• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Batas Pemahaman Para Pengguna

4.4 Analisis Verifikatif

4.4.2 Pengujian Hipotesis

Selanjutnya untuk membuktikan apakah sistem pengendalian intern dan pengelolaan keuangan daerah memberikan pengaruh yang signfikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah baik secara bersama-sama maupun secara parsial, maka dilakukan pengujian hipotesis. Pengujian dimulai dari pengujian secara bersama-sama dan dilanjutkan dengan pengujian secara parsial.

 Pengujian Koefisien Jalur Secara Bersama-sama. Hipotesis Statistik:

Ho: YX1=YX2= 0 Sistem pengendalian intern dan pengelolaan keuangan daerah secara bersama-sama tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah.

Ha: YX1 YX2 0

Sistem pengendalian intern dan pengelolaan keuangan daerah secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah. Untuk menguji hipotesis diatas digunakan uji F dengan formula sebagai berikut:

Fhitung= 1 2 1 2 2 Y(X X ) 2 Y(X X ) (n k 1)R k(1 R )    (Pembulatan)

Berdasarkan hasil pengolahan menggunakan software SPSS.15 diperoleh nilai Fhitungpengaruh sistem pengendalian intern dan pengelolaan keuangan daerah terhadap kualitas laporan keuangan daerah sebagai berikut.

Tabel 4.64

Uji Anova untuk uji pengaruh sistem pengendalian intern dan pengelolaan keuangan daerah terhadap kualitas laporan keuangan daerah

ANOVAb 19,964 2 9,982 113,909 ,000a 7,273 83 ,088 27,237 85 Regression Residual Total Model 1 Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Predictors: (Constant), X2, X1 a.

Dependent Variable: Y b.

Berdasarkan tabel pengujian diatas dapat dilihat nilai Fhitung sebesar 113,909 dengan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000. Sementara dari tabel F untuk tingkat signifikansi 0.05 dan derajat bebas (2;83-2-1) diperoleh F0,05(2;83)= 3,15. Karena Fhitung(113,909) lebih besar dibanding Ftabel(3,15) maka pada tingkat kekeliruan 5% ada alasan yang kuat untuk menolak Ho dan menerima hipotesis penelitian (Ha), sehingga dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan system pengendalian intern dan pengelolaan keuangan daerah secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas laporan keuangan

daerah pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah di Pemerintah Kota Bandung.

Besarnya kontribusi atau pengaruh dari sistem pengendalian intern dan pengelolaan keuangan daerah secara bersama-sama terhadap kualitas laporan keuangan daerah pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah di Pemerintah Kota Bandung sebesar 73,3%, sedangkan sisanya sebesar 26,7% merupakan pengaruh faktor lain diluar kedua variabel tersebut seperti sistem akuntansi dan standar akuntansi pemerintahan. Secara visual daerah penolakan dan penerimaan Ho pada uji pengaruh dari sistem pengendalian intern dan pengelolaan keuangan daerah secara bersama-sama terhadap kualitas laporan keuangan daerah dapat dilihat pada grafik berikut:

Gambar 4.3

Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho Pada Uji Simultan Pengaruh Sistem Pengendalian Intern dan Penerapan Prinsip Pengelolaan Keuangan

Daerah terhadap Kaulitas Laporan Keuangan Daerah

Berdasarkan gambar 4.4 diatas dapat dilihat bahwa Ho ditolak, karena

Fhitung sebesar 113,909 berada pada daerah penolakan Ho, yang menunjukkan

bahwa tingkat sistem pengendalian intern dan pengelolaan keuangan daerah

Daerah Penerimaan Ho Daerah Penolakan Ho F0,05(2;83)= 3,15 0 Fhitung= 113,909

secara simultan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan daerah pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah di Pemerintah Kota Bandung.  Pengujian Koefisien Jalur Secara Parsial

Karena dari hasil pengujian secara bersama-sama menyimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan, selanjutnya dilakukan pengujian secara parsial untuk melihat lebih jelas variabel mana saja diantara kedua variabel independen, yaitu sistem pengendalian intern dan pengelolaan keuangan daerah yang pengaruhnya signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah. Untuk menguji koefisien jalur dari masing-masing variabel eksogen tersebut digunakan uji t, dengan formula sebagai berikut:

 

 

ZXi i 2 Z.XY ii P t = 1-R ×C n-k-1

a. Pengaruh Sistem pengendalian intern Terhadap kualitas laporan keuangan daerah

Hipotesis:

Ho: ZX= 0 Sistem pengendalian intern tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah

Ha: ZX≠ 0: Sistem pengendalian intern memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah

Statistik uji:

Nilai statistik uji t sebesar 7,329 sama dengan nilai t yang terdapat pada tabel 4.7, selanjutnya nilai tersebut akan dibandingkan dengan nilai t dari tabel.

Dari tabel t dengan tingkat signifikansi (0.05) dan derajat bebas 83 diperoleh nilai sebesar 1,663. Karena thitung(7,329) lebih besar dibanding ttabel(1,663) maka pada tingkat kekeliruan 5% ada alasan yang kuat untuk menolak Ho dan menerima hipotesis penelitian (Ha), sehingga dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian intern secara parsial memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah di Pemerintah Kota Bandung. Secara visual daerah penolakan dan penerimaan Ho pada uji pengaruh tingkat inflasi terhadap jumlah permintaan kredit dapat dilihat pada grafik berikut:

Gambar 4.4

Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho Pada Uji Parsial Pengaruh Sistem pengendalian intern Terhadap Kualitas laporan keuangan daerah

Berdasarkan gambar 4.5 diatas dapat dilihat bahwa Ho ditolak, karena

thitungsebesar 7,329 berada pada daerah penolakan Ho, yang menunjukkan bahwa

sistem pengendalian intern secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah di Pemerintah Kota Bandung. Hal tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan Mahmudi (2007:27), Untuk menghasilkan laporan keuangan pemerintah daerah

Daerah Penolakan Ho Daerah

Penolakan Ho Daerah Penerimaan Ho

0 t

= 1,663

diperlukan proses dan tahap-tahap yang harus dilalui yang diatur dalam sistem akuntansi pemerintah daerah. Sistem akuntansi di dalamnya mengatur tentang sistem pengendalian intern (SPI), kualitas laporan keuangan sangat dipengaruhi oleh bagus tidaknya sistem pengendalian intern yang dimiliki pemerintah daerah. b. Pengaruh pengelolaan keuangan daerah terhadap kualitas laporan keuangan

daerah Hipotesis:

Ho: ZY= 0 Pengelolaan keuangan daerah tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah

Ha: ZY≠ 0: Pengelolaan keuangan daerah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah

Statistik uji:

Nilai statistik uji t sebesar 2,678 sama dengan nilai t yang terdapat pada tabel 4.7, selanjutnya nilai tersebut akan dibandingkan dengan nilai t dari tabel. Dari tabel t dengan tingkat signifikansi (0.05) dan derajat bebas 83 diperoleh nilai sebesar 1,663. Karena thitung(2,678) lebih besar dibanding ttabel(1,663) maka pada tingkat kekeliruan 5% ada alasan yang kuat untuk menerima Ho dan menolak hipotesis penelitian (Ha), sehingga dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa pengelolaan keuangan daerah secara parsial memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah di Pemerintah Kota Bandung. Secara visual daerah penolakan dan penerimaan Ho pada uji pengaruh pengelolaan

keuangan daerah terhadap kualitas laporan keuangan daerah dapat dilihat pada grafik berikut:

Gambar 4.5

Daerah Penerimaan dan Penolakan Ho Pada Uji Pengaruh Sistem pengendalian intern Terhadap Kualitas laporan keuangan daerah

Berdasarkan gambar 4.6 diatas dapat dilihat bahwa Ho diterima, karena

thitungsebesar 2,678 berada pada daerah penolakan Ho, yang menunjukkan bahwa

pengelolaan keuangan daerah secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan daerah pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan AsetDaerah di Pemerintah Kota Bandung. Hal tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan Mahmudi (2007:27), Kualitas dari hasil (outcame) pengelolaan keuangan daerah sangat dipengaruhi oleh seberapa bagus pengelolaan pada setiap tahap, baik tahap perencanaan, implementasi maupun pelaporan.

Daerah Penolakan Ho Daerah

Penolakan Ho Daerah Penerimaan Ho

0 t

= 1,663

Dokumen terkait