BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT
4.1. Pengujian Hardware
Beberapa pengujian yang dilakukan terhadap hardware, diantaranya adalah pengujian sistem minimum AT90S8515 untuk Lcd, pengujian rangkaian penggerak motor dc satu arah, pengujian rangkaian penggerak motor dc dua arah, pengujian sensor infrared, pengujian limit switch.
4.1.1 Pengujian Sistem Minimum AT90S8515 - LCD
Pengujian sistem minimum AT90S8515-LCD dilakukan untuk mengetahui apakah AT90S8515 telah berfungsi dengan baik. Port yang digunakan untuk LCD ini adalah port A. Pengujian dilakukan dengan cara menuliskan karakter “Andes Indrayanto” pada LCD. Program ini diisikan pada memori internal mikrokontroller AT90S8515. Rangkaian untuk menguji sistem minimum dapat dilihat pada Gambar 4.1.
Berikut program yang digunakan untuk menguji Sistem minimum AT90S8515. /* Uji Mikro-LCD */ #include <90s8515.h> #asm .equ __lcd_port=0x1B #endasm #include <lcd.h> #include <stdio.h> #include <delay.h> void main(void) { lcd_init(16); while (1) { DDRB=0xff; DDRC=0xff; DDRD=0xff; PORTB=0xff; PORTC=0xff; PORTD=0xff; lcd_gotoxy(0,0); lcd_putsf("Andes"); lcd_gotoxy(0,1); lcd_putsf(" Indrayanto "); delay_ms(500); } }
Dari hasil pengujian pada LCD yang dihubungkan ke port A, terdapat tulisan “Andes” pada baris pertama dan “Indrayanto” pada baris kedua dengan ini sistem mikrokontroler-LCD dapat berfungsi dengan baik.
4.2.1. Pengujian Rangkaian Penggerak Motor DC Satu Arah
Untuk mengetahui apakah rangkaian penggerak motor dc satu arah telah bekerja dengan baik maka dilakukan pengujian dengan memberikan logika input pada rangkaian penggerak motor dc satu arah dan hasilnya dapat dilihat pada kondisi motor dan LED indikator .
Hasil pengujian rangkaian penggerak motor dc satu arah terlihat pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Hasil pengujian rangkaian penggerak motor dc satu arah.
Logika masukan Motor LED
0 Diam Padam
1 Berputar Menyala
Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa pada saat rangkaian penggerak motor dc satu arah mendapat masukan logika tinggi (1), motor berputar dan LED
menyala, sedangkan ketika mendapat masukan logika rendah (0), motor diam tidak berputar dan LED padam. Hal ini disebabkan karena pada saat masukan dari AT90S8515 berlogika tinggi menyebabkan transistor BD 139 on. Karena transistor on maka relaipun akan on dan akan menghidupkan motor, sedangkan ketika rangkaian ini mendapatkan masukan logika rendah (0), menyebabkan transistor off sehingga relaipun off dan mematikan motor yang dihubungkan dengan relai ini. Jadi pergerakan
on dan off dari relai inilah yang mengatur hidup dan matinya motor.
4.1.3 Pengujian Rangkaian Penggerak Motor DC Dua Arah
Untuk mengetahui apakah rangkaian penggerak motor dc dua arah telah bekerja dengan baik maka dilakukan pengujian dengan memberikan logika pada kaki 1 dan 2 pada rangkaian penggerak motor dc dua arah. Adapun rangkaian uji motor DC dua arah ditunjukkan pada Gambar 4.2.
Gambar 4.2 Rangkaian uji penggerak motor DC dua arah.
Adapun hasil pengujian dari rangkaian penggerak motor dc dua arah terlihat pada Tabel 4.2.
1
Tabel 4.2 Hasil pengujian rangkaian penggerak motor dc dua arah.
Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa pada saat kaki 1 mendapat logika 0 maka pergerakan motor akan bergerak ke kiri, sedangkan ketika kaki ini mendapat logika 1 maka pergerakan motor akan bergerak kearah kanan hal ini karena kaki 1 digunakan untuk mengatur arah pergerakan motor. Ketika kaki 1 mendapat masukan logika 1 transistor BD 139 on dan relai pertama pun akan on. Pergerakan on dan off dari relai pertama inilah yang mengatur putaran motor ke kanan atau ke kiri. Sedangkan ketika kaki 2 mendapat logika 0 maka motor tetap diam, dan ketika mendapat logika 1 maka motor berputar. Hal ini disebabkan karena ketika kaki 1 yang berfungsi sebagai saklar mendapat logika 1 yang akan menyebabkan transistor BD 139 on sehingga menyebabkan relai on. Dengan aktifnya transistor mengakibatkan kolektor seolah–olah terhubung singkat terhadap ground dan membuat motor mendapat catu 12 V yang menjadikan motor berputar.
Dan dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa rangkaian penggerak motor DC dua arah telah dapat berfungsi dengan baik. Hal ini karena ketika kaki 1 dan kaki 0 diberi logika sesuai dengan arah yang ditentukan maka pergerakan motor telah sesuai dengan arah yang diinginkan
4.1.4 Pengujian Rangkaian Sensor infrared
Untuk mengetahui apakah rangkaian sensor infrared tersebut telah bekerja sesuai dengan yang diinginkan maka dilakukan pengujian dengan menggunakan LCD sebagai tampilannya apakah sensor infrared telah bekerja dengan baik pada saat kondisi terhalang oleh barang. Sensor yang diambil sebagai contoh adalah pada PINB.0, PINB.1 dan PINB.2
1 2 Motor
0 0 Berhenti
0 1 Berputar ke kiri
1 0 Berhenti
Program yang digunakan untuk pengujian sensor infrared adalah sebagai berikut #include <stdio.h> #include <90s8515.h> #include <delay.h> #asm .equ __lcd_port=0x1B #endasm #include <lcd.h> void main(void) { DDRB=0x00; DDRC=0b11111011; DDRD=0b11111000; lcd_init(16); while (1) { lcd_gotoxy(0,0); lcd_putsf(" ANDES "); lcd_gotoxy(0,1); lcd_putsf(" INDRAYANTO "); delay_ms(500); if (PINB.0==1) { lcd_gotoxy(0,0); lcd_putsf(" ADA BARANG "); lcd_gotoxy(0,1); lcd_putsf(" B0 "); delay_ms(500); } if (PINB.1==1) { lcd_gotoxy(0,0); lcd_putsf(" ADA BARANG "); lcd_gotoxy(0,1); lcd_putsf(" B1 "); delay_ms(500); } if (PINB.2==1) { lcd_gotoxy(0,0); lcd_putsf(" ADA BARANG "); lcd_gotoxy(0,1); lcd_putsf(" B2 "); delay_ms(500); } } }
Hasil pengujian rangkaian sensor infrared seperti terlihat pada Tabel 4.3.
Tabel 4.3 Hasil pengujian rangkaian sensor infrared.
Tampilan Lcd Kondisi infrared
PINB.0 PINB.1 PINB.2
Logika
Tidak terhalang barang - - - 0
Terhalang barang “ADA BARANG B0”
“ADA BARANG
B1”
“ADA BARANG
B2” 1
Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa pada saat sensor infrared tidak terhalang barang maka PINB.0=0, PINB.1=0 dan PINB.2=0 pada Lcd tidak ditampilkan tulisan apapun. Ketika terhalang barang yaitu pada saat PINB.0=1 maka ditampilkan tulisan “ADA BARANG B0”, PINB.1=1 maka ditampilkan tulisan ” ADA BARANG B1”, dan PINB.2=1 maka ditampilkan tulisan pada Lcd “ADA BARANG B2”.
4.1.5 Pengujian Rangkaian Sensor Limit Switch
Untuk mengetahui apakah rangkaian sensor limit switch telah bekerja sesuai dengan yang diinginkan maka dilakukan pengujian rangkaian sensor limit switch. Pengujian dilakukan dengan menekan limit switch dan pada saat yang sama tegangan keluaran yang akan menuju mikrokontroler diukur. Adapun rangkaian dari pengujian
limit switch ditunjukkan pada Gambar 4.3.
Dari pengujian yang telah dilakukan, didapat hasil pengujian rangkaian sensor
limit switch seperti terlihat pada Tabel 4.4.
Tabel 4.4 Hasil pengujian sensor limit switch.
Dari hasil pengujian limit switch dapat diketahui bahwa pada saat limit switch ketika tidak ditekan, tegangan keluarannya sebesar 5,02 volt. Hal ini disebabkan karena masukan dari kaki mikrokontroler langsung terhubung Vcc sehingga logika yang dideteksi mikrokontroler akan high. Sedangkan pada saat limit switch ditekan maka tegangan keluaran rangkaian sensor limit switch sebesar 0,0974V, hal ini disebabkan karena keluaran rangkaian sensor limit switch terhubung dengan ground, sehingga logika keluaran yang dideteksi mikrokontroler adalah logika low. Dengan hasil pengujian di atas dapat disimpulkan bahwa rangkaian limit switch telah bekerja dengan baik.