• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

H. Penguji keabsahan data penelitian

Menurut Sugiyono (2015 :369-375) bahwa pengujian keabsahan data merupakan pembuktian apa yang telah didapatkan dari penelitian kebenaran, maka peneliti menggunakan beberapa teknik untuk mengetahi keabsahan data sebagai berikut :

1. Pengamatan

Melalui pengamatan peneliti berintraksi langsung ke lokasi guna mendapatkan kepastian data, urutan peristiwa secara sistimatis dan berkesinambungan, melalui rekamman langsung pada sumber pengamatan atau sumber informasi tentang kondisi lokasi penelitian

2. Triangulasi.

Triangulasi diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai data sumber dengan berbagai cara, dan bagai waktu

3. Analisis kasus

Analisis kasus merupakan data yang berbeda atau bertentangan dengan data yang telah ditemukan. Bila data yang ditemukan tidak ada lagi perbedan dan bertentangan maka data yang diperoleh suda valit atau dapat dipercaya.

Tetepi apabila sebaliknya maka peneliti harus merubah temuannya.

4. Diskusi

Hal ini peneliti melakukan diskusi langsung bersama pihak-pihak terkait yang berkomponen memelihara kevalitdan data.

Semua ini dilakuakan setelah adanya data yang telah berhasil dikumpulkan oleh penelitih.

5. Membercheck

Membercheck adalah proses pengecekan data yang diperoleh kepada pemberi data. Dengan tujuan untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. baik data itu valit atau sebaliknya maka harus berdikusi dengan sumber data agar dapat disesuaikan apa yang diberikan oleh pemberi data.

Jadi tujuan Membercheck adalah agar informasi yang diproleh dan akan digunakan dalam penulisan proposa ini sesuai dengan apa yang dimaksud data atau informan.

40

Adonara adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara Timur yakni disebelah timur pulau Flores luas wilayahnya 509 km², dan titik tertingginya 1.676 m. Pulau ini dibatasi oleh laut Flores di sebelah utara, selat Solor diselatan (memisahkan dengan pulau Solor) serta selat Lewotobi di barat (memisahkan dengan pulau Flores). Secara administratif, pulau adonara termasuk wilayah Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Adonara merupakan satu di antara dua pulau utama pada kepulauan di wilayah Kabupaten Flores Timur.

Secara umum, masyarakat di pulau adonara bertani. Karena kondisi geografisnya, pertanian disini adalah pertanian lahan kering. Hasil utama dari pertanian ini yaitu jagung, ubi atau singkong serta tanaman perkebunan seperti kelapa, tembakau, vanili, coklat, kemiri, kopi cengkeh, dan lain-lain.

Pulau Adonara merupakan bagian dari Kabupaten Flores Timur dengan ibukota kabupaten yaitu Larantuka. Kabupaten Flores Timur sendiri terdiri dari 3 bagian yaitu Flores Daratan (ujung timur pulau Flores), Pulau Adonara dan Pulau Solor. Pulau Adonara terdiri dari 8 kecamatan, yaitu :

 Kecamatan Adonara

 Kecamatan Adonara Barat

 Kecamatan Adonara Tengah

 Kecamatan Adonara Timur

 Kecamatan Ile Boleng

 Kecamatan Kelubagolit

 Kecamatan Witihama

 Kecamatan Wotan Ulumado

Selain sistem pemerintahan negara, di Adonara juga terdapat sistem pemerintahan berdasarkan suku. Didalam sebuah suku terdapat seorang kepala suku. Selain kepala suku, ada juga sekelompok masyarakat yang turut berperan dalam sistem pemerintahan adat yaitu kaum bangsawan atau dalam bahasa Lamaholot disebut Ata Kebelen.

Kepala suku memegang peranan dalam hal upacara adat, menjatuhkan sanksi adat, dan hal-hal lain yang lebih bersifat spiritual.

Sedangkan para Ata Kebelen biasanya memegang kekuasaan pemerintahan (seperti kepala dusun, kepala desa, lurah atau camat). Di antara keduanya terjalin hubungan yang baik dan tidak saling melangkahi kewenangan masing-masing. salah satunya adalah di Desa Saosina

Desa Saosina adalah daerah yang sangat strategis dari beberapa kecamatan di daratan Adonara Timur. Desa saosiana juga merupakan desa perbatasan antara delapan kecamatan Adonara Timur.

Dan Desa Sasosian ini mempunyai mayoritas pendudknya Islam dan sebagian Kristen dengan jumlah penduduk islam kurang lebih100 jiwa (Dokumentasi Pemerintah Desa Saosiana1 juli 2016).

Desa Saosiana merupakan salah satu desa di Kecamatan Adonara Timur dengan wialya cukup luas dan jumlah penduduk cukup banyak. Selain itu, untuk tingkat ekonomi masyarakatnya khusunya Desa Saosiana termasuk daerah dengan kelas ekonomi menengah. Hal ini di sebabkan karena tidak sedikit dari warga Saosina tersebut bergelut di bidang usaha baik dibidang pengelolahan hasil hutan (kayu), mengolah hasil seperti kopi, kemiri, coklat, kelapa,dan sebagainya disamping profesi lainya seperti pegawai dan bisnis. Desa Saosiana terdiri dari 2 dusun, Untuk lebih jelas dapat dilihat pada bagan berikut

Bagan 1

Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Saosina

Kecamatan Adonarat Timur kabupaten Flores Timur Tahun 2016

Sumber Data : Dokumentasi Desa Saosina, 1 JULI 2016

Dengan adanya kepala dusun sebagai pembatu kepala desa dalam menjalankan tugasnya maka tugas dan amanat yang diembang

Kepala Desa

oleh Bapak Jamaludin Jou Dasi sebagai kepala Desa Saosina menjadi ringan.

Desa Saosina termasuk wilayah yang tertib dan aman, meskipun sebenarnya tidak terlepas dari dampak dekadensi moral, akibat laju perkembangan teknologi yang tidak ditunjang oleh pendidikan agama Islam sebagai dasar keimanan.

Melalui pembinaan keagamaan di Masjid. BKPRMI melakuakn pembinaan, remaja Masjid dan pembinaan majelis taklim yang didirikan pada Masjid Al-Muttakin yang ada di Desa Saosina Kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Timur diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan moral bagi remaja pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

BKPRMI juga tidak terlepas mengatasi masalah remaja, khususnya pada remaja muslim yang sangat erat kaitanya dengan pergaulan remaja yang mengarah pada perkumpulan yang lebih senang minum minuman keras, membuat tawuran, bahkan mengara pada perzinahan di acara-acara bebas.

Tiap-tiap remaja pada umumnya dan pada khususnya Desa Saosina cenderung untuk mendasarkan cara hidupnya kepada dasarnya sendiri. Dari sinilah timbul perlombaan dan timbulah permusuhan-permusuhan, terjadilah sifat dengki dan tama, penghisapan, fitnah-fitanah yang memecah belah perperangan yang besar dan beraneka ragam usaha-usaha perusakan dan penghancuran akibat informasi yang diterima

tidak tersaring, membuat sikap menutup diri, berpikir sempit dan mudah terpengaruh oleh hal yang berbaur pada kenegatifan.