kelas V SD Negeri 2 Muara Jaya
adalah 5 dan skor terendah adalah 1
4. Pengujian Hipotesis
Setelah data-data yang diperlukan dalam penelitian ini terkumpul
maka selanjutnya data-data tersebut akan dianalisa. Proses analisis ini
sangat penting dilakukan dalam setiap penelitian. Karena dalam analisa
data ini, data-data yang masih mentah akan di olah dan di berikan
interpretasi, sehingga hipotesis yang diajukan dapat diuji kebenarannya.
Agar dapat melakukan pengujian hipotesis ini maka data-data
yang telah ada akan di analisa dan diolah dengan menggunakan rumus
Product Moment.
Selanjutnya proses analisa yang akan penulis lakukan adalah
dengan memasukkan terlebih dahulu rata-rata yang ada kedalam tabel
berikut:
Tabel 4.8
Tabel Kerja Untuk Mencari Hubungan
No X Y X2 Y2 x.y 1 46 46 2116 2116 2116 2 49 46 2401 2116 2254 3 50 48 2500 2304 2400 4 46 46 2116 2116 2116 5 50 50 2500 2500 2500 6 49 49 2401 2401 2401
7 50 50 2500 2500 2500 8 40 34 1600 1156 1360 9 48 43 2304 1849 2064 10 49 47 2401 2209 2303 11 42 48 1764 2304 2016 12 36 44 1296 1936 1584 13 40 41 1600 1681 1640 14 46 43 2116 1849 1978 15 45 44 2025 1936 1980 16 43 41 1849 1600 1763 17 44 33 1936 1089 1452 18 46 46 2116 2116 2116 19 50 49 2500 2401 2450 20 50 50 2500 2500 2500 21 44 40 1936 1600 1760 22 41 45 1681 2025 1845 23 49 48 2401 2304 2352 24 44 46 1936 2116 2024 25 43 46 1849 2116 1978 26 44 40 1936 1600 1760 27 46 41 2116 1681 1886 28 46 46 2116 2116 2116
29 36 47 1296 2209 1692 30 46 50 2116 2500 2300 31 42 29 1764 841 1218 32 37 30 1369 900 1110 ∑X = 1437 ∑ Y= 1406 ∑ X2 = 65057 ∑ Y2 = 62687 ∑ x.y = 63534
Berdasarkan penghitungan dapat diperoleh hasilnya sebagai
berikut;
N = 32 Ʃx2 = 65057
Ʃx = 1437 Ʃy2 = 62687
Ʃy = 1406 Ʃxy = 63534
Kemudian berdasarkan hasil tersebut di atas maka dapat
dimasukkan kedalam rumus Product Moment sebagai berikut :
𝑟𝑥𝑦 = 𝑁. ∑ 𝑥𝑦 − (∑ 𝑥)(∑ 𝑦) √[𝑁. ∑ 𝑥2− (∑ 𝑥)2] [𝑁. ∑ 𝑦2− (∑ 𝑦)2] = 32. (63534) − (1437). (1406) √[32. (65057) − (1437)2][32. (62687 − (1406)2] 2033088 − 2020422 √[2081824 − 2064969][2005984 − 1976836]
= 12666 √[16855][29148] = 12666 √491289540 = 12666 22165,05 = 0,571
Berdasarkan hasil uji koefisien korelasi 𝑟𝑥𝑦 dapat diketahui bahwa, antara variabel X yaitu Profesionalisme Guru dan variabel Y
yaitu Minat Belajar Agama Islam siswa, diperoleh sebesar 0,571.
Hasil tersebut di Tabel 4.8 rentang nilainya terdapat pada 0,40-0,70
yang menunjukkan bahwa hubungan profesionalisme guru terhadap
minat belajar Agama Islam siswa kelas V di SD Negeri 2 Muara Jaya
bernilai sedang atau cukup.
Penulis menggunakan tabel interpretasi secara sederhana
terhadap angka hasil koefisien korelasi product moment untuk
mengetahui hubungan antara kedua variabel, sebegai berikut:
Tabel 4.9
Interpetasi korelasi “r” product moment Besarnya
“r” Product Moment
(rxy)
Interprestasi
0,00 – 0,20 Antara variabel x dan variabel y memang terdapat korelasi, akan tetapi korelasi itu sangat lemah atau
sangat rendah sehingga korelasi itu diabaikan
(dianggap tidak ada korelasi antara variabel x dan variabel y).
0,20 – 0,40 Antara variabel x dan variabel y terdapat korelasi yang lemah atau rendah.
0,40 – 0,70 Antara variabel x dan variabel y terdapat korelasi yang sedang atau cukupan.
0,70 – 0,90 Antara variabel x dan variabel y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi.
0,90 – 1,00 Antara variabel x dan variabel y terdapat korelasi yang sangat kuat atau sangat tinggi.
Sumber: Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), h. 193.
Hasil tersebut secara sederhana diintrprestasikan dengan mencocokan hasil perhitungan angket indeks korelasi “r” product
moment, ternyata diketahui besar rxy(0,571) yang besarnya terletak antara 0,40-0,70, artinya antara variabel X dan variabel Y terdapat
korelasi yang sedang atau cukup.
Langkah selanjutnya untuk mengetahui hubungan signifikan
antara kedua variabel tersebut, maka rhitung dibandingkan dengan rtabel .
sebelum membandingkan , terlebih dahulu dihitung (dk) derajat
kebebasannya dengan menggunakan rumus:
dr = N-nr
keterangan:
df = derajat kebebasannya
N = jumlah subjek
Nr = banyaknya variabel yang dikorelasikan
Siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 32
dalam penelitian ini adalah variabel X dan Y, dengan demikian nr = 2.
Hasil yang diperoleh berdasarkan rumus di atas yaitu, df = 32-2=30,
dengan demikian df = 30 dikonsultasikan terhadap tabel nilai “r”
pada taraf signifikasi 5% = 0,362.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, ternyata rhitung lebih besar
dari rtabel. Yaitu, (0,571> 0,362) maka Ho ditolak dan Ha diterima,
sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan korelasi positif
antara profesionalisme guru terhadap minat belajar Agama Islam
siswa kelas V di SD Negeri 2 Muara Jaya.
B. Pembahasan
Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah
terdapat hubungan antara profesionalisme guru terhadap minat belajar siswa
SD Negeri 2 Muara Jaya. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan
sempel dengan sampel jenuh, karena semua anggota populasi dipilih
menjadi anggota sampel, dimana jumlah keseluruhan siswa adalah 32,
teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket.
Berdasarkan angket mengenahi profesionalisme guru sebanyak 22
siswa dengan presentase sebesar 68.75%. responden yang skornya termasuk
kategori sedang berjumlah 10 siswa dengan presentasi 31.25%, sedangkan
responden dengan skor yang yang termasuk kategori rendah 0. Berdasarkan
data tesebut, kecendrungan data profesionalisme guru berada pada kategori
tinggi. Kemudian mengenai hasil angket dari minat belajar sebanyak 23
kategori sedang berjumlah 9 siswa dengan presentasi 28.12%, sedangkan
responden dengan skor yang yang termasuk kategori rendah 0. Berdasarkan
data tesebut, kecendrungan data minat belajar berada pada kategori tinggi.
Selanjutnya berdasarkan pengujian hipotesis dengan menggunakan
rumus produck moment di peroleh nilai rhitung 0,571, sedangkan rtabeldengan
jumlah N= 30 pada tara kesiknifikasi 5% adalah 0,362, dapat diketahui
bahwa , (0,571> 0,362) maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat
disimpulkan bahwa terdapat hubungan korelasi positif antara
profesionalisme guru terhadap minat belajar Agama Islam siswa kelas V di
SD Negeri 2 Muara Jaya.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat dilihat bahwa semakin
profesional guru dalam mengajar, maka minat belajar siswa pun akan
semangkin baik pula. Tetapi minat belajar siswa dapat di tentukan oleh
faktor lainnya, seperti: faktor lingkungan belajar, faktor keluarga, faktor
kecerdasan siswa, serta beberapa faktor lain baik dari dalam diri siswa
maupun di luar. Meskipun tidak dapat dipungkri bahwa sebesar apapun
upaya guru, faktor pendorong berupa semangat dari dalam diri siswa juga
lah yang menentukan keberhasilan guru dalam meningkatkan minat belajar
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan antara
profesionalisme guru terhadap mianat belajar siswa SD Negeri 2 Muara
Jaya, yang dilakukan menggunakan metode kuantitatif dan teknik analisi
korelasi, dengan jumlah 32 siswa di kelas V SD Negeri 2 Muara Jaya tahun
pelajaran 2019/2020, hasilnya menunjukkan terdapat hubungan positif yang jika diinterpretasikan dalam tabel korelasi “r” produck moment termasuk dalam kategori “ sedang atau cukup” dengan rentang nilai 0,40-0,70.
Hasil ini ditunjukkan dengan nilai rhitung sebesar 0,571, sedangkan
rtabel sebesar 0,362 pada taraf signifikasi 5%, maka 0,571 > 0,362. Hasil ini
menunjukkan bahwa Ho dinyatakan ditolak dan Ha dinyatakan diterima,
artinya hubungan antara profesionalisme guru terhadap minat belajar siswa
SD Negeri 2 Muara Jaya terdapat korelasi yang sedang atau cukup.
B. Saran
Berdasarkan hasil dari penelitian ini, peneliti ingin mengajukan
beberapa saran sebagai berikut :
1. Bagi guru, sebaiknya lebih professional dan meningkatkan
kemampuan. Memberikan semangat dan motivasi untuk peserta
didik dalam melaksanakan proses pembelajaran karena hal ini dapat
pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang professional. Sehingga
apabila antusias peserta didik dalam belajar maka kebiasaan peserta
didik dalam belajar akan tinggi, dan apabila kebiasaan belajar
peserta didik tinggi maka akan mempengaruhi hasil belajar peserta
didik.
2. Bagi kepala sekolah sebagai bahan masukan dalam proses
pembinaan dan kemampuan dewan guru dalam melaksanakan
pembelajaran untuk lebih profesional karena akan berpengaruh
dalam hasil belajar peserta didik.
3. Bagi peserta didik sebagai bahan masukan agar lebih giat dan
bersungguh-sungguh dalam mengikuti proses pembelajaran di