• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. ANALISIS HASIL PENELITIAN

B. Analisis Hasil Penelitian

3. Pengujian Hipotesis

Dari hasil pengujian asumsi klasik disimpulkan bahwa bahwa model regresi yang dipakai dalam penelitian ini telah memenuhi model estimasi yang

Best Linear Unbiased Estimator (BLUE) dan layak dilakukan analisis regresi.

Untuk menguji hipotesis, peneliti menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program SPSS 16, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

a. Persamaan Regresi

Dalam pengolahan data dengan menggunakan regresi linear, dilakukan beberapa tahapan untuk mencari hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, melalui pengaruh SQRT_CAR (X1), SQRT_DER (X2), SQRT_NPL (X3), SQRT_OR (X4), dan SQRT_LDR (X5) terhadap SQRT_ROE (Y). Hasil regresi dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut ini:

Tabel 4.7 Analisis Hasil Regresi

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 1.691 .339 4.993 .000 SQRT_X1 -.320 .340 -.163 -.942 .350 .296 3.384 SQRT_X2 -.009 .047 -.036 -.187 .853 .243 4.115 SQRT_X3 -.449 .166 -.273 -2.698 .009 .865 1.156 SQRT_X4 -.760 .231 -.365 -3.282 .002 .720 1.389 SQRT_X5 -.502 .130 -.426 -3.866 .000 .734 1.363

a. Dependent Variable: SQRT_Y

Berdasarkan tabel di atas, didapatlah persamaan regresi sebagai beikut: SQRT_Y = 1.691 – 0.320 SQRT_X1 – 0.009 SQRT_X2 – 0.449

SQRT_X3 – 0.760 SQRT_X4 – 0.502 SQRT_X5 + ε

Setelah dilakukan kuadrat, diperoleh persamaan:

Y = 2,859481 – 0,1024 X1 – 0,000081 X2 – 0,201601 X3 – 0,5776 X4 – 0,252004 X5 + ε

Keterangan :

1) Konstanta sebesar 2,859481 menunjukkan bahwa jika variabel independen dianggap konstan, maka return on equity sebesar 2,859481.

2) β1 sebesar -0,1024 menunjukkan bahwa setiap penambahan Capital

Adequacy Ratio sebesar 1% akan diikuti oleh penurunan return on equity

sebesar 0,1024 dengan asumsi variabel lain tetap atau sama dengan nol. 3) β2 sebesar -0,000081 menunjukkan bahwa setiap penambahan Debt to

Equity Ratio sebesar 1% akan diikuti oleh penurunan return on equity

sebesar 0,000081 dengan asumsi variabel lain tetap atau sama dengan nol. 4) β3 sebesar -0,201601 menunjukkan bahwa setiap penambahan Non

Performing Loan sebesar 1% akan diikuti oleh penurunan return on equity

sebesar 0,201601 dengan asumsi variabel lain tetap atau sama dengan nol. 5) β4 sebesar -0,5776 menunjukkan bahwa setiap penambahan Operating

Ratio sebesar 1% akan diikuti oleh penurunan return on equity sebesar

6) β5 sebesar -0,252004 menunjukkan bahwa setiap penambahan Loan to

Deposit Ratio sebesar 1% akan diikuti oleh penurunan return on equity

sebesar -0,252004 dengan asumsi variabel lain tetap atau sama dengan nol.

b. Koefisien Determinasi

Nilai koefisien korelasi (R) menunjukkan seberapa besar korelasi atau hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel dependen. Koefisien korelasi dikatakan kuat apabila nilai R berada di atas 0.5 dan mendekati 1.

Koefisien determinasi (R square) menunjukkan seberapa besar variabel independen menjelaskan variabel dependennya. Nilai R square adalah nol sampai dengan satu. Apabila nilai R square semakin mendekati satu, maka variabel-variabel independen memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Sebaliknya, semakin kecil nilai

R square, maka kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan

variasi variabel dependen semakin terbatas. Nilai R square memiliki

kelemahan yaitu nilai R square akan meningkat setiap ada penambahan satu variabel independen meskipun variabel independen tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Tabel 4.8 Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .636a .404 .360 .0978298 1.812 a. Predictors: (Constant), SQRT_X5, SQRT_X3, SQRT_X1, SQRT_X4, SQRT_X2 b. Dependent Variable: SQRT_Y

Sumber: Data yang diolah penulis, 2009.

Pada model summary, nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,636 yang berarti bahwa korelasi atau hubungan antara return on equity (SQRT_Y) dengan variabel independennya (SQRT_CAR, SQRT_DER, SQRT_NPL, SQRT_OR, dan SQRT_LDR) begitu kuat karena berada diatas 0,5. Angka

adjusted R square atau koefisien determinasi adalah 0,360. Hal ini berarti

36% variasi atau perubahan dalam return on equity dapat dijelaskan oleh variasi dari capital adequacy ratio, debt to equity ratio, non performing

loan, operating ratio, dan loan to deposit ratio, sedangkan sisanya (64%)

dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Standar Error of Estimate (SEE) adalah 0,0978298, yang mana semakin besar SEE akan membuat model regresi kurang tepat dalam memprediksi variabel dependen.

c. Uji t dan uji F

Untuk mengetahui apakah variabel independen dalam model regresi berpengaruh terhadap variabel dependen, maka dilakukan pengujian dengan menggunakan uji t (t test) dan uji F (F test).

1) Uji t (t Test)

Uji t digunakan untuk menguji signifikansi konstanta dan setiap variabel independennya. Berdasarkan hasil pengolahan SPSS versi 16, diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 4.9 Hasil Uji t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 1.691 .339 4.993 .000 SQRT_X1 -.320 .340 -.163 -.942 .350 .296 3.384 SQRT_X2 -.009 .047 -.036 -.187 .853 .243 4.115 SQRT_X3 -.449 .166 -.273 -2.698 .009 .865 1.156 SQRT_X4 -.760 .231 -.365 -3.282 .002 .720 1.389 SQRT_X5 -.502 .130 -.426 -3.866 .001 .734 1.363

a. Dependent Variable: SQRT_Y

Sumber : Diolah oleh penulis dengan SPSS, 2009

a. Pengaruh capital adequacy ratio (SQRT_X1) terhadap return on equity (SQRT_Y) diuji dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut:

H0 : SQRT_X1 = 0, artinya variabel capital adequacy ratio (SQRT_X1) tidak berpengaruh terhadap return on equity (SQRT_Y).

Ha : SQRT_X1 ≠ 0, artinya variabel capital adequacy ratio (SQRT_X1)

Kriteria:

H0 diterima jika t hitung > t tabel untuk α = 5% atau signifikansi > 0,05 Ha diterima jika t hitung < t tabel untuk α = 5% atau signifikansi < 0,05

Nilai t hitung untuk variabel capital adequacy ratio (SQRT_X1) sebesar -0,942, dan t tabel dengan α = 5% diketahui sebesar 1,993464. Dengan demikian, nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel (-0,942 < 1,993464). Selain itu, dengan melihat nilai signifikansi SQRT_X1, hasil hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,350 lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa capital adequacy ratio secara individu (parsial) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap

return on equity.

b. Pengaruh debt to equity ratio (SQRT_X2) terhadap return on equity (SQRT_Y) diuji dengan menggunakan hipotesis berikut:

H0 : SQRT_X2 = 0, artinya variabel debt to equity ratio (SQRT_X2) tidak berpengaruh terhadap return on equity (SQRT_Y).

Ha : SQRT_X2 ≠ 0, artinya variabel debt to equity ratio (SQRT_X2)

berpengaruh signifikan terhadap return on equity (SQRT_Y). Kriteria:

H0diterima jika t hitung > t tabel untuk α = 5% atau signifikansi > 0,05 Ha diterima jika t hitung < t tabel untuk α = 5% atau signifikansi < 0,05

Nilai t hitung untuk variabel debt to equity ratio (SQRT_X2) sebesar -0,187, dan t tabel dengan α = 5% diketahui sebesar 1,993464. Dengan demikian, nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel (-0,187 < 1,993464).

Selain itu, dengan melihat nilai signifikansi SQRT_X2, hasil hipotesis juga menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,853 lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa debt to equity ratio secara individu (parsial) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return on

equity.

c. Pengaruh non performing loan (SQRT_X3) terhadap return on equity (SQRT_Y) diuji dengan menggunakan hipotesis berikut:

H0 : SQRT_X3 = 0, artinya variabel non performing loan (SQRT_X3) tidak berpengaruh terhadap return on equity (SQRT_Y).

Ha : SQRT_X3 ≠ 0 , artinya variabel non performing loan (SQRT_X3) berpengaruh signifikan terhadap return on equity (SQRT_Y).

Kriteria:

H0diterima jika t hitung > t tabel untuk α = 5% atau signifikansi > 0,05 Ha diterima jika t hitung < t tabel untuk α = 5% atau signifikansi < 0,05

Nilai t hitung untuk variabel non performing loan (SQRT_X3) sebesar -2,698, dan t tabel dengan α = 5% diketahui sebesar 1,993464. Dengan demikian, nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel (-2,698 < 1,993464). Selain itu, dengan melihat nilai signifikansi SQRT_X3, hasil hipotesis juga menunjukkan hasil yang sama, dimana nilai signifikansi sebesar 0,009 lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa non

performing loan secara individu (parsial) memiliki pengaruh yang

d. Pengaruh operating ratio (SQRT_X4) terhadap return on equity (SQRT_Y) diuji dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut:

H0 : SQRT_X4 = 0, artinya variabel operating ratio (SQRT_X4) tidak berpengaruh terhadap return on equity (SQRT_Y).

Ha : SQRT_X4 ≠ 0, artinya variabel operating ratio (SQRT_X4)

berpengaruh signifikan terhadap return on equity (SQRT_Y). Kriteria:

H0diterima jika t hitung > t tabel untuk α = 5% atau signifikansi > 0,05 Ha diterima jika t hitung < t tabel untuk α = 5% atau signifikansi < 0,05

Nilai t hitung untuk variabel operating ratio (SQRT_X4) sebesar -3,282, dan t tabel dengan α = 5% diketahui sebesar 1,993464. Dengan demikian, nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel (-3,282 < 1,993464). Selain itu, dengan melihat nilai signifikansi SQRT_X4, hasil hipotesis juga menunjukkan hasil yang sama, dimana nilai signifikansi sebesar 0,002 lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa operating ratio secara individu (parsial) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap

return on equity dengan arah pengaruh yang negatif.

e. Pengaruh loan to deposit ratio (SQRT_X5) terhadap return on equity (SQRT_Y) diuji dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut:

H0 : SQRT_X5 = 0, artinya variabel loan to deposit ratio (SQRT_X5) tidak berpengaruh terhadap return on equity (SQRT_Y).

Ha : SQRT_X4 ≠ 0, artinya variabel loan to deposit ratio (SQRT_X5)

berpengaruh signifikan terhadap return on equity (SQRT_Y). Kriteria:

H0diterima jika t hitung > t tabel untuk α = 5% atau signifikansi > 0,05 Ha diterima jika t hitung < t tabel untuk α = 5% atau signifikansi < 0,05

Nilai t hitung untuk variabel loan to deposit ratio (SQRT_X5) sebesar -3,866, dan t tabel dengan α = 5% diketahui sebesar 1,993464. Dengan demikian, nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel (-3,866 < 1,993464). Selain itu, dengan melihat nilai signifikansi SQRT_X5, hasil hipotesis juga menunjukkan hasil yang sama, dimana nilai signifikansi sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa

loan to deposit ratio secara individu (parsial) memiliki pengaruh yang

signifikan terhadap return on equity dengan arah pengaruh yang negatif.

2) Uji F (F Test)

Untuk melihat pengaruh capital adequacy ratio, debt to equity ratio, non

performing loan, operating ratio, dan loan to deposit ratio terhadap return on equity secara simultan dapat dihitung dengan menggunakan F test.

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program SPSS 16, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.10 Hasil Uji F

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression .435 5 .087 9.089 .000a

Residual .641 67 .010

Total 1.076 72

a. Predictors: (Constant), SQRT_X5, SQRT_X3, SQRT_X1, SQRT_X4, SQRT_X2 b. Dependent Variable: SQRT_Y

Sumber: Data yang diolah penulis, 2009.

Untuk memprediksi pengaruh dari variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan, digunakan hipotesis sebagai berikut:

H0 : SQRT_X1 = SQRT_X2 = SQRT_X3 = SQRT_X4 = SQRT_X5 = 0, artinya variabel capital adequacy ratio (SQRT_X1), debt to equity ratio (SQRT_X2), non performing loan (SQRT_X3), operating ratio (SQRT_X4) dan loan to deposit ratio (SQRT_X5) secara bersama-sama (simultan) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel

return on equity (SQRT_Y).

Ha : SQRT_X1 = SQRT_X2 = SQRT_X3 = SQRT_X4 = SQRT_X5 ≠ 0, artinya variabel capital adequacy ratio (SQRT_X1), debt to equity ratio (SQRT_X2), non performing loan (SQRT_X3), operating ratio (SQRT_X4) dan loan to deposit ratio (SQRT_X5) secara bersama-sama (simultan) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel return

Dengan kriteria:

H0 diterima jika f hitung < f tabel untuk α = 5% Ha diterima jika f hitung > f tabel untuk α = 5%

Dari uji ANOVA atau F test, diperoleh F hitung sebesar 9,089 dengan tingkat signifikansi 0,000, sedangkan F tabel sebesar 2,351658 dengan signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa capital

adequacy ratio, debt to equity ratio, non performing loan, operating ratio, dan loan to deposit ratio berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap return on equity karena F hitung > F tabel (9,089 > 2,351658) dan sig penelitian < 0,05 (0,000 < 0,05).

Dokumen terkait