SMA Negeri Kerjo Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2014/
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
B. Pengujian Prasyarat Analisis Data
2. Pengujian Hipotesis
Berdasarkan hasil pengujian normalitas mengenai hubungan antara persepsi siswa terhadap profesionalisme guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi. Dalam penelitian ini teknik analisis data pengujian hipotesis menggunakan rumus korelasi product moment karena data yang diperoleh berdistribusi normal, sedangkan pengujian hipotesis yang lain menggunakan korelasi spearman rank karena berdistribusi tidak normal. Pengolahan data menggunakan program SPSS. Hasil pengujian hipotesis sebagai berikut:
a. Pengujian Hipotesis 1
Hipotesis 1 dalam penelitian ini adalah:
H01 : tidak ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa
terhadap profesionalisme guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi.
Ha1 : ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa
terhadap profesionalisme guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi.
Hasil uji korelasi ini sebagai berikut:
Tabel 5.12
Hasil uji korelasi antar persepsi siswa terhadap Profesionalisme guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi
Correlations
Per_Siswa Mot_Bel_Eko Per_Siswa Pearson Correlation 1 .702**
Sig. (1-tailed) .000
N 127 127
Mot_Bel_Eko Pearson Correlation .702** 1 Sig. (1-tailed) .000
N 127 127
**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).
Berdasarkan pengujian hipotesis di atas, dalam pengambilan keputusan dapat dijelaskan ke dalam dua hasil yaitu, pertama dilihat dari nilai probabilitas atau Sig. (1-tailed) lebih kecil dari nilai = 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ha1
diterima, yang memiliki arti ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap profesionalisme guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi. Kedua dilihat dari nilai koefisien korelasi product
moment sebesar 0,702 dan dapat diinterpretasikan dalam kategori kuat.
Dengan demikian dari hasil penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa antara variabel persepsi siswa terhadap profesionalisme guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi mempunyai korelasi positif yang kuat (lampiran VII hal 159).
b. Pengujian Hipotesis 2
Hipotesis 2 dalam penelitian ini adalah:
H02 : tidak ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa
terhadap kompetensi pedagogik guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi.
Ha2 : ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa
terhadap kompetensi pedagogik guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi.
Hasil uji korelasi ini sebagai berikut:
Tabel 5.13
Hasil uji korelasi antar persepsi siswa terhadap kompetensi Pedagogik guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi
Correlations
Per_Kom_
Pedag Mot_Bel_Eko Spearman's rho Per_Kom_Pedag Correlation Coefficient 1.000 .620**
Sig. (1-tailed) . .000
N 127 127
Mot_Bel_Eko Correlation Coefficient .620** 1.000 Sig. (1-tailed) .000 .
N 127 127
**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).
Berdasarkan pengujian hipotesis di atas, dalam pengambilan keputusan dapat dijelaskan ke dalam dua hasil yaitu, pertama dilihat dari nilai probabilitas atau Sig. (1-tailed) lebih kecil dari nilai = 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ha2
diterima, yang memiliki arti ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi pedagogik guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi. Kedua dilihat dari nilai koefisien korelasi
spearman rank atau rs sebesar 0,620 dan dapat diinterpretasikan dalam
kategori kuat. Dengan demikian dari hasil penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa antara variabel persepsi siswa terhadap kompetensi pedagogik guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi mempunyai korelasi positif yang kuat (lampiran VII hal 159).
c. Pengujian Hipotesis 3
Hipotesis 3 dalam penelitian ini adalah:
H03 : tidak ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa
terhadap kompetensi kepribadian guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi.
Ha3 : ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa
terhadap kompetensi kepribadian guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi.
Hasil uji korelasi ini sebagai berikut:
Tabel 5.14
Hasil uji korelasi antar persepsi siswa terhadap kompetensi Kepribadian guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi
Correlations
Per_Kom_Kep Mot_Bel_Eko Spearman's rho Per_Kom_Kep Correlation Coefficient 1.000 .605**
Sig. (1-tailed) . .000
N 127 127
Mot_Bel_Eko Correlation Coefficient .605** 1.000
Sig. (1-tailed) .000 .
N 127 127
**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).
Berdasarkan pengujian hipotesis di atas, dalam pengambilan keputusan dapat dijelaskan ke dalam dua hasil yaitu, pertama dilihat
dari nilai probabilitas atau Sig. (1-tailed) lebih kecil dari nilai = 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ha3
diterima, yang memiliki arti ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi. Kedua dilihat dari nilai koefisien korelasi
spearman atau rs sebesar 0,605 dan dapat diinterpretasikan dalam
kategori kuat. Dengan demikian dari hasil penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa antara variabel persepsi siswa terhadap kompetensi kepribadian guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi mempunyai korelasi positif yang kuat (lampiran VII hal 159).
d. Pengujian Hipotesis 4
Hipotesis 4 dalam penelitian ini adalah:
H04 : tidak ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa
terhadap kompetensi sosial guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi.
Ha4 : ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa
terhadap kompetensi sosial guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi.
Tabel 5.15
Hasil uji korelasi antar persepsi siswa terhadap kompetensi Sosial guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi
Correlations
Per_Kom_Sos Mot_Bel_Eko Spearman's rho Per_Kom_Sos Correlation Coefficient 1.000 .535**
Sig. (1-tailed) . .000
N 127 127
Mot_Bel_Eko Correlation Coefficient .535** 1.000
Sig. (1-tailed) .000 .
N 127 127
**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).
Berdasarkan pengujian hipotesis di atas, dalam pengambilan keputusan dapat dijelaskan ke dalam dua hasil yaitu, pertama dilihat dari nilai probabilitas atau Sig. (1-tailed) lebih kecil dari nilai = 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ha4
diterima, yang memiliki arti ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi sosial guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi. Kedua dilihat dari nilai koefisien korelasi spearman atau rs sebesar 0,535 dan dapat diinterpretasikan dalam kategori
sedang. Dengan demikian dari hasil penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa antara variabel persepsi siswa terhadap kompetensi sosial guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi mempunyai korelasi positif yang Sedang (lampiran VII hal 159).
e. Pengujian Hipotesis 5
Hipotesis 5 dalam penelitian ini adalah:
H05 : tidak ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa
terhadap kompetensi profesional guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi.
Ha5 : ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa
terhadap kompetensi profesional guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi.
Hasil uji korelasi ini sebagai berikut:
Tabel 5.16
Hasil uji korelasi antar persepsi siswa terhadap kompetensi Profesional guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi
Correlations
Per_Kom_Prof Mot_Bel_Eko Spearman's rho Per_Kom_Prof Correlation Coefficient 1.000 .637**
Sig. (1-tailed) . .000
N 127 127
Mot_Bel_Eko Correlation Coefficient .637** 1.000
Sig. (1-tailed) .000 .
N 127 127
**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).
Berdasarkan pengujian hipotesis di atas, dalam pengambilan keputusan dapat dijelaskan ke dalam dua hasil yaitu, pertama dilihat dari nilai probabilitas atau Sig. (1-tailed) lebih kecil dari nilai = 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ha5
diterima, yang memiliki arti ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap kompetensi profesional guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi. Kedua dilihat dari nilai koefisien korelasi
spearman atau rs sebesar 0,637 dan dapat diinterpretasikan dalam
kategori kuat. Dengan demikian dari hasil penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa antara variabel persepsi siswa terhadap kompetensi Profesional guru Ekonomi dan motivasi belajar Ekonomi mempunyai korelasi positif yang kuat (lampiran VII hal 159).