• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian Hipotesis 1. Analisis Variansi Dua Jalan dengan Sel Tak Sama

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pengujian Instrumen

E. Pengujian Hipotesis 1. Analisis Variansi Dua Jalan dengan Sel Tak Sama

Setelah persyaratan analisis variansi dua jalan terpenuhi, dilanjutkan dengan pengujian hipotesis penelitian. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis variansi (ANAVA) dua jalan dengan sel tak sama dengan menggunakan program software SPSS 18 dengan taraf signifikansi α= 0,05.

Untuk lebih jelasnya perhitungan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama terhadap prestasi belajar kognitif dapat dilihat pada Lampiran 29.

Rangkuman hasil perhitungan disajikan pada Tabel 4.9 dan 4.10.

Tabel 4.9. Rata-rata Prestasi Kognitif

Metode Rerata Prestasi Kognitif

Rendah Sedang Tinggi Total

NHT 79,33 78,48 81,00 79,38

MM 67,20 76,70 81,09 76,72

Total 73,82 77,55 81,04

Tabel 4.10. Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan dengan Sel Tak Sama Prestasi Kognitif

Sumber Fobs Fα Kesimpulan

Metode (A) 6430,05 4,00 Terdapat pengaruh

Kemampuan Memori (B) 5,62 3,15 Terdapat pengaruh Metode dan Kemampuan

Memori (AB)

4,01 3,15 Terdapat interaksi Dari Tabel 4.10, menunjukkan bahwa:

a. Nilai FA obs = 6430,05 dan Ftabel = 4,00. Oleh karena FA obs > Ftabel maka H0A ditolak dan H1A diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara metode pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan Make a Match (MM) terhadap prestasi belajar kognitif siswa.

commit to user

59

b. Nilai FB obs = 5,62 dan Ftabel = 3,15. Oleh karena FB obs > Ftabel maka H0B ditolak dan H1B diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara kemampuan memori terhadap prestasi belajar kognitif siswa.

c. Nilai FAB obs = 4,01 dan Ftabel = 3,15. Oleh karena FAB obs > Ftabel maka H0AB ditolak dan H1AB diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat interaksi antara metode pembelajaran Make a Match (MM) dan Numbered Head Together (NHT) dan kemampuan memori terhadap prestasi belajar kognitif siswa. Untuk lebih jelasnya interaksi antara metode pembelajaran Make a Match (MM) dan Numbered Head Together (NHT) dan kemampuan memori terhadap prestasi belajar kognitif siswa dapat dilihat pada Lampiran 29.

Perhitungan Analisis Variansi sel tak sama pada prestasi belajar afektif dapat dilihat pada Lampiran 30, sedangkan rangkuman hasil perhitungannya disajikan pada Tabel 4.11 dan Tabel 4.12.

Tabel 4.11. Rata-rata Prestasi Afektif

Metode Rerata Prestasi Afektif

Rendah Sedang Tinggi Total

NHT 81,83 95,81 90,75 92,10

MM 89,20 92,74 92,73 92,28

Total 85,18 94,20 92,19

Tabel 4.12. Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan dengan Sel Tak Sama Prestasi Afektif

Sumber Fobs Fα Kesimpulan

Metode (A) 0,01 4,00 Tidak ada pengaruh

Kemampuan Memori (B) 9,90 3,15 Terdapat pengaruh Metode dan Kemampuan

Memori (AB)

2,60 3,15 Tidak ada interaksi Dari Tabel 4.12 menunjukkan bahwa:

a. Nilai FA obs = 2,36 dan Ftabel = 4,00. Oleh karena FA obs < Ftabel maka H0A

diterima dan H1A ditolak, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada pengaruh antara metode pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dan Make a Match (MM) terhadap prestasi belajar afektif siswa.

commit to user

b. Nilai FB obs = 9,90dan Ftabel = 3,15. Oleh karena FB obs > Ftabel maka H0B ditolak dan H1B diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara kemampuan memori terhadap prestasi belajar afektif siswa.

c. Nilai FAB obs = 2,60 dan Ftabel = 3,15. Oleh karena FAB obs < Ftabel maka H0AB diterima dan H1AB ditolak, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada interaksi antara metode pembelajaran Make a Match (MM) dan Numbered Head Together (NHT) dan kemampuan memori terhadap prestasi belajar afektif siswa.

2. Uji Lanjut Pasca Analisis Variansi Dua Jalan

Untuk mengetahui variabel mana yang secara signifikan memberikan pengaruh yang berbeda dengan variabel yang lain dilakukan uji lanjut pasca Anava dua jalan dengan uji Scheffe dengan software SPSS 18 dengan signifikansi α = 0,05. Berikut ini adalah pasangan hipotesis yang akan diuji untuk subkelompok:

a. Menguji perbedaan rata-rata antara siswa yang memiliki kemampuan memori tinggi dan kemampuan memori sedang, hipotesisnya adalah sebagai berikut:

H0 : Tidak terdapat perbedaan rata-rata antara antara siswa yang memiliki kemampuan memori tinggi dan siswa yang memiliki kemampuan memori sedang.

H1 : Ada terdapat perbedaan rata-rata antara antara siswa yang memiliki kemampuan memori tinggi dan siswa yang memiliki kemampuan memori sedang.

b. Menguji perbedaan rata-rata antara siswa yang memiliki kemampuan memori rendah dan kemampuan memori tinggi, hipotesisnya adalah sebagai berikut:

H0 : Tidak terdapat perbedaan rata-rata antara antara siswa yang memiliki kemampuan memori rendah dan siswa yang memiliki kemampuan memori tinggi.

commit to user

61

H1 : Ada terdapat perbedaan rata-rata antara antara siswa yang memiliki kemampuan memori rendah dan siswa yang memiliki kemampuan memori tinggi.

c. Menguji perbedaan rata-rata antara siswa yang memiliki kemampuan memori sedang dan kemampuan memori tinggi, hipotesisnya adalah sebagai berikut:

H0 : Tidak terdapat perbedaan rata-rata antara antara siswa yang memiliki kemampuan memori sedang dan siswa yang memiliki kemampuan memori tinggi.

H1 : Ada perbedaan rata-rata antara antara siswa yang memiliki kemampuan memori sedang dan siswa yang memiliki kemampuan memori tinggi.

Dengan kriteria uji adalah sebagai berikut:

a. Jika nilai signifikansi > 0,05; maka H0 diterima.

b. Jika nilai signifikansi < 0,05; maka H0 ditolak.

Hasil dari perhitungan uji lanjut pasca anava aspek kognitif dapat dilihat pada Lampiran 29 dan 30, sedangkan rangkuman hasil perhitungan disajikan pada Tabel 4.13 dan 4.14.

Tabel 4.13. Rangkuman Uji Lanjut Pasca Analisis Variansi Dua Jalan Aspek Kognitif

Variabel Signifikansi Kesimpulan

Kemampuan Memori Rendah dan Kemampuan Sedang

0,19 Tidak ada perbedaan Kemampuan Memori Rendah dan

Kemampuan memori Tinggi

0,01 Terdapat perbedaan Kemampuan Memori Sedang

Kemampuan Memori Tinggi

0,09 Tidak ada perbedaan Dari Tabel 4.13 di atas menunjukkan bahwa:

a. Siswa yang memiliki kemampuan memori rendah akan memberikan hasil prestasi kognitif yang sama dengan siswa yang memiliki kemampuan memori sedang.

commit to user

b. Siswa yang memiliki kemampuan memori rendah akan memberikan hasil prestasi kognitif yang berbeda dengan siswa yang memiliki kemampuan memori tinggi.

c. Siswa yang memiliki kemampuan memori sedang akan memberikan hasil prestasi kognitif yang sama dengan siswa yang memiliki kemampuan memori tinggi.

Tabel 4.14. Rangkuman Uji Lanjut Pasca Analisis Variansi Dua Jalan Aspek Afektif

Variabel Signifikansi Kesimpulan

Kemampuan Memori Rendah dan Kemampuan Memori Sedang

0,02 Terdapat perbedaan Kemampuan Memori Rendah dan

Kemampuan Memori Tinggi

0,06 Tidak ada perbedaan Kemampuan Memori Sedang dan

Kemampuan Memori Tinggi

0,41 Tidak ada perbedaan

Dari Tabel 4.14 di atas menunjukan bahwa:

a. Siswa yang memiliki kemampuan memori rendah akan menunjukkan hasil prestasi afektif yang berbeda dengan siswa yang memiliki kemampuan memori sedang.

b. Siswa yang memiliki kemampuan memori rendah akan menunjukan hasil prestasi afektif yang sama dengan siswa yang memiliki kemampuan memori tinggi.

c. Siswa yang memiliki kemampuan memori sedang akan menunjukan hasil prestasi afektif yang sama dengan siswa yang memiliki kemampuan memori tinggi.

F. Pembahasan Hasil Analisis Data

Dokumen terkait