ANALISA DAN PEMBAHASAN
IV. 5 Pengujian Hipotesis
Setelah menyelesaikan tabel tunggal dan tabel silang, maka peneliti akan melakukan langkah selanjutnya, yaitu melakukan pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan untuk melakukan untuk mengetahui apakah apakah hipotesis dalam penelitian ini diterima atau ditolak. Hipotesis ini meliputi variabel bebas (X) yaitu Tayangan Jika Aku Menjadi di TransTV dan Variabel terikat (Y) yaitu Konsep Diri Mahasiswa FISIP USU.
Sebelum melakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu menguji tingkat hubungan antara variabel yang dikorelasikan dengan menggunakan rumus koefisien korelasi Pearson (Product Moment), yaitu
=
pengujian hipotesis korelasi Pearson ini menggunakan perangkat lunak SPSS Versi 17.0. Hasil uji korelasi bivariat Pearson diperoleh sebesar :
Tabel 25
Hasil uji Korelasi antara tayangan Jika Aku Menjadi di TransTV dengan Konsep Diri Mahasiswa FISIP USU
Berdasarkan hasil korelasi Pearson pada tabel 40 diatas, maka dapat diketahui besar korelasi Produk Moment (Pearson Product Moment Correlations) adalah 0,374. Berdasarkan nilai koefisien korelasi (Kriyantono, 2006:169), hasil 0,374 dengan tingkat signifikansi 0,01 menunjukkan hubungan yang rendah tetapi pasti (0,20-0,39).
Tanda korelasi pada koefisien korelasi menunjukkan + 0,374 yang menunjukkan arah hubungan yang sama antar variabel X dan variabel Y. Dengan kata lain, hal ini berarti semakin sering menonton tayangan Jika Aku Menjadi di TransTV maka baik pula konsep diri mahasiswa FISIP USU. Correlations 1 .374** .000 91 91 .374** 1 .000 91 91 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N
Tayangan "Jika Aku Menjadi" di TransTV
Konsep Diri
Mahasiswa FISIP USU
Tayangan "Jika Aku Menjadi" di TransTV Konsep Diri Mahasiswa FISIP USU
Berdasarkan analisa SPSS, maka diperoleh nilai koefisien korelasi ( r ) sebesar 0,374. Berdasarkan pernyataan rs > 0, maka hipotesis diterima. Karena probabilitas lebih kecil dari 0,005 dan kedua variabel memiliki tanda **, hal ini menunjukkan signifikansi, artinya hipotesis yang diterima dalam penelitian ini adalah Ha, yaitu terdapat hubungan antara tayangan “Jika Aku Menjadi” di Trans TV terhadap konsep diri mahasiswa FISIP USU. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima dan hubungannya signifikan.
Setelah melakukan analisa data, maka dilanjutkan dengan cara pengujian hipotesis. Pengukuran tingkat hubungan diantara dua variabel yang linear dapat menggunakan rumus Produk Moment (Pearson Product Moment Correlations), yaitu untuk menjelaskan hubungan antara variabel X dan variabel Y.
Dalam penelitian ini, hipotesis diharapkan dapat menunjukkan hubungan antara tayangan “Jika Aku Menjadi” di Trans TV mampu mempengaruhi konsep diri mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dan Fakultas Ilmu Politik USU.
Pengujian hipotesis dimulai dengan membuat jumlah skor dari nilai-nilai jawaban responden (mahasiswa FISIP angkatan 2008 dan 2009) yang menonton tayangan “Jika Aku Menjadi” di Trans TV.
Berdasarkan analisa SPSS, maka diperoleh nilai koefisien korelasi (rs) sebesar 0,374. Berdasarkan pernyataan rs > 0, maka hipotesis diterima. Karena probabilitas lebih kecil dari 0,005 dan kedua variabel memiliki tanda **, hal ini menunjukkan signifikansi, artinya hipotesis yang diterima dalam penelitian ini adalah Ha, yaitu terdapat hubungan antara tayangan “Jika Aku Menjadi” di Trans TV terhadap konsep diri mahasiswa FISIP USU.
Selanjutnya untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan yang digunakan diantara variabel yang diteliti digunakan nilai koefisien korelasi. Hasil rs = 0,374 ini menunjukkan hubungan yang rendah tapi pasti antara tayangan “Jika Aku Menjadi” di Trans TV terhadap konsep diri mahasiswa FISIP USU.
Kemudian untuk tahap selanjutnya adalah mencari kekuatan prediksi antara variabel X dan variabel Y dari penelitian ini yang disebut Uji Determinasi Korelasi, yaitu dengan rumus sebagai berikut : Kp = (rs) 2 x 100% Kp = (0,374) 2 x 100% Kp = 0,139 x 100% Kp = 13,9% Kp = 14%
Maka dapat disimpulkan bahwa kekuatan tayangan “Jika Aku Menjadi” di Trans TV (variabel X) dalam mempengaruhi konsep diri mahasiswa FISIP USU (variable Y) dalam penelitian ini adalah sebesar 14%. Selebihnya, yaitu 70% tayangan “Jika Aku Menjadi” di Trans TV tidak mempengaruhi konsep diri mahasiswa FISIP USU.
Hasil dari uji hipotesis merupakan akhir dari keseluruhan analisa data. Setelah nilai-nilai diperoleh, maka akan dibuat beberapa kesimpulan dan saran.
PEMBAHASAN
Tayangan “Jika Aku Menjadi” di TransTV merupakan program majalah berita yang menyuguhkan informasi langsung seputar kehidupan kalangan kelas bawah sehingga dapat memperkenalkan penonton pada kehidupan orang kecil seperti apa adanya. Pada setiap episodenya, tayangan “Jika Aku Menjadi” menayangkan tema yang berbeda dengan narasumber yang berbeda pula. Narasumbernya adalah rakyat yang memiliki profesi gurem seperti: petani, nelayan, pemulung, seniman kecil, tukang pijat, penjual air, penjual rujak, dan sebagainya. Yang dipilih menjadi narasumber adalah orang yang tetap jujur, sabar, tekun, gigih berjuang, meski hidupnya miskin dan penuh kesusahan. Para pembawa acara “Jika Aku Menjadi” dipilih dari proses casting dan setiap pekannya selalu berganti-ganti. Pembawa acara ini juga harus tinggal bersama narasumber beserta keluarganya selama 2-3 hari dan mengikuti semua aktivitas yang dilakukan oleh narasumber tersebut.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teori, antara lain teori Uses and Gratification, teori Pembelajaran sosial (Sosial Learning Theory), Teori Perbedaan Individual (Individual Differences Theory) dan Konsep diri.
Teori Uses and Gratification berangkat dari pandangan bahwa komunikasi (khususnya media massa) tidak mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi khalayak. Inti dari teori Uses and Gratification adalah menjelaskan bahwa khalayak pada dasarnya menggunakan media berdasarkan motif-motif tertentu. Media dianggap berusaha memenuhi motif hkalayak. Jika motif ini terpenuhi maka kebutuhan khalayak akan terpenuhi. Sesuai dengan penelitian yang menunjukkan pernah tidaknya responden
menonton tayangan Jika Aku Menjadi di TransTV maka
?
Teori ini dapat diuji kebenarannya dengan hasil data yang diperoleh pada saat penelitian. Jadi untuk membuktikan kebenaran teori Uses and GratificationPembelajaran sosial (Sosial Learning Theory) menjelaskan adanya fokus pada pembelajaran yang terjadi pada konteks sosial. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa dalam teori pembelajaran sosial, masyarakat belajar dari satu individu ke individu lain mulai dari proses pembelajaran pengamatan sampai pada peniruan dan model. Teori ini sesuai dengan kenyataan pada penelitian yang menunjukkan bahwa setelah menonton tayangan Jika Aku Menjadi di TransTV responden mampu menerima diri sendiri dengan segala keberadaannya, lebih mandiri, serta mampu merasakan kondisi kehidupan orang-orang kecil di lingkungan responden. Peneliti melakukan wawancara singkat dengan beberapa responden yang mengatakan dengan menonton tayangan Jika Aku Menjadi di TransTV mereka menjadi lebih bersyukur dengan keberadaan yang mereka punya, lebih mandiri dalam kehidupannya serta mampu merasakan kondisi kehidupan orang-orang kecil. Dengan melihat tayangan Jika Aku Menjadi di TransTV responden belajar dari kehidupan model, mengamati bagaimana model dalam tayangan Jika Aku Menjadi selama tinggal di rumah narasumber dan bersyukur dalam segala kekurangannya, proses atau tahap inilah yang menunjukkan teori pembelajaran sosial sesuai pada penelitian.
Teori Perbedaan Individual (Individual Differences Theory) menjelaskan tentang bagaimana efek media massa pada khalayak atau responden. Efek media massa tersebut tidaklah sama pada setiap orang, pendapat satu individu berbeda dengan individu lainnya. Contoh sederhana dapat dilihat pada sebuah tayangan komedi. Pada individu efek tayangan komedi tersebut bisa menjadi sangat lucu sambil menonton tertawa
terbahak-bahak sedangkan pada individu lain efek lucu biasa saja dan tidak tertawa terterbahak-bahak-terbahak-bahak sama sekali. Hal ini juga tampak dari penelitian bahwa beberapa responden berubah setelah menonton tayangan Jika Aku Menjadi di TransTV, berubah menjadi lebih peduli terhadap orang lain, berubah lebih mempunyai harapan atau cita-cita untuk masa depan, berubah menjadi lebih mandiri. Namun pada beberapa responden lain, perubahan ini tidak terjadi. Perbedaan inilah yang dijelaskan di teori perbedaan individual, setiap individu berbeda tergantung dengan struktur kejiwaannya.
BAB V PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti dapat menyimpukan beberapa hal yaitu sebagai berikut, yaitu sebagai berikut :
1. Terdapat hubungan/korelasi antara pengaruh tayangan Jika Aku Menjadi di transTV terhadap konsep diri mahasiswa FISIP USU. Bersadarkan hasil analisis korelasi dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang cukup berarti antara tayangan Jika Aku Menjadi di TransTV terhadap konsep diri mahasiswa FISIP USU. Hal ini berarti bahwa tayangan Jika Aku Menjadi di TransTV sebagai salah satu bentuk pesan dalam kegiatan komunikasi memiliki hubungan yang cukup berarti dalam memberikan pengaruh terhadap konsep diri yang baik untuk mahasiswa FISIP USU.
2. Bahwa Tayangan Jika Aku menjadi di TransTV memiliki nilai-nilai sosial yang di kehidupan bermasyarakat serta menyuguhkan informasi langsung seputar kehidupan kalangan kelas bawah sehingga dapat memperkenalkan penonton pada kehidupan orang kecil seperti apa adanya.
V.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka peneliti dapat menyarankan beberapa hal yaitu sebagai berikut :
1. Sebaiknya tayangan Jika Aku Menjadi di TransTV tidak hanya dilakukan di daerah yang terjangkau saja tapi lebih kepada daerah-daerah yang terpencil di seluruh Indonesia.
2. Diharapkan bagi pihak TransTV agar tayangan Jika Aku Menjadi dapat meningkatkan lagi durasi penayangannya agar dapat
3. Sebaiknya pembawa acara dalam tayangan Jika Aku Menjadi di TransTV tidak hanya dikalangan mahasiswa-mahasiswa saja tapi dari kalangan karyawan swasta ataupun negeri.