• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.5. Pengujian Hipotesis

menggambarkan bahwa jika terjadi kenaikan NPL sebesar 1%, maka LDR akan mengalami penurunan sebesar 0,743%.

5. Variabel Net Interest Margin (NIM) memiliki nilai koefisien regresi yang positif yaitu sebesar 3,753. Nilai koefisien positif menunjukkan bahwa NIM berpengaruh positif terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR). Hal ini menggambarkan bahwa jika terjadi kenaikan NIM sebesar 1%, maka LDR akan mengalami peningkatan sebesar 3,753 %.

6. Variabel Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) memiliki nilai koefisien regresi yang negatif yaitu sebesar 0,133. Nilai koefisien positif menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh positif terhadap

Loan to Deposit Ratio (LDR). Hal ini menggambarkan bahwa jika terjadi kenaikan BOPO sebesar 1%, maka LDR akan mengalami peningkatan sebesar 0,133%.

Dari persamaan tersebut menunjukkan bahwa NIM dan BOPO merupakan variabel yang berpengaruh positif terhadap LDR sedangkan ROA, CAR dan NPL merupakan variabel yang berpengaruh negatif terhadap LDR.

4.5. Pengujian Hipotesis

4.5.1. Uji Hipotesis Secara Serempak (Uji F)

Uji F digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi variabel independen Return on Assets (ROA), Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Perfoming Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM) dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) secara serempak terhadap variabel

dependen Loan to Deposit Ratio (LDR). Berikut ini adalah hasil pengujian dengan taraf signifikansi (α) = 0,05.

Tabel 4.6

Hasil Hipotesis Secara Serempak (Uji F)

Model Sum of Squares df Mean Squarez F Sig. 1 Regression 13544.200 5 2708.840 8.678 .000a Residual 46822.000 150 312.147 Total 60366.200 155

a. Predictors: (Constant), BOPO, NPL, ROA, CAR, NIM b. Dependent Variable: LDR

Sumber: Hasil Penelitia, 2014 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.6 diperoleh nilai Fhitung sebesar 8,678 sedangkan Ftabel pada tingkat kepercayaan α = 5% adalah 2,27. Hal ini menunjukan bahwa nilai Fhitung 8,678 > Ftabel 2,27 dengan tingkat signifikansi 0,000. Dengan demikian berarti H1 diterima dan H0 ditolak, atau dapat dinyatakan ROA, CAR, NPL, NIM dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap LDR Bank BPD di Indonesia.

4.5.2. Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen (secara parsial) Return on Assets (ROA), Capital Adequacy Ratio

(CAR), Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM) dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap variabel dependen Loan to Deposit Ratio (LDR). Pada Tabel 4.7 dapat dilihat hasil uji-t tersebut.

Tabel 4.7

Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 54.324 20.036 2.711 .007 ROA -1.295 .653 -.150 -1.983 .049 CAR -.459 .226 -.154 -2.031 .044 NPL -.743 .621 -.086 -1.196 .234 NIM 3.753 .636 .455 5.903 .000 BOPO .133 .212 .052 .627 .532 a. Dependent Variable: LDR

Sumber: hasil Penelitian, 2014 (Data Diolah)

Kesimpulan yang dapat diambil dari analisis tersebut adalah:

1. Return on Assets (X1) terhadap Loan to Deposit Ratio (Y) menunjukkan sig. (0,049) < α (0,05) dan thitung adalah -1,983 dimana thitung (-1,983) < ttabel (1,975) maka H1 ditolak H0 diterima. Artinya karena tingkat signifikansinya < 0,05 dan nilai t hitung bertanda negatif, maka secara parsial ROA (X1) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap LDR Bank BPD di Indonesia.

2. Capital Adequacy Ratio (X2) terhadap Loan to Deposit Ratio (Y) menunjukkan sig. (0,044) < α (0,05) dan thitung adalah -2,031 dimana thitung (-2,031) < ttabel (1,975) maka H1 ditolak H0 diterima. Artinya karena tingkat signifikansinya < 0,05 dan nilai t hitung bertanda negatif, maka secara parsial CAR (X2) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap LDR Bank BPD di Indonesia.

3. Non Performing Loan (X3) terhadap Loan to Deposit Ratio (Y) menunjukkan sig. (0,234) > α (0,05) dan thitung adalah -1,196 dimana thitung (-1,196) < ttabel

0,05 dan nilai t hitung bertanda negatif, maka secara parsial NPL (X3) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap LDR Bank BPD di Indonesia.

4. Net Interest Margin (X4) terhadap Loan to Deposit Ratio (Y) menunjukkan sig. (0,000) < α (0,05) dan thitung adalah 5,903 dimana thitung (5,903) > ttabel

(1,975) maka H1 diterima H0 ditolak. Artinya karena tingkat signifikansinya < 0,05 dan nilai t hitung bertanda positif, maka secara parsial NIM (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap LDR Bank BPD di Indonesia. 5. Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (X5) terhadap Loan to

Deposit Ratio (Y) menunjukkan sig. (0,532) > α (0,05) dan thitung adalah 0,627 dimana thitung (0,627) < ttabel (1,975) maka H1 ditolak H0 diterima. Artinya karena tingkat signifikansinya > 0,05 dan nilai t hitung bertanda positif, maka secara parsial BOPO (X5) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap LDR Bank BPD di Indonesia.

4.6. Pembahasan

4.6.1. Pengaruh Return on Asset (ROA) terhadap Loan to Deposit Ratio

(LDR)

Hasil pengujian di atas menunjukkan bahwa Return on Assets (ROA) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR), sehingga kondisi ini menujukkan bahwa hipotesis diterima. Semakin tinggi nilai ROA maka semakin besar pula pendapatan bersih yang diterima oleh bank. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah nilai ROA maka pendapatan bersih dari bunga

kredit akan semakin kecil. Semakin besar rasio ini maka meningkatnya pendapatan bunga atas aktiva produktif yang dikelola bank sehingga kemungkinan bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil. ROA termasuk faktor internal bank yang juga biasa digunakan untuk mengukur faktor profitabilitas perusahaan perbankan. Menurut Dendawijaya (2005;49) menyatakan bahwa kegiatan perkreditan yang dilakukan bank mencapai 70%-80% dari kegiatan usaha bank, hal tersebut membuktikan bahwa mayoritas kegiatan usaha bank adalah penyaluran kredit. Oleh karena itu, semakin tinggi ROA maka membuktikan bahwa semakin optimal penggunaan aktiva perusahaan untuk memperoleh pendapatan, yang berarti adanya ketersediaan dana saat ini dan di masa mendatang untuk kegiatan kredit oleh bank telah optimal dalam mendapatkan pendapatan atau keuntungan, sehingga adanya ketersediaan dana saat ini dan di masa mendatang (likuiditas tinggi).

4.6.2. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR).

Hasil pengujian parsial (uji t) antara variabel CAR dengan variabel LDR menunjukkan nilai thitung sebesar koefisien regresi dan probabilitas lebih kecil dari tingkat signifikansi, hal ini berarti bahwa CAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap LDR pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia. Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa rasio CAR berpengaruh signifikan terhadap LDR dapat diterima.

Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan faktor penting dalam rangka pengembangan usaha serta untuk menampung risiko kerugiannya. Besarnya tingkat kecukupan modal tergantung dari asetnya. Semakin tinggi nilai CAR, menunjukkan semakin tinggi tingkat likuiditas bank tersebut, sehingga struktur modal bank semakin kuat. Menurut Siamat (2005:291), dengan modal yang besar maka suatu bank dapat menyalurkan kredit yang lebih banyak, sejalan dengan kredit yang meningkat maka akan meningkatkan LDR itu sendiri. Bila tingkat kecukupan modal bank baik, maka masyarakat akan tertarik untuk mengambil kredit, dan pihak bank akan cukup mempunyai dana cadangan bila sewaktu-waktu terjadi kredit macet.

4.6.3. Pengaruh Non Performing Loan (NPL) terhadap Loan to Deposit Ratio

(LDR)

Hasil penelitian di atas mengindikasikan bahwa peningkatan atau penurunan Non Performing Loan (NPL) selama periode penelitian tidak berpengaruh terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR) secara signifikan. Hasil persamaan regresi terlihat bahwa koefisien untuk variabel ini bernilai negatif dan tidak signifikan sehingga dapat dikatakan perubahan (kenaikan dan penurunan) pada nilai NPL secara nyata tidak akan mempengaruhi LDR pada Bank BPD di Indonesia

NPL mencerminkan resiko kredit, semakin tinggi tingkat NPL maka semakin besar pula resiko kredit yang ditanggung oleh pihak bank. Meskipun NPL menunjukkan nilai yang cukup tinggi namun Bank BPD memiliki Capital Adequacy Ratio (CAR) yang cukup tinggi dan jauh dari batas minimum yang

ditetapkan oleh Bank Indonesia sehingga bank tersebut masih dapat membantu menutupi resiko kredit yang diakibatkan oleh kredit yang bermasalah. Oleh karena itu secara nyata kenaikan NPL tidak akan mengakibatkan menurunnya penyaluran kredit.

4.6.4. Pengaruh Net Interest Margin (NIM) terhadap Loan to Deposit Ratio

(LDR)

Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan atau penurunan

Net Interest Margin (NIM) selama periode penelitian mempengaruhi Loan to Deposit Ratio (LDR) secara signifikan. Semakin tinggi NIM menunjukkan semakin efektif bank dalam penempatan aktiva produktif dalam bentuk kredit. NIM memiliki pengaruh terhadap intermediasi bank, karena baik dan buruknya intermediasi bank akan berdampak pada pendapatan bunga yang akan diperoleh bank.

Semakin tinggi Net Interest Margin (NIM) menunjukkan semakin efektif bank dalam penempatan aktiva produktif dalam bentuk kredit. Sehingga LDR juga akan meningkat dengan meningkatnya NIM. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian Granita (2011) yang menyatakan NIM berpengaruh positif dan signifikan terhadap LDR.

4.6.5. Pengaruh Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR)

Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan atau penurunan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) selama periode

penelitian tidak mempengaruhi Loan to Deposit Ratio (LDR) secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa bank yang nilai rasio BOPO-nya tinggi mencerminkan bahwa bank tersebut tidak beroperasi dengan efisien karena tingginya nilai dari rasio ini memperlihatkan besarnya jumlah biaya operasional yang dikeluarkan oleh pihak bank untuk memperoleh pendapatan operasional (Rivai, et al., 2007:722). Semakin rendah BOPO, berarti semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan bank yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil dan semakin banyak kredit yang dapat disalurkan.

BAB V

Dokumen terkait