• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

19. Administrasi Tugas :

4.4 Analisis Verifikatif

4.4.4 Pengujian Hipotesis

4.4.4.2 Pengujian Hipotesis Secara Parsial( Uji t )

Untuk mengetahui signifikan atau tidaknya suatu pengaruh dari

variabel-variabel bebas secara parsial atas suatu variabel-variabel tidak bebas digunakan uji t.

Hipotesis :

H0 : β1 = 0 Tidak terdapat pengaruh citra merek terhadap keputusan

pembelian konsumen pada motor Honda Beat di PT. Sinar

H1 : β1 0 Terdapat pengaruh citra merek berpengaruh terhadap

keputusan pembelian konsumen pada motor Honda Beat di PT.

Sinar Rejeki Lembang.

Ho : β2 = 0 Tidak terdapat pengaruh selebriti endorser Afgan dan Cinta

Laura terhadap keputusan pembelian konsumen pada motor

Honda Beat di PT. Sinar Rejeki Lembang.

H1 : β2 0 Terdapat pengaruh selebriti endorser terhadap keputusan

pembelian konsumen pada motor Honda Beat di PT. Sinar

Rejeki Lembang. Statistik Uji : thitug = ( ) b Se b , derajat bebas = n-k-1

Berdasarkan tabel Koefisien, maka dapat diketahui nilai thitung yaitu

sebagaiberikut : Tabel 4.42 Uji t Coefficientsa 4,924 1,769 2,784 ,006 ,464 ,091 ,418 5,086 ,000 ,617 ,459 ,364 ,413 ,085 ,402 4,892 ,000 ,609 ,445 ,350 (Constant) CitraMerek SelebritiEndor Mode 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients

t Sig. Zero-order Partial Part

Correlations

Dependent Variable: KeputusanPembelianKonsumen a.

1. Pengujian hipotesis X1 : 0,464 thitug = ––––––– = 5,086 0,091 2. Pengujian hipotesis X2 : 0,413 thitug = ––––––– = 4,892 0,085 Kriteria Uji :

Jika thitung > ttabel 0,05 (dk = n-2), maka Ho = ditolak, H1 diterima

Jika thitung < ttabel 0,05 (dk = n-2), maka Ho = diterima, H1 ditolak

Dimana :

a. Dengan tingkat signifikasi (

α

) = 0,05 b. Derajat kebebasan (dk) = n-2

Hasil uji t berdasarkan pengolahan SPSS disajikan pada tabel berikut :

Tabel 4.43

Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Variabel t

hitung df t tabel Sig Keterangan Kesimpulan

X1 5,086 ± 1,985 0,000 H0 ditolak Signifikan

X2 4,892

97

± 1,985 0,000 H0 ditolak Signifikan

Gambar 4.33

Kurva uji t Variabel X1 Terhaap Y

Yang artinya, untuk variabel Citra merek (X1) diperoleh nilai thitung sebesar

5,086. Karena thitung (5,086) > ttabel (1,985), maka H0 ditolak. Oleh karena itu,

dapat disimpulkan bahwa Citra merek (X1) secara parsial memiliki pengaruh yang

signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen (Y).

Gambar 4.34

Kurva uji t Variabel X2 Terhaap Y

Daerah Penerimaan H0 Daerah penolakan Ho t tabel= -1,985 0 t tabel = 1,985 t hitung = 5,086 Daerah penolakan Ho Daerah Penerimaan H0 Daerah penolakan Ho t tabel= -1,985 0 t tabel = 1,985 t hitung = 4,892 Daerah penolakan Ho

Yang artinya, untuk variabel Selebriti endorser (X2) diperoleh nilai thitung

sebesar 4,892. Karena thitung (4,892) > ttabel (1,985), maka H0 ditolak. Oleh karena

itu, dapat disimpulkan bahwa Selebriti endorser (X2) secara parsial memiliki

162

5.1 Kesimpulan

Berdasakan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis menarik

kesimpulan sebagai berikut:

1. Tanggapan responden terhadap citra merek pada motor Honda Beat

termasuk dalam kategori baik. Hal ini bisa dilihat dari hasil perhitungan,

dengan persentase skor total untuk citra merk adalah sebesar 80,33% yang

terletak antara rentang 68.01% – 84.00% yang termasuk dalam rentang

kategori baik. Dengan demikian, citra merk berada pada tingkat baik.

2. Tanggapan responden terhadap iklan menggunakan selebriti endorser

Afgan dan Cinta Laura pada motor Honda Beat termasuk dalam kategori

baik. Hal ini bisa dilihat dari hasil perhitungan, dengan persentase skor

total untuk iklan menggunakan selebriti endorser Afgan dan Cinta Laura

adalah sebesar 73,33% yang terletak antara rentang 68.01% – 84.00%

yang termasuk dalam rentang kategori baik. Dengan demikian, iklan

berada pada tingkat baik.

3. Tanggapan responden terhadap keputusan pembelian konsumen pada

motor Honda Beat termasuk dalam kategori baik. Hal ini bisa dilihat dari

hasil perhitungan, dengan persentase skor total untuk keputusan pembelian

84.00% yang termasuk dalam rentang kategori baik. Dengan demikian,

keputusan pembelian berada pada tingkat baik.

4. Hasil pengujian secara parsial dan simultan.

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara simultan

terdapat pengaruh yang signifikan antara Citra Merek (X1), dan

Selebriti Endorser (X2) terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Y),

hal ini dapat dilihat dari nilai Fhitung (49,154) > Ftabel (3,833) yang

artinya, secara simultan Citra Merek (X1) dan Selebriti Endorser (X2)

mempunyai pengaruh terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Y).

Juga terdapat hubungan yang kuat antara Citra Merek (X1), dan

Selebriti Endorser (X2) terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Y)

dengan nilai korelasi bebesar 0,709. Besarnya pengaruh Citra Merek

dan Selebriti Endorser terhadap Keputusan Pembelian Konsumen

adalah sebesar 50,3%. Sedangkan sisanya 49,7% dipengaruhi oleh

faktor lain seperti harga, lokasi, diskon, kualitas produk, pelayanan,

differensiasi produk, dan masih banyak faktor lainnya (Kolter dan

Keller 2009:190).

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial Citra

Merek (X1) memiliki pengaruh terhadap Keputusan Pembelian

Konsumen (Y). Hal ini dapat dilihat dari nilai thitung (5,086) > ttabel

1,985) yang artinya, Citra Merek secara parsial memiliki pengaruh

pengaruh Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Konsumen

adalah sebesar 25,8%.

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial Selebriti

Endorser (X2) memiliki pengaruh terhadap Keputusan Pembelian

Konsumen (Y). Hal ini dapat dilihat dari nilai thitung (4,892) > ttabel

(±1,985) yang artinya, Selebriti Endorser secara parsial memiliki

pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen.

Besarnya pengaruh Selebriti Endorser terhadap Keputusan Pembelian

Konsumen adalah sebesar 24,5%.

Dapat disimpulkan bahwa citra merek berpengaruh lebih besar

dibandingkan dengan selebriti endorser terhadap keputusan pembelian

konsumen. Ini disebabkan karena konsumen lebih mengutamakan citra

yang baik terhadap sebuah merek pada saat memutuskan untuk

membeli sebuah sepeda motor dibanding iklan menggunakan selebriti

endorser. Iklan lebih cenderung untuk mengenalkan sebuah produk

kepada konsumen.

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti mengajukan

beberapa saran, yaitu:

1. Meskipun tanggapan konsumen terhadap citra merek di PT. Sinar Rejeki

Lembang sudah baik. Namun dari semua indikator, loyality memiliki hasil

Lembang kurang maksimal. Oleh karena itu alangkah baiknya bila PT.

Sinar Rejeki Lembang lebih meningkatkan pelayanan kepada konsumen

yaitu dengan cara para karyawan yang berhadapan langsung dengan

konsumen harus lebih ramah dan sopan, kemudian service bengkel lebih

ditingkatkan, juga persedian suku cadang lebih diperlengkap. Hal ini

dilakukan agar konsumen lebih percaya dan setia kepada produk Honda

terutama Honda Beat. Sehingga Loyality dapat ditingkatkan.

2. Meskipun tanggapan konsumen terhadap selebriti endorser pada iklan

Honda Beat sudah baik, namun indikator kepercayaan masih berada di

bawah daya tarik. Ini dapat disebabkan karena artis yang mengendorser

iklan tersebut kurang bisa meyakinkan konsumen mengenai produk yang

mereka bintangi. Maka dari itu perusahaan bisa melakukan penggantian

selebriti endorser dengan artis yang bisa lebih dipercaya. Juga dapat

dilakukan temu artis pada saat ada event pameran agar konsumen bisa

bertemu secara langsung dengan endorser tersebut.

3. Sebaikyan perusahaan menyediakan lebih banyak informasi tentang Honda

Beat, agar konsumen tidak kesulitan ketika ingin mencari informasi.

Sehingga lebih mudah pada saat melakukan evaluasi alternatif.

4. Sebaiknya perusahaan menerapkan citra merek dan iklan menggunakan

selebriti endorser secara bersama-sama untuk meningkatkan keputusan

pembelian konsumen pada motor Honda beat di PT. Sinar Rejeki

Lembang. Karena dapat dilihat bahwa bila menerapkan bersama-sama

Alfabeta.

Djalim Saladin. 2003, Intisari Pemasaran dan Pemasaran Jasa, ed. revisi, Linda Karya, bandung.

Edo Rusyanto. 2011, Bebek Masih Punya Honda.

(http://edorusyanto.wordpress.com). 23 Maret 2011.

Fredy Rangkuti. 2002, Riset Pemasaran, Cetakan Kelima. Jakarta : PT. Gamedia Pustaka Utama.

Fredy Rangkuti. 2002, The Power Of Brand, Jakarta : PT. Gamedia Pustaka Utama.

Gunawan. 2010, Honda Perkuat Citra Merek irit Energi

(http://www.kabarbisnis.com). 23 Maret 2011.

Hermawan Kertajaya. 2000, Positioning, Diferensiasi dan Brand, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Husein Umar. 2005, Riset Pemasaran Dan Perilaku Konsumen. PT. Gramedia Pusaka Utama. Jakarta.

Jonathan Sarwono. 2006, SPSS Teori dan Latihan. Graha Ilmu. Yogyakarta. Julius Aslan. 2011, Data Penjualan Honda Beat Nasional Tahun 2008-2010.

(http://us.oto.detik.com). 17 april 2011.

Keller, K. L. 2008, Strategic Brand Management: Building, Measuring, and Managing Brand Equity. Third Edition. USA: Pearson International Edition.

Kolter, Philip. 2002, Manajemen Pemasaran Edisi Milenium 1 dan 2. Alih Bahasa: Hendra Teguh, Ronny A. Rusly, dan Benyamin Molan. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kotler, Philip and Keller, 2009, Manajemen Pemasaran Edisi Ketiga Belas. Alih Bahasa: Bob Sabran. Jakarta : Erlangga.

Kusnadi Sunandang. 2010, Periklanan. Bandung : Penerbit Nuansa. Moh Nasir. 2003. Metode Penelitian. Jakarta, Ghalia Indonesia.

Shiffman, Leon G, and Kanuk, Leslie Lazer, 2004, Consumer Behaviour, Prentice Hall, New Jersey.

Shimp, Terence A. 2000/2003. Advertising Promotion and Supplement Aspect of Integrated Marketing Communication 5th Edition ; Alih Bahasa :

Periklanan Promosi dan Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu, edisi ke-5 , Terjemahan: Reyvani Syahrial. Jakarta : Erlangga . Sugiyono. 2005, Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta, Bandung.

Sugiyono. 2009, Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta, Bandung.

Sutisna. 2002, Perilaku Konsumen & Komunikasi Pemasaran. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Syubhan Akib. 2011, 10 Motor Terlaris 2010. (http://oto.detik.com). 22 Maret 2011.

Tjiptono, Fandy. 2002, Strategi Pemasaran. Yogyakara : Penerbit Andi.

Triatmono. 2010, Data Penjualan Motor Nasional 2008, 2009, 2010. (http://triatmono.wordpress.com). 22 Maret 2010.

Umi Narimawati. 2007, Riset Manajeman Sumber Daya Manusia Aplikasi Contoh Dan Perhitungannya. Agung Media. Jakarta. Universitas Komputer Indonesia.

Uyung Sulaksana. 2007, “Integrated Marketing Communications”, Jakarta: Pustaka Pelajar.

Dokumen terkait