• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.4. Pengujian Chord Gitar dengan Proses fft_serial

Gambar 3.4 : Paralelisasi looping (for 3)

3.4. Pengujian Chord Gitar dengan proses fft_serial

Pengujian dilakukan terhadap MFCC yang menggunakan fft_serial (MFFC_ fft_serial) pada chord A-mayor, dimana untuk PCM 16, dan 32 bit, dengan frame / detik secara berturut-turut 48.000, 88.200, dan 96.000. Masing-masing pengujian dilakukan sebanyak 10 kali dan hasil rerata, minimum, maximum, serta standar deviasi akan dicatat dengan satuan waktu detik. Bentuk luaran hasil pengujian ini akan dicatat dalam bentuk Tabel 3.3.

Tabel 3.3. : Bentuk catatan hasil pengujian fft_serial

Untuk chord B-major, C-major, D-major, E-major, F-major, dan G-major dilakukan pengujian dengan hal yang sama dengan pengujian chord A-major.

3.5. Pengujian Chord Gitar dengan proses fft_paralel

Pengujian dilakukan terhadap MFCC yang menggunakan fft_paralel (MFFC_

fft_paralel) pada chord A-major, dimana untuk PCM 16, dan 32 bit, dengan frame / detik secara berturut-turut 48.000, 88.200, dan 96.000. Masing-masing pengujian dilakukan sebanyak 10 kali dan hasil rerata, minimum, maximum, serta standar deviasi akan dicatat dengan satuan waktu detik. Bentuk luaran hasil pengujian ini akan dicatat dalam bentuk Tabel 3.4.

Tabel 3.4. : Bentuk catatan hasil pengujian fft_paralel

Chord PCM Frame/ det Pengujian Ke- Re

Untuk chord B-major, C-major, D-major, E-major, F-major, dan G-major dilakukan pengujian dengan hal yang sama dengan pengujian chord A-major.

3.6. Pembahasan

Dalam pembahasan ini akan dijelaskan tentang hubungan antara PCM 16 bit dan PCM 32 bit dengan jumlah byte untuk masing-masing chord. Demikian juga halnya akan dibahas tentang hubungan antara Jumlah framing per detik dengan waktu eksekusi secara serial maupun parallel untuk masing-masing chord. Dan selanjutnya adalah menjelaskan tentang seberapa besar percepatan eksekusi (speed up).

Speed up ditentukan dengan membandingkan hasil rerata MFCC_fft_serial dengan rerata MFCC_fft_paralel. Apabila rerata waktu komputasi MFCC_fft_serial lebih besar dibandingkan dengan rerata MFCC_fft_paralel maka telah terjadi speed up.

Tabel 3.5. : Speed Up

Dari hasil pembahasan akan diambil kesimpulan dari penelitian ini yaitu (1) Peran PCM pada masing-masing chord dengan jumlah byte yang dihasilkan, (2) hubungan Frame per detik dengan waktu eksekusi, dan (3) Besarnya speed up.

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis algoritma MFCC untuk pengenlan pola kunci gitar melalui suara memperlihatkan bahwa proses paralelisasi pada FFT dapat meningkatkan kinerja kecepatan algoritma MFCC.

4.1.1. Input Data

Tampilan antar muka program diperlihatkan pada Gambar 4.1 berikut :

Gambar 4.1. : Tampilan Antar Muka Pemasukan Data

GAmbar 4.1. memperlihatkan 3 buah combobox yaitu combobox untuk pilihan chord, combobox untuk pilihan PCM, dan combobox untuk pillihan frame perdetik. Terdapat 5 buah textbox yang terdiri dari textbox untuk menampilkan nama

file chord yang dipilih, textbox untuk menampilkan besar file chord, textbox untuk menampilkan waktu yang dibutuhkan untuk mengeksekusi FFT secara serial, textbox untuk menampilkan waktu yang dibutuhkan untuk mengeksekusi FFT secara parallel, dan textbox yang menampilkan nilai percepatan SPEED UP. Komponen lainnya pada antar muka adalah grafik yang digunakan untuk menampilkan bentuk gelombang suara chord.

Gambar 4.2. : Pemilihan Kunci Gitar

Pada Gambar 4.2. diperlihatkan bahwa pilihan kunci Gitar pada combobox chord adalah A_mayor, B_mayor, C_mayor, D_mayor, E_mayor, F_mayor, dan G_mayor.

Gambar 4.3. : Pemilihan PCM

Gambar 4.3. memperlihatkan terdapat combobox PCM pada tampilan antar muka dengan pilihan 16 bit dan 32 bit.

Gambar 4.4. : Pemilihan Frame Rate

Pilihan pada combobox frame per detik terdiri dari 48000, 88200, dan 96000, sebagai mana diperlihatkan pada Gambar 4.4.

Gambar 4.5. : Besar File Dan Tampilan Gelombang Suara Chord Gambar 4.5. memperlihatkan besar file untuk pilihan A_Mayor, PCM 16 bit, dan Frame per detik 48000 adalah sebesar 592636 byte. Dan juga diperlihatkan secara grafis bentuk gelombang suara chord untuk pilihan tersebut dimana terlihat bahwa gelombang suara tersebut memiliki waktu 7 detik.

Pada Gambar 4.6. diperlihatkan waktu yang dibutuhkan untuk mengeksekusi FFT serial dengan masukan kunci chord A_Mayor, PCM 16 bit, dan Frame per detik 48000 adalah 3.9072 detik.

Gambar 4.6. : Waktu Eksekusi FFT Serial

Gambar 4.7. : Waktu Eksekusi FFT Paralel Dan SPEED UP

Pada Gambar 4.7. diperlihatkan waktu yang dibutuhkan untuk mengeksekusi FFT paralel dengan masukan kunci chord A_Mayor, PCM 16 bit, dan Frame per detik 48000 adalah 1.5188 detik. Dan speed up sebesar 3.9072/1.5188 = 2.5756

4.1.2. PCM dan Framing

Dari sejumlah percobaan dengan menggunakan Hasil penelitian memperlihatkan bahwa proses paralel pada MFCC lebih cepat dibandingkan dengan proses FFT-serial. Pada percobaan ini, chord yang digunakan adalah A-Major, B-Major, C-Major, D-Major, E-Major, F-Major, dan G-Major dan masing-masing chord memiliki jumlah frame/detik 48,000, 88,200, dan 96,000 secara berturut-turut. Sementara itu, Pulse Code Modulation (PCM) yang diartikan sebagai teknik memproses suatu sinyal analog menjadi sinyal digital yang ekivalen terdiri dari

Pada Tabel 4.1. terdapat nama file a_16_48000_.wav memiliki arti bahwa chord A-Major, PCM 16 bit, Jumlah Frame/detik 48,000, jumlah byte 592,636 dan jenis ekstensi filenya adalah WAV. Selanjutnya, untuk PCM 16 bit chord A-Major, jumlah frame 88200 adalah a_16_88200_.wav. Demikian juga halnya dengan chord a_32_48000_.wav diartikan sebagai chord A-Major, PCM 32 bit, Jumlah Frame/detik 48,000, jumlah byte 1,185,264 dan jenis ekstensi filenya adalah WAV. Dan masih terdapat chord A-Major lainnya yaitu a_16_88200_.wav, dan a_32_96000_.wav.

16 bit dan 32 bit. Dengan memperhatikan perbedaan jumlah frame/ detik dan representasi PCM tersebut di atas maka terdapat 42 rekord jumlah byte yang berbeda. Adapun record tersebut diperlihatkan pada Tabel 4.1.

Jika diperhatikan bahwa untuk chord A-Major dengan frame yang sama namun PCM yang berbeda maka terdapat perbedaan jumlah byte di antara ke duanya di mana a_16_48000_.wav memiliki jumlah byte dua kali lipat dibanding dengan a_32_48000_.wav.

Untuk chord Major lainnya seperti B-Major, C-Major, D-Major, E-Major, F-Major, dan G-Major berlaku juga pemahaman seperti A-Major.

Tabel 4.1. : Frame dan PCM Pada Chord Major 10 b_32_48000_.wav B-Major 32 bit 48.000 1.012.288 11 b_32_88200_.wav B-Major 32 bit 88.200 1.860.012 12 b_32_96000_.wav B-Major 32 bit 96.000 2.024.496 13 c_16_48000_.wav C-Major 16 bit 48.000 672.716 14 c_16_88200_.wav C-Major 16 bit 88.200 1.236.078 15 c_16_96000_.wav C-Major 16 bit 96.000 1.345.388 16 c_32_48000_.wav C-Major 32 bit 48.000 1.345.424 17 c_32_88200_.wav C-Major 32 bit 88.200 2.472.148 18 c_32_96000_.wav C-Major 32 bit 96.000 2.690.768 19 d_16_48000_.wav D-Major 16 bit 48.000 727.170 20 d_16_88200_.wav D-Major 16 bit 88.200 1.336.138 21 d_16_96000_.wav D-Major 16 bit 96.000 1.454.296 22 d_32_48000_.wav D-Major 32 bit 48.000 1.454.332 23 d_32_88200_.wav D-Major 32 bit 88.200 2.672.268 24 d_32_96000_.wav D-Major 32 bit 96.000 2.908.584 25 e_16_48000_.wav E-Major 16 bit 48.000 746.388 26 e_16_88200_.wav E-Major 16 bit 88.200 1.371.452 27 e_16_96000_.wav E-Major 16 bit 96.000 1.492.732 28 e_32_48000_.wav E-Major 32 bit 48.000 1.492.768 29 e_32_88200_.wav E-Major 32 bit 88.200 2.742.896 30 e_32_96000_.wav E-Major 32 bit 96.000 2.985.456

Tabel 4.1. : Frame dan PCM Pada Chord Major (Sambungan…)

31 f_16_48000_.wav F-Major 16 bit 48.000 570.212 32 f_16_88200_.wav F-Major 16 bit 88.200 1.047.728 33 f_16_96000_.wav F-Major 16 bit 96.000 1.140.380 34 f_32_48000_.wav F-Major 32 bit 48.000 1.140.416 35 f_32_88200_.wav F-Major 32 bit 88.200 2.095.448 36 f_32_96000_.wav F-Major 32 bit 96.000 2.280.752 37 g_16_48000_.wav G-Major 16 bit 48.000 602.244 38 g_16_88200_.wav G-Major 16 bit 88.200 1.106.586 39 g_16_96000_.wav G-Major 16 bit 96.000 1.204.444 40 g_32_48000_.wav G-Major 32 bit 48.000 1.204.480 41 g_32_88200_.wav G-Major 32 bit 88.200 2.213.164 42 g_32_96000_.wav G-Major 32 bit 96.000 2.408.880

4.1.3. Hasil Representasi Grafis

Secara visual Gambar 4.8. (a) (b) (c) memperlihatkan hasil pengolahan chord A-Major, PCM 16 bit dengan frame 48.000, 88.200, dan 96.000 secara berturut-turut.

Terlihat bahwa chord A-Major memiliki panjang waktu sekitar 6 detik. Sehingga, dalam interval waktu 6 detik dan jumlah frame per detik 48.000 akan terdapat total frame sebesar 48.000 frame x 6 detik = 288000 frame, selanjutnya untuk jumlah frame perdetik 88.200, dan 96.000, total frame untuk waktu 6 detik secara berturut turut 529.200, dan 576.000 frame. Masing-masing interval waktu memperlihatkan korespondensi waktu antara sound wave di mana amplitudonya bergerak dari -0.5 hingga 0.5, sementara filter bank memiliki 20 channel indeks yang berfungsi sebagai filter bank. dan sebaran mel frequency ceptrum pada angka 2 hingga 10.

Gambar 4.8. (a) : Chord A-Major, PCM 16 bit, Frame 48000

Gambar 4.8. (b) : Chord A-Major, PCM 16 bit, Frame 88200

Gambar 4.8. (c) : Chord A-Major, PCM 16 bit, Frame 96000

Secara visual Gambar 4.9. memperlihatkan hasil pengolahan chord B-Major, PCM 16 bit dengan frame 48.000. Terlihat bahwa chord B-Major memiliki panjang waktu sekitar 5 detik. Sehingga, dalam interval waktu 5 detik dan jumlah frame per detik 48.000 akan terdapat total frame sebesar 48.000 frame x 5 detik = 240.000 frame.

Masing-masing interval waktu memperlihatkan korespondensi waktu antara sound wave di mana amplitudonya bergerak dari -0.5 hingga 0.5, sementara filter bank memiliki 20 channel indeks yang berfungsi sebagai filter bank. dan sebaran mel frequency ceptrum pada angka 2 hingga 10.

Gambar 4.9. : Chord B-Major, PCM 16 bit, Frame 48000

Secara visual Gambar 4.10. memperlihatkan hasil pengolahan chord C-Major, PCM 16 bit dengan frame 48.000. Terlihat bahwa chord C-Major memiliki panjang waktu sekitar 6 detik. Sehingga, dalam interval waktu 6 detik dan jumlah frame per detik 48.000 akan terdapat total frame sebesar 48.000 frame x 6 detik = 228.000 frame.

Masing-masing interval waktu memperlihatkan korespondensi waktu antara sound wave di mana amplitudonya bergerak dari -0.5 hingga 0.5, sementara filter bank memiliki 20 channel indeks yang berfungsi sebagai filter bank. dan sebaran mel frequency ceptrum pada angka 2 hingga 10.

Gambar 4.10. : Chord C-Major, PCM 16 bit, Frame 48000

Secara visual Gambar 4.11. memperlihatkan hasil pengolahan chord D-Major, PCM 16 bit dengan frame 48.000. Terlihat bahwa chord D-Major memiliki panjang waktu sekitar 7 detik. Sehingga, dalam interval waktu 7 detik dan jumlah frame per detik 48.000 akan terdapat total frame sebesar 48.000 frame x 7 detik = 336.000 frame.

Masing-masing interval waktu memperlihatkan korespondensi waktu antara sound wave di mana amplitudonya bergerak dari -0.5 hingga 0.5, sementara filter bank memiliki 20 channel indeks yang berfungsi sebagai filter bank. dan sebaran mel frequency ceptrum pada angka 2 hingga 10.

Gambar 4.11. : Chord D-Major, PCM 16 bit, Frame 48000

Secara visual Gambar 4.12. memperlihatkan hasil pengolahan chord E-Major, PCM 16 bit dengan frame 48.000. Terlihat bahwa chord E-Major memiliki panjang waktu sekitar 7 detik. Sehingga, dalam interval waktu 7 detik dan jumlah frame per detik 48.000 akan terdapat total frame sebesar 48.000 frame x 7 detik = 336.000 frame.

Masing-masing interval waktu memperlihatkan korespondensi waktu antara sound wave di mana amplitudonya bergerak dari -0.5 hingga 0.5, sementara filter bank memiliki 20 channel indeks yang berfungsi sebagai filter bank. dan sebaran mel frequency ceptrum pada angka 2 hingga 10.

Gambar 4.12. : Chord E-Major, PCM 16 bit, Frame 48000

Secara visual Gambar 4.13. memperlihatkan hasil pengolahan chord F-Major, PCM 16 bit dengan frame 48.000. Terlihat bahwa chord F-Major memiliki panjang waktu sekitar 5.5 detik. Sehingga, dalam interval waktu 5.5 detik dan jumlah frame per detik 48.000 akan terdapat total frame sebesar 48.000 frame x 5.5 detik = 264.000 frame.

Masing-masing interval waktu memperlihatkan korespondensi waktu antara sound wave di mana amplitudonya bergerak dari -0.5 hingga 0.5, sementara filter

bank memiliki 20 channel indeks yang berfungsi sebagai filter bank. dan sebaran mel frequency ceptrum pada angka 2 hingga 10.

Gambar 4.13. : Chord F-Major, PCM 16 bit, Frame 48000

Secara visual Gambar 4.14. memperlihatkan hasil pengolahan chord G-Major, PCM 16 bit dengan frame 48.000. Terlihat bahwa chord G-Major memiliki panjang waktu sekitar 6 detik. Sehingga, dalam interval waktu 6 detik dan jumlah frame per detik 48.000 akan terdapat total frame sebesar 48.000 frame x 6 detik = 228.000 frame.

Masing-masing interval waktu memperlihatkan korespondensi waktu antara sound wave di mana amplitudonya bergerak dari -0.5 hingga 0.5, sementara filter bank memiliki 20 channel indeks yang berfungsi sebagai filter bank. dan sebaran mel frequency ceptrum pada angka 2 hingga 10.

Gambar 4.14. : Chord G-Major, PCM 16 bit, Frame 48000 4.1.4. Hasil FFT Serial

Hasil uji coba proses FFT serial terhadap chord A-Major dengan PCM 16 bit, jumlah frame per detik 48.000 memperlihatkan bahwa dalam 10 kali percobaan terdapat waktu minimum 3.9003 detik, waktu maksimum 3.9137 detik, dan rerata waktu eksekusi selama 3.9087 detik dengan standard deviasi 0.0042 detik. Untuk jumlah frame per detik 88.200 memperlihatkan bahwa dalam 10 kali percobaan terdapat waktu minimum 7.8631 detik, waktu maksimum 8.1204 detik, dan rerata waktu eksekusi selama 7.9131 detik dengan standard deviasi 0.0754 detik. Jumlah frame per detik 96000 menghasilkan waktu minimum 7.8614 detik, maksimum waktu 8.8856 detik, dan rerata waktu 8.0468 detik dengan standard deviasi 0.3059 detik.

PCM 32 bit chord A-Major untuk jumlah frame per detik 48.000, 88.200, dan 96.000, minimumnya secara berturut turut adalah 3.8582, 7.9033, dan 7.9096 detik.

Untuk maksimumnya 4.1315, 8.0784, dan 8.1091 detik. Rerata 3.9669, 7.9756. dan 7.9567 detik dengan standard deviasi secara berturut-turut 0.0743, 0.0641, dan 0.0591 detik.

Hasil FFT Serial untuk chor B-Major, C-Major, D-Major, E-Major, F-Major, dan G-Major secara lengkap diperlihatkan pada Lampiran 1.

Tabel 4.2. : Proses FFT Serial untuk Chord A-Major

4.1.5. Hasil FFT Paralel

Proses FFT paralel untuk chord A-Major dengan PCM 16 bit, jumlah frame per detik 48.000 memperlihatkan bahwa dalam 10 kali percobaan terdapat waktu minimum 1.1975 detik, waktu maksimum 1.5188 detik, dan rerata waktu eksekusi selama 1.2492 detik dengan standard deviasi 0.0990 detik. Untuk jumlah frame per detik 88.200 memperlihatkan bahwa dalam 10 kali percobaan terdapat waktu minimum 2.1959 detik, waktu maksimum 2.4328 detik, dan rerata waktu eksekusi selama 2.2434 detik dengan standard deviasi 0.0707 detik. Jumlah frame per detik 96000 menghasilkan waktu minimum 2.2539 detik, maksimum waktu 4.9004 detik, dan rerata waktu 2.5728 detik dengan standard deviasi 0.8194 detik.

Proses FFT parallel PCM 32 bit chord A-Major untuk jumlah frame per detik 48.000, 88.200, dan 96.000, minimumnya secara berturut turut adalah 1.2314, 2.2529, dan 2.2596 detik. Untuk maksimumnya 1.4501, 2.4534, dan 2.6711 detik. Rerata 1.2724, 2.3406. dan 2.3698 detik dengan standard deviasi secara berturut-turut 0.0657, 0.0657, dan 0.1126 detik.

Hasil FFT Paralel untuk chor B-Major, C-Major, D-Major, E-Major, F-Major, dan G-Major secara lengkap diperlihatkan pada Lampiran 2.

Nama File a_16_48000 a_16_88200 a_16_96000 a_32_48000 a_32_88200 a_32_96000

PCM 16 bit 16 bit 16 bit 32 bit 32 bit 32 bit

Jumlah Frame / det 48.000 88.200 96.000 48.000 88.200 96.000

Jumlah Byte 592.636 1.088.932 1.185.228 1.185.264 2.177.856 2.370.448

Waktu Eksekusi-1 3.9072 7.8960 7.9411 3.8582 8.0784 7.9623

Standard Deviasi 0.004258377 0.075457865 0.305985245 0.074364774 0.064165412 0.059195668

Tabel 4.3. : Proses FFT Paralel untuk Chord A-Major

Nama File a_16_48000 a_16_88200 a_16_96000 a_32_48000 a_32_88200 a_32_96000

PCM 16 bit 16 bit 16 bit 32 bit 32 bit 32 bit

Jumlah Frame / det 48,000 88,200 96,000 48,000 88,200 96,000

Jumlah Byte 592,636 1,088,932 1,185,228 1,185,264 2,177,856 2,370,448

Waktu Eksekusi-1 1.5188 2.4328 2.4257 1.4501 2.4534 2.6711

Waktu Eksekusi-10 1.2004 2.2264 2.3698 1.2564 2.3885 2.3051

Rerata 1.2492 2.2434 2.5728 1.2724 2.3406 2.3698

Minimum 1.1975 2.1959 2.2539 1.2314 2.2529 2.2596

Maximum 1.5188 2.4328 4.9004 1.4501 2.4534 2.6711

Standard Deviasi 0.099008 0.0707297 0.8194579 0.065712 0.065769 0.1126924

4.2. Pembahasan

4.2.1. PCM 16 bit dan PCM 32 bit Dan Jumlah Byte

Pulse Code Modulation (PCM) yang diartikan sebagai teknik memproses suatu sinyal analog menjadi sinyal digital yang ekivalen terdiri dari 16 bit dan 32 bit. Pada Tabel 4.4 memperlihatkan bahwa chord A-Major untuk jumlah frame per detik yang sama dan untuk PCM 16 dan PCM 32 memiliki Jumlah Byte yang berbeda. Tabel 4.4 baris 1 dan 2 dengan jumlah frame per detik 48.000 memperlihatkan perbedaan jumlah byte untuk PCM 32 bit sebesar 1.185.264 dua kali lipat dari jumlah byte PCM 16 bit sebesar 592.636. Demikian juga halnya dengan jumlah frame per detik 88.200 untuk PCM 32 bit sebesar 2.177.856 dua kali lipat dari jumlah byte PCM 16 bit sebesar 1.088.932, dan jumlah frame perdetik 96.000 untuk PCM 32 bit memiliki 2.370.448 byte dua kali lipat dari jumlah PCM 16 bit sebesar 1.185.228 byte.

Tabel 4.4. : Chord A-Major, PCM 16 bit, PCM 32 Dan Jumlah Byte

Pada Tabel 4.5 memperlihatkan bahwa chord B-Major untuk jumlah frame per detik yang sama dan untuk PCM 16 dan PCM 32 memiliki Jumlah Byte yang berbeda.

Tabel 4.5 baris 1 dan 2 dengan jumlah frame per detik 48.000 memperlihatkan perbedaan jumlah byte untuk PCM 32 bit sebesar 1.012.288 dua kali lipat dari jumlah byte PCM 16 bit sebesar 506.148. Demikian juga halnya dengan jumlah frame per detik 88.200 untuk PCM 32 bit sebesar 1.860.012 dua kali lipat dari jumlah byte PCM 16 bit sebesar 930.010, dan jumlah frame perdetik 96.000 untuk PCM 32 bit memiliki 2.024.496 byte dua kali lipat dari jumlah PCM 16 bit sebesar 1.012.252 byte.

Tabel 4.5. : Chord B-Major, PCM 16 bit, PCM 32 Dan Jumlah Byte Pada Tabel 4.6 memperlihatkan bahwa chord C-Major untuk jumlah frame per detik yang sama dan untuk PCM 16 dan PCM 32 memiliki Jumlah Byte yang berbeda.

Tabel 4.6 baris 1 dan 2 dengan jumlah frame per detik 48.000 memperlihatkan perbedaan jumlah byte untuk PCM 32 bit sebesar 2.472.148 dua kali lipat dari jumlah byte PCM 16 bit sebesar 1.236.078. Demikian juga halnya dengan jumlah frame per detik 88.200 untuk PCM 32 bit sebesar 2.472.148 dua kali lipat dari jumlah byte

PCM 16 bit sebesar 930.010, dan jumlah frame perdetik 96.000 untuk PCM 32 bit memiliki 2.690.768 byte dua kali lipat dari jumlah PCM 16 bit sebesar 1.345.388 byte.

Tabel 4.6. : Chord C-Major, PCM 16 bit, PCM 32 Dan Jumlah Byte

Pada Tabel 4.7 memperlihatkan bahwa chord D-Major untuk jumlah frame per detik yang sama dan untuk PCM 16 dan PCM 32 memiliki Jumlah Byte yang berbeda.

Tabel 4.7 baris 1 dan 2 dengan jumlah frame per detik 48.000 memperlihatkan perbedaan jumlah byte untuk PCM 32 bit sebesar 1.454.332 dua kali lipat dari jumlah byte PCM 16 bit sebesar 727.170. Demikian juga halnya dengan jumlah frame per detik 88.200 untuk PCM 32 bit sebesar 2.672.268 dua kali lipat dari jumlah byte PCM 16 bit sebesar 1.336.138, dan jumlah frame perdetik 96.000 untuk PCM 32 bit memiliki 2.908.584 byte dua kali lipat dari jumlah PCM 16 bit sebesar 1.454.296 byte.

Tabel 4.7. : Chord D-Major, PCM 16 bit, PCM 32 Dan Jumlah Byte

Pada Tabel 4.8 memperlihatkan bahwa chord E-Major untuk jumlah frame per detik yang sama dan untuk PCM 16 dan PCM 32 memiliki Jumlah Byte yang berbeda.

Tabel 4.8 baris 1 dan 2 dengan jumlah frame per detik 48.000 memperlihatkan

perbedaan jumlah byte untuk PCM 32 bit sebesar 1.492.768 dua kali lipat dari jumlah byte PCM 16 bit sebesar 746.388 Demikian juga halnya dengan jumlah frame per detik 88.200 untuk PCM 32 bit sebesar 2.742.896 dua kali lipat dari jumlah byte PCM 16 bit sebesar 1.371.452, dan jumlah frame perdetik 96.000 untuk PCM 32 bit memiliki 2.985.456 byte dua kali lipat dari jumlah PCM 16 bit sebesar 1.492.732 byte.

Tabel 4.8. : Chord E-Major, PCM 16 bit, PCM 32 Dan Jumlah Byte

Pada Tabel 4.9 memperlihatkan bahwa chord F-Major untuk jumlah frame per detik yang sama dan untuk PCM 16 dan PCM 32 memiliki Jumlah Byte yang berbeda.

Tabel 4.9 baris 1 dan 2 dengan jumlah frame per detik 48.000 memperlihatkan perbedaan jumlah byte untuk PCM 32 bit sebesar 1.140.416 dua kali lipat dari jumlah byte PCM 16 bit sebesar 570.212 Demikian juga halnya dengan jumlah frame per detik 88.200 untuk PCM 32 bit sebesar 2.095.448 dua kali lipat dari jumlah byte PCM 16 bit sebesar 1.047.728, dan jumlah frame perdetik 96.000 untuk PCM 32 bit memiliki 2.280.752 byte dua kali lipat dari jumlah PCM 16 bit sebesar 1.140.380 byte.

Tabel 4.9. : Chord F-Major, PCM 16 bit, PCM 32 Dan Jumlah Byte

Pada Tabel 4.10 memperlihatkan bahwa chord G-Major untuk jumlah frame per detik yang sama dan untuk PCM 16 dan PCM 32 memiliki Jumlah Byte yang berbeda.

Tabel 4.10 baris 1 dan 2 dengan jumlah frame per detik 48.000 memperlihatkan perbedaan jumlah byte untuk PCM 32 bit sebesar 1.204.480 dua kali lipat dari jumlah byte PCM 16 bit sebesar 602.244. Demikian juga halnya dengan jumlah frame per detik 88.200 untuk PCM 32 bit sebesar 2.213.164 dua kali lipat dari jumlah byte PCM 16 bit sebesar 1.106.586, dan jumlah frame perdetik 96.000 untuk PCM 32 bit memiliki 2.408.880 byte dua kali lipat dari jumlah PCM 16 bit sebesar 1.204.444 byte.

Tabel 4.10. : Chord G-Major, PCM 16 bit, PCM 32 Dan Jumlah Byte

4.2.2. Jumlah Framing Perdetik Dan Waktu Eksekusi 4.2.2.1. Proses Serial

Tabel 4.11. memperlihatkan hasil dari 10 kali percobaan chord A-Major, PCM 16 bit, jumlah frame per detik 48.000 memiliki rerata waktu 3.9087 detik, dengan waktu eksekusi minimum 3.9003 detik, waktu eksekusi maksimum 3.9137 detik, dan standard deviasi 0.004258 detik. PCM 16 bit, jumlah frame per detik 88.200 memiliki rerata waktu 7.9131 detik, dengan waktu eksekusi minimum 7.8631 detik, waktu eksekusi maksimum 8.1204 detik, dan standard deviasi 0.075458 detik. PCM 16 bit, jumlah frame per detik 96.000 memiliki rerata waktu 8.0468 detik, dengan waktu eksekusi minimum 7.8614 detik, waktu eksekusi maksimum 8.8856 detik, dan standard deviasi 0.305985 detik. PCM 32 bit, jumlah frame per detik 48.000 memiliki rerata waktu 3.9669 detik, dengan waktu eksekusi minimum 3.8582 detik,

waktu eksekusi maksimum 4.1315 detik, dan standard deviasi 0.074365 detik. PCM 32 bit, jumlah frame per detik 88.200 memiliki rerata waktu 7.9756 detik, dengan waktu eksekusi minimum 7.9033 detik, waktu eksekusi maksimum 8.0784 detik, dan standard deviasi 0.064165 detik. PCM 32 bit, jumlah frame per detik 96.000 memiliki rerata waktu 7.9756 detik, dengan waktu eksekusi minimum 7.9096 detik, waktu eksekusi maksimum 8.1091 detik, dan standard deviasi 0.059196 detik.

Tabel 4.11. : Proses Serial Chord A-Major, Frame Dan Rerata Waktu Eksekusi No. Nama File PCM Frame/detik Rerata Min Max Stdev

1 a_16_48000_.wav 16 bit 48,000 3.9087 3.9003 3.9137 0.004258 2 a_16_88200_.wav 16 bit 88,200 7.9131 7.8631 8.1204 0.075458 3 a_16_96000_.wav 16 bit 96,000 8.0468 7.8614 8.8856 0.305985 4 a_32_48000_.wav 32 bit 48,000 3.9669 3.8582 4.1315 0.074365 5 a_32_88200_.wav 32 bit 88,200 7.9756 7.9033 8.0784 0.064165 6 a_32_96000_.wav 32 bit 96,000 7.9567 7.9096 8.1091 0.059196

Tabel 4.12. memperlihatkan hasil dari 10 kali percobaan chord B-Major, PCM 16 bit, jumlah frame per detik 48.000 memiliki rerata waktu 2.9311 detik, dengan waktu eksekusi minimum 2.8900 detik, waktu eksekusi maksimum 2.9707 detik, dan standard deviasi 0.024397 detik. PCM 16 bit, jumlah frame per detik 88.200 memiliki rerata waktu 5.7952 detik, dengan waktu eksekusi minimum 5.7274 detik, waktu eksekusi maksimum 6.0521 detik, dan standard deviasi 0.093699 detik. PCM 16 bit, jumlah frame per detik 96.000 memiliki rerata waktu 5.8543 detik, dengan waktu eksekusi minimum 5.7641 detik, waktu eksekusi maksimum 6.0282 detik, dan standard deviasi 0.083372 detik. PCM 32 bit, jumlah frame per detik 48.000 memiliki rerata waktu 2.9418 detik, dengan waktu eksekusi minimum 2.9019 detik, waktu eksekusi maksimum 2.9984 detik, dan standard deviasi 0.034247 detik. PCM 32 bit, jumlah frame per detik 88.200 memiliki rerata waktu 5.9200 detik, dengan waktu eksekusi minimum 5.7884 detik, waktu eksekusi maksimum 6.0711 detik, dan standard deviasi 0.105070 detik. PCM 32 bit, jumlah frame per detik 96.000 memiliki rerata waktu 5.8586 detik, dengan waktu eksekusi minimum 5.7991 detik, waktu eksekusi maksimum 6.0111 detik, dan standard deviasi 0.062408 detik.

Tabel 4.12. : Proses Serial Chord B-Major, Frame Dan Rerata Waktu Eksekusi

Tabel 4.13. memperlihatkan hasil dari 10 kali percobaan chord C-Major, PCM 16 bit, jumlah frame per detik 48.000 memiliki rerata waktu 5.2030 detik, dengan waktu eksekusi minimum 5.1345 detik, waktu eksekusi maksimum 5.2657 detik, dan standard deviasi 0.044815 detik. PCM 16 bit, jumlah frame per detik 88.200 memiliki rerata waktu 10.3707 detik, dengan waktu eksekusi minimum 10.1943 detik, waktu eksekusi maksimum 10.6578 detik, dan standard deviasi 0.169526 detik. PCM 16 bit, jumlah frame per detik 96.000 memiliki rerata waktu 10.6134 detik, dengan waktu eksekusi minimum 11.2005 detik, waktu eksekusi maksimum 11.1840 detik, dan standard deviasi 0.340053 detik. PCM 32 bit, jumlah frame per detik 48.000 memiliki rerata waktu 5.1436 detik, dengan waktu eksekusi minimum 5.0777 detik, waktu eksekusi maksimum 5.2818 detik, dan standard deviasi 0.063875 detik. PCM

Tabel 4.13. memperlihatkan hasil dari 10 kali percobaan chord C-Major, PCM 16 bit, jumlah frame per detik 48.000 memiliki rerata waktu 5.2030 detik, dengan waktu eksekusi minimum 5.1345 detik, waktu eksekusi maksimum 5.2657 detik, dan standard deviasi 0.044815 detik. PCM 16 bit, jumlah frame per detik 88.200 memiliki rerata waktu 10.3707 detik, dengan waktu eksekusi minimum 10.1943 detik, waktu eksekusi maksimum 10.6578 detik, dan standard deviasi 0.169526 detik. PCM 16 bit, jumlah frame per detik 96.000 memiliki rerata waktu 10.6134 detik, dengan waktu eksekusi minimum 11.2005 detik, waktu eksekusi maksimum 11.1840 detik, dan standard deviasi 0.340053 detik. PCM 32 bit, jumlah frame per detik 48.000 memiliki rerata waktu 5.1436 detik, dengan waktu eksekusi minimum 5.0777 detik, waktu eksekusi maksimum 5.2818 detik, dan standard deviasi 0.063875 detik. PCM

Dokumen terkait