COUNTER SALES
2. Metode Pendekatan Statistik (Uji Glejser) Tabel 4.10
4.4.5 Pengujian Koefisien Determinasi (R²)
Pengujian koefisien determinan digunakan untuk mengukur seberapa besar
kontribusi variabel bebas ( motivasi dan pengalaman kerja) terhadap variabel
terikat (produktivitas kerja). Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai
satu (0 ≤ R² ≥ 1).
Jika R² semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa
pengaruh variabel bebas (X1) yaitu motivasi, (X2) yaitu pengalaman kerja adalah
besar terhadap variabel terikat (Y) yaitu produktivitas karyawan . Hal ini berarti
model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas
terhadap variabel terikat dan demikian sebaliknya.
Hal pengujian koefisien determinasi menggunakan program SPSS
Statistics 16,0 for Windows pada Tabel 4.14
Tabel 4.14
Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .765a
.586 .563 1.79667
a. Predictors: (Constant), Pengalaman Kerja, Motivasi
Berdasarkan Tabel 4.14 dapat di interprestasikan sebagai berikut:
1. Nilai R sebesar 0,765 menunjukkan bahwa hubungan antara motivasi
(X1) dan pengalaman kerja (X2) terhadap variabel produktivitas karyawan
(Y) , PT. Astra Internasional, Tbk – Toyota Sales Operation (AUTO 2000)
Cabang Medan sebesar 76,5 % dan artinya hubungannya erat.
2. R Square sebesar 0, 586 menunjukkan bahwa hubungan antara variabel
produktivitas karyawan (Y) pada PT. Astra Internasional, Tbk – Toyota
Sales Operation (AUTO 2000) Cabang Medan sebesar 67,80% variabel
dapat dijelaskan oleh variabel motivasi dan pengalaman kerja sebesar
58,6%, sedangkan sisanya sebesar 41.4% dapat dijelaskan oleh
variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, yaitu seperti sikap
kerja, tingkat keahlian, dan disiplin kerja.
3. Standart error of estimate artinya mengukur variasi dari nilai yang
diprediksi. Nilai Standart error of estimate 1.79667 semakin kecil
4.5 Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis
pengaruh motivasi dan pengalaman kerja terhadap produktivitas karyawan
PT. Astra Internasional, Tbk – Toyota Sales Operation (AUTO 2000)
Cabang Medan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode
analisis deskriptif dan metode statistik, pada metode analisis deskriptif
diperoleh informasi dari responden melalui kuesioner yang berisikan
karakteristik responden yaitu jenis kelamin, usia, pendidikan dan lama
bekerja atas pertanyaan dalam kuesioner. Sedangkan pada metode statistik
pengolahan data dilakukan dengan program SPSS Statistics 16,0 For
windows.
Berdasarkan distribusi jawaban responden terhadap variabel
motivasi diketahui jawaban dominan setuju terdapat pada pernyataan
kedua (dengan adanya fasilitas-fasilitas kantor yang cukup memadai,
menjadikan saya nyaman melakukan pekerjaan yang saya tangani).
Kemudian berdasarkan variabel pengalaman kerja diketahui jawaban
dominan sangat setuju terdapat pada pernyataan keempat (pengalaman
kerja yang saya miliki sangat membantu saya dalam pekerjaan saya saat
ini) dan berdasarkan distribusi jawaban responden terhadap variabel
produktivitas kerja diketahui jawaban dominan setuju terdapat pada
pertanyaan kelima (saya selalu mengerjakan tugas dengan penuh tanggung
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan pengalaman kerja
secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas
karyawan pada PT. Astra Internasional, Tbk – Toyota Sales Operation
(AUTO 2000) Cabang Medan. Namun secara parsial yang mempengaruhi
produktivitas karyawan adalah motivasi, hal ini didukung oleh teori dari
Siagian (2002: 102) yang mengatakan bahwa motivasi adalah daya
pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan
rela untukl mengerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian dan
keterampilan, tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai
kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menuaikan kewajibannya,
dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sarana organisasi yang telah
ditentukan sebelumnya. Motivasi mempengaruhi produktivitas karyawan
dan selanjutnya mempengaruhi efektifitas dan efisiensi organisasi.
Pengaruh yang dominan dari motivasi terhadap produktivitas
karyawan berdasarkan uji hipotesis secara parsial dimana motivasi kerja
yang kurang baik, hal ini disebabkan oleh lemahnya pemberian motivasi
kerja oleh pemimpin kepada para karyawan, dan tidak luput juga karena
kurangnya pengawasan dari pimpinan terhadap karyawan sehingga akan
dapat mengganggu produktivitas karyawan. Dilihat dari hasil penelitian
melalui analisis deskriptif dimana produktivitas karyawan pada PT. Astra
Internasional, Tbk – Toyota Sales Operation (AUTO 2000) Cabang Medan
mengalami penurunan sesuai dengan latar belakang penelitian yang telah
meningkatnya tingkat absensi yang tidak hadir dalam bekerja dan banyak
faktor penyebab lainnya. Salah satu penurunan produktivitas yang terjadi
dilihat dari indikator kualitas dan kuantitas kerja karyawan dimanasaat ini
sebagian besar karyawan PT. Astra Internasional, Tbk – Toyota Sales
Operation (AUTO 2000) Cabang Medan masih kurang mampu
menyelesaikan lebih dari satu dan kurang mampu menyelesaikan
pekerjaan dengan cepat.
Variabel kedua yaitu pengalaman kerja memiliki pengaruh yang
positif terhadap produktivitas karyawan. Pengalaman kerja adalah sebagai
suatu ukuran tentang lama waktu atau masa kerjanbya yang telah ditempuh
seseorang dalam memahami tugas-tugas suatu pekerjaan dan telahn
melaksanakannya dengan baik (Foster, 2001 : 40). Pengalaman kerja
dipandang penting dalam suatu organisasi, karena dengan pengalaman
kerja seorang karyawan akan bersikap profesional dan menjunjung tinggi
nilai-nilai yang telah disepakati bersama dalam organisasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai lama/
waktu masa kerja, tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki,
dan penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan kerja karyawan sudah
sesuai yang diharapkan. Dengan kata lain bahwa masa kerja, pendidikan,
pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki sesuai yang diharapkan
sehingga penyelesaian pekerjaan dapat efektif dan efesien, penguasaan
terhadap pekerjaan dan peralatan telah membantu karyawan dalam
Seperti yang kita ketahui PT. Astra Internasional, Tbk – Toyota
Sales Operation (AUTO 2000) Cabang Medan dalam rangka
mempertahankan produktivitasnya dan mencapai tujuannya berusaha
maksimal dalam menjaga kelangsungan dengan produktivitas karyawan
secara berkesinambungan dengan memberikan gaji maupun insentif yang
memuaskan serta fasilitas-fasilitas yang memadai dan berkualitas yang
membuat karyawan betah bekerja dalam perusahaan.
Hasil penelitian ini juga didukung dan sejalan dengan penelitian
terdahulu yang telah dilakukan oleh Damayanti (2005) dengan judul
skripsi “Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan
CV. Bening Natural Funiture di Semarang” yang menyatakan bahwa
dengan adanya motivasi yang tinggi berpengaruh terhadap produktivitas
kerja. Dari hasil analisis deskriftif menunjukkan bahwa efisiensi dan
produksinya dalam kategori tinggi. Dengan adanya minat dan sikap
positif yang tinggi akan berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas
karyawan. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian terdahulu yang
telah dilakukan oleh Ferawati (2005) dengan judul Skripsi “Pengaruh
Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Kerja terhadap Produktivitas Kerja
Karyawan Bagian Keperawatan pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr.
R.Soeharso Surakarta” yang menyatakan bahwa secara bersama-sama
tingkat pendidikan dan pengalaman kerja memiliki pengaruh positif dan
BAB V