkan haragnya

0 13 59 0 13 85 0% 15,3% 69,4% 0% 15,3% 100%

Sumber : Data Olahan

Berdasarkan tabel di atas dijelaskan sebagai berikut :

a. Distribusi frekuensi Y1.1 yang tampak pada tabel 4.11 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 3 dan 5 yaitu 89,4% dan 10,6% sedangkan sisanya 0% pada skor 1,2, dan 4. Hal ini berarti responden netral Konsumen sering melakukan pembelian smartphone Blackberry dan setia pada produk tersebut dalam waktu yang lama.

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

60

b. Distribusi frekuensi Y1.2 yang tampak pada tabel 4.11 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 3 dan 4 yaitu 69,4% dan 20% sedangkan sisanya 10,6% pada skor 5 dan 0% pada skor 1 dan 2. Hal ini berarti responden netral Konsumen menyampaikan informasi yang positif mengenai smartphone Blackberry kepada orang lain.

c. Distribusi frekuensi Y1.3 yang tampak pada tabel 4.11 diatas menunjukkan jawaban responden dominan pada skor 3 dan 2 yaitu 69,4% dan 15,3% sedangkan sisanya 15,3% pada skor 5 dan 0% pada skor 1 dan 4. Hal ini berarti responden netral Konsumen akan membeli produk smartphone Blackberry tanpa mempertimbangkan harganya.

4.4.Hasil Partial Least square 4.4.1. Evaluasi Model Pengukuran

Evaluasi model pengukuran adalah evaluasi hubungan kontrak dengan indikatornya. Evaluasi ini menggunakan convergent validity.

a. Convergent Validity

Adalah Convergent validity dapat di evaluasi dalam tiga tahap yaitu indikator validitas, reliabilitas konstruk dan nilai Average varian extracted (AVE). Adapun hasil dari indikator validitas, reliabilitas konstruk dan average variance extracted (AVE) adalah sebagai berikut:

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

a) Indikator validitas

Validitas Indikator : Nilai Factor Loading lebih besar dari 0,5 dan atau nilai T-Statistic lebih besar dari 1,645 (nilai Z pada α = 0,10). Factor Loading merupakan korelasi antara indikator dengan variabel, jika lebih besar dari 0,5 maka korelasi disebut valid dan jika nilai T-Statistic lebih besar dari 1,645 maka korelasinya disebut signifikan.

Tabel 4.12 : Outer Loading

Factor Loading (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics (|O/STERR|) X1.1.1 <- Keistimewaan -0,763282 -0,705890 0,313352 0,313352 2,435857 X1.2.2 <- Keistimewaan 0,934959 0,868594 0,331202 0,331202 2,822927 X1.2 .1<- Pelayanan 1,000000 1,000000 0,000000 X1.3.1 <- Daya tahan -0,978983 -0,877726 0,348925 0,348925 2,805709 X1.3.2 <- Daya tahan -0,085344 -0,054457 0,386355 0,386355 0,220896 X1.4.1 <- Estetika 1,000000 1,000000 0,000000 X1.5.1 <- Kualitas 0,864038 0,806718 0,320138 0,320138 2,698953 X1.5.2 <- Kualitas 0,876903 0,816148 0,297116 0,297116 2,951380 X2.1 <- Citra merek (X2) 0,967275 0,966531 0,008097 0,008097 119,455301 X2.2 <- Citra merek (X2) 0,924819 0,925406 0,012078 0,012078 76,568919 X2.3 <- Citra merek (X2) 0,856957 0,853041 0,034475 0,034475 24,857042 X3.1 <- Kepuasan konsumen (X3) -0,119489 0,231420 0,402145 0,402145 0,297128 X3.2 <- Kepuasan konsumen (X3) -0,821885 -0,050814 0,814891 0,814891 1,008583 X3.3 <- Kepuasan konsumen (X3) -0,880076 -0,087100 0,847601 0,847601 1,038314

Y1.1 <- Loyaliyas konsumen

(Y) 0,393737 0,433052 0,173248 0,173248 2,272673

Y1.2 <- Loyalitas konsumen (Y) 0,755976 0,784606 0,091482 0,091482 8,263699

Y1.3 <- Loyalitas konsumen(Y) 0,870798 0,825573 0,127342 0,127342 6,838262

Sumber: data diolah

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

62

Berdasarkan pada tabel outer loading di atas, maka pada variabel dengan indikator reflektif Yaitu Pada dimensi Keistimewaan , Daya Tahan, Pelayanan , Estetika Kualitas dari variabel kualitas Produk, serta pada variabel Citra Merek, Kepuasan Konsumen dan Loyalitas Konsumen menunjukkan tidak semua indikator dari kelima dimensi tersebut memiliki factor loading (original sample estimate) lebih besar dari 0,50 dan atau signifikan (Nilai T-Statistic lebih besar dari nilai Z α = 0,10 (10%) = 1,645 ), sehingga indikator-indikator tersebut yang memiliki factor loading (original sample estimate) lebih besar dari 0,50 dan atau signifikan (Nilai T-Statistic lebih besar dari nilai Z α = 0,10 (10%) = 1,645 )adalah menjadi pengukur/indikator dimensinya,.

Pada Variabel Citra Merek, Kepuasan Konsumen dan Loyalitas juga menunjukkan tidak semua indikator memiliki factor loading (original sample estimate) lebih besar dari 0,50 dan atau signifikan (Nilai T-Statistic lebih besar dari nilai Z α = 0,10 (10%) = 1,645 ), sehingga indikator yang memiliki factor

loading (original sample estimate) lebih besar dari 0,50 dan atau signifikan (Nilai

T-Statistic lebih besar dari nilai Z α = 0,10 (10%) = 1,645 ), tersebut adalah menjadi pengukur/indikator variabelnya. Secara keseluruahn hasil estimasi telah memenuhi Convergen vailidity dan validitas baik.

b. Average var ian extracted (AVE)

Model Pengukuran berikutnya adalah nilai Avarage Variance Extracted

(AVE) , yaitu nilai menunjukkan besarnya varian indikator yang dikandung oleh

variabel latennya. Konvergen Nilai AVE lebih besar 0,5 juga menunjukkan kecukupan validitas yang baik bagi variabel laten. Pada variabel indikator

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

reflektif dapat dilihat dari nilain Avarage variance extracted (AVE) untuk setiap konstruk (variabel). Dipersyaratkan model yang baik apabila nilai AVE masing-masing konstruk lebih besar dari 0,5

Tabel 4.13 : Average var iance extracted (AVE)

Sumber: data diolah

Berdasarkan tabel AVE diatas menunjukkan bahwa nilai AVE untuk konstruk variable Citra merek memiliki nilai lebih besar dari 0,5, sehingga valid. Sementara pada variable Kepuasan konsumen dan Loyalitas konsumen memiliki nilai AVE lebih kecil dari 0,5 sehingga validitasnya rendah. Untuk variable dengan indikator formatif yaitu Kualitas produk tidak memerlukan ukuran validitas maka tidak terdapat nilai AVE..

b)Composite Reliability

Reliabilitas konstruk yang diukur dengan nilai composite reliability, konstruk reliabel jika nilai composite reliability di atas 0,70 maka indikator disebut konsisten dalam mengukur variabel latennya.

AVE

CITRA MEREK (X2) 0,841762

KEPUASAN KONSUMEN (X3) 0,488102

KUALITAS PRODUK (X1)

LOYALITAS KONSUMEN (Y) 0,494939

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

64

Tabel 4.14 : Composite Reliability

Composite Reliability

CITRA MEREK (X2) 0.767502

KEPUASAN KONSUMEN (X3) 0,683582

KUALITAS PRODUK (X1)

LOYALITAS KONSUMEN 0,729318

Sumber: data diolah

. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konstruk (variabel) Citra merek dan Loyalitas konsumen memiliki nilai composite reliability lebih besar dari 0,7. Sehingga reliabel. Pada variable Kepuasan Konsumen memiliki nilai composite

reliability lebih kecil dari 0,7 maka reliabilitasnya rendah. Untuk variabel dengan

indikator For matif yaitu Kualitas Konsumen tidak memerlukan ukuran reliabilitas (maka tidak terdapat nilai composite reliability).

Tabel 4.15 : Outer weights

Original sample(O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics (|O/STERR|) X1.1.1 <- Keistimewaan -0,405524 -0,367460 0,214140 0,214140 1,893728 X1.1.2 <- Keistimewaan 0,738505 0,687804 0,251395 0,251395 2,937621 X1.2.1 <- Pelayanan 1,000000 1,000000 0,000000 X1.3.1 <- Daya Tahan -1,040027 -0,914253 0,319942 0,319942 3,250675 X1.3.2 <- Daya Tahan 0,212876 0,198214 0,277093 0,277093 0,768248 X1.4.1 <- Estetika 1,000000 1,000000 0,000000 X1.5.1 <- Kualitas 0,561023 0,522749 0,238620 0,238620 2,351111 X1.5.2 <- Kualitas 0,587585 0,542226 0,205428 0,205428 2,860296 X2.1 <- Citra Merek (X2) 0,334352 0,335171 0,013784 0,013784 24,257317 X2.2 <- Citra Merek (X2) 0,442109 0,445093 0,023050 0,023050 19,180452 X2.3 <- Citra Merek (X2) 0,312407 0,309455 0,017989 0,017989 17,366544 X3.1 <- Kepuasan Konsumen (X3) 0,599848 0,421800 0,499402 0,499402 1,201132

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

X3.2 <- Kepuasan Konsumen

(X3) -0,501310 -0,104207 0,445609 0,445609 1,124999

X3.3 <- Kepuasan Konsumen

(X3) -0,749544 -0,231052 0,623436 0,623436 1,202280

Y1.1 <- Loyalitas Konsumen

(Y) 0,061491 0,095161 0,115565 0,115565 0,532085

Y1.2 <- Loyalitas Konsumen

(Y) 0,463696 0,472715 0,040115 0,040115 11,559180

Y1.3 <- Loyalitas Konsumen

(Y) 0,718015 0,667023 0,116487 0,116487 6,163910

Sumber: data diolah

Hasil pengujian pada tabel outer weight menunjukkann bahwa seluruh dimensi (Keistimewaan , Daya Tahan, Pelayanan , Estetika Kualitas ) adalah signifikan karena nilain T-Statistiknya lebih besar dari 1,645 (pada Z α = 0,10). Jadi dapat disimpulkan bahwa kelima dimensi tersebut adalah sebagi dimensi dan pembentuk variabel Kualitas Produk .

4.4.2. Evaluasi Model Str uktural

Pengujian terhadap model struktural dilakukan dengan melihat nilai R-Square yang merupakan uji goodness-fit model. Pengujian inner model dapat dilihat dari nilai R-square pada persamaan antar variabel latent. Nilai R2 menjelaskan seberapa besar

variabel eksogen (independen/bebas) pada model mampu menerangkan variabel endogen (dependen/terikat).

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

66 Tabel 4.16 : R-Square R Square CITRA MEREK(X2) KEPUASAN KONSUMEN (X3) KUALITAS KONSUMEN (X1)

LOYALITAS KONSUMEN (Y) 0,762922

Sumber: data diolah

Nilai R2 = 0,7629. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa model mampu menjelaskan fenomena Loyalitas Konsumen sebesar 76,29 %. Sedangkan sisanya (23,71 %) dijelaskan oleh variabel lain (selain Kualitas produk, Citra merek, dan Kepuasan konsumen) yang belum masuk ke dalam model dan error. Artinya Loyalitas Konsumen dipengaruhi oleh Kualitas produk, Citra merek dan Kepuasan konsumen sebesar 76,29% sedang sebesar 23,71% dipengaruhi oleh variabel selain Kualitas produk, Citra merek dan Kepuasan konsumen.

4.4.3. Uji Kausalitas

Berikut ini gambar keseluruhan dari hasil perhitungan software Smart PLS sebagai berikut :

Gambar 4.1. : Kurva Uji Kausalitas

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

Tabel 4.13 : Uji Hipotesis Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics (|O/STERR|) Kualitas Produk (X1)-> Loyalitas

Konsumen (Y) 0,490517 0,441350 0,169533 0,169533 2,893333

Citra merek (X2) -> Loyalitas

Konsumen 0,543126 0,565982 0,105285 0,105285 5,158948

Kepuasan Konsumen (X3) ->

Loyalitas Konsumen 0,239849 0,060558 0,241927 0,241927 0,991408

Sumber: data diolah

1. Kualiats Produk (X1) berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen (Y) dengan koefisien path sebesar 0,4905, dapat diterima dimana nilai T-Statistic = 2,8933 lebih besar dari nilai Z α = 0,10 (10%) = 1,645 , maka Signifikan (Positif)

2. Citr a Merek (X2) berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen (Y) dengan koefisien path sebesar 0,5431, dapat diterima dimana nilai T-Statistic = 5,1589 lebih besar dari nilai Z α = 0,10 (10%) = 1,645 , maka Signifikan (Positif)

3. Kepuasan Konsumen (X3) berpengaruh terhadap Loyalitas Konsumen (Y) dengan koefisien path sebesar 0,2398, dapat diterima dimana nilai T-Statistic = 0,9914 lebih kecil dari nilai Z α = 0,10 (10%) = 1,645 , maka Non Signifikan (Positif)

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

68

4.5. Pembahasan

4.5.1. Pengaruh Kualitas Pr oduk (X1) Terhadap Loyalitas Konsumen (Y) Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan dan positif (XI) terhadap loyalitas konw23sumen smartphone Blackberry di Surabaya. Sehingga hipotesis 1 yang menyatakan bahwa “ diduga Kualitas Produk berpengaruh signifikan dan positif terhadap Loyalitas Konsumen”, dapat diterima.

Hal ini dapat diartikan bahwa kualitas produk ( yang meliputi: GPS

smartphone Blackberry mudah digunakan, Smartphone Blackberry memiliki daya

tangkap sinyal yang bagus, Smartphone Blackberry mempunyai akses internet yang cepat, Smartphone Blackberry memiliki baterai yang tahan lama,

Smartphone Blackberry tidak mudah mengalami kerusakan, Smartphone

Blackberry memiliki sound yang baik dan jelas, Smartphone Blackberry ditawarkan dengan harga murah, Blackberry adalah merek yang terkenal) sudah dijalankan ddengan baik, dan mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen pada pengguna smartphone Blackberry di Surabaya.

. Hal ini sesuai dengan pernyataan Murwani (2004) menemukan bahwa “kualitas produk secara langsung dan tidak langsung berpengaruh secara positif terhadap loyalitas konsumen dengan konsumen sebagai variable intervensi”. Pada penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Sururi dan Mudji Astuti (2003) ditemukan bukti empiris bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. selain itu juga pada penelitian yang dilakukan oleh S. S Andaleeb dan Carolyn Conway (2006) yang menyimpulkan bahwa kepuasan konsumen banyak

Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :

dipengaruhi oleh kualitas produk. Hal senada juga disimpulkan pada penelitian yang dilakukan oleh Bagyo Mujiharjo (2006) bahwa Keunggulan produk mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan.

Dari penjelasan diatas, dapat diketahui bahwa kualitas produk yang baik dapat memenuhi atau melebihi kebutuhan konsumen. Sehinggan konsumen akan membeli lagi produk yang berkualitas, merekomendasikan ke orang lain dan tidak akan mudah berpindah kemerek yang lain. hal ini mencerminkan kualitas produk yang baik akan dapat menumbuhkan loyalitas konsumen.

Kesimpulan dari hubungan kausalitas diatas terlihat bahwa Kualitas produk yang diharapkan dapat menimbulkan dampak yang cepat dalam Loyalitas konsumen. Maka semakin tinggi kualitas dari produk maka akan semakin tinggi loyalitas suatu produk, dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas produk maka akan semakin tinggi loyalitas konsumen suatu produk.

4.5.2 Pengaruh Citr a Merek (X2) terhadap Loyalitas Konsumen (Z)

Berdasarkan tabel 4.13 dapt diketahui bahwa Citra merek berpengaruh

Dokumen terkait