• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

B. Pengujian Persyaratan Analisis

3. Pengujian Hipotesis

Setelah uji persyaratan analisis dilakukan dan ternyata semua skor tiap variabel penelitian memenuhi persyaratan untuk dilakukan pengujian statistik lebih lanjut, maka selanjutnya dilaksanakan pengujian hipotesis. Adapun hipotesis dalam penelitian ini, yaitu:

a. Terdapat pengaruh Metode Tahfizh Al-Qur‟an terhadap hasil belajar Mata Pelajaran Al-Qur‟an Hadist

b. Terdapat pengaruh Aktivitas Belajar terhadap hasil belajar Mata Pelajaran Al-Qur‟an Hadist

c. Terdapat pengaruh Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an dan Aktivitas Belajar terhadap hasil belajar Mata Pelajaran Al-Qur‟an Hadist

d. Terdapat perbedaan hasil belajar mata pelajaran Al-Qur‟an Hadist pada kelas eksperimen dan kelas kontrol.

penelitian yang telah diajukan di atas. a. Hipotesis Pertama

Adapun bunyi hipotesis pertama yang akan dijawab dalam penelitian ini dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat:

Ha: Terdapat pengaruh Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an terhadap hasil belajar Mata Pelajaran Al-Qur‟an Hadist

H0: Tidak terdapat pengaruh Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an terhadap hasil belajar Mata Pelajaran Al-Qur‟an Hadist

Dengan kriteria:

Jika thitung  tTabel , maka Ho diterima Jika thitung  tTabel , maka Ho ditolak

Untuk menjawab hipotesis di atas maka dilakukan analisis korelasi antara Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an dengan hasil belajar siswa yang menghasilkan koefisien korelasi sebesar rxy = 0.421. Secara jelas uji keberartian koefisien korelasi disajikan pada Tabel berikut ini.

Tabel IV.9. Hasil Analisis Korelasi Variabel Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an (X1) dengan Variabel Hasil Belajar Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist (Y) Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .421a .177 .153 4.23307 Catatan: r : Koefisien Korelasi r Square : Sumbangan/Pengaruh

Pada Tabel IV.9 di atas terlihat bahwa nilai r sebesar 0.421, yang menunjukkan koefisien korelasi positif antara Metode Tahfizh Al-Qur‟an dengan hasil belajar siswa. Nilai r Square sebesar 0,177 menunjukkan bahwa besarnya pengaruh antara Metode Tahfizh Al-Qur‟an dengan hasil belajar siswa sebesar 17.7%. Setelah diketahui koefisien korelasi dan antara Metode Tahfizh Al-Qur‟an dengan hasil belajar siswa maka selanjutnya uji signifikansi pada Tabel berikut:

Tabel IV.10. Hasil Ringkasan Anova untuk Uji Signifikansi

No Variabel Fhitung fTabel Sig.

1 Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an denganHasil belajar Mata Pelajaran Al-Qur‟an Hadist

7.316 1.69 .011

Uji signifikansi ini bertujuan untuk menjelaskan apakah variasi nilai variabel bebas atau variabel independent dapat menjelaskan variasi nilai dependent dengan mengunakan besaran nilai F. Pada Tabel IV.10 di atas, diperoleh nilai Fhitung sebesar 7.316 dengan tingkat signifikan 0.011 lebih kecil dari taraf signifikan 0,05 atau perbandingan Fhitung 7.316 >FTabel 1.69. Hasil analisis tersebut menunjukkan Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an dapat menjelaskan hasil belajar siswa. Selanjutnya untuk mengetahui hasil analisis regresi sederhana dapat di lihat pada Tabel berikut:

Tabel IV.11. Hasil Analisis Regresi Sederhana Variabel Metode PembelajaranTahfizh Al-Qur’an (X1) terhadap Variabel Hasil Belajar Siswa (Y)

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B sd Beta 1 (Constant) 27.571 8.56 8.666 .000 Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an .387 .180 .421 2.705 .011 Catatan:

B : Nilai arah sebagai penentu ramalan (prediksi) Sd : Kesalahan baku

Beta : Nilai patokan berkisar 0 hingga 1 t : koefisien uji t

Berdasarkan Tabel IV.11 di atas kolom B pada constant (a) adalah 27.571 sedangkan nilai Metode Tahfizh Al-Qur‟an (b) adalah 0.387. Sehingga gambaran persamaan regresi sebagai berikut:

Ỹ = a + bX1 = 27.571 + 0.387X1

Dari Tabel 411 juga diketahui thitung sebesar 8.666 pada taraf signifikan 0,000, sedangkan ttabel adalah 1,69, jadi thitung  ttabel, maka Ha diterima, artinya koefisien regresi signifikan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Metode Tahfizh Al-Qur‟an terhadap hasil belajar mata pelajaran Al-Qur‟an Hadist.

b. Hipotesis Kedua

Adapun bunyi hipotesis kedua yang akan dijawab dalam penelitian ini dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat:

Ha: Terdapat pengaruh Aktivitas Belajar terhadap hasil belajar Mata Pelajaran Al-Qur‟an Hadist

H0: Tidak terdapat pengaruh Aktivitas Belajar terhadap hasil belajar Mata Pelajaran Al-Qur‟an Hadist

Dengan kriteria:

Jika thitung  tTabel , maka Ho diterima Jika thitung  tTabel , maka Ho ditolak

Untuk menjawab hipotesis di atas maka dilakukan analisis korelasi antara Aktivitas Belajar dengan hasil belajar siswa yang menghasilkan koefisien korelasi sebesar rxy = 0.157. Secara jelas uji keberartian koefisien korelasi disajikan pada Tabel berikut ini.

Tabel IV.12. Hasil Analisis Korelasi Variabel Aktivitas Belajar (X2) dengan Variabel Hasil Belajar Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist (Y)

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .157a .173 .146 5.41180 Catatan: r : Koefisien Korelasi r Square : Sumbangan/Pengaruh

Std. Error of the Estimate : Kesalahan Model Regresi

Pada Tabel IV.12 di atas terlihat bahwa nilai r sebesar 0.157, yang menunjukkan koefisien korelasi positif antara Aktivitas Belajar dengan hasil belajar siswa. Nilai r Square sebesar 0,173 menunjukkan bahwa besarnya pengaruh antara Aktivitas Belajar terhadap hasil belajar siswa sebesar 17.3%. Setelah diketahui koefisien korelasi dan antara Aktivitas Belajar dengan hasil belajar siswa maka selanjutnya uji signifikansi pada Tabel berikut:

Tabel IV.13. Hasil Ringkasan Anova untuk Uji Signifikansi

No Variabel Fhitung fTabel Sig.

1 Aktivitas Belajar dengan Hasil belajar Mata Pelajaran Al-Qur‟an Hadist

Uji signifikansi ini bertujuan untuk menjelaskan apakah variasi nilai variabel bebas atau variabel independent dapat menjelaskan variasi nilai dependent dengan menggunakan besaran nilai F. Pada Tabel IV.13 di atas, diperoleh nilai Fhitung sebesar 7.11 dengan tingkat signifikan 0.002 lebih kecil dari taraf signifikan 0,05 atau perbandingan Fhitung 7.11>FTabel 1.69. Hasil analisis tersebut menunjukkan Aktivitas Belajar dapat menjelaskan hasil belajar siswa. Selanjutnya untuk mengetahui hasil analisis regresi sederhana dapat di lihat pada Tabel berikut:

Tabel IV.14. Hasil Analisis Regresi Sederhana Variabel Aktivitas Belajar(X2) terhadap Variabel Hasil Belajar Siswa (Y) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B sd Beta 1 (Constant) 78.720 17.448 9.512 .000 Aktivitas Belajar .134 .102 .57 8.332 .002 Catatan:

B : Nilai arah sebagai penentu ramalan (prediksi) Sd : Kesalahan baku

Beta : Nilai patokan berkisar 0 hingga 1 t : koefisien uji t

Berdasarkan Tabel IV.14 di atas kolom B pada constant (a) adalah 78.720 sedangkan nilai Aktivitas Belajar (b) adalah 0.134. Sehingga gambaran persamaan regresi sebagai berikut:

Ỹ = a + bX1 = 78.720 + 0.134X1

Dari Tabel IV.14 juga diketahui thitung sebesar 9.512 pada taraf signifikan 0,000, sedangkan ttabel adalah 1,69, jadi thitung  ttabel, maka Ha diterima, artinya koefisien regresi signifikan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Aktivitas Belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran Al-Qur‟an Hadist.

c. Hipotesis Ketiga

Adapun bunyi hipotesis ketiga yang akan dijawab dalam penelitian ini dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat:

Ha: Terdapat pengaruh Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an dan Aktivitas Belajar terhadap hasil belajar Mata Pelajaran Al-Qur‟an Hadist

H0: Tidak terdapat pengaruh Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an dan Aktivitas Belajar terhadap hasil belajar Mata Pelajaran Al-Qur‟an Hadist

Dengan kriteria:

Jika thitung  tTabel , maka Ho diterima Jika thitung  tTabel , maka Ho ditolak

Untuk menjawab hipotesis di atas maka dilakukan analisis korelasi antara Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an dan Aktivitas Belajar dengan hasil belajar siswa yang menghasilkan koefisien korelasi sebesar rxy = 0.192. Secara jelas uji keberartian koefisien korelasi disajikan pada Tabel berikut ini.

Tabel IV.15. Hasil Analisis Korelasi Variabel Metode Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an (X1) dan Aktivitas Belajar (X2) dengan Variabel Hasil Belajar Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist (Y)

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .192a .217 .182 3.39971 Catatan: r : Koefisien Korelasi r Square : Sumbangan/Pengaruh

Std. Error of the Estimate : Kesalahan Model Regresi

Pada Tabel IV.15 di atas terlihat bahwa nilai r sebesar 0.192, yang menunjukkan koefisien korelasi positif Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an dan Aktivitas Belajar dengan hasil belajar siswa. Nilai r Square sebesar 0,217 menunjukkan bahwa besarnya pengaruh antara Metode Tahfizh Al-Qur‟an dan Aktivitas Belajar terhadap hasil belajar siswa sebesar 21.7%. Setelah diketahui koefisien korelasi dan antara Metode Tahfizh Al-Qur‟an dan Aktivitas Belajar terhadap hasil belajar siswa maka selanjutnya uji signifikansi pada Tabel berikut:

Tabel IV.16. Hasil Ringkasan Anova untuk Uji Signifikansi

No Variabel Fhitung fTabel Sig.

1 Metode Tahfizh Al-Qur‟an dan Aktivitas Belajar dengan Hasil belajar Mata Pelajaran Al-Qur‟an Hadist

8.631 1.69 .008

Uji signifikansi ini bertujuan untuk menjelaskan apakah variasi nilai variabel bebas atau variabel independent dapat menjelaskan variasi nilai dependent dengan mengunakan besaran nilai F. Pada Tabel IV.16 di atas, diperoleh nilai Fhitung sebesar 8.631 dengan tingkat signifikan 0.008 lebih kecil dari taraf signifikan 0,05 atau perbandingan Fhitung 8.631>FTabel 1.69. Hasil analisis tersebut

menunjukkan Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an dan Aktivitas Belajar dapat menjelaskan hasil belajar siswa. Selanjutnya untuk mengetahui hasil analisis regresi ganda dapat di lihat pada Tabel berikut:

Tabel IV.17. Hasil Analisis Regresi Ganda Variabel Metode Tahfizh Al-Qur’an (X1) dan Aktivitas Belajar (X2) terhadap Variabel Hasil Belajar Siswa (Y)

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B sd Beta 1 (Constant) 47.916 3.563 9.428 .003 Metode Tahfizh Al-Qur‟an .340 .130 .202 15.073 .001 Aktivitas Belajar .185 .112 .142 12.753 .002 Catatan:

B : Nilai arah sebagai penentu ramalan (prediksi) Sd : Kesalahan baku

Beta : Nilai patokan berkisar 0 hingga 1 t : koefisien uji t

Berdasarkan Tabel IV.17 di atas, kolom B pada constant adalah 47.916 sedangkan nilai Metode Tahfizh Al-Qur‟an adalah 0.340 dan nilai Aktivitas Belajar 0.185, sehingga persamaan regresinya sebagai berikut:

Ỹ = a + b1X1 + b2X2

= 47.916+0.340X1+ 0.185X2.

Model persamaan tersebut mengandung makna:

Al-Qur‟an dan Aktivitas Belajar bernilai 0, maka hasil belajar mata pelajaran Al-Qur‟an Hadist bernilai 47.916

2) Nilai koefisien regresi variabel Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an (b1) bernilai positif, yaitu 0.340, artinya setiap peningkatan Metode Tahfizh Al-Qur‟an sebesar 1, maka akan meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 0.340 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap.

3) Nilai koefisien regresi variabel Aktivitas Belajar (b2) bernilai positif yaitu 0.185, artinya setiap peningkatan Aktivitas Belajar sebesar 1 akan meningkatkan hasil belajar sebesar 0.185 dengan asumsi variabel lain bernilai tetap.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis di atas, maka dapat dirangkum hasil penelitian dalam bentuk bagan pengaruh Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an dan Aktivitas Belajar terhadap hasil belajar seperti di bawah ini.

Gambar 1. Pengaruh Variabel Metode Pembelajaran Tahfizh Al-Qur’an (X1) dan Aktivitas Belajar (X2) terhadap Hasil Belajar Siswa (Y)

Metode Tahfizh Al-Qur‟an (X1)

Hasil Belajar (Y)

Aktivitas Belajar (X2)

R =0.192 R2 =0.217 r =0.421 r2=0.177

Dari gambar di atas dapat dipahami Terdapat pengaruh Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an dan Aktivitas Belajar terhadap hasil belajar, dan dapat memberi arti bahwa tinggi rendahnya hasil belajar sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya Metode Tahfizh Al-Qur‟an dan Aktivitas Belajar. Dengan demikian untuk meningkatkan hasil belajar siswa memerlukan Metode Tahfizh Al-Qur‟an dan Aktivitas Belajar yang tinggi.

d. Hipotesis keempat

Adapun bunyi hipotesis keempat yang akan dijawab dalam penelitian ini dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat:

Ha: Terdapat perbedaan hasil belajar mata pelajaran Al-Qur‟an Hadist kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan Kelas Kontrol tanpa diberikan perlakuan

H0: Tidak terdapat perbedaan hasil belajar mata pelajaran Al-Qur‟an Hadist kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan Kelas Kontrol tanpa diberikan perlakuan

Untuk menguji hipotesis keempat ini peneliti menggunakan aplikasi SPSS versi 20.0. Adapun hasilny sebagai berikut:

Tabel IV.18. Perbedaan Nilai Mean Hasil Belajar Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

N Mean Std.

Deviation

Std. Error Mean Nilai Kelas Eksperimen 36 84.5 5.34 .890

Nilai Kelas Kontrol 35 72.4 6.90 1.167

Berdasarkan tabel IV.18 di atas dapat dipahami bahwa nilai

kontrol. Untuk melihat signifikansi perbedaannya bisa dilihat tabel di bawah ini:

Tabel IV.19. Perbedaan Nilai Signifikansi Hasil Belajar Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Test Value = 0

t df Sig. (2-tailed) Mean Difference Hasil Belajar Kelas

Eksperimen 8.214 35 ,000 12.014

Hasil Belajar Kelas

Kontrol 8.18 34 ,000 12.014

Berdasarkan Tabel IV.19 di atas dapat dilihat bahwa nilai signifikansinya sebesar .000. Ini berarti bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan kelas kontrol tanpa diberikan perlakuan Metode Tahfizh Al-Qur‟an, artinya adalah kelas yang diberikan metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

C. Pembahasan

Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Metode Tahfizh Al-Qur‟an dan Aktivitas Belajar terhadap hasil belajar siswa. Artinya semakin diterapkan Metode Tahfizh Al-Qur‟an maka Aktivitas Belajar siswa akan meningkat dan hasil belajar siswa juga semakin tinggi. Pada bagian berikut akan dijelaskan pembahasan untuk masing-masing variabel dalam penelitian.

1. Metode Pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an

Hasil analisis persentase menunjukkan bahwa Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an berada pada kategori sangat tinggi (ST) dengan rata-rata persentase sebesar 88.5%. Dari data di atas dapat dipahami bahwa Metode pembelajaran Tahfizh Al-Qur‟an sudah sangat baik diterapkan di MIN Kota Bukittinggi. Pembelajaran (instruction) bermakna sebagai “upaya untuk membelajarkan seseorang atau kelompok orang melalui berbagai upaya (effot) dan berbagai strategi, metode dan pendekatan kearah pencapaian tujuan yang telah direncanakan”.148

Menurut Heri Rahyubi menjelaskan, pembelajaran adalah suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.149 Dengan kata lain pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Proses pembelajaran dialami manusia sepanjang hayat, serta berlaku dimanapun dan kapanpun.

Pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen tersebut meliputi: tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Keempat komponen pembelajaran tersebut harus diperhatikan oleh guru dalam memilih dan menentukan media, metode, strategi, dan pendekatan apa _____________

148

Abdul Majid, Strategi Pembelajaran, (Bandung: PT. Rosdakarya Offset, 2013), h. 4

149

Heri Rahyubi, Teori-teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik Deskripsi dan

yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran.150

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik yang melalui berbagai upaya (effot) dan berbagai strategi, metode dan pendekatan yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain kearah pencapaian tujuan yang telah direncanakan dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Tahfidz Qur’an terdiri dari dua suku kata, yaitu tahfidz dan

al-Qur‟an, yang mana keduanya mempunyai arti yang berbeda. Pertama,

tahfidz yang berarti menghafal, menghafal dari kata dasar hafal yang dari

bahasa Arab hafidza - yahfadzu - hifdzan, yaitu lawan dari lupa, yaitu selalu ingat dan sedikit lupa.151 Menurut Abdul Aziz Abdul Ra‟uf

Al-Hafizh menjelaskan, menghafal adalah “proses mengulang sesuatu, baik

dengan membaca atau mendengar”.152

Pekerjaan apapun jika sering diulang, pasti menjadi hafal.

Kedua, kata al-Qur‟an, menurut bahasa al-Qur‟an berasal dari kata qa-ra-a yang artinya membaca, para ulama‟ berbeda pendapat mengenai

pengertian atau definisi tentang al-Qur‟an. Hal ini terkait sekali dengan masing-masing fungsi dari al-Qur‟an itu sendiri.

_____________ 150

Rusman, Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer (Mengembangkan

Profesionalisme Guru Abad 21), (Bandung: Alfabeta, 2013), h. 93

151

Mahmud Yunus, Kamus Arab-Indonesia, (Jakarta: Hidakarya Agung, 1990), h. 105

152

Abdul Aziz Abdul Ra‟uf Al-Hafizh, Kiat Sukses Menjadi Hafizh Qur’an Da’iyah, (Bandung: PT Syaamil Cipta Media, 2004), h. 49

Menurut Ramayulis dalam Soleha & Rada, al-Qur‟an merupakan kalam Allah yang telah diwahyukan-Nya kepada Nabi Muhammad bagi seluruh umat manusia. Al-Qur‟an merupakan sebagai petunjuk yang lengkap, pedoman bagi manusia yang meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang bersifat universal.153

Menurut Acep Hermawan menjelaskan, al-Qur‟an menurut istilah adalah kalam Allah atau kalamullah subhanahu wa ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, membacanya merupakan ibadah, susunan kata dan isinya merupakan mu‟jizat, termakjub di dalam mushaf dan dinukilkan secara mutawatir.154

Setelah melihat definisi menghafal dan al-Qur‟an di atas dapat disimpulkan bahwa Tahfidz al-Qur’an adalah proses untuk memelihara, menjaga dan melestarikan kemurnian al-Qur‟an yang diturunkan kepada Rasullulah SAW di luar kepala agar tidak terjadi perubahan dan pemalsuan serta dapat menjaga dari kelupaan baik secara keseluruhan maupun sebagainya.

Jadi, dapat disimpulakan bahwa pembelajaran Tahfidz al-Qur’an adalah suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik untuk memelihara, menjaga dan melestarikan kemurnian al-Qur‟an yang diturunkan kepada Rasullulah SAW di luar kepala agar tidak terjadi perubahan serta dapat menjaga dari kelupaan baik secara keseluruhan _____________

153

Soleha dan Rada, Ilmu Pendidikan Islam, (Bandung: Alfabeta, 2011), h. 25

154

maupun sebagainya yang berhubungan satu dengan yang lain kearah pencapaian tujuan yang telah direncanakan.

Pembelajaran harus memperhatikan ataupun didasarkan pada tujuan yang jelas. Artinya, bahwa tujuan pembelajaran didesain secara spesifik dengan mengidentifikasi kebutuhan yang ada. Tujuan pembelajaran tentunya harus mengacu pada standar kempetensi lulusan (SKL) yang telah ditentukan. Dalam kegiatan ini guru harus mampu merumuskan tujuan pembelajaran yang baik artinya tujuan yang menjadi target pembelajaran dapat diukur secara nyata.

Tujuan sebagai sesuatu yang akan dicapai melalui proses mempunyai peran pengarah dan sebagai hasil yang akan dicapai. Tujuan harus dirumuskan lebih dahulu dalam rencana pelaksanaan pembelajaran dengan jelas dan terperinci. Selain itu, tujuan juga harus dikomunikasikan dengan siswa agar dapat dipahami. Sehingga mereka sejak awal pembelajaran telah mengerti kemampuan yang harus dimiliki setelah proses pembelajaran berlangsung.

Menurut Rusman menjelaskan, bahwa tujuan pembelajaran meliputi tujuan pembelajaran umum meliputi: standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sedangkan tujuan pembelajaran khusus, yaitu berupa indicator pembelajaran.155 Tujuan pembelajaran ini dimaksudkan untuk _____________

155

Rusman, Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer (Mengembangkan

meningkatkan kemampuan, kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran adalah sebagai sesuatu yang akan dicapai melalui proses untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan, pengetahuan kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mempunyai peran pengarah sebagai hasil yang dicapai dalam pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Al-Qur‟an adalah kitab suci Allah yang diwahyukan kepada Rasullulah SAW. Melalui Malaikat Jibril As. Kitab suci ini disampaikan kepada nabi secara berangsur-angsur. Al-Qur‟an juga merupakan kemuliaan paling tinggi, yang memberikan petunjuk kepada seluruh umat manusia agar berada dijalan yang lurus dan keluar dari kegelapan menuju cahaya terang, dan tidak ada keburukan sedikit pun di dalamnya.

Ada beberapa keutamaan menghafal al-Qur‟an sebagaimana yang dijelaskan oleh Wiwi Alawiyah Wahid sebagai berikut:

a. Al-Qur‟an adalah pemberi syafaat pada hari kiamat umat bagi umat manusia yang membaca, memahami, dan mengamalkannya.

b. Para penghafal al-Qur‟an telah dijanjikan derajat yang tinggi di sisi Allah SWT, pahala yang besar, serta penghormatan di antara sesama manusia.

c. Al-Qur‟an menjadi hujjah atau pembela bagi pembacanya serta sebagai pelindung dari siksaan api neraka.

d. Para penghafal al-Qur‟an yang kualitas dan kuantitasnya bacaannya lebih bagus akan bersama malaikat yang selalu melindunginya dan mengajak pada kebaikan.

e. Para penghafal al-Qur‟an di prioritaskan untuk menjadi imam dan shalat.156

Sedangkan menurut Bahirul Amali Herry, ada beberapa keutamaan dalam menghafal al-Qur‟an diantarannya sebagai berikut:

a. Para penghafal al-Qur‟an mendapat perlakuan yang lebih daripada yang lainnya dalam hal memberikan fatwa, musyawarah, serta meminta pendapat dan pandangan.

b. Para penghafal al-Qur‟an hatinya akan diterangi Allah SWT.

c. Akan lebih mampu mengetahui yang haq dari yang batil, yang benar dari yang salah.

d. Para penghafal al-Qur‟an jauh lebih kokoh dan lebih teruji di medan perang dan perjuangan daripada yang bukan penghafal.157

Dari beberapa pendapat diatas bahwa keutamaan para penghafal al-Qur‟an diantaranya adalah al-al-Qur‟an adalah pemberi syafaat pada hari kiamat umat bagi umat manusia yang membaca, memahami, dan _____________

156

Wiwi Alawiyah Wahid, Cara Cepat Bisa Menghafal Al-Qur’an, (Yogyakarta: Diva Press, 2012), h. 143

157

Bahirul Amali Herry, Agar Orang Sibuk Bisa Menghafal Al-Qur’an, (Yogyakarta: Pro-U Media, 2012), h. 25-26

mengamalkannya. Para penghafal al-Qur‟an telah dijanjikan derajat yang tinggi di sisi Allah SWT, pahala yang besar, serta penghormatan di antara sesama manusia, al-Qur‟an menjadi hujjah atau pembela bagi pembacanya serta sebagai pelindung dari siksaan api neraka. Para penghafal al-Qur‟an yang kualitas dan kuantitasnya bacaannya lebih bagus akan bersama malaikat yang selalu melindunginya dan mengajak pada kebaikan, Para penghafal al-Qur‟an di prioritaskan untuk menjadi imam dan shalat, Para penghafal al-Qur‟an mendapat perlakuan yang lebih daripada yang lainnya

Dokumen terkait