• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN TEORITIS

G. Pengujian Keabsahan Data

Peneliti dalam melakukan tekhnik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan trianggulasi. Trianggulasi adalah tekhnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut.11 Trianggulasi merupakan usaha mengecek kebenaran data atau informasi yang diperoleh dari berbagai sudut pandang yang berbeda dengan cara mengurangi sebanyak mungkin perbedaan yang terjadi pada saat pengumpulan dan analisis data.

Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara dengan informan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan data yang valid danada kecocokan satu sama lain, peneliti menggali kebenaran informasi melalui berbagai metode dan sumber pengolahan data. Misalnya, selain melalui wawancara dan observasi, peneliti bisa menggunakan observasi terlibat (participant observation), dokumen tertulis, arsif, dokumen sejarah, catatan resmi, catatan atau tulisan pribadi dan gambar atau foto. Tentu masing- masing cara ini akan menghasilkan bukti atau data yang berbeda, yang selanjutnya akan memberikan pandangan yang berbeda pula mengenai fenomena yang diteliti. Berbagai pandangan itu akan melahirkan keluasan pengetahuan untuk memperoleh kebenaran handal.

11

J.Lexy Moleong, Metodologi penelitin kualitatif ( Bandung: Remaja Rosda Karya, 1988), h.178.

49 A. Gambaran Lokasi Penelitian

1. Letak geografis

Secara geografis Sekolah Luar Biasa Jenetallasa terletak di daerah Kelurahan Jenetallasa Kabupaten Gowa tepatnya di Jalan Benteng Somba Opu Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan1. Posisi geografisnya Lintang (-5,2187933), Bujur (119,4342583). Luas tanah milik sekitar 300 m2 .

2. Sejarah berdirinya Sekolah Luar Biasa Jenetallasa

Sekolah Luar Biasa (SLB) Jenetallasa adalah sekolah swasta yang merupakan dari sebuah yayasan yang bernama Yayasan Pendidikan Ananda dimana berlokasi di Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten gowa tepatnya di Jalan Somba Opu.

Sekolah Luar Biasa (SLB) Jenetallasa Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan saat ini merupakan salah satu sekolah yang dikenal secara luas, dan menjadi tujuan bagi orang tua anak berkebutuhan khusus (ABK) di kabupaten Gowa dalam pendidikan anak-anak mereka. Sepuluh tahun yang lalu, berbagai hambatan dialami Aisyah Gaffar ketika mendirikan sekolah luar biasa tersebut.

Awalnya sekolah ini hanyalah sekolah TK Ananda, tetapi berhubung anak-anak yang bersekolah disitu kebanyakan dari anak-anak berkebutuhan khusus. Pada saat

1

50

setelah acara penamataan selesai orang tua dari anak berkebutuhan khusus tersebut bingung untuk melanjutkan pendidikan anaknya yang dekat dengan tempat tinggalnya. Pada saat itu, guru dari Sekolah Luar Biasa Pembina yaitu ibu Aisyah Gaffar datang ke puskesmas untuk meminta data-data dari anak berkebutuhan khusus dan ternyata ada sekitar 200an anak yang berkebutuhan khusus tidak bersekolah sehingga ibu Aisyah Gaffar sendiri berinisiatif mendirikan sekolah untuk anak berkebutuhan khusus yaitu Sekolah Luar Biasa Jenetallasa.2

Pada tanggal 1 Juli 2008 merupakan tanggal berdirinya Sekolah Luar Biasa Jenetallasa yang dipimpin oleh Aisyah Gaffar sekaligus menjabat sebagai kepala sekolah sampai sekarang. Yayasan Pendidikan Ananda Jenetallasa diresmikan oleh Bupati Gowa tanggal 11 Juli 2008.

SLB Jenetallasa telah menerapkan nilai-nilai penguatan pendidikan karakter (PPK) dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan setiap hari meliputi berdoa sebelum belajar, berdoa sebelum dan sesudah makan, dan menyanyikan lagu kebangsaan sebelum memulai kegiatan belajar di kelas, dan membaca. Selain itu ada pula gerakan Jumat Ibadah dan Sabtu Bersih sebagai bagian penerapan PPK di SLB ini. Aisyah dan para guru terus belajar dari sekolah-sekolah lain agar pembelajaran dan penguatan karakter di sekolahnya lebih efektif.

3. KeadaanGuru Dan Tenaga Non Guru di Sekolah Luar Biasa Jenetallasa

Sekolah luar biasa jenetallasa memiliki 17 guru yang kompeten dalam mengajar anak luar biasa dan memang dari pendidikan luar biasa, khususnya anak-

2

Aisyah Gaffar, Kepala Sekolah (57 th), Sekolah Luar Biasa Jenetallasa, wawancara, gowa, 23 juli 2018

anak yang memiliki kelainan khusus ataupun berkebutuhan khusus. Dari 17 guru yang dimiliki Sekolah Luar Biasa Jenetallasa terdapat 3 guru yang khusus mengajar anak tuna rungu.

Mendidik anak berkebutuhan khusus tidaklah muda dan tentu saja tidak sama dengan anak normal pada umumnya dan memerlukan penanganan yang khusus, sehingga untuk mendidik anak berkebutuhan khusus merupakan profesi tersendiri.

Rombongan belajar yang ada di Sekolah Luar Biasa Jenetallasa yaitu ada 14 kelas yang terdiri dari kelas tuna rungu ada 4 kelas (1B, 3B,4B, 7B), tuna grahita ada 7 kelas (2C, 4C, 5C, 6C, 7C, 8C, 9C), anak ADHD terdapat 1 kelas (6ADHD), kelas pendidikan layanan khusus terdapat 2 kelas ( 6PLK, 9PLK).3

4. Keadaan Siswa SLB Jenetallasa

Siswa adalah komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendididkan nasional. Siswa dan guru sangat erat kaitannya dalam proses belajar mengajar. Dalam keseluruhan proses pendidikan disekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar mengajar yang dialam oleh siswa4

Adapun data yang diperoleh saat penelitian jumlah siswa yang ada di Sekolah Luar Biasa Jenetallasa berjumlah 78 orang yang terdiri dari 46 dari

3

Data Sekolah Luar Biasa Jenetallasa

4

52

jumlah siswa perempuan dan 32 dari jumlah siswa laki laki. Siswa di Sekolah Luar Biasa Jenetallasa mayoritas beragama islam.5

5. Sarana Dan Prasarana

Sarana dan prasarana merupakan kelengkapan dalam suatu pendidikan, yang akan memberikan kenyamanan dan juga kemudahan bagi semua pihak menyangkut peserta didik, pendidik, dan staf.

a. Sarana

Adapun sarana yang ada di Sekolah Luar Biasa Jenetallassa yaitu: 1. Ruang kelas

Ruang kelas yang ada itu terdapat 4 ruangan yaitu ruangan A, ruangan B, ruangan C, ruangan D.

a) Ruang kelas A didalamnya itu terdapat meja siswa 8, kursi siswa 16, kursi guru 3, meja guru 3, lemari 2, rak buku 1.

b) Ruang kelas B didalamnya itu terdapat meja siswa 13, kursi siswa 14, kursi guru 3, meja guru 3, lemari 1, rak buku 2, papan tulis 3. c) Ruang kelas C didalamnya itu terdapat meja siswa 8, kursi siswa 8,

kursi guru 2, meja guru 2, lemari 1, rak buku 1, tempat sampah 1, jam dinding 1,kotak kontak 1, dan papan pajang 1.

d) Ruang kelas D didalamnya itu terdapat meja siswa 10, kursi siswa 15, kursi guru 1, meja guru 1, lemari 1, rak buku 1, tempat sampah 1,jam dinding 1,kotak kontak 1, dan papan pajang 1.

5

Wawancara dengan Nuratika Nahwi, S.Si (22 th) Selaku Sebagai Guru Dan Operator Sekolah, 23 juli 2018

2. Ruang Khusus

Ruang khusus didalamnya itu terdapat meja siswa 3, kursi siswa 3, kursi guru 1, meja guru 1, lemari 1, jam dinding 1.

b. prasarana

adapun prasana yang ada di Sekolah Luar Biasa Jenetallasa diantaranya dapur dengan luas 5m x 2m, gudang luasnya 2m x 1m, perpustakaan luasnya 6m x 6m, ruang assesmen luasnya 6m x 6m, ruang kantor luasnya 6m x 6m, ruang kelas A luasnya 6m x 6m, ruang kelas B luasnya 6m x 6m, ruang kelas C luasnya 6m x 6m, ruang kelas D luasnya 6m x 6m, ruang kepala sekolah luasnya 6m x 6m, ruang khusus luasnya 6m x 2m, ruang wc guru luasnya 2m x 2m, ruang wc siswa dalam luasnya 2m x 2m, ruang wc siswa luar luasnya 2,5m x 1,5m, ruang wc guru luasnya 1,5m x 1,5m, dan wc siswa 1,5m x 2m.6 6. Jenjang Pendidikan

a. TKLB ( Taman Kanak Luar Biasa ) b. SDLB ( Sekolah Dasar Luar Biasa )

c. SMPLB ( Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa ) d. SMALB ( Sekolah Menengah Utama Luar Biasa ) e. PLK ( Pendidikan Layanan Khusus)

7. Struktur Organisasi SLB Jenetallasa

Program administrasi dan supervisi dapat berjalan dengan baik apabila pelaksanaannya ditunjang oleh suatu organisasi yang baik dan teratur, yang

6

54

diserati dengan pembagian fungsi, tugas dan tanggung jawab yang jelas. Dengan demikian maka akan terjalin suatu sistem komunikasi yang efisien dan efektif.7

Kegunaan dari suatu organisasi adalah untuk mengkoordinir dan mengatur semua potensi agar tujuan dapat dicapai dengan sebaik-baiknya, karena tujuan tidak akan tercapai dengan baik apabila dalam usaha dan pelaksanaan kegiatan terdapat kesimpang siuran atau tidak sesuai arah yang dituju maka dibentuklah suatu wadah guna menampung para anggotanya untuk mencapai tujuan yang telah di programkan, karena organisasi merupakan badan penyelenggaraan suatu usaha kerjasama dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan, artinya suatu kerangka yang menunjukkan segenap pekerjaannya, wewenang dan tanggung jawab. Adapun struktur organisasi di Sekolah Luar Biasa Jenetallasa adalah sebagai berikut:

7Vivik andriani dengan topik “strategi pembinaan tuna rungu dalam pengembangan interaksi sosial (Studi kasus di slb negeri sinjai kecamatan sinjai utara kabupaten sinjai”. Skripsi ( Yogyakarta:

56

8. Visi, misi, dan tujuan Sekolah Luar Biasa Jenetallasa a. Visi

SLB Jenetallasa menjadi lembaga PK dan PLK yang berkualitas dan terdepan, melalui pendidikan berbasis IPTEK Tahun 2015

b. Misi

1) Menumbuh kembangkan keimanan, ketaqwaan, dan kedisiplinan, serta akhlak mulia

2) Menanamkan rasa kebaggaan berperilaku sesuai nlai budaya dan karakter bangsa dalam kehidupan sehari-hari

3) Meningkatkan kompetensi, kecerdasan, bakat, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik.

4) Meningkatkan keterampilan dan kewirausahaan peserta didik agar berguna bagi diri sendiri dan masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan teknologi

5) Meningkatkan bakat dan minat peserta didik melalui ilmu pengetahuan dan teknologi seiring dengan perkembangan zaman.

c. Tujuan

1) Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi dengan lingkungannya

2) Mengembangkan peserta didik dengan menekankan pada perkembangan kognitif, efektif, dan psikomotor.

3) Meningkatkan pemahaman terhadap kemampuan diri sehingga dapat mandiri.8

8

4) Mempersiapkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

5) Mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan bakat dan minat. 9. Tupoksi Kepala Sekolah

Kepala sekolah adalah guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Meskipun sebagian guru yang mendapat tugas tambahan kepala sekolah merupakan orang yang paling betanggung jawab terhadap aflikasi prinsif-prinsif administrasi pendidikan yang inovatif di sekolah. Sebagai orang yang mendapat tugas tambahan berarti tugas pokok kepala sekolah tersebut adalah guru yaitu sebagai tenaga pengajar dan pendidik, disini berarti dalam suatu sekolah seorang kepala sekolah harus mempunyai tugas sebagai seorang guru yang melaksanakan atau memberikan pelajaran atau mengajar bidang studi tertentu atau memberikan bimbingan.

Tupoksi kepala sekolah di Sekolah Luar Biasa Jenetallasa adalah pemimpin dan pembina sekolah dasar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, membina kerja sama dengan orang tua, masyarakat, dan pihak yang terkait, memimpin dan mengkordinasikan tenaga kependidikan dalam meningkatkan kualitas kinerja sekolah, membagi habis tugas tugas sekolah kepada guru dan staff tata usaha, melaksanakan bimbingan, pembinaan, motivasi, pengayoman kepada guru dan staff tata usaha dalam pelaksanaan pembelajaran, menciptakan dan mengendalikan suasana kerja yang kondusif untuk mencapai tujuan (menyenangkan, harmonis, dan dinamis), membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi guru maupun staff, mendorong untuk meningkatkan kemampuan dan staff tata usaha melalui penataran, pelatihan

58

dan pendidikan lanjutan, mendorong pendayagunaan sarana dan prasarana sekolah, merencanakan dan melaksanakan penerimaan siswa baru, menyusun kegiatan ekstrakurikuler siswa.9

10. Tata Tertib Dan Sanksi Sekolah Luar Biasa Jenetallasa

a. Waktu Masuk dan Pulang: 1) Hari senin, selasa, rabu, dan kamis sekolah mulai belajar pagipukul 07.30-13.00 wita, 2) Khusus hari jumat masuk pukul 07.30-11.00 wita.Untuk piket kelas harus datang harus datang 15 menit sebelum bel masuk masuk, untuk membersihkan kelas dan halaman teras.3) Sebelum masuk kelas, murid-murid berbaris didepan kelasnya masing masing dipimpin oleh ketua kelas.

b. Tata upacara bendera: 1) Setelah tanda bel masuk dibunyikan semua siswa harus masuk kedalam kelas. 2) Siswa diharuskan berdo’a sebelum pelajaran dimulai dan setelah pelajaran beerakhir dipimpin oleh ketua kelas. 3) 10 menit setelah bel masuk, Guru belum berada dikelas, ketua kelas segera menghubungi Guru piket. 4) Murid-murid yang terlambat harus memperlihatkan surat izin dari guru piket sebelum memasuki kelas. 5) Anak yang datang terlambattanpa alasan yang tidak diperkenalkan mengikuti pelajaran jam pertama dan hari berikutnya harus membawa surat keterangan dari orang tua. 6) Selama belajar murid murid tidak diperkenankan meninggalkan kelas tanpa seizin guru. 7) Seluruh murid berkewajiban menjaga dan merawat sarana dan prasarana dikelas termasuk meja-kursi, papan tulis, alat kebersihan dan lain-lain.

9

c. Tata tertib 7K: Semua murid wajib membuang sampah pada tempatnya, Tidak boleh mencoret-coret meja-kursi, menghapus papan absen kelas tanpa seizin guru.Berperilaku senyum, salam, sopan, dan santun.Tidak boleh merokok disekolah dan dilingkungan sekolah, Dilarang membawa dan minum-minuman beralkohol.Tidak diperkenankan membawa senjata tajam dan sejenisnyaa

d. Sanksi atau Pelanggaran: Murid yang melanggar tata tertib akan diberikan teguran/ peringatan lisan dari guru (peringatan pertama), Bagi yang masih melanggar, orang tua/walinya akan dipanggil dan mendapat peringatan secara tertulis.Bagi murid yang masih melanggar ketiga kalinya akan diberikan sanksi skorsing selama 3 hari untuk dibina oleh orang tuanya.Sanksi terakhir dikonsultasikan dengan orang tua atau dikembalikan kepada orang tua/wali murid.10

B. Bentuk pelayananTerhadap Anak Tuna Rungu Di Sekolah Luar Biasa