• Tidak ada hasil yang ditemukan

PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lembaga

E. Pengujian Hipotesis

Selanjutnya untuk menguji apakah pengaruh intensitas belajar dan

intensitas sosial ekonomi orang tua terhadap hasil belajar signifikan baik

secara bersama-sama (simultan) maupun secara parsial (individual),

pengujian dimulai dari uji determinasi (R Square) kemudian

dilanjutkan uji sparsial dan apabila hasil pengujian parsial signifikan

dilajutkan uji simultan.

1. Koefisien Determinasi ( R Square)

Data yang berkaitan koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel

dibawah ini:

Tabel 4.10 Koefisien Determinasi (R Square)

Model Summary

Model R R Square

Adjusted R

Square Std. Error of the Estimate

1 .387a .150 .124 10.96205

a. Predictors: (Constant), intensitas_belajar, status_sosial_ekonomi_orangtua

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu

dilakukan analisis korelasi yang diperoleh dari output regresi.

Berdasarkan tabel Model Summary di atas, hubungan antara

variabel Intensitas Belajar dan variabel Satus Sosial Eonomi Orang

Tua dengan Hasil Belajar diperoleh nilai R² (R Square) sebesar

0,150. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hubungan

antara variabel intensitas belajar dan variabel status sosial ekonomi

orang tua terhadap hasil belajar menunjukkan hubungan yang cukup.

Sedangkan besarnya variabel intensitas belajar dan status sosial

ekonomi orang tua terhadap hasil belajar adalah 15% dan

besarnya variabel lain yang mempengaruhi variabel hasil belajar

2. Uji Hipotesis secara parsial (Uji t)

Untuk mengetahui variabel yang berpengaruh signifikan

secara parsial dilakukan pengujian koefisien regresi dengan

menggunakan statistik uji t. Penentuan hasil pengujian penerimaan

Ha atau penolakan Ho dapat dilakukan dengan membandingkan thitung

dengan ttabel. Atau juga dengan melihat dari nilai signifikansinya.

Tabel 4.11 Uji Hipotesis secara parsial (Uji t)

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 77.021 10.707 7.193 .000 intensitas_belajar .551 .241 .317 2.284 .026 status_sosial_ekonomi_or angtua 1.258 .375 .466 3.356 .001

a. Dependent Variable: hasil_belajar

Berdasarkan tabel Coefficients di atas, untuk pengujian

hipotesis pertama dengan menggunakan uji t. Pengujian hipotesis

pertama dilakukan dengan cara membandingkan antara hasil dari thitung

dengan ttabel . Dari table Coefficients di atas diperoleh thitung = 2,284

Nilai ttabel : t = ɑ/2; n- 1 t = 0.05/2; 68- 1

t = 0.025 ; 67

Diketahui thitung (2,284) > ttabel (1,996) dan nilai signifikasinya

0,026 < 0,05. Jadi, dari hasil nalisis di atas dapat disimpulkan bahwa

Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa secara

parsial Intensitas Belajar berpengaruh signifikan terhadap Hasil

Belajar siswa kelas X dan XI SMK Islam Kalipare Malang.

Berdasarkan tabel Coefficients di atas pula, untuk

pengujian hipotesis kedua dengan menggunakan uji t. Pengujian

hipotesis kedua dilakuakan dengan cara membandingkan antara hasil

dari thitung dengan ttabel. dari tabel Coefficients di atas diperoleh nilai

thitung = 3,356. Sementara itu, untuk ttabel dengan taraf signifikansi 5%

diperoleh nilai ttabel = 1,996.

Diketahui thitung (3,356) > ttabel (1,996) dan nilai signifikannya

0,001 < 0,05. Jadi, dari hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa

Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa secara

parsial Status sosial ekonomi orang tua berpengaruh signifikan

terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XI SMK Islam Kalipare

Malang. Sedangkan persamaan regesi Y = 77,021 + 0,551 X1 +

1,258 X2.

Konstanta sebesar 77,021 menyatakan bahwa tidak ada kenaikan

nilai dari kenaikan nilai dari variabel Intensitas Belajar dan Status

Sosial Ekonomi Orang Tua, maka nilai variabel Hasil Belajar adalah

77,021. Koefisien regresi variabel Intensitas Belajar sebesar 0,551

pada variabel Intensitas Belajar akan memberikan kenaikan skor

sebesar 0,551. Koefisien variabel Intensitas Belajar mempengaruhi

secara signifikan terhadap variabel Hasil belajar. Hal ini terlihat

dari tingkat signifikansi variabel Intensitas Belajar sebesar 0,026

< 0,05. Sedangkan Koefisien regresi variabel Sosial Ekonomi

Orang Tua Status sebesar 1,258 menyatakan bahwa setiap

penambahan (karena tanda +) satu nilai pada variabel Sosial Ekonomi

Orang Tua akan memberikan kenaikan skor sebesar 1,258. Koefisien

variabel Sosial Ekonomi Orang Tua mempengaruhi secara signifikan

terhadap variabel Hasil belajar. Hal ini terlihat dari tingkat

signifikansi variabel Intensitas Belajar sebesar 0,001 < 0,05.

3. Uji Hipotesis secara simultan (Uji F)

Untuk mengetahui signifikan pengaruh variabel – variabel bebas

secara bersama – sama atas variabel terikat digunakan uji F. Untuk

mengetahui pengaruh intensitas belajar dan status sosial ekonomi orang

tua terhadap hasil belajar kelas X dan XI SMK Islam Kalipare Malang,

maka dibuat hipotesis sebagai berikut :

Ho : Tidak terdapat pengaruh intensitas belajar dan status sosial ekonomi

orang tua terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XI SMK Islam

Ha : Terdapat pengaruh intensitas belajar dan status sosial ekonomi orang

tua terhadap hasil belajar siswa kelas X dan XI SMK Islam Kalipare

Malang.

Kriteria pengujian: jika sig. < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima

Tabel 4.12 Uji Hipotesis secara simultan (F)

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 1379.053 2 689.526 5.738 .005a

Residual 7810.829 65 120.167

Total 9189.882 67

a. Predictors: (Constant), intensitas_belajar, status_sosial_ekonomi_orangtua

b. Dependent Variable: hasil_belajar

Untuk pengujian hipotesis ketiga, dilakukan dengan uji F yaitu

pengujian yang dilakukan secara bersama-sama (simultan) antara

variabel Intensitas Belajar dan Status Sosial Ekonomi Orang Tua

terhadap Hasil belajar. Dari tabel ANOVA di atas, dapat diperoleh

nilai signifikansi sebesar 0,000 dan α sebesar 0.05. Karena nilai

signifikansi lebih kecil dari nilai alpha (0,005 < 0,05), maka dapat

disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Pengujian hipotesis

ketiga juga dapat dilakukan dengan membandingkan antara hasil

Fhitung dengan Ftabel. Dari tabel ANOVA di atas diperoleh nilai Fhitung

Nilai Ftabel

Ftabel = F (a; k- l; n- 1)

=F (0.05; 3-1; 68-1)

= F (0.05;2 ;67)

F = 3,133

Dengan demikian, bila dilihat dari nilai signifikasinya, hasil

pengujian menunjukkan Fhitung sebesar 5,738 > Ftabel sebesar 3,133 yang

artinya menolak Ho sehingga terdapat pengaruh antara intensitas belajar

dan status social ekonomi orang tua terhadap Hasil belajar. Bila dilihat

dari perbandingan antara nilai Fhitung denganFtabel , maka hasil pengujian

menunjukkan pengaruh yang bersifat positif atau berbanding lurus. Oleh

karena itu, dapat disimpulkan dari hasil pengujian tersebut menunjukkan

bahwa variabel Intensitas Belajar dan Status Sosial Ekonomi Orang tua

secara bersama- sama (simultan) berpengaruh terhadap Hasil belajar.

Artinya, semakin baik Intensitas Belajar dan Status Sosial ekonomi

orang tua yang dimiliki oleh siswa, maka prestasi belajarnya semakin

naik.

Dari beberapa hasil pengujian hipotesis tersebut di atas, dapat

disimpulkan bahwa secara sendiri-sendiri (parsial) baik variabel

Intensitas Belajar maupun Status sosial ekonomi orang tua berpengaruh

positif terhadap Hasil belajar. Dan juga dari hasil pengujian secara

ekonomi orang tua berpengaruh positif tehadap Hasil belajar. Dari nilai

stastistik tersebut dapat diketahui bahwa variabel Intensitas Belajar dan

Status Sosial Ekonomi Orang Tua secara sendiri- sendiri maupun

secara bersama-sama memberikan pengaruh positif terhadap Hasil

BAB V PEMBAHASAN

A. Pengaruh Intensitas Belajar tehadap Hasil belajar mata pelajaran