BAB III METODE PENELITIAN
D. Pengujian Instrumen Penelitian
Validitas menurut Arikunto38 validitas adalah suatu ukuran instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu
36 Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktis, Jakarta: Rineka
Cipta, 2012, 135
37 Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktis, Jakarta: Rineka
Cipta, 2012, 241
38 Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktis, Jakarta: Rineka
mengungkapkan apa yang diinginkan atau mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Dalam penelitian ini alat ukur yang digunakan berupa angket atau kuesioner yang merupakan gambaran-gambaran variabel-variabel gejala yang merupakan pokok permasalahan dari teori yang ada. Untuk mencari validitas item-item angket digunakan rumus Teknik Korelasi Product Moment yang dikemukakan oleh Pearson dalam Arikunto39 sebagai berikut:
} ) ( }{ ) ( { ) )( ( 2 2 2 2 Y Y N X X N Y X XY N rxy Keterangan:rXY = Koefisien korelasi antara x dan y
ΣXY = Jumlah perkalian skor item X dengan Y
X = Jumlah skor item X
Y = Jumlah skor item Y
N = Jumlah responden
ΣX² = Jumlah kuadrat skor item X
ΣY² = Jumlah kuadrat skor item Y 2. Reliabilitas
Uji reliabilitas instrument dengan rumus Alpha. Secara umum suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha
lebih besar dari 0,60 pada tingkat kepercayaan 95% 40. Menurut Arikunto41
39 Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktis, Jakarta: Rineka
Cipta, 2012, 213.
40Imam Ghozali, Analisis Multivariat dengan Program SPSS, Semarang: BP Undip, 2009,
reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik.
Uji reliabilitas angket dalam penelitian ini digunakan rumus Alpha:
2 2 1 ) 1 ( t b K K rii Keterangan :rii = reliabilitas instrument K = banyaknya butir pertanyaan
∑ b2 = jumlah varian butir t2 = varian total
Adapun rumus varians butir adalah:
N N X X bi
2 2 2 ) ( Diketahui:N = jumlah responden X = jumlah skor variabel X
X2 = jumlah skor kuadrat variabel X t2 = varian total
Menghitung varians total:
N N Y Y ti
2 2 2 ) ( 41 Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktis, Jakarta: Rineka Cipta,
Diketahui :N = jumlah responden Y = jumlah skor variabel Y
Y2 = jumlah skor kuadrat variabel Y
E. Teknik Analisis Data
1. Uji Persyaratan Analisis a. Uji Normalitas
Uji normalitas ini bertujuan untuk mengetahui setelah perlakuan akan berdistribusi normal atau tidak42. Untuk uji normalitas data hasil tes digunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan melihat normal probability plot melalui tampilan output SPSS 17. Keputusan uji,
jika p sama atau kurang dari α, tolak Ho, dan jika p lebih dari α,
terima Ho.
Adapun metode normal probability plot membandingkan distribusi kumulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal, dan ploting data akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data adalah normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya43.
42Sudjana, Metode Statistika, Bandung : Tarsito, 2006, 291.
43 Imam Ghozali, Analisis Multivariat dengan Program SPSS, Semarang: BP Undip, 2009,
b. Uji Linearitas
Uji linearitas digunakan untk melihat apakah spesifikasi model linear yang digunakan sudah benar atau tidak. Dalam penelitian ini, uji yang digunakan adalah Ramsey test. Uji ini dikembangkan oleh Ramsey tahun 1969. Ramsey menyarankan suatu uji yang disebut general test of specification. Sedangkan untuk melakukan uji ini harus membuat asumsi bahwa fungsi yang benar adalah linear, dan uji ini bertujuan untuk menghasilkan perubahan F hitung44. Keputusan ini akan ditampilkan pada output SPSS 21 for Windows, yakni pada kolom signifikansi F change.
c. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variable bebas (independent). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variable bebas. Dalam penelitian ini, untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi digunakan matrik korelasi variable-variabel bebas, dan melihat nilai tolerance dan
Variance Inflation Factor (VIF) dengan perhitungan bantuan program SPSS 17 for Windows.
Menurut Imam Ghozali45, jika dari matrik korelasi antar variable bebas ada korelasi yang tinggi (umumnya di atas 0,90), maka hal ini
44Singgih Santoso, Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik, Elek Media Komputindo,
Jakarta, 2012, 81.
45Imam Ghozali, Analisis Multivariat dengan Program SPSS, Semarang: BP Undip,
merupakan indikasi adanya multikolinearitas, dan sebaliknya. Sedangkan menurut Singgih Santoso46 VIF mempunyai persamaan
tolerance
VIF 1 , dan pada umumnya jika VIF lebih dari 5, maka variable tersebut mempunyai persoalan multikolinearitas dengan variable bebas yang lainnya.
d. Heterokedastisitas
Uji asumsi heterokedastisitas untuk menguji dalam sebuah model regresi apakah terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas. Dan jika varians berbeda, disebut heterokedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas47.
2. Model Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui bagaimana peran variabel moderat memoderasi pengaruh perubahan tiap- tiap variabel bebas terhadap variabel terikat. Persamaan Regresinya mengandung interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen) dengan rumus persamaan sebagai berikut :
46Singgih Santoso, Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik, Elek Media Komputindo,
Jakarta, 2012, 356.
47 Singgih Santoso, Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik, Elek Media Komputindo,
Y = a + b1x1 + b2x2 Keterangan :
Y = Kinerja Guru PAI
x1 = Kepemimpinan direktif
x2 = Supervisi direktif –reinforcement oleh pengawas
a = Konstanta pengaruh hubungan Kompetensi manajerial, dan supervisi terhadap Kinerja Guru
b1 = Koefisien pengaruh Kepemimpinan direktif terhadap Kinerja Guru PAI.
b2 = Koefisien pengaruh reinforcement kepala sekolah terhadap Kinerja guru PAI.
3. Uji Kecocokan Model
a. Analisis Koefisien Determinasi ( R2 )
Koefisien determinasi (adjusted R square) melihat kemampuan variabel bebas dalam menerangkan variabel tergantung dan proporsi variasi dan variabel tegantung yang diterangkan oleh variasi dari variabel-variabel bebasnya. Jika R2 yang diperoleh dari hasil perhitungan menunjukkan semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa sumbangan dari variabel bebas terhadap variasi variabel tergantung semakin besar.
b. Uji Signifikasi Parameter Estimasi (Uji F)
Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas dimasukkan dalam model mempunyai
pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen/ terikat. Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik F dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut: model dapat dianalisis lebih lanjut bila nilai signifikansi < 0,05. Dengan kata lain, bahwa semua variabel independen secara serentak dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.
4. Uji Hipotesis
Alat uji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji t, dengan taraf signifikan 5 % dan uji dua sisi. Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa besar pengaruh satu variabel penjelas/ independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Pengujian melalui uji signifikasi dilakukan dengan indikator signifikan 0,05, jika signifikan < 0,05, maka hipotesis diterima, namun jika signifikan > 0,05 maka hipotesis ditolak.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan program Statistik SPPS versi 17.
41
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini analisis hasil penelitian mengenai pengaruh Kepemimpinan direktif dan Reinforcement Kepala Sekolah terhadap kinerja guru Pendidikan Agama Islam. Analisis dimulai sedikit gambaran umum mengenai obyek penelitian, tahap berikutnya diuraikan karakteristik responden kemudian menguji hipotesis penelitian dan analisis pembahasan terdapat di bagian akhir.
A. Deskripsi Responden
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yang merupakan jawaban sebanyak 30 responden. Dari 30 responden, yang mengembalikan kuesioner yaitu 30 responden (100%). Dalam penelitian ini identitas responden dapat diketahui melalui 4 (empat) indikator yang meliputi jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, usia. Gambaran responden dimaksudkan untuk mengetahui lebih jauh keadaan responden yaitu guru Pendidikan Agama Islam di SMP Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. 1. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin (Gender)
Responden dari penelitian tidak membedakan atas jenis kelamin. Dalam kenyataan setelah melihat hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Pendidikan Agama Islam yang ada di SMP di Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo lebih banyak guru laki-laki daripada guru perempuan, sehingga responden lebih banyak laki-laki dari pada perempuan. Responden berdasarkan gender dapat terlihat pada tabel 4.1 berikut:
Tabel 4.1 Jenis Kelamin
N0 Keterangan Jumlah Persentase (%)
1 Pria 17 56,7
2 Wanita 13 43,3
Total 30 100
Sumber : Lampiran 3
Dari tabel 4.1 diketahui bahwa sebagian besar responden didominasi oleh personil pria sebanyak 17 responden atau 56,7 %, sedangkan untuk responden wanita sebanyak 13 responden atau 43,3 %. Hal ini menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SMP di Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo sebagian besar adalah pria .
2. Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Jumlah responden penelitian berdasarkan kualifikasi pendidikan, bahwa pengangkatan guru Pendidikan Agama Islam pada awalnya menggunakan dasar pendidikan D II, bahwa perkembangan pendidikan mengalami perubahan untuk pengangkatan guru Pendidikan Agama Islam harus berkualifikasi pendidikan Sarjana (S1). Dengan perubahan ini guru Pendidikan Agama Islam wajib menyesuaikan pendidikan dari D II menjadi S 1. Kebijakan ini berkembang dengan turunnya UU No 14 Tahun 2005 (Undang-Undang Guru dan Dosen) yang menyatakan bahwa guru serendah- rendahnya berkualifikasi pendidikan formal Sarjana (SI) atau Diploma IV, dengan aturan ini guru wajib menyesuaikan ijazahnya melalui program- program yang diberikan oleh pemerintah. Jumlah responden berdasarkan kualifikasi pendidikan selengkapnya dapat dilihat melalui Tabel 4.2 berikut:
Tabel 4.2 Tingkat Pendidikan
No Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase (%)
1 D3 8 26,7
2 S1 20 66,7
3 S2 2 6,7
Total 30 100,0
Sumber : Lampiran 3
Dari Tabel 4.2 diketahui bahwa tingkat pendidikan terakhir dari responden didominasi S1 yaitu sebanyak 20 responden atau 66,7 %, D3 ada 8 responden (26,7%), dan S 2 sebanyak 2 responden atau 10%. Sesuai dengan UU No 14 Tahun 2005 yang mengisyaratkan bahwa guru serendah- rendahnya berkualifikasi pendidikan formal Sarjana (S1) atau Diploma IV. Dengan regulasi ini guru juga wajib menyesuaikan pendidikannya melalui program-program yang dicanangkan oleh pemerintah. Untuk itulah sudah banyak guru yang menempuh pendidikan S1.
3. Responden Berdasarkan Masa Kerja
Responden penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam yang masa kerjanya dikelompokkan : (1) < 5 tahun, (2) 6 – 10 tahun, (3) 11
– 20 tahun dan (4) > 20 tahun. Gambaran responden berdasar masa kerja sebagai guru dan berstatus Pegawai Negeri Sipil diketahui pada tabel 4.3 berikut:
Tabel 4.3 Masa Kerja
No Masa Kerja Jumlah Persentase (%)
1 < 5 tahun 2 6,7 2 6 – 10 tahun 3 10,0 3 11 – 20 tahun 19 63,3 4 > 20 tahun 6 20,0 Total 30 100,0 Sumber : Lampiran 3
Dari Tabel 4.3 diketahui bahwa masa kerja responden didominasi masa kerja 11-20 tahun sebanyak 19 responden atau 63,3 %, disusul > 20 tahun dengan sebanyak 6 responden atau 20,0 %, kemuadian masa kerja 6- 10 tahun sebanyak 3 responden atau 10,0%, dan terakhir masa kerja < 5 tahun sebanyak 2 responden atau 6,7 %.
4. Responden Berdasarkan Usia
Responden penelitian ini juga dikelompokkan menurut usia. Pengelompokan usia ini berdasar pada usia minimal 20 tahun dan usia maksimal menjadi guru yaitu 60 tahun. Kemudian dibagi dalam empat kategori sebagai berikut: (1) 20 - 30 tahun, (2) 31 – 40 tahun, (3) 41 – 50 tahun, dan (4) 51 – 60 tahun. Selanjutnya usia respoden berdasar usia dapat diketahui melalui tabel 4.4 berikut:
Tabel 4.4 Usia Responden
No Usia Jumlah Persentase (%)
1 -30 tahun 2 6,7 2 31 – 40 tahun 4 13,3 3 41 – 50 tahun 20 66,7 4 51 – 60 tahun 4 13,3 Total 30 100,0 Sumber : Lampiran 3
Dari tabel 4.5 diketahui bahwa usia responden didominasi usia 41
– 50 tahun sebanyak 20 responden atau 66,7 %, selanjutnya usia 51-60 tahun sebanyak 4 responden atau 13,3 % dan usia 31 – 40 tahun sebanyak 4 responden atau 13,3 %, dan usia 20 – 30 tahun sebanyak 2 responden atau 6,7%. Dengan melihat data yang tersaji, guru dengan usia lebih dari 41-50 tahun mendominasi responden.