HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Deskripsi Data dan Analisis Hasil Penelitian
4. Pengujian Hipotesis
Statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji-t, adapun rumusan hipotesis yang akan diuji adalah sebagai berikut:
𝐻𝑎: 𝜇1 > 𝜇2 𝐻0: 𝜇1 = 𝜇2 Dimana:
Ha : 𝜇1 > 𝜇2 Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) lebih besar daripada hasil belajar siswa yang tidak diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) pada materi Momentum dan Impuls di Kelas X SMA Negeri 2 Meulaboh.
Ho : 𝜇1 = 𝜇2 Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) sama dengan hasil belajar siswa yang tidak diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) pada materi Momentun dan Impuls di Kelas X SMA Negeri 2 Meulaboh.
Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan data post-test siswa dengan menggunakan perhitungan nilai rata-rata dan nilai standar deviasi pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh data post-test untuk kelas kontrol (kelas X-1) x̅ = 57,7, S = 10,88 dan S2 = 118,51 Sedangkan untuk kelas eksperimen (kelas X-2) x̅ = 79,3, S = 9,76 dan S2 = 95,33. Untuk menghitung nilai deviasi gabungan ke dua sampel maka diperoleh:
S2=(n1− 1)S12+ (n2− 1)S22 (n1+ n2) − 2 S2=(30 − 1)118,51 + (30 − 1)95,33 (30 + 30) − 2 S2=(29)118,51 + (29)95,33 58 S2=3436,79 + 2764,57 58 S2=6201,36 58 S2= 106,92 S = √106,92 S = 10,34
Berdasarkan perhitungan di atas, diperoleh S = 10,34 maka dapat dihitung nilai uji-t sebagai berikut:
t = x̅1− x̅2 √1 n1+ 1 n2 S t = 79,3 − 57,7 √ 1 30+ 1 30 10,34
t = 21,6 10,34√0,06 t = 21,6 (10,34)(0,24) t = 21,6 2,4816 t = 8,70
Berdasarkan langkah-langkah yang telah diselesaikan di atas, maka diperoleh hasil thitung = 8,70. Kemudian dicari ttabel dengan (dk) = (n1 + n2 – 2), dk = (30+30-2) = 58 pada taraf signifikan 𝛼 = 0,05 maka dari tabel distribusi t di peroleh nilai t(0,95)(58) = 1,67. Karena thitung> ttabel yaitu 8,70 > 1,67 sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) lebih besar daripada hasil belajar siswa yang tidak diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) pada materi Momentum dan Impuls di Kelas X SMA Negeri 2 Meulaboh.
Daerah penerimaan
Daerah penolakan Ho Daerah Penolakan
-8,70 1,67 +8,70
4.1 Gambar Kurva Pada Uji t
Ho diterima bila : -8,70 <t< 8,70 Ha ditolak bila : t>8,70 atau t< -8,70
Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa penggunaan model pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada pembelajaran fisika khususnya pada materi momentum dan impuls berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa dibandingkan pembelajaran tanpa penggunaan model pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).
C. Pembahasan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan tidak menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair share di SMA Negeri 2 Meulaboh. Sebagaimana masalah yang ditemukan peneliti bahwa pada sekolah tersebut guru belum menggunakan pembelajaran yang bervariasi sesuai materi sehingga hasil belajar sisa yang masih jauh dibawah standar ketuntasan belajar yang diterapkan. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Penelitian ini melibatkan dua kelas sebagai sampelnya yang mana satu kelas dijadikan sebagai kelas ekperimen dan satu kelas lainya dijadikan sebagai kelas kontrol
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS pada kelas eksperimen yaitu kelas X-2, memiliki nilai rata-rata post-test lebih tinggi sebesar 79,3 dibandingkan kelas kontrol yang dilakukan tanpa menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS yang memiliki nilai rata-rata sebesar 57,7. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat penerapan penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS terhadap hasil belajar siswa pada materi momentum dan impuls kelas X-2 di SMA Negeri 2 Meulaboh.
Pengujian hipotesis ini dilakukan menggunakan statistic uji–t, pada taraf signifikan α = 0,05 dengan derajat kebebasan (dk) = ( 𝑛1 + 𝑛2 – 2 ), dan digunakan uji pihak kanan pada post-test, dimana kriterianya thitung > ttabel, diperoleh nilai t(0,95)(58) = 1,67, dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolah pda taraf kepercayaan 95%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi momentum dan impuls kelas X-2 di SMA Negeri 2 Meulaboh tahun pembelajaran 2018/2019.
Peningkatan hasil belajar siswa menunjukan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) terdapat perbedaan dengan pembelajaran konvensional. Dengan adanya metode Think Pair Share pada pembelajaran siswa mampu memahami dan kreatif dalam menemukan jawaban dari suatu permasalahan, selain itu siswa juga lebih aktis dalam bertukar pendapat dengan teman lain. Disamping itu dari hasil pengamatan peneliti, siswa yang berada di kelas eksperimen lebih fokus pada pembelajaran daripada siswa yang berada di kelas kontrol. Hal ini ditunjukkan dengan seriusnya siswa dalam menyelesaikan masalah baik individu maupun kelompok, dan antusian siswa dalam berpresentasi di depan kelas terkait hasil diskusinya saat tahap Share (berbagi) mereka juga lebih memahami materi yang telah disampaikan. Hal ini yang menyebabkan siswa menjadi termotivasi dan lebih berkerja sama dalam tahap Think (berpikir) untuk mempelajari materi pembelajaran yang telah disampaikan sehingga hasil belajar siswa pun meningkat.
67 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:
Adanya penerapan model kooperatif tipe think pair share (TPS) terhadap hasil belajar sesuai dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen yaitu 79,3 dan korntrol 57,7 dan sesuai dengan hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung
=8,70 > ttabel 1,67 adalah Ha, dengan demikian Ho di tolak atau terjadi penerimaan Ha sehingga diterimakebenaran bahwa hasil belajar siswa dapat berpengaruh dengan diajarkan mengunakan model kooperatif tipe think pair share
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh, maka peneliti menunjukkan beberapa saran sebagai perbaikan dimasa yang akan datang sebagai berikut:
1. Guru bidang studi Fisika diharapkan dapat menggunakan model kooperatif tipe think pair share sebaik-baiknya pada proses pembelajaran fisika.
2. Peneliti mengharapkan ada peneliti yang meneruskan penelitian dengan menggunakan model kooperatif tipe think pair share (TPS), dengan penelitian ini siswa dapat menimbulkan rasa kerja sama yang baik sesame kelompoknya dan mempersiapkan materi sebelum pembelajaran.