BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pengujian Hipotesis
Pada penelitian ini pengujian dilakukan dengan menggunakan anava tiga jalan, sebab faktor yang terlibat sebagai variabel tiga faktor, yaitu variabel bebas adalah media pembelajaran, variabel moderator yaitu kreativitas dan kecerdasan kinestetik siswa. Sedangkan variabel terikat yaitu hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotorik.
commit to user
1. Analisis Variansi
Uji yang dilakukan menggunakan analisis variansi tiga jalan dengan sel yang tidak sama. Adapun rangkuman hasil analisis variansi tiga jalan disajikan pada Tabel 4.29, hasil selengkapnya tercantum pada lampiran.
a. Analisis Variansi Hasil belajar Kognitif
Pengambilan keputusan dari analisis varian hasil belajar berdasarkan Signifikansi. Jika Signifikansi > 0,05 maka Ho diterima dan jika Signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak. Hasil analisis varians hasil belajar kognitif disajikan dalam Tabel 4.29
Tabel 4.29 Rangkuman Anava Tiga Jalan Terhadap Hasil Belajar Kognitif
No Materi yang di uji F
hitung Probabilitas Hipotesis Hasil uji 1 Media kit listrik paket
dan swakarya
7,61 0,008 Ho ditolak ada
perbedaan
2 Kreativitas 6,48 0,010 Ho ditolak ada
perbedaan
3 Kecerdasan Kinestetik 12,25 0,001 Ho ditolak Ada
perbedaan
4 Media dan kreativitas 0,67 0,417 Ho diterima Tidak ada
interaksi 5 Media dan kecerdasan
Kinestetik
0,36 0,553 Ho diterima Tidak ada
interaksi 6 Kreativitas dan
kecerdasan Kinestetik
6,10 0,017 Ho ditolak Ada
interaksi 7 Media, kreativitas dan
kecerdasan Kinestetik
0,69 0,411 Ho diterima Tidak ada
commit to user
Deskripsi hipotesis:8. Hipotesis 1 dirumuskan sebagai berikut:
Ho : Tidak ada perbedaan hasil belajar kognitif siswa dengan pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing dengan menggunakan kit listrik paket dan swakarya siswa
H1 : Ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang mendapat pembelajaran dengan metode inkuri terbimbing menggunakan media kit listrik paket dan swakarya siswa.
Signifikansi Media 0,008 < 0,05 atau (Signifikansi < ) maka Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan media kit listrik paket dan media swakarya pada materi listrik dinamis
9. Hipotesis 2 dirumuskan sebagai berikut:
Ho : Tidak ada perbedaan hasil belajar kognitif siswa antara yang mempunyai kreativitas tinggi dan siswa yang mempunyai kreativitas rendah.
H1 : Ada perbedaan kognitif siswa antara yang mempunyai kreativitas tinggi dan siswa yang kreativitas rendah
Signifikansi kreativitas 0,014 < 0,05 atau (Signifikansi < 0,05) maka Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan terhadap hasil belajar kognitif antara siswa yang memiliki kreativitas tinggi dan kreativitas rendah pada materi listrik dinamis.
commit to user
10. Hipotesis 3 dirumuskan sebagai berikut:Ho : Tidak ada perbedaan hasil belajar kognitif siswa antara yang mempunyai kecerdasan kinestetik tinggi dan siswa yang mempunyai kecerdasan kinestetik rendah.
Hl : Ada perbedaan hasil belajar kognitif siswa antara yang mempunyai kecerdasan kinestetik tinggi dan siswa yang mempunyai kecerdasan kinestetik rendah
Signifikansi kecerdasan kinestetik 0,00 < 0,05 (Signifikansi < ) maka Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan terhadap hasil belajar antara siswa yang memiliki kecerdasan kinestetik tinggi dan kecerdasan kinestetik rendah pada materi listrik dinamis.
11. Hipotesis 4 dirumuskan sebagi berikut:
Ho : Tidak ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kreativitas siswa terhadap hasil belajar.
H1 : ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kreativitas siswa terhadap hasil belajar.
Signifikansi interaksi media dan kreativitas 0,417 > 0,05 (Signifikansi> ) maka Ho diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada interaksi antara media kit dan swakarya dengan kreativitas terhadap hasil belajar kognitif pada materi listrik dinamis.
commit to user
12. Hipotesis 5 dirumuskan sebagai berikut:Ho : Tidak ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kecerdasan kinestetik siswa terhadap hasil belajar.
H1 : Ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kecerdasan kinestetik siswa terhadap hasil belajar.
Signifikansi interaksi media dan kecerdasan kinestetik 0,553 > 0,05 (Signifikansi > ) maka Ho diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada interaksi antara media kit dan swakarya dengan kecerdasan kinestetik.
13. Hipotesis 6 dirumuskan sebagai berikut:
Ho : Tidak ada interaksi antara kreativitas siswa dengan kecerdasan kinestetik siswa
H1 : Ada interaksi antara kreativitas siswa dengan kecerdasan kinestetik siswa
Signifikansi interaksi kreativitas dan kecerdasan kinestetik 0,017> 0,05 (Signifikansi> ) maka Ho diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada interaksi antara kreativitas dan kecerdasan kinestetik terhadap hasil belajar kognitif pada materi listrik dinamis.
commit to user
14. Hipotesis 7 dirumuskan sebagai berikut:Ho : Tidak ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kreativitas dan kecerdasan kinestetik siswa terhadap hasil belajar. H1 : Ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan
media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kreativitas dan kecerdasan kinestetik siswa terhadap hasil belajar.
Signifikansi interaksi media, kreativitas dan kecerdasan kinestetik 0,411 > 0,05 (Signifikansi > ) maka Ho diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada interaksi antara media, kreativitas dan kecerdasan kinestetik terhadap hasil belajar kognitif pada materi listrik dinamis.
commit to user
b. Analisis Variansi Hasil Belajar Afektif
Pengambilan keputusan dari analisis varian hasil belajar berdasarkan Signifikansi. Jika Signifikansi > 0,05 maka Ho diterima dan jika Signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak. Hasil analisis varians hasil belajar afektif disajikan dalam Tabel 4.30
Tabel 4.30 Rangkuman Anava Tiga Jalan Terhadap Hasil Belajar Afektif
No Materi yang di uji F
hitung Probabilitas Hipotesis Hasil uji 1 Media kit listrik paket
dan swakarya 17,17 0,00 Ho ditolak ada perbedaan 2 Kreativitas 34,17 0,00 Ho ditolak ada perbedaan 3 Kecerdasan Kinestetik 7,10 0,01 Ho ditolak Ada perbedaan
4 Media dan kreativitas 1,14 0,29 Ho
diterima
Tidak ada interaksi 5 Media dan kecerdasan
Kinestetik 0,51 0,47 Ho diterima Tidak ada interaksi 6 Kreativitas dan kecerdasan Kinestetik 5,55 0,02 Ho ditolak Ada interaksi 7 Media, kreativitas dan
kecerdasan Kinestetik
7,70 0,01 Ho
ditolak
Ada interaksi
Deskripsi hipotesis dirumuskan sebagai berikut: 1. Hipotesis 1
Ho : Tidak ada perbedaan Hasil Belajar afektif antara siswa yang mendapat pembelajaran melalui metode inquri terbimbing dengan menggunakan kit listrik paket dan swakarya siswa
H1 : Ada perbedaan hasil belajar afektif antara siswa yang mendapat pembelajaran dengan metode inkuri terbimbing menggunakan media kit listrik paket dan swakarya siswa.
commit to user
Signifikansi Media 0,00 < 0,05 atau (Signifikansi < ) maka Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar afektif antara siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan media kit listrik paket dan media kit listrik swakarya siswa pada materi listrik dinamis
2. Hipotesis 2
Ho : Tidak ada perbedaan hasil belajar afektif antara siswa yang mempunyai kreativitas tinggi dan siswa yang mempunyai kreativitas rendah.
H1 : Ada perbedaan hasil belajar afektif antara siswa yang mempunyai kreativitas tinggi dan siswa yang mempunyai kreativitas rendah Signifikansi kreativitas 0,00 < 0,05 atau (Signifikansi < 0,05) maka Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara hasil belajar afektif antara siswa yang memiliki kreativitas tinggi dan kreativitas rendah pada materi listrik dinamis.
3. Hipotesis 3
Ho : Tidak ada perbedaan hasil belajar afektif antara siswa yang mempunyai kecerdasan kinestetik tinggi dan siswa yang mempunyai kecerdasan kinestetik rendah.
H1 : Ada perbedaan hasil belajar afektif antara siswa yang mempunyai kecerdasan kinestetik tinggi dan siswa yang mempunyai kecerdasan kinestetik rendah
Signifikansi kecerdasan kinestetik 0,01 < 0,05 (Signifikansi < ) maka Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan terhadap hasil belajar
commit to user
afektif antara siswa yang memiliki kecerdasan kinestetik tinggi dan kecerdasan kinestetik rendah pada materi listrik dinamis.
4. Hipotesis 4
Ho : Tidak ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kreativitas siswa terhadap hasil belajar.
H1: ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kreativitas siswa terhadap hasil belajar.
Signifikansi interaksi media dan kreativitas 0,292 > 0,05 (Signifikansi > ) maka Ho diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada interaksi antara media kit dan swakarya dengan kreativitas terhadap hasil belajar afektif pada materi listrik dinamis.
5. Hipotesis 5
Ho : Tidak ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kecerdasan kinestetik siswa terhadap hasil belajar.
H1 : Ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kecerdasan kinestetik siswa terhadap hasil belajar.
Signifikansi interaksi media dan kecerdasan kinestetik 0,478 > 0,05 (Signifikansi > ) maka Ho diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak
commit to user
ada interaksi antara media kit dan swakarya dengan kecerdasan kinestetik terhadap hasil belajar afektif pada materi listrik dinamis.
6. Hipotesis 6
Ho : Tidak ada interaksi antara kreativitas siswa dengan kecerdasan kinestetik siswa
H1 : Ada interaksi antara kreativitas siswa dengan kecerdasan kinestetik siswa
Signifikansi interaksi kreativitas dan kecerdasan kinestetik 0,023 < 0,05 (Signifikansi < ) maka Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada interaksi antara kreativitas dan kecerdasan kinestetik terhadap hasil belajar afektif pada materi listrik dinamis.
7. Hipotesis 7
Ho : Tidak ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kreativitas dan kecerdasan kinestetik siswa terhadap hasil belajar. H1 : Ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan
media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kreativitas dan kecerdasan kinestetik siswa terhadap hasil belajar.
Signifikansi interaksi media, kreativitas dan kecerdasan kinestetik 0,007 < 0,05 (Signifikansi < ) maka Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada interaksi antara media, kreativitas dan kecerdasan kinestetik terhadap hasil belajar afektif pada materi listrik dinamis.
commit to user
Pengambilan keputusan dari analisis varian hasil belajar berdasarkan Signifikansi. Jika Signifikansi > 0,05 maka Ho diterima dan jika Signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak. Hasil analisis varians hasil belajar psikomotorik disajikan dalam Tabel 4.31
Tabel 4.31 Rangkuman Anava Tiga Jalan Terhadap Hasil Belajar Psikomorik
No Materi yang diuji F
hitung Probabilitas Hipotesis Hasil uji 1 Media kit listrik paket
dan Swakarya 4,77 0,03 Ho ditolak ada perbedaan 2 Kreativitas 5,66 0,02 Ho ditolak ada perbedaan 3 Kecerdasan Kinestetik 7,23 0,01 Ho ditolak Ada perbedaan
4 Media dan Kreativitas 0,68 0,41 Ho
diterima
Tidak ada interaksi 5 Media dan kecerdasan
Kinestetik 2,45 0,12 Ho diterima Tidak ada interaksi 6 Kreativitas dan kecerdasan Kinestetik 0,75 0,39 Ho diterima Tidak ada interaksi 7 Media, kreativitas dan
kecerdasan Kinestetik
4,87 0,03 Ho
ditolak
Ada interaksi Deskripsi hipotesis dirumuskan sebagai berikut:
1. Hipotesis 1
Ho : Tidak ada perbedaan hasil belajar afektif antara siswa yang mendapat pembelajaran melalui metode inkuiri terbimbing dengan menggunakan kit listrik paket dan swakarya siswa
H1 : Ada perbedaan hasil belajar afektif antara siswa yang mendapat pembelajaran dengan metode inkuri terbimbing menggunakan media kit listrik paket dan swakarya siswa.
commit to user
Signifikansi media 0,034 < 0,05 atau (Signifikansi < ) maka Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar psikomotorik antara siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan media kit listrik paket dan media kit listrik swakarya pada materi listrik dinamis
2. Hipotesis 2
Ho : Tidak ada perbedaan Hasil Belajar afektif siswa antara yang mempunyai kreativitas tinggi dan siswa yang mempunyai kreativitas rendah.
H1 : Ada perbedaan afektif siswa antara yang mempunyai kreativitas tinggi dan siswa yang kreativitas rendah
Signifikansi kreativitas 0,021 < 0,05 atau (Signifikansi < 0,05) maka Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara hasil belajar psikomotorik antara siswa yang memiliki kreativitas tinggi dan kreativitas rendah pada materi listrik dinamis.
3. Hipotesis 3
Ho : Tidak ada perbedaan hasil belajar afektif siswa antara yang mempunyai kecerdasan kinestetik tinggi dan siswa yang mempunyai kecerdasan kinestetik rendah.
Hl : Ada perbedaan hasil belajar afektif siswa antara yang mempunyai kecerdasan kinestetik tinggi dan siswa yang mempunyai kecerdasan kinestetik rendah
Signifikansi kecerdasan kinestetik 0,01 < 0,05 (Signifikansi < ) maka Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara hasil belajar
commit to user
psikomotik antara siswa yang memiliki kecerdasan kinestetik tinggi dan kecerdasan kinestetik rendah pada materi listrik dinamis.
4. Hipotesis 4
Ho : Tidak ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kreativitas siswa terhadap hasil belajar.
Hl : ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kreativitas siswa terhadap hasil belajar.
Signifikansi interaksi media dan kreativitas 0,413 > 0,05 (Signifikansi > ) maka Ho diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada interaksi antara media kit listrik paket dan swakarya dengan kreativitas terhadap hasil belajar psikomotorik pada materi listrik dinamis.
commit to user
5. Hipotesis 5Ho : Tidak ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kecerdasan kinestetik siswa terhadap hasil belajar.
H1 : Ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kecerdasan kinestetik siswa terhadap hasil belajar.
Signifikansi interaksi media dan kecerdasan kinestetik 0,124 < 0,05 (Signifikansi < ) maka Ho diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada interaksi antara media kit listrik paket dan swakarya dengan kecerdasan kinestetik terhadap hasil belajar psikomotik pada materi listrik dinamis.
6. Hipotesis 6
Ho : Tidak ada interaksi antara kreativitas siswa dengan kecerdasan kinestetik siswa
H1 : Ada interaksi antara kreativitas siswa dengan kecerdasan kinestetik siswa
Signifikansi interaksi kreativitas dan kecerdasan kinestetik 0,392 > 0,05 (Signifikansi > ) maka Ho diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada interaksi antara kreativitas dan kecerdasan kinestetik terhadap hasil belajar psikomotik pada materi listrik dinamis.
commit to user
7. Hipotesis 7Ho : Tidak ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kreativitas dan kecerdasan kinestetik siswa terhadap hasil belajar. H1 : Ada interaksi antara metode inkuiri terbimbing dengan menggunaan
media kit listrik paket dan swakarya siswa dengan kreativitas dan kecerdasan kinestetik siswa terhadap hasil belajar.
Signifikansi interaksi media, kreativitas dan kecerdasan kinestetik 0,032 < 0,05 (Signifikansi < ) maka Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada interaksi antara media, kreativitas dan kecerdasan kinestetik terhadap hasil belajar psikomotik pada materi listrik dinamis.
2. Uji lanjut Anava
a. Hasil Belajar Kognitif
Berdasarkan hasil uji anava maka perlu dilakukan uji lanjut anava dengan menggunakan Tes Scheffe untuk Hipotesa 6 yaitu ada interaksi antara kreativitas (tinggi dan rendah) dan kecerdasan kinestetik (tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar.
Tabel 4.32 Rata-rata Hasil belajar Kognitif pada kreativitas dan Kecerdasan Kinestetik
Kreativitas Kecerdasan
Kinestetik Mean Standar deviasi
Rendah Rendah 69,10 2,40
Tinggi 71,38 2,60
Tinggi Rendah 69,30 2,50
commit to user
Berdasarkan Tabel 4.32 di atas diketahui bahwa kelompok kreativitas tinggi pada kecerdasan tinggi mempunyai rata-rata hasil belajar 84,54 yang jauh lebih tinggi skornya dibandingkan pada kelompok lain. Sedangkan kreativitas rendah kecerdasan kinestetik rendah mempunyai rata-rata hasil belajar yang paling rendah yaitu 69,10.
Adapun grafik interaksi antara kreativitas dan kecerdasan kinestetik tersaji pada Gambar 4.19
Gambar 4.19 Grafik Interaksi Kreativitas Vs Kecerdasan Kinestetik Hasil Belajar Kognitif
Pada Gambar 4.19 memang tidak menunjukkan perpotongan, tetapi apabila diperpanjang maka kedua garis tersebut akan berpotongan, hal ini
commit to user
menunjukkan ada interaksi antara kreativitas dan kecerdasan terhadap hasil belajar kognitif.
Setelah dilakukan uji lanjut dengan uji scheffe (lampiran 36) maka diperoleh:
a) Ada interaksi antara kreativitas (tinggi) dengan kecerdasan kinestetik (tinggi dan rendah) memberikan pengaruh yang Signifikansinifikan terhadap hasil belajar kognitif karena dari uji tersebut diperoleh probabilitas p = 0,003
b) Terdapat interaksi antara kreativitas (tinggi dan rendah) dengan kecerdasan kinestetik (tinggi) memberikan pengaruh yang Signifikansinifikan terhadap hasil belajar kognitif karena dari uji tersebut diperoleh probabilitas p = 0,004 jadi p< 0,05.
c) Terdapat interaksi antara kreativitas (tinggi dan rendah) dengan kecerdasan kinestetik (tinggi dan rendah) memberi pengaruh yang Signifikansinifikan terhadap hasil belajar kognitif karena dari uji tersebut diperoleh probabilitas p = 0,002 jadi p < 0,05
b. Hasil Belajar Afektif
Berdasarkan hasil uji anava maka perlu dilakukan uji lanjut anava menggunakan Tes Scheffe untuk Hipotesis 6 yaitu ada interaksi antara kreativitas (tinggi dan rendah) dan kecerdasan kinestetik (tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar
commit to user
Tabel 4.33 Rata-rata Hasil belajar Afektif pada kreativitas dan kecerdasan kinestetik
Kreativitas Kecerdasan
Kinestetik Mean Standar deviasi
Rendah Rendah 65,93 2,21
Tinggi 66,70 2,31
Tinggi Rendah 74,15 2,22
Tinggi 85,63 2,26
Berdasarkan data pada Tabel 4.33 di atas maka keterkaitan antara kreativitas tinggi dan kecerdasan tinggi sangat besar, nampak kelompok kreativitas tinggi, kecerdasan tinggi mempunyai nilai 85,63 merupakan nilai tertinggi pada kelompok ini. Pada tabel di atas, kreativitas mempunyai pengaruh yang besar terhadap hasil belajar. Kelompok yang mempunyai kreativitas rendah, walaupun kecerdasan kinestetik tinggi dan rendah mempunyai hasil belajar yang rendah, sedangkan kreativitas tinggi, walaupun kecerdasan kinestetik tinggi dan rendah, mempunyai nilai hasil belajar yang tinggi.
commit to user
Gambar 4.20 Grafik interaksi Grafik Estimed Marginal Means of Hasil
Belajar: Kreativitas dan Kecerdasan Kinestetik
Pada Gambar 4.20 di atas tampak garis menunjukkan sedikit berpotongan, apabila ditarik garis lurus maka akan terjadi perpotongan antara kreativitas (tinggi dan rendah) dengan kecerdasan kinestetik (tinggi dan rendah), yang menunjukkan adanya interaksi antara antara kreativitas dan kecerdasan kinestetik.
Setelah dilakukan uji lanjut dengan uji scheffe (lampiran) maka diperoleh: a) Terdapat interaksi antara kreativitas (tinggi dan rendah) dengan
kecerdasan kinestetik (tinggi) yang memaberi pengaruh secara Signifikansinifikan terhadap hasil belajar afektif.
b) Terdapat interaksi antara kreativitas (tinggi dan rendah) dengan kecerdasan kinestetik (tinggi dan rendah) yang memberikan pengaruh
commit to user
yang Signifikansinifikan terhadap Hasil Belajar afektif, dengan probabilitas (Signifikansi) : 0,004 maka P < 0,05
c) Terdapat interaksi antara kreativitas (tinggi dan rendah) dengan kecerdasan kinestetik (tinggi dan rendah) yang memberikan pengaruh yang Signifikansinifikan terhadap Hasil Belajar afektif, dengan probabilitas (Signifikansi) : 0,000 maka P < 0,05
Berdasarkan hasil uji hipotesis 7, maka perlu dilakukan uji lanjut anava dengan uji Scheffe untuk hipotesis interaksi antara media kit listrik paket dan swakarya, kreativitas dan kecerdasan kinestetik. Hasil rata-rata ketiga variabel tersebut disajikan pada Tabel 4.34
Tabel 4.34 Rata-rata Hasil belajar Kognitif pada Media, kreativitas dan kecerdasan kinestetik
Media Kreativitas Kecerd.kinestetik Mean Standar dev.
Kit Rendah Rendah 65,10 3,31
Tinggi 61,38 2,87
Tinggi Rendah 64,23 3,60
Tinggi 83,54 2,70
Swakarya Rendah Rendah 66,87 2,80
Tinggi 72,40 3,60
Tinggi Rendah 84,10 2,50
Tinggi 87,60 3,60
Grafik yang menunjukkan hubungan antara media, kreativitas dan kecerdasan kinestetik disajikan pada Gambar 4.21 dibawah ini
commit to user
Gambar 4.21 Grafik interaksi media, kecerdasan kinestetik dan kreativitas pada ranah afektif
Berdasarkan grafik di atas maka tampak terjadi persilangan antara grafik penggunaan media, kreativitas dan kecerdasan kinestetik terhadap hasil belajar. Setelah dilakukan uji scheffe maka diperoleh data:
a) Ada interaksi antara media kit listrik paket dengan kreativitas (tinggi) dan kecerdasan kinestetik (tinggi dan rendah) terhadap Hasil Belajar afektif, probabilitas (Signifikansi) p = 0,022
b) Ada interaksi antara media kit listrik paket dengan Kreativitas (tinggi dan rendah) dan kecerdasan kinestetik (tinggi) terhadap Hasil Belajar afektif, Probabilitas (Signifikansi) p = 0,00
commit to user
c) Ada interaksi antara media kit listrik paket dan swakarya dengan kreativitas (tinggi) dan kecerdasan kinestetik (tinggi dan rendah) terhadap Hasil Belajar afektif, probalitas (P) = 0,014
d) Ada interaksi antara media kit listrik paket dan swakarya siswat) dengan kreativitas (tinggi dan rendah) dan kecerdasan kinestetik (tinggi dan rendah) terhadap hasil belajar afektif.
c. Hasil Belajar Psikomotorik
Tabel 4.35 Rata-rata Hasil Belajar Psikomotorik pada Media, Kreativitas dan Kecerdasan Kinestetik
Media Kreativitas Kecerdasan
kinestetik Mean
Standar deviasi
Kit Rendah Rendah 65,10 3,31
Tinggi 61,38 2,87
Tinggi Rendah 64,23 3,60
Tinggi 83,54 2,70
Swakarya Rendah Rendah 66,87 2,80
Tinggi 72,40 3,60
Tinggi Rendah 84,10 2,50
Tinggi 87,60 3,60
Berdasarkan Tabel 4.35 di atas maka dapat diketahui kelompok dengan media kit, kreativitas rendah dan kecerdasan rendah mempunyai rata-rata nilai 65 sedangkan dengan media kit kreativitas rendah, kecerdasan kinestetik tinggi justru mempunyai nilai rata-rata 61. Hal ini memang tidak sesuai dengan teori tetapi memang banyak faktor yang mempengaruhi nilai rata-rata hasil belajar belajar baik dari faktor intern siswa maupun faktor ekstern.
Adapun grafik interaksi antara media kit listrik paket dan swakarya, kreativitas dan kecerdasan kinestetik disajikan pada gambar 4.22 dan 4.23
commit to user
Gambar 4.22 Grafik Hubungan antara Media, Kecerdasan Kinestetik Rendah dan Kreativitas pada Ranah Psikomotorik
Gambar 4.23 Grafik Hubungan antara Media, Kecerdasan kKinestetik Tinggi dan Kreativitas pada Ranah Psikomotorik
commit to user
Dari grafik di atas maka terjadi perpotongan grafik yang menunjukkan ada interaksi antara media, kreativitas dan kecerdasan kinestetik terhadap hasil belajar ranah psikomotorik.