• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. PENGUJIAN HIPOTESIS

1. Analisis Variansi Tiga Jalan (ANAVA 2 x 2 x 2 )

Dengan dipenuhinya dua syarat sebagaimana pada point B yaitu sampel terdistribusi normal dan homogen maka dapat dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis yang digunakan adalah anava 3 jalan. Pemetaan katagori analisis dengan menggunakan anava 3 jalan adalah sebagai berikut ini:

commit to user

Tabel 4.14 Pemetaan analisis menggunakan anava Tutor

Sebaya

Gaya Belajar Visual Gaya Belajar Kinestetik Motivasi belajar tinggi Motivasi belajar rendah Motivasi belajar tinggi Motivasi belajar rendah

Peta Konsep 10 siswa 7 siswa 8 siswa 8 siswa

Modul 9 siswa 8 siswa 9 siswa 7 siswa

Pemetaan ini kemudian dianalisis menggunakan program SPSS 16 menggunakan GLM (General Linier Model). Kriteria penerimaan hipotesis adalah jika nilai sig < 0,05 maka H0 diterima dan sebaliknya jika nilai sig > 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil dari uji hipotesis anava tiga jalan ( 2 x 2 x 2 ) adalah sebagai berikut ini:

Tabel 4.15 Hasil uji anava

Source Type III Sum

of Squares Df Mean Square F Sig.

Media_Pembelajaran 261.077 1 261.077 2.907 .094 Gaya_Belajar 220.756 1 220.756 2.458 .122 Motivasi 1622.967 1 1622.967 18.071 .000 Media_Pembelajaran * Gaya_Belajar 540.433 1 540.433 6.017 .017 Media_Pembelajaran * Motivasi 111.749 1 111.749 1.244 .269 Gaya_Belajar * Motivasi 14.455 1 14.455 .161 .690 Media_Pembelajaran * Gaya_Belajar * Motivasi 95.543 1 95.543 1.064 .307

Berdasarkan dari tabel 4.11 di atas maka dapat diperhatikan kolom source dan signifikan. Hipotesis pertama menyatakan bahwa H0A = Tidak ada pengaruh

commit to user

pembelajaran tutor sebaya dengan menggunakan peta konsep dan modul terhadap prestasi belajar yang dicapai siswa. H1A = Ada pengaruh pembelajaran tutor sebaya dengan menggunakan peta konsep dan modul terhadap prestasi belajar yang dicapai siswa. Nilai signifikan yang diperoleh dari hasil analisis terkait dengan model adalah 0,094. Nilai ini lebih besar daripada 0,05 artinya H01 diterima dan H1A ditolak sehingga tidak ada pengaruh model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini. Hipotesis kedua menyatakan H0B = Tidak ada pengaruh gaya belajar, visual dan kinestetik terhadap peningkatan prestasi belajar yang dicapai siswa. H1B = Ada pengaruh gaya belajar visual, dan kinestetik terhadap peningkatan prestasi belajar yang dicapai siswa. Nilai signifikan yang diperoleh adalah 0,122. Nilai ini lebih besar jika dibandingkan dengan nilai 0,05. Artinya H0B di diterima dan H1B ditolak. Jadi tidak terdapat pengaruh pengaruh gaya belajar, visual dan kinestetik terhadap peningkatan prestasi belajar yang dicapai siswa. Hipotesis ketiga menyatakan H0C = Tidak ada pengaruh motivasi belajar siswa katagori tinggi dan rendah terhadap peningkatan prestasi belajar yang dicapai siswa. H1C = terdapat pengaruh motivasi tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa. Nilai signifikan yang diperoleh adalah 0,000. Nilai ini lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai 0,05. Artinya H0C ditolak dan H1C diterima. Jadi terdapat pengaruh motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa dalam penelitian ini. Hipotesis keempat menyatakan H0AB = Tidak ada interaksi pembelajaran tutor sebaya dengan peta konsep dan modul, dan gaya belajar terhadap peningkatan prestasi belajar yang dicapai siswa. H1AB = Ada interaksi pembelajaran tutor

commit to user

sebaya dengan peta konsep dan modul, dan gaya belajar terhadap peningkatan prestasi belajar yang dicapai siswa. Nilai signifikan yang diperoleh adalah 0,017. Nilai ini lebih kecil daripada 0,05, artinya H0AB ditolak dan H1AB

diterima. Jadi ada interaksi pembelajaran tutor sebaya dengan peta konsep dan modul, dan gaya belajar terhadap peningkatan prestasi belajar yang dicapai siswa. Hipotesis kelima menyatakan H0AC = Tidak ada interaksi pembelajaran tutor sebaya dengan peta konsep dan modul, dan motivasi belajar terhadap peningkatan prestasi belajar yang dicapai siswa. H1AC = Ada interaksi pembelajaran tutor sebaya dengan peta konsep dan modul, dan motivasi belajar terhadap peningkatan prestasi belajar yang dicapai siswa. Nilai signifikan yang didapatkan adalah 0,269. Nilai ini lebih besar daripada 0,05 artinya H0AC diterima dan H1AC ditolak. Jadi tidak Ada interaksi pembelajaran tutor sebaya dengan peta konsep dan modul, dan motivasi belajar terhadap peningkatan prestasi belajar yang dicapai siswa. Hipotesis keenam, H0BC = Tidak ada interaksi gaya belajar dan motivasi belajar siswa terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. H1BC = Ada interaksi gaya belajar dan motivasi belajar siswa pengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Nilai signifikan yang didapatkan adalah 0,690. Nilai yang didapatkan lebih besar daripada 0,05 artinya dalam penelitian ini H0BC diterima dan H1BC ditolak. Jadi tidak ada interaksi gaya belajar dan motivasi belajar siswa terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Hipotesis terakhir adalah H0ABC = Tidak ada interaksi pembelajaran tutor sebaya dengan peta konsep dan modul, gaya belajar, dan motivasi belajar siswa terhadap peningkatan prestasi belajar siswa.

commit to user

H1ABC = Ada interaksi pembelajaran tutor sebaya dengan peta konsep dan modul, gaya belajar, dan motivasi belajar siswa terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Nilai signifikan yang didapatkan adalah 0,307. Nilai yang didapat lebih besar jika dibandingkan dengan 0,05 artinya H0ABC diterima dan H1ABC ditolak. Jadi tidak ada interaksi pembelajaran tutor sebaya dengan peta konsep dan modul, gaya belajar, dan motivasi belajar siswa terhadap peningkatan prestasi belajar siswa.

2. Uji Lanjut ANAVA

Setelah melakukan uji hipotesis perlu kiranya maka dilakukan uji lanjut anava. Uji lanjut anava yang dilakukan adalah dengan menggunakan uji Schaffe,

uji ini hanya dilakukan pada hipotesis 4 karena H0 pada hipotesis ini ditolak. Uji

Scheffe yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan aplikasi program SPSS 16. Hasil anava yang perlu dilakukan uji lanjut adalah interaksi pembelajaran tutor sebaya dengan peta konsep dan modul, dan gaya belajar terhadap peningkatan prestasi belajar yang dicapai siswa. Grafik 4.10 menunjukkan interaksi pembelajaran dengan tutor sebaya dengan modul dan gaya belajar terhadap prestasi belajar

Grafik 4.10 interaksi pembelajaran tutor sebaya dengan peta konsep dan modul, dan gaya belajar terhadap prestasi belajar

2 1 82 80 78 76 74 72 70 Ga y a Be la ja r M e a n 1 2 Mo d u l d an Ko n sep Peta I nt er act i on Pl ot f or Pr est asi Kogni t i f

commit to user

Dari gambar di atas menunjukkan interaksi antara media peta konsep dan modul dengan gaya belajar terhadap prestasi kognitif siswa. Siswa yang mempunyai gaya belajar visual dengan pembelajaran peta konsep mempunyai prestasi belajar kognitif lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik. Siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik mempunyai prestasi belajar kognitif lebih tinggi menggunakan media pembelajaran modul.

Dokumen terkait