BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.5 Pengujian Hipotesis untuk Persamaan I
Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas (produk, harga, lokasi, bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati) dan variabel terikat (kepuasan). Hasil pengujian regresi
berganda dalam penelitian ini menggunakan alat bantu SPPS dan hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4.20 berikut ini:
Tabel 4.20 Uji Regresi Linier Berganda
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -5.604 1.743 -3.216 .002 Kualitas_Produk .255 .080 .217 3.198 .002 Harga .255 .079 .228 3.232 .002 Lokasi .176 .061 .183 2.904 .005 Bukti_Fisik .369 .184 .170 2.010 .048 Kehandalan .365 .234 .152 1.563 .123 Daya_Tanggap .374 .185 .164 2.025 .047 Jaminan .256 .187 .145 1.371 .175 Empati .308 .276 .103 1.115 .269
a. Dependent Variable: Kepuasan
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer (Kuesioner, SPSS 17.00, 2014)
Berdasarkan Tabel 4.20 di atas dapat diperoleh rumus regresi sebagai berikut:
Z = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + b6X6 + b7X7 + b8X8 +e
Z = -5.604 + 0.002 + 0.002 + 0. 005 + 0.048 + 0.132 + 0.047 + 0.175 + 0.269 + e
Interprestasi dari regresi di atas adalah sebagai berikut:
a. Konstanta (a) = -5,604, ini menunjukkan tingkat konstan, dimana jika variabel kualitas produk (X1), Harga (X2), Lokasi (X3), Bukti Fisik (X4), Keandalan (X5), Daya Tanggap (X6), Jaminan (X7), dan Empati (X8),
adalah 0, maka kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan tetap ada sebesar -5,604, dengan asumsi variabel lain tetap.
b. Kualitas Produk (X1) terhadap kepuasan konsumen (Z)
Koefisien X1 = 0,002, ini menunjukkan bahwa variabel kualitas produk (X1) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan. Dengan kata lain, jika variabel kualitas produk (X1) meningkat sebesar satu satuan maka variabel beta (Z) akan naik sebesar 0,002, dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
c. Harga (X2) terhadap kepuasan konsumen (Z)
Koefisien X2 = 0,002, ini menunjukkan bahwa variabel harga (X2) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan. Dengan kata lain, jika variabel harga (X2) meningkat sebesar satu satuan maka variabel beta (Z) akan naik sebesar 0,002 , dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
d. Lokasi (X3) terhadap kepuasan konsumen (Z)
Koefisien X3 = 0,005, ini menunjukkan bahwa variabel lokasi (X3) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan. Dengan kata lain, jika variabel lokasi (X3) meningkat sebesar satu satuan maka variabel beta (Z) akan naik sebesar
0,005, dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
e. Bukti Fisik (X4) terhadap kepuasan konsumen (Z)
Koefisien X4 = 0,048, ini menunjukkan bahwa variabel bukti fisik (X4) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan. Dengan kata lain, jika variabel bukti fisik (X4) meningkat sebesar satu satuan maka variabel beta (Z) akan naik sebesar 0,048, dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
f. Kehandalan (X5) terhadap kepuasan konsumen (Z)
Koefisien X5 = 0,123, ini menunjukkan bahwa variabel kehandalan (X5) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan. Dengan kata lain, jika variabel kehandalan (X5) meningkat sebesar satu satuan maka variabel beta (Z) akan naik sebesar 0,123, dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
g. Daya Tanggap (X6) terhadap kepuasan konsumen (Z)
Koefisien X6 = 0,047, ini menunjukkan bahwa variabel daya tanggap (X6) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan. Dengan kata lain, jika variabel daya tanggap (X6) meningkat sebesar satu satuan maka variabel beta (Z) akan naik sebesar 0,047, dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
h. Jaminan (X7) terhadap kepuasan konsumen (Z)
Koefisien X7 = 0,175, ini menunjukkan bahwa variabel jaminan (X7) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan. Dengan kata lain, jika variabel jaminan (X7) meningkat sebesar satu satuan maka variabel beta (Z) akan naik sebesar 0,175, dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
i. Empati (X8) terhadap kepuasan konsumen (Z)
Koefisien X8 = 0,269, ini menunjukkan bahwa variabel empati (X8) berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan. Dengan kata lain, jika variabel empati (X8) meningkat sebesar satu satuan maka variabel beta (Z) akan naik sebesar 0,269, dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
1. Uji Statistik-t (uji parsial)
Statistik t (uji t) digunakan untuk menguji setiap variabel bebas yang terdiri dari kualitas produk (X1), harga (X2), lokasi (X3), bukti fisik (X4), kehandalan (X5), daya tanggap (X6), jaminan (X7), dan empati (X8), secara parsial mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan
Model hipotesis yang dugunakan dalam Uji F adalah sebagai berikut: a. H0 : b1 = b2 = b3 = b4 = b5 = b6 = b7 = b8 = 0, artinya secara
bebas (X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8) terhadap variabel intervening (Z).
b. H1 : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ b4 ≠ b5 ≠ b6 ≠ b7 ≠ b8 ≠ 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8) terhadap variabel intervening (Z).
Kriteria pengambilan keputusan:
a. Ho diterima jika thitung > ttabel pada α = 5% b. H1 ditolak jika Fhitung < ttabel α = 5%
Nilai thitung akan diperoleh dengan menggunakan bantuan software SPSS 17.00. Nilai thitung akan dibandingkan dengan nilai ttabel. Nilai ttabel pada tingkat kesalahan (α) = 0,05 dengan derajat kebebasan (df) = (n-k). Jumlah sampel (n) adalah sebanyak 75 orang, dan jumlah variabel penelitian (k) adalah sebanyak 8.
Jadi, (df) = (75-8) = 67.
Tabel 4.21 Uji Regresi Linier Berganda
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -5.604 1.743 -3.216 .002 Kualitas_Produk .255 .080 .217 3.198 .002 Harga .255 .079 .228 3.232 .002 Lokasi .176 .061 .183 2.904 .005 Bukti_Fisik .369 .184 .170 2.010 .048 Kehandalan .365 .234 .152 1.563 .123 Daya_Tanggap .374 .185 .164 2.025 .047 Jaminan .256 .187 .145 1.371 .175 Empati .308 .276 .103 1.115 .269
a. Dependent Variable: Kepuasan
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer (Kuesioner, SPSS 17.00, 2014)
Berdasarkan Tabel 4.21 terlihat bahwa:
a. Variabel kualitas produk (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan. Hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,002) < (0,05) dan nilai thitung(3,198) > nilai ttabel(1,996). Dengan kata lain, jika variabel kualitas produk (X1) meningkat sebesar satu satuan maka kepuasan konsumen Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan akan meningkat sebesar 0,225.
b. Variabel harga (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan. Hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,002) < (0,05) dan nilai thitung(3,232) >
nilai ttabel(1,996). Dengan kata lain, jika variabel harga (X2) meningkat sebesar satu satuan maka kepuasan konsumen Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan akan meningkat sebesar 0,225.
c. Variabel lokasi (X3) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan. Hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,005) < (0,05) dan nilai thitung(2,904) > nilai ttabel(1,996). Dengan kata lain, jika variabel lokasi (X3) meningkat sebesar satu satuan maka kepuasan konsumen Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan akan meningkat sebesar 0,176.
d. Variabel bukti fisik (X4) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan. Hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,048) < (0,05) dan nilai thitung(2,010) > nilai ttabel(1,996). Dengan kata lain, jika variabel bukti fisik (X4) meningkat sebesar satu satuan maka kepuasan konsumen Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan akan meningkat sebesar 0,369.
e. Variabel kehandalan (X5) berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen (Z) Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan. Hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,123) > (0,05) dan nilai thitung(1,563) < nilai ttabel(1,996). Dengan kata lain, jika variabel kehandalan (X5) meningkat sebesar satu satuan maka kepuasan konsumen Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan tidak akan bertambah sebesar 0,365.
f. Variabel daya tanggap (X6) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan
Medan. Hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,047) < (0,05) dan nilai thitung(2,025) > nilai ttabel(1,996). Dengan kata lain, jika variabel daya tanggap (X6) meningkat sebesar satu satuan maka kepuasan konsumen Mie Ayam
Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan akan meningkat sebesar 0,374.
g. Variabel jaminan (X7) berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen (Z) Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan. Hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,175) > (0,05) dan nilai thitung(1,371) < nilai ttabel(1,996). Dengan kata lain, jika variabel jaminan (X7) meningkat sebesar satu satuan maka kepuasan konsumen Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan tidak akan bertambah sebesar 0,256.
h. Variabel empati (X8) berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen (Z) Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan. Hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,269) > (0,05) dan nilai thitung(1,115) < nilai ttabel(1,996). Dengan kata lain, jika variabel empati (X8) meningkat sebesar satu satuan maka kepuasan konsumen Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan tidak akan bertambah sebesar 0,308.
2. Uji Signifikan Simultan (Uji-F)
Uji F dilakukan untuk menguji apakah varibel kualitas produk (X1), harga (X2), lokasi (X3), bukti fisik (X4), kehandalan (X5), daya tanggap (X6), jaminan (X7), dan empati (X8), secara bersama-sama atau simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan.
Model hipotesis yang dugunakan dalam Uji F adalah sebagai berikut: a. H0 : b1 = b2 = b3 = b4 = b5 = b6 = b7 = b8 = 0, artinya secara
simultan tidak signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8) terhadap variabel intervening (Z).
b. H1 : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ b4 ≠ b5 ≠ b6 ≠ b7 ≠ b8 ≠ 0, artinya secara simultan adalah signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8) terhadap variabel intervening (Z).
Kriteria pengambilan keputusan:
a. Ho diterima jika Fhitung > Ftabel pada α = 5% b. H1 ditolak jika Fhitung < Ftabelα = 5%
Nilai Fhitung akan diperoleh dengan menggunakan bantuan software SPSS 17.00. Untuk menentukan nilai Ftabel, maka diperlukan adanya derajat bebas pembilang dan derajat bebas penyebut, dengan rumus sebagai berikut:
df (pembilang) = k – 1 df (penyebut) = n –k Keterangan:
n = jumlah sampel penelitian
k = jumlah variabel bebas dan terikat
Pada penelitian ini diketahui jumlah sampel (n) adalah 75 dan jumlah keseluruhan variabel (k) adalah 8, sehingga diperoleh:
1. df (pembilang) = 8 – 1 = 7 2. df (penyebut) = 75 – 8 = 67
Tabel 4.22 Uji Simultan (Uji F)
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 125.209 8 15.651 29.690 .000a
Residual 34.791 66 .527
Total 160.000 74
a. Predictors: (Constant), Empati, Kualitas_Produk, Bukti_Fisik, Lokasi, Harga, Daya_Tanggap, Kehandalan, Jaminan
b. Dependent Variable: Kepuasan
Pada Tabel 4.22 dapat dilihat hasil perolehan Fhitung pada kolom F yakni sebesar 29,690 lebih besar dari nilai Ftabel dengan tingkat kesalahan = 5% yaitu 2,15 dan dengan nilai Sig. yang lebih kecil dari nilai alpha (0,000 < 0,05). Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan H1 diterima, artinya variabel bebas yang terdiri dari kualitas produk (X1), harga (X2), lokasi (X3), bukti fisik (X4), kehandalan (X5), daya tanggap (X6), jaminan (X7) dan empati (X8) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen (Z) pada Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan Medan dan pengaruhnya adalah positif.
3. Uji Koefisien Deterministik (R2) Untuk Persamaan I
Pengujian digunakan untuk melihat besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Dari persamaan dengan model persamaan tersebut akan dapat dihitung R2 atau coefficient of determination yang menunjukkan persentase dari variasi variabel kepuasan konsumen.
Koefisien determinan (R2) pada intinya mengukur seberapa kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien Determinan berkisar antara
0 (nol) sampai dengan 1 (satu), (0 < R2 <1). Jika R2 semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa semakin kuat pengaruh variabel kualitas produk, harga, lokasi, bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati terhadap kepuasan konsumen. Sebaliknya, jika R2 semakin mengecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan bahwa semakin kecil pengaruh variabel produk, harga, lokasi, bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati terhadap kepuasan konsumen.
Tabel 4.23
Hubungan antar Variabel
Nilai Interpretasi
0,0 – 0,19 Sangat Tidak Erat
0,2 – 0,39 Tidak Erat
0,4 – 0,59 Cukup Erat
0,6 – 0,79 Erat
0,8 – 0,99 Sangat Erat
Sumber: Situmorang dan Lutfi (2012:148)
Tabel 4.23 menjelaskan mengenai tipe hubungan antar variabel, semakin besar nilai R berarti hubungan semakin erat. Koefisien determinasi mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel bebas. Nilainya adalah 0 – 1. Semakin mendekati nol berarti semakin tidak baik atau variasi model dalam menjelaskan amat terbatas, sebaliknya semakin mendekati satu model berarti akan semakin baik. Hasil instrumen koefisiensi determinan (R2) dapat dilihat pada Tabel 4.24.
Tabel 4.24
Pengujian Koefisien Determinasi (R2) Persamaan I
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the
Estimate
1 .885a .783 .756 .72605
a. Predictors: (Constant), Empati, Kualitas_Produk, Bukti_Fisik, Lokasi, Harga, Daya_Tanggap, Kehandalan, Jaminan
b. Dependent Variable: Kepuasan
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer (Kuesioner, SPSS 17.00, 2014)
Berdasarkan Tabel 4.24 dapat terlihat bahwa nilai R sebesar 0.885 berarti hubungan antara kualitas produk, harga, lokasi, bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati terhadap kepuasan konsumen Mie Ayam Jamur Jln. DI.Panjaitan Medan sebesar 88,5 % artinya hubungannya sangat erat.
Adjusted R Square sebesar 0.756 berarti hubungan antara kualitas produk, harga, lokasi, bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati terhadap kepuasan konsumen Mie Ayam Jamur Jln. DI.Panjaitan Medan sebesar 75,6% dan sisanya 24,4% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
4.6. Uji Asumsi Klasik Persamaan II