• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDAS AN TEORI

ANALISIS HASIL PENELITIAN

C. Diskripsi data penelitian

3. Pengujian Hipotesis S ecara S imultan ( Uji F )

  Tabel 4.14 Hasil Uji t Coefficientsa Model Unstandardized

Coef f icients Standardized Coef f icients

T Sig. B Std. Error Beta (Constant) .156 .370 .422 .675 Kemampuan K .423 .114 .388 3.697 .001 Motivasi Kerja .562 .107 .551 5.260 .000 a. Dependent Variable: KNJ Analisa Pengaruh

Kriteria p engujian t test diatas menggunakan uji dua sisi adalah: Jika sig < 0,05, maka Ho ditolak

Jika sig > 0,05, maka Ho diterima

Dari tabel 4.12 diatas dap at dilihat bahwa : Variabel Kemamp uan (X1)

Dari hasil analisis regresi diatas dip eroleh nilai sig p =(0,001) < 0,05 ini berarti Ho ditolak ,artinya ada p engaruh y ang signifikan secara p artial antara kemamp uan p erawat p ada kualitas p elay anan kesehatan di Puskesmas se Kabup aten Pacitan p ositif sebesar (b1) 0,562.

3. Pengujian Hipotesis S ecara S imultan ( Uji F )

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui ap akah kedua variable indep enden y aitu kemamp uan dan motivasi kerja p erawat secara simultan atau bersama-sama memp uny ai p engaruh y ang signifikan p ada kualitaspelay anan kesehatan di

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

digunakan sebagai alat analisis.

Kriteria p engujian F test menggunakan uji dua sisi adalah: Jika sig < 0,05, maka Ho ditolak

Jika sig > 0,05, maka Ho diterima

Dengan menggunakan p rogram SPSS hasil p engujian adalah seperti p ada tabel 4.15, dihasilkan nilai Sig ρ=0,000 < 0,05, maka artiny a Ho ditolak dan dap at disimp ulkan bahwa terdapat p engaruh yang signifikan secara bersama-sama antara kemamp uan dan motivasi kerja p erawat p ada kualitas p elay anan kesehatan di Ponkesdes se Kabup aten Pacitan.

Tabel : 4.15 Tabel Hasil Uji F

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Regression 3.716 2 1.858 56.028 .000b Residual 1.393 42 .033 Total 5.109 44 a. Dependent Variable: KNJ b. Predictors: (Constant), MK, KK C. Pembahasan

Dari hasil analisis y ang telah diuraikan di atas, hasil uji hipotesis secara singkat menunjukkan hal-hal sebagai berikut:

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

pelay anan kesehatan di Ponkesdes se Kabuap ten Pacitan.

Terbukti bahwa motivasi kerja p erawat berp engaruh secara signifikan p ada kualitaspelay anan kesehatan di Ponkesdes se Kabup aten Pacitan.

Terbukti bahwa kemamp uan dan motivasi kerja perawat secara simultan berpengaruh signifikan p ada kualitas p elay anan kesehatan di Ponkesdes se Kabupaten Pacitan.

Uraian selengkapny a adalah sebagai berikut :

Kemampuan berp engaruh secara signifikan pada kualitasp elay anan kesehatan Besarny a pengaruh variable kemamp uan (X1) terhadap variable kualitas lay anan (Y) sebesar 0,428. Hal ini menunjukkan p engaruh y ang sangat kuat diantara kemamp uan dan kualitas pelay anan.

Pembahasan mengenai kemampuan p erawat berp engaruh sangat kuat dan signifikan p ada kualitaspelay anan kesehatan di Ponkesdes se Kabup aten Pacitan dap at dikemukakan

bahwa sesuai dengan Robbins (2002) dalam Pertiwi (2008) bahwa kemamp uan (ability)

merup akan suatu kap asitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu

pekerjaan. Salah satu faktor yang sangat p enting dan berp engaruh terhadap keberhasilan

kary awan di dalam melaksanakan suatu p ekerjaan adalah kemamp uan kerja. Kemamp uan merup akan p otensi y ang ada dalam diri seseorang untuk berbuat sehingga memungkinkan seseorang untuk dap at melakukan p ekerjaan ataup un tidak dap at melakukan p ekerjaan tersebut sehingga dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari sebagaimana tugas p okok dan fungsi yang diberikan oleh p imp inan, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja y ang diharap kan. Teori ini jelas sebagai landasan untuk mengkaji analisis kinerja p erawat dalam

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

(Performance) y ang diformulasikan oleh Keith Davis y aitu : Human Performance = Ability + Motivation.

Dengan demikian, terbukti bahwa, kemampuan dan motivasi adalah unsur-unsur y ang berfungsi membentuk kinerja seseorang p erawat dalam mengerjakan tugasnya.

Ciri-ciri kemamp uan yang memungkinkan dilaksanakan dalam tugas ialah: kelincahan mental berp ikir dari segala arah, kelincahan mental berpikir kesegala arah, fleksibel konsep ,kecakap an,bekerja keras, p antang meny erah, mamp u berkomunikasi,rasa ingin tahu tentang pengetahuan, terbuka dan menerima informasi atau gagasan baru, arah hidup ny a mantap dan mandiri. Ap abila hal ini dap at terwujud niscaya p ekerjaan p erawat di Ponkesdes se Kabup aten Pacitan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan p rosedur y ang berlaku sehingga dap at melay ani p asien dengan mantap ,ramah dan kasih say ang sesuai dengan yang diharap kan p asien.

Berdasarkan hasil p enelitian tersebut dap at dip eroleh kesimpulan bahwa kemamp uan y ang dimiliki p erawat untuk melaksanakan p elayanan kesehatan akan mewujudkan kinerja perawat y ang lebih optimal sehingga akan memp engaruhi efektifitas kerja dan kualitas pelay anan kesehatan y ang diberikan kep ada p asien.

Motivasi kerja perawat berpengaruh secara signifikan pada kualitaspelayanan kesehatan.

Besarny a p engaruh variable motivasi kerja (X2) terhadap variable kualitas p elay anan (Y) sebesar 0,562. Hal ini menunjukkan p engaruh y ang kuat p ada kualitas p elayanan.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

kualitas pelay anan kesehatan di Ponkesdes se Kabupaten Pacitan y ang ditemukan kuatny a dan signifikannya p engaruh motivasi kerja p erawat. Dapat diartikan bahwa motivasi sebagai factor-faktor p eny ebab y ang berhubungan dengan sesuatu dalam perilaku seseorang baik fisik maup un rohani. Demikian juga ap a y ang dikemukakan oleh Maslow bahwa pengertian sesuatu dalam konsep di atas, dap at merup akan dorongan berbagai kebutuhan hidup manusia dari mulai fisik, rasa aman, social, p enghargaan dan aktualisasi diri sesuai dengan teori M aslow (dalam edy Sutrisno , 2016 ; 122).

Demikian juga teori motivasi dari M c.Clelland’s Achievement M otivation Theory (Teori motivasi p restasi M c.Clelland’s). Pendap at dari teori motivasi ini bahwa pegawai memp uny ai cadangan energy p otensial, bagaimana energy dilepaskan dan digunakan tergantung p ada kekuatan dorongan motivasi seseorang dan situasi serta p eluang y ang tersedia.Energi akan dimanfaatkan oleh p egawai karena didorong oleh motif, harapan dan insentif. M otip merupakan suatu dorongan kebutuhan dalam diri p erawat y ang p erlu dip enuhi agar p erawat tersebut dap at meny esuaikan diri dengan lingkunganny a, sedangkan motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan p erawat agar mamp u mencap ai tujuan dari motif p erawat tersebut dan dap at p ula dikatakan bahwa motivasi sebagai energy untuk membangkitkan dorongan dari dalam diri .

Berdasarkan teori diatas maka p imp inan Puskesmas harus menghay ati, memahami

dan melaksanakan tentang teori motivasi tersebut kepada p ara p erawat Ponkesdes dengan cara memenuhi kebutuhan y ang bersifat fisik agar p erawat dap at memenuhi kebutuhan fisikny a secara wajar, selain itu juga dip erlukan juga suatu dorongan atau rangsangan y ang

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

yang p ada giliranny a nanti akan memp engaruhi sikap dan p erilaku y ang lebih mantap terutama dalam melaksanakan tugas dan p ekerjaanny a terutama dalam memberikan pelay anan kesehatan kepada p asien.

Kemampuan dan motivasi kerja perawat secara simultan berpengaruh signifikan pada kualitaspelayanan kesehatan

Besarny a p engaruh secara simultan antara variable kemamp uan (X1) dan variable motivasi kerja (X2) terhadap variable kualitas p elay anan (Y) sebesar 0,798. Hal ini menunjukkan pengaruh y ang sangat kuat diantara kemamp uan dan motivasi kerja p ada kualitas pelay anan.

Pembahasan mengenai kemamp uan dan motivasi kerja p erawat berpengaruh sangat kuat dan signifikan p ada kualitas p elayanan kesehatan di Ponkesdes se Kabup aten Pacitan, hal ini dikarenakan kemamp uan merup akan factor penting dalam meningkatkan produktifitas kerja perawat, kemamp uan berhubungan dengan p engetahuan dan ketramp ilan y ang dimiliki oleh seorang p erawat untuk memberikan p elay anan kesehatan kep ada pasien.

Perawat dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabny a juga dilandasi oleh kesadaran p ada diriny a baik dalam diri maup un dari luar dirinya untuk mewujudkan pelay anan kesehatan bagi p asien y ang berkualitas. Oleh karena itu p erlu dip erhatikan kebutuhan fisik dan rohaninya. Jika motivasi kerja ini diberikan dengan baik oleh pimp inan Puskesmas, maka akan menimbulkan gairah kerja dan semangat kerja perawat berup a produktivitas kerja y ang tinggi y ang p ada giliranny a akan berp engaruh p ula p ada

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

   

motivasi kerja y ang tinggi cenderung memiliki prestasi kerja tinggi sehingga akan memberikan p elay anan kesehatan y ang baik kep ada p asien atau masy arakat. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa motivasi menunjukkan lebih dominan dalam memp engaruhi kinerja p erawat Ponkesdes, artinya dalam melakukan suatup ekerjaan motivasi sangat dip erlukan untuk mencap ai kinerja yang baik.

Jadi dengan p enjelasan di atas dap at disimp ulkan bahwa kemamp uan dan motivasi kerja p erawat secara simultan berp engaruh secara signifikan p ada kualitas p elay anan kesehatan.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

Plagiat

76   

Dokumen terkait