• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

26. PT. Langgeng Makmur Industri, Tbk

4.5 Pengujian Hipotesis

Pada pengujian hipotesis, akan dilakukan analisis koefisien determinasi, pengujian pengaruh simultan (uji F), dan pengujian pengaruh parsial (uji t). Nilai-nilai statistik dari koefisien determinasi, uji F, dan uji t tersaji pada Tabel 4.7.

Tabel 4.7

Nilai statistik dari Koefisien Determinasi, Uji F, dan Uji t

Dependent Variable: Y?

Method: Pooled EGLS (Cross-section random effects) Date: 02/01/17 Time: 15:36

Sample: 2010 2015 Included observations: 6 Cross-sections included: 26

Total pool (balanced) observations: 156

Swamy and Arora estimator of component variances

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

X1? 0.256745 0.162061 1.584249 0.1152

X2? 0.142045 0.208465 0.681385 0.4967

X3? -0.064949 0.046385 -1.400214 0.1635 X4? -0.033774 0.090004 -0.375251 0.7080

X5? 1.204291 0.423631 2.842781 0.0051

C -4.296711 1.083594 -3.965240 0.0001

Adjusted R-squared 0.034365 S.D. dependent var 1.111615 S.E. of regression 1.092348 Sum squared resid 178.9837 F-statistic 2.103223 Durbin-Watson stat 2.258474 Prob(F-statistic) 0.048078

4.5.1 Analisis Koefisien Determinasi

Berdasarkan Tabel 4.7, diketahui nilai koefisien determinasi (R-squared) sebesar . Nilai tersebut dapat diartikan DER, CR, EPS, ROE, dan size, mampu mempengaruhi/menjelaskan return saham secara simultan atau bersama-sama sebesar 6,5%, sisanya sebesar 93,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

4.5.2 Uji Signifikansi Pengaruh Simultan (Uji F)

Uji bertujuan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel tak bebas. Berdasarkan Tabel 4.7, diketahui nilai Prob. (F-statistics), yakni 0,048 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel bebas, yakni DER, CR, EPS, ROE, dan size, secara simultan, berpengaruh signifikan terhadap variabel return saham.

4.5.3 Persamaan Regresi Data Panel dan Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji t)

Berdasarkan Tabel 4.7, diperoleh persamaan regresi data panel sebagai berikut.

Berdasarkan Tabel 4.7, diketahui:

1. Nilai koefisien dari DER adalah 0,256, yakni bernilai positif, yang berarti DER berpengaruh positif terhadap return saham. Sementara nilai Prob. dari DER 0,1152 > 0,05, maka DER tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

2. Nilai koefisien dari CR adalah 0,142, yakni bernilai positif, yang berarti CR berpengaruh positif terhadap return saham. Sementara nilai Prob. dari CR 0,4967 > 0,05, maka CR tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

3. Nilai koefisien dari EPS adalah -0,064, yakni bernilai negatif, yang berarti EPS berpengaruh negatif terhadap return saham. Sementara nilai Prob. dari EPS 0,1635 > 0,05, maka EPS tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

4. Nilai koefisien dari ROE adalah -0,033, yakni bernilai negatif, yang berarti ROE berpengaruh negatif terhadap return saham. Sementara nilai Prob. dari ROE 0,7080 > 0,05, maka ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

5. Nilai koefisien dari size adalah 1,204, yakni bernilai positif, yang berarti size berpengaruh positif terhadap return saham. Sementara nilai Prob. dari size 0,0051 < 0,05, maka size berpengaruh signifikan terhadap return saham.

4.6 Pembahasan

4.6.1 Variabel Debt To Equity Ratio (DER)

DER merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dan ekuitas dengan membandingkan antara seluruh utang dengan seluruh ekuitas. Sugiarto (2010) menyatakan bahwa “DER yang tinggi menunjukkan komposisi total hutang semakin besar dibanding total modal sendiri yang akan berdampak pada semakin besar pula beban yang ditanggung perusahaan terhadap pihak eskternal (kreditur)”. hal ini menunjukkan bahwa perusahaan sangat bergantung pada pihak eksternal sehingga semain tinggi resiko suatu perusahaan. hal ini akan berdampak

pada minat investor dalam melakukan investasi pada perusahaan tersebut dan penurunan minat investor akan berpengaruh pada penurunan harga saham yang pada akhirnya mempengaruhi return saham yang diterima investor semakin rendah.

Berdasarkan penelitian variabel DER diperoleh hasil secara parsial memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap return saham pada sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien dari DER adalah 0,256, yakni bernilai positif, yang berarti DER berpengaruh positif terhadap return saham. Sementara nilai Prob. dari DER 0,1152 > 0,05, maka DER tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

Hasil pengujian ini berbeda dengan penelitian Thamrin (2012) yang menyatakan bahwa DER berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.

4.6.2 Variabel Current Ratio (CR)

CR yang rendah akan menyebabkan terjadinya penurunan harga pasar dari harga saham yang bersangkutan. Sedangkan CR yang tinggi dapat disebabkan adanya piutang yang tidak tertagih dan persediaan yang belum terjual, yang tentunya tidak dapat digunakan secara cepat untuk membayar hutang. Disisi lain perusahaan yang memiliki aktiva lancar yang tinggi akan lebih cenderung memiliki aset lainnya yang dapat dicairkan sewaktu waktu tanpa mengalami penurunan nilai pasarnya (menjual efek). Investor lebih menyukai untuk membeli

saham saham perusahaan dengan nilai aktiva lancar yang tinggi dibandingkan perusahaan yang memiliki aktiva lancar yang rendah.

Berdasarkan penelitian variabel CR diperoleh hasil secara parsial memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap return saham pada sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien dari CR adalah 0,142, yakni bernilai positif, yang berarti CR berpengaruh positif terhadap return saham. Sementara nilai Prob. dari CR 0,4967 > 0,05, maka CR tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

Hasil pengujian ini berbeda dengan penelitian Sinaga (2013) yang menyatakan bahwa CR berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.

Dan hasil Thamrin (2012) menyatakan bahwa DER berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.

4.6.3 Earning per Share (EPS)

EPS adalah bentuk pemberian keuntungan yang diberikan perusahaan kepada para pemegang saham dari setiap lembar saham (Fahmi, 2012) EPS yang lebih tinggi akan menggambarkan prospek perusahaan lebih baik, dengan kata lain bahwa semakin tinggi nilai EPS suatu perusahaan maka semakin baik kinerja perusahaan tersebut. Oleh karena itu para investor akan lebih tertarik untuk berinvestasi diperusahaan yang mempunyai EPS yang lebih tinggi. Apabila EPS suatu perusahaan dinilai tinggi oleh investor, maka hal ini akan menyebabkan harga saham perusahaan tersebut cenderung bergerak naik atau meningkat.

Dengan meningkatnya harga saham, maka return saham yang diperoleh investor juga akan semakin meningkat.

Berdasarkan penelitian variabel CR diperoleh hasil secara parsial memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham pada sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Hal ini dapat dilihat nilai koefisien dari EPS adalah -0,064, yakni bernilai negatif, yang berarti EPS berpengaruh negatif terhadap return saham. Sementara nilai Prob. dari EPS 0,1635 > 0,05, maka EPS tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

Hasil pengujian ini berbeda dengan penelitian Putra (2011) yang menyatakan bahwa EPS berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.

4.6.4 Variabel Return On Equity (ROE)

Return on Equity (ROE) adalah untuk mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham perushaaan (Syahyunan, 2015). Dan return on Equity (ROE) yang tinggi mencerminkan tingkat keefisien perusahaan dalam menggunakan modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi perusahaan itu sendiri dan juga bagi pemegang saham.

Berdasarkan penelitian variabel ROE diperoleh hasil secara parsial memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham pada sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Hal ini dapat dilihat nilai koefisien dari ROE adalah -0,033, yakni bernilai negatif, yang berarti ROE berpengaruh negatif terhadap return saham. Sementara nilai Prob. dari ROE 0,7080 > 0,05, maka ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

Hasil pengujian ini berbeda dengan penelitian Tarigan (2015) yang menyatakan bahwa ROE berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Dan hasil (Sitepu, 2014) menyatakan bahwa ROE berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.

4.6.5 Variabel Ukuran Perusahaan (Size)

Ukuran perusahaan (size) digunakan untuk mengetahui besar atau kecilnya perusahaan yang diukur dengan total aktiva perusahaan dengan menggunakan perhitungan nilai logaritma natural total aktiva perusahaan tersebut. Ukuran perusahaan (size) menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukkan oleh total aktiva, jumlah penjualan, rata-rata tingkat penjualan dan rata-rata total aktiva. Perusahaan yang berskala besar akan lebih mudah memperoleh pinjaman dibandingkan dengan perusahaan kecil. Perusahaan yang besar memiliki pertumbuhan yang relatif lebih besar dibandingkan perusahaan kecil, sehingga tingkat pengembalian (return) saham perusahaan besar lebih besar dibandingkan return saham pada perusahaan berskala kecil. Oleh karena itu, investor akan lebih berspekulasi untuk perusahaan besar dengan harapan keuntungan (return) yang besar pula.

Berdasarkan penelitian variabel Size diperoleh hasil secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham pada sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Nilai koefisien dari size adalah 1,204, yakni bernilai positif, yang berarti size berpengaruh positif terhadap return saham. Sementara nilai Prob. dari size 0,0051

Hasil pengujian ini berbeda dengan penelitian Sinaga (2013) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan (Size) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap return saham.

BAB V

Dokumen terkait