BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Pengujian Hipotesis
Untuk mengetahui “Efektifitas Penerapan Audit Internal Persediaan Barang Dagangan” penulis melakukan analisis data yang telah penulis lakukan dengan cara menyebarkan koesioner yang berisi daftar pertanyaan kepada responden yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil penyebaran koesioner diperoleh hasil jawaban seperti tersaji dalam tabel berikut:
Tabel : Hasil Jawaban Koesioner
Sumber: PT.Giant Hypermarket Makassar berdasarkan hasil penyebaran koesioner pada Divisi SPI dan Seksi Gudang.
Dengan demikian besarnya presentase yang menunjukkan Efektivitas Penerapan Audit Internal Persediaan Barang Dagangan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Jumlah jawaban “Ya” x 100%
Jumlah jawaban kuesioner
121 x 100% = 97 % 125
Kriteria penilaian kuesioner Efektifitas Penerapan Audit Internal persediaan barang dagangan adalah sebagai berikut:
Responden Jawaban Jumlah Jawaban
Ya Tidak
1 25 0 25
2 23 2 25
3 25 0 25
4 24 1 25
5 24 1 25
Total 121 4 125
1. 0% s.d. 25% menunjukkan bahwa audit internal tidak diterapkan dalam menunjang efektivitas persediaan barang dagangan di PT Giant Hypermarket Makassar.
2. 26% s.d. 50% menunjukkan bahwa audit internal kurang diterapkan dalam menunjang efektivitas persediaan barang dagangan di PT Giant Hypermarket Makassar.
3. 51% s.d. 75% menunjukkan bahwa audit internal cukup diterapkan dalam menunjang efektivitas persediaan barang dagangan di PT Giant Hypermarket Makassar.
4. 76% s.d. 100% menunjukkan bahwa audit internal diterapkan dalam menunjang efektivitas persediaan barang dagangan di PT Giant Hypermarket Makassar.
Berdasarkan hasil jawaban kuesioner dan dari kriteria penilaian efektivitas penerapan audit internal persediaan barang dagangan. Penulis menyimpulkan bahwa audit internal diterapkan pada persediaan barang dagangan di PT Giant Hypermarket Makassar sudah berjalan/diterapkan secara efektif hal ini dilihat dari persentase jawaban kuesioner diperoleh hasil sebesar 97 %.
Dari hasil tersebut diatas disimpulkan bahwa auditor internal telah memenuhi standar-standar pelaksanaan profesional dalam melakukan audit dan telah melakukan pemeriksaan terhadap dokumen, laporan dan pencatatan serta penomoran secara berurutan pada persediaan barang dagangan sudah dilakukan sesuai dengan sistem dan peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Dan
pemeriksaan barang dagangan dilakukan secara rutin sehingga audit internal yang dilakukan berjalan dengan efektif.
Dari rangkaian compliance test yang dilakukan tidak ditemukan kesalahan yang berarti, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa internal control pada PT Giant Hypermarket Makassar atas persediaan telah efektif.
Setelah melakukan observasi atas perhitungan fisik yang dilakukan perusahaan dan meminta laporan catatan fisik persediaan perusahaan. Penulis melaksanakan prosedur pemeriksaan yang meliputi pengecekan penjumlahan atas perhitungan stock dan mencocokkan kuantitas fisik dengan kuantitas yang ada di catatan administrasi. Hasil dari prosedur ini tidak ditemukan adanya kesalahan dalam perhitungan maupun adanya kesalahan dalam mencocokkan kuantitas persediaan barang dagangan yang berarti semua persediaan barang dagangan yang dimiliki perusahaan tidak fiktif.
Berdasarkan pemeriksaan penilaian dan penyajian persediaan pada PT Giant Hypermarket Makassar dapat diketahui sistem pencatatan persediaan yang digunakan perusahaan adalah sistem perpetual dan metode penilaian persediaan yang digunakan perusahaan setiap periode adalah FIFO method. Hal ini sudah sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum yang berlaku di indonesia, yakni standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik bab 11 tentang persediaan No 15 yang menyatakan bahwa entitas harus menentukan biaya persediaan dengan menggunakan rumus biaya masuk pertama keluar pertama (MPKP) atau rata-rata.
BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai efektivitas penerapan audit internal persediaan barang dagangan pada usaha retail dengan konsep modern melakukan analisis data yang dilandasi teori yang relevan dengan masalah yang diteliti pada PT Giant Hypermarket Makassar, penulis dapat mengambil suatu kesimpulan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan audit internal dilakukan oleh satuan pengawas internal yang independen dan kompeten. Dengan adanya independensi ini memungkinkan audit internal untuk menjalankan tugasnya tanpa memihak siapapun sehingga akan memberikan informasi yang objektif, benar dan bermanfaat kepada manajemen. Auditor internal yang ada di SPI (satuan Pengawas Intern) mempunyai kompetensi dibidang audit baik dari segi pendidikan maupun dari segi pengalaman kerja sehingga dapat mencari dan menentukan masalah-masalah yang terjadi pada auditee serta memberikan saran-saran sebagai solusi penyelesaiannya.
2. Pelaksanaan audit internal dilakukan melalui tahap-tahap yang telah ditentukan, yang meliputi:
a) Program audit internal
68
Program audit internal persediaan dibuat berdasarkan PKPT (Program kerja pemeriksa tahunan) satuan pengawas intern yang didalamnya diatur pelaksanaan audit per triwulan, per semester, atau per tahun, dimana pelaksanaanya tergantung dari kebutuhan audit.
b) Tahap Pelaksanaan audit internal
Dalam melaksanakan auditnya, auditor internal pada PT. Giant Hypermarket Makassar melakukan semua fungsi audit internal, yaitu:
mencakup compliance, verification dan evaluation.
c) Tahap laporan audit
Laporan hasil audit dibuat oleh audit internal setelah selesai melakukan audit. Didalam laporan audit terdapat uraian mengenai apa yang telah diaudit, bagian-bagian mana yang perlu diperbaiki, system yang berlaku saat ini dan rekomendasi yang diusulkan oleh auditor.
d) Tahap tindak lanjut
Setelah mendapatkan laporan hasil pemeriksaan(LPH), manajemen dapat menindak-lanjuti rekomendasi atau saran-saran yang diberikan oleh auditor internal. Akan tetapi hal ini bukan suatu keharusan yang perlu dilakukan oleh manajemen, apabila rekomendasi atau saran-saran yang diberikan oleh auditor internal ditindaklanjuti oleh manajemen, itu merupakan bentuk dari kepercayaan manajemen terhadap kinerja dari auditor internal.
e) Auditor internal memeriksa urutan nomor dari order penjualan
f) Auditor internal memeriksa apakah pengeluaran barang dari gudang telah didukung oleh dokumen yang diotorisasi oleh bagian penjualan seperti surat jalan dan bukti pengeluaran produk yang juga harus diketahui dan ditandatangani oleh kepala seksi gudang.
g) Auditor internal mengawasi pelaksanaan stock opname terhadap barang dagangan setahun tiga kali, stock opname ini dilakukan secara menyeluruh, dimana hasilnya dibandingkan dengan kartu persediaan.
h) Auditor internal akan melaporkan hasil auditnya dalam bentuk laporan kepada direktur. Hasil audit ini akan disertai saran perbaikan apabila ditemukan suatu kesalahan.
B. Saran
1. Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis mengajukan saran pada PT Hero Supermarket Tbk./Giant Makassar yang diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi bagian audit internal dalam melaksanakan audit pada persediaan barang dagangan pada masa yang akan datang.
2. Dalam melakukan tindak lanjut atas rekomendasi yang telah diberikan, sebaiknya auditor terlibat langsung dalam pengawasan pelaksanaan rekomendasi tersebut. Hal ini bukan saja bertujuan agar auditor dapat melihat secara langsung proses pelaksanaan rekomendasi tersebut,tetapi juga mempercepat penanggulangan kelemahan dan perbaikan dari objek atau bagian yang diperiksa.
71
Amin widjaja tunggal, Auditing suatu pengantar,1994,jakarta:Reneka cipta.
Astuti C, Wigati Retno dan Purwanti,Cornelio. 2003. Akuntansi Keuangan.
Penerbit KANISIUS. Yogyakarta.
Brink, Victor z, and Herbert Witt, 1982.Modern internal auditing, Fourth Edition,New york: A.Ronald press publishing.
Hiro Tugiman,2001.Pengantar audit internal, Bandung.
Komarudin. 1994. Ensiklopedia Manajemen, Edisi 1 dan Edisi 2, Jakarta; Bumi Aksara.
Komite S.A.K. Ikatan Akuntansi Indonesia, 2002. Standar Akuntansi Keuangan, Jakarta: Lembaga Penerbit salemba.
Mulyadi dan Kanaka puradireja, 1998. Auditing, Edisi kelima, Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Mulyadi. 2002. Auditing, Edisi Ke-6, Cetakan Ke-1, Buku Ke-1, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Rahayu S. 2013. Auditing konsep dasar dan pedoman pemeriksaan akuntan publikedisi enam. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Skousen K.F., Stice E.K., Stice J.D., 2001. Intermediate Accounting, Terjemahan Thomson Learning Asia, Akuntansi Keuangan Menengah, Edisi Satu, Salemba Empat, Jakarta.
Wilson, James D, and Campell, john B, 1981. Controllership The Work Of Management accounting, Thrid Edition, New York : Jhon Willey and Sons Inc.Dialihbahasakan oleh Tjintjin F Tjendera, 1997. Controllership: Tugas Akuntan Manajemen, Edisi Ketiga, Jakarta: Penerbit Erlangga.
Kec. Pujanting Kab. Barru pada tanggal 16 Juni 1992 Anak Bungsu dari empat bersaudara dan merupakan buah kasih sayang dari pasangan Ayahanda Muslimin dan Ibunda Hatija. Penulis menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Bette mulai tahun 1998 sampai tahun 2004. Pada tahun yang sama, penulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Pujananting pada tahun 2007 setelah itu kemudian Penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Tanete Riaja, hingga akhirnya tamat tahun 2010.
Satu tahun kemudian penulis melanjutkan keperguruan tinggi di Universitas Muhammadiyah Makassar dan Mengambil Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Lulus pada Tahun 2015.