BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
D. Analisis Statistik
2. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan Pengujian Koefisien Determinasi (R2), Uji Signifikansi Simultan (Uji-f) dan Uji Signifikansi Parsial (Uji-t), yaitu:
a. Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Jika R² semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X1, X2, X3, X4) yaitu berupa brand awareness, brand association, perceived quality, dan
brand loyalty adalah besar terhadap variabel terikat (Y) yaitu keputusan
pembelian konsumen untuk minuman berkarbonasi merek Fanta. Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat.
Sebaliknya, jika R² semakin kecil (mendekati nol), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X1, X2, X3, X4) yaitu berupa brand awareness,
brand association, perceived quality, dan brand loyalty adalah kecil terhadap
keputusan pembelian konsumen untuk minuman berkarbonasi merek Fanta sebagai variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat.
Tabel 4.18
Koefisien Determinasi (R2) Model Summary(b)
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 ,743(a) ,552 ,533 1,84256
a Predictors: (Constant), Brand_Loyalty, Brand_Association, Brand_Awareness, Perceived_Quality
b Dependent Variable: Keputusan_Pembelian
Sumber: Hasil pengolahan data dengan SPSS 15.0 for windows (16 Mei 2010) Berdasarkan Tabel 4.18 dapat diketahui bahwa:
a. R = 0,743, berarti hubungan antara Brand Awareness (X1), Brand Association (X2), Perceived Quality (X3) dan Brand Loyalty (X4) terhadap Keputusan Pembelian (Y) yaitu sebesar 74,3%.
b. R square = 0,552 atau 55,2% keputusan pembelian konsumen untuk minuman berkarbonasi merek Fanta dapat dijelaskan oleh Brand Awareness, Brand
Association, Perceived Quality dan Brand Loyalty sedangkan sisanya sebesar
44,8% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa keempat variabel mempunyai hubungan yang erat terhadap keputusan pembelian minuman berkarbonasi merek Fanta. Pernyataan ini juga sesuai dengan penelitian Widayanti yang menyatakan bahwa ekuitas merek yang terdiri dari brand awareness, brand
association, perceived quality dan brand loyalty mempunyai hubungan yang
kuat terhadap keputusan pembelian minuman berkarbonasi merek Fanta, Coca-cola, dan Sprite.
b. Uji Signifikansi Simultan (Uji-f)
Uji signifikansi simultan (Uji-f) pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel (X1, X2, X3, X4) yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Y) yaitu keputusan pembelian konsumen untuk minuman berkarbonasi merek Fanta.
Langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut: a) Menentukan model hipotesis untuk H0 dan Ha.
b) Mencari nilai ftabel dengan cara menentukan tingkat kesalahan (α) dan menentukan derajat kebebasan (df).
c) Menentukan kriteria pengambilan keputusan
d) Mencari nilai fhitung dengan menggunakan bantuan SPSS Versi 15.0. e) Kesimpulan
Hasil pengujian:
a. Model hipotesis yang digunakan dalam uji-f adalah: H0 : b1, b2= 0
Artinya secara bersama-sama tidak terdapat pengaruh yang positif dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4) yaitu brand awareness, brand association,
perceived quality, dan brand loyalty terhadap keputusan pembelian konsumen
untuk minuman berkarbonasi merek Fanta sebagai variabel terikat (Y). Ha : b1, b2, ≠ 0
Artinya secara bersama-sama terdapat pengaruh yang positif dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4) yaitu brand awareness, brand association, perceived
b. Ftabel dapat dilihat pada α = 5 %, ftabel 0,05 (4 : 95) = 2,45 Derajat bebas pembilang = k - 1 = 5 - 1 = 4
Derajat penyebut = n - k = 100 - 5 = 95 dimana, k = jumlah variabel yang digunakan
n = jumlah sampel c. Kriteria pengambilan keputusan
H0 diterima jika fhitung < ftabel pada CI = 95 % Ha diterima jika fhitung > ftabel pada CI = 95 %
d. Nilai fhitung dengan menggunakan tabel ANOVA sebagai hasil pengolahan data dengan bantuan SPSS versi 15.0 for windows dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4.19
Uji Signifikansi Simultan (Uji-f) ANOVA(b)
Model Sum of Squares df Mean Square f Sig.
1 Regression 396,782 4 99,196 29,218 ,000(a)
Residual 322,528 95 3,395
Total 719,310 99
a Predictors: (Constant), Brand_Loyalty, Brand_Association, Brand_Awareness, Perceived_Quality
b Dependent Variable: Keputusan_Pembelian
Sumber: Hasil pengolahan data dengan SPSS 15.0 for windows (16 Mei 2010) e. Kesimpulan hasil pengujian
Berdasarkan Tabel 4.19 hasil uji fhitung menunjukkan nilai fhitung = 29,218 Hal ini menununjukkan bahwa nilai fhitung > ftabel, yaitu 29,218 > 2,45. Dengan demikian hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima karena fhitung > ftabel pada CI=95%. Artinya, secara simultan (bersama-sama) variabel-variabel bebas (X1, X2, X3, X4) yaitu berupa brand awareness, brand association, perceived
quality, dan brand loyalty berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Hal ini sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh Aaker dalam Durianto, dkk (2001:5) bahwa ekuitas merek yang terdiri dari brand awareness, brand
association, perceived quality, dan brand loyalty mempunyai pengaruh
terhadap keputusan pembelian konsumen. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian ini, teori yang dikemukakan, dan penelitian Widayanti (2009) yang juga menyatakan bahwa ekuitas merek yang terdiri dari brand awareness,
brand association, perceived quality, dan brand loyalty mempunyai pengaruh
terhadap keputusan pembelian konsumen. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekuitas merek merupakan bagian yang penting dalam mempengaruhi keputusan pembelian minuman berkarbonasi merek Fanta
c. Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)
Uji signifikansi parsial (Uji-t) menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara individual terhadap variabel terikat.
Langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut: a) Menentukan model hipotesis untuk H0 dan Ha.
b) Mencari nilai ttabel dengan cara menentukan tingkat kesalahan (α) dan menentukan derajat kebebasan (df)
c) Menentukan kriteria pengambilan keputusan
d) Mencari nilai thitung dengan menggunakan bantuan SPSS versi 15.0 for
windo ws
Hasil pengujian:
a. Model hipotesis yang akan digunakan dalam uji-t adalah H0 : b1 = 0
Artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4) yaitu brand awareness, brand association,
perceived quality, dan brand loyalty terhadap keputusan pembelian konsumen
untuk minuman berkarbonasi merek Fanta sebagai variabel terikat (Y). Ha : b1≠ 0
Artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4) yaitu brand awareness, brand association,
perceived quality, dan brand loyalty terhadap keputusan pembelian konsumen
untuk minuman berkarbonasi merek Fanta sebagai variabel terikat (Y). b. ttabel diperoleh dengan derajat bebas = n – k
n = jumlah sampel
k = jumlah variabel yang digunakan df = derajat bebas = n – k = 100 – 5 = 95
maka nilai ttabel pada α = 5 % dan derajat kebebasan (df) = 95 adalah 1,99. c. Kriteria pengambilan keputusan
1. H0 diterima jika thitung < ttabel pada CI = 95 % 2. Ha diterima jika thitung > ttabel pada CI = 95 %
d. Nilai t hitung dengan menggunakan tabel Coefficient sebagai hasil pengolahan data dengan bantuan SPSS versi 15.0 for windows dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4.20
Uji Signifikansi Parsial (Uji-t) Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 5,304 1,594 3,328 ,001 Brand_Awareness ,558 ,173 ,331 3,224 ,002 Brand_Association -,318 ,130 -,346 -2,451 ,016 Perceived_Quality ,315 ,134 ,256 2,347 ,021 Brand_Loyalty ,465 ,085 ,580 5,499 ,000
a Dependent Variable: Keputusan_Pembelian
Sumber: Hasil pengolahan data dengan SPSS 15.0 for windows (16 Mei 2010) e. Kesimpulan hasil pengujian
1. Variabel Brand Awareness
Berdasarkan Tabel 4.20 nilai thitung variabel brand awareness (X1) adalah 3,224 dan nilai ttabel bernilai 1,99 sehingga thitung > ttabel (3,224 >1,99) dan nilai signifikan 0,002 < 0,025.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel brand
awareness berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian konsumen untuk minuman berkarbonasi merek Fanta.
Hal ini sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh Aaker dalam Durianto, dkk (2001:56) bahwa brand awareness mampu mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap suatu produk. Pernyataan ini dipertegas kembali dalam penelitian Widayanti (2009) yang menyatakan bahwa
brand awareness juga mempunyai pengaruh terhadap keputusan
2. Variabel Brand Association
Berdasarkan Tabel 4.20 nilai thitung variabel brand association (X2) adalah -
2,451 dan nilai ttabel bernilai 1,99 sehingga thitung > ttabel (-2,451 >1,99) dan nilai signifikan 0,016 < 0,025.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel brand
association berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian konsumen untuk minuman berkarbonasi merek Fanta.
Berdasarkan penelitian ini terdapat gap antara hasil penelitian dengan teori yang dinyatakan oleh Aaker dalam Durianto, dkk (2001:69) bahwa brand
association mampu mempengaruhi keputusan pembelian konsumen
terhadap suatu produk. Begitu juga dengan penelitian Widayanti (2009) yang menyatakan bahwa brand association mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Analisis yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini bahwa konsumen tidak begitu memperhatikan atribut dari
brand association, seperti bentuk botol, logo, dan pilihan rasa yang
tersedia. Konsumen dapat menjadi bingung jika Fanta sering mengganti bentuk botol, logo maupun pilihan rasa yang sudah ada.
3. Variabel Perceived Quality
Berdasarkan Tabel 4.20 nilai thitung variabel perceived quality (X3) adalah 2,347 dan nilai ttabel bernilai 1,99 sehingga thitung > ttabel (2,347 >1,99) dan nilai signifikan 0,021 < 0,025.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel perceived
quality berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan
Hal ini sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh Aaker dalam Durianto, dkk (2001:100) bahwa perceived quality mampu mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap suatu produk. Tetapi terdapat gap antara hasil penelitian ini, teori yang dikemukakan dengan penelitian Widayanti (2009) yang menyatakan bahwa perceived quality tidak mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen.
4. Variabel Brand Loyalty
Berdasarkan Tabel 4.20 nilai thitung variabel brand loyalty (X4) adalah 5,499 dan nilai ttabel bernilai 1,99 sehingga thitung > ttabel (5,499 >1,99) dan nilai signifikan 0,000 < 0,025.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel brand
loyalty berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian konsumen untuk minuman berkarbonasi merek Fanta.
Hal ini sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh Aaker dalam Durianto, dkk (2001:127) bahwa brand loyalty mampu mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap suatu produk. Namun, untuk variabel brand
loyalty terdapat gap antara hasil penelitian ini, teori yang dikemukakan
dengan penelitian Widayanti (2009) yang menyatakan bahwa brand
loyalty tidak mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian
konsumen. Sedangkan berdasarkan hasil dalam penelitian ini variabel
brand loyalty merupakan variabel yang paling dominan dalam