• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian Persyaratan Analisis dan Pengujian Hipotesis

BAB III Metodologi Penelitian

C. Pengujian Persyaratan Analisis dan Pengujian Hipotesis

Analisis data merupakan bagian penting dalam metode ilmiah untuk memberi arti dan makna dalam menjawab masalah penelitian. Langkah awal dalam menganalisis data adalah memberi nilai terhadap jawaban angket mengenai Keprofesionalan guru PAI dan memberi nilai terhadap prestasi belajar. Dalam penelitian angket digunakan ketentuan dengan skala 4-3-2-1 untuk pernyataan positif, dan skala 1-2-3-4 untuk pernyataan negatif.

Oleh karena itu, sebelum penulis melakukan analisis data tersebut, penulis melakukan uji prasyarat analisis untuk mendapatkan data yang akurat dan otentik guna mendapatkan hasil yang baik.

1. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengukur tingkat normalnya suatu data dalam penelitian. Adapun data yang dianggap normal adalah L hitung < L tabel. Oleh karena itu, maka terlebih dahulu dibuat hipotesis sebagai berikut

Ho = data berdistribusi normal jika L hitung < L tabel Ha = data berdistribusi tidak normal jika L hitung > L tabel

Pada penelitian ini, uji normalitas akan diproses menggunakan SPSS 20. Uji Normalitas akan dilakukan untuk kedua variabel tersebut yaitu variabel profesionalisme guru PAI (X) dan variabel prestasi belajar siswa SMP Dua Mei. Adapun hasilnya dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 12

Hasil Uji Normalitas Keprofesionalisme Guru PAI Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic Df Sig.

nilai angket

,076 40 ,200* ,975 40 ,519

*. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction

Tabel 13

Hasil Uji Normalitas Prestasi Belajar Siswa SMP Dua Mei

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.

nilai prestasi

,093 40 ,200* ,963 40 ,204

*. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction

Dari tabel profesionalisme guru PAI di atas dapat diartikan bahwa L hitung 0,076. Karena jumlah respon sebanyak 40 orang maka nilai L tabel = 0,161. Maka dapat diketahui bahwa 0,076 < 0,161 (L hitung < L tabel), dapat disimpulkan Ho diterima dan data berdistribusi normal.

Kemudian dari tabel prestasi belajar siswa SMP Dua Mei di atas dapat diartikan bahwa L hitung 0,093. Karena jumlah respon sebanyak 40 orang maka nilai L tabel = 0,161. Maka dapat diketahui bahwa 0,093 < 0,161 (L hitung < L tabel), dapat disimpulkan Ho diterima dan data berdistribusi normal.

2. Uji Homogenitas

Uji Homogenitas dilakukan untuk mengetahui kesamaan atau keragaman antara dua keadaan variabel, uji homogen yang dilakukan dengan uji fisher. Dari hasil pengujian diperoleh F hitung = 2,85 (dapat dilihat pada lampiran) sedangkan F tabel = 1,70 pada taraf signifikansi 5%. Karena F hitung (2,85) > F tabel (1,70) maka varians dari kedua variabel tersebut tidak homogen.

3. Pengujian Hipotesis

Setelah penulis melakukan uji prasyarat dan menghitung angket dari tiap-tiap responden dan mengumpulkannya, Kemudian tabel di bawah ini adalah tabel yang menunjukkan nilai angket tentang profesionalisme guru PAI (X) dan nilai prestasi belajar siswa (Y)

Tabel 14

Nilai Angket dan Nilai Rata-rata Raport Siswa

Nilai Angket (X) Nilai Rata-rata Raport (Y) 60 72,8 54 69,4 54 70,0 57 75,7 49 79,3 63 70,7 75 84,1 77 72,3 54 63,7 70 75,8

60 65,1 61 82,0 62 74,1 48 60,7 52 63,0 47 77,9 51 69,3 54 78,8 67 62,7 63 71,9 40 60,4 46 62,7 51 67,9 37 67,8 71 74,6 44 69,3 57 68,9 51 62,6 56 69,8 67 78,2 80 81,4 66 65,0 48 63,6 58 75,8

55 65,4 41 79,7 40 60,2 38 83,6 74 70,5 82 86,9 2280 2853,6

Dari data tabel di atas jumlah total dari nilai angket yaitu 2280 dan nilai rata-rata raport siswa yaitu 2853,6. Kemudian untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara nilai angket profesionalisme guru PAI dengan prestasi belajar siswa maka penulis menggunakan rumus Product Moment dengan memasukkan data-data yang diperoleh kedalam tabel sebagai berikut:

Tabel 15

Jumlah Variabel X dan Variabel Y

No X Y X2 XY 1 60 72,8 3600 5299,84 4368 2 54 69,4 2916 4816,36 3747,6 3 54 70,0 2916 4900 3780 4 57 75,7 3249 5730,49 4314,9 5 49 79,3 2401 6288,49 3885,7 6 63 70,7 3969 4998,49 4454,1 7 75 84,1 5625 7072,81 6307,5 8 77 72,3 5929 5227,29 5567,1

9 54 63,7 2916 4057,69 3439,8 10 70 75,8 4900 5745,64 5306 11 60 65,1 3600 4238,01 3906 12 61 82,0 3721 6724 5002 13 62 74,1 3844 5490,81 4594,2 14 48 60,7 2304 3684,49 2913,6 15 52 63,0 2704 3969 3276 16 47 77,9 2209 6072,005917 3662,385 17 51 69,3 2601 4802,49 3534,3 18 54 78,8 2916 6204,591716 4253,538 19 67 62,7 4489 3931,29 4200,9 20 63 71,9 3969 5169,61 4529,7 21 40 60,4 1600 3648,16 2416 22 46 62,7 2116 3931,29 2884,2 23 51 67,9 2601 4610,41 3462,9 24 37 67,8 1369 4596,84 2508,6 25 71 74,6 5041 5565,16 5296,6 26 44 69,3 1936 4803,556213 3049,538 27 57 68,9 3249 4747,21 3927,3 28 51 62,6 2601 3918,76 3192,6 29 56 69,8 3136 4872,04 3908,8 30 67 78,2 4489 6115,24 5239,4 31 80 81,4 6400 6625,96 6512 32 66 65,0 4356 4225 4290

33 48 63,6 2304 4044,96 3052,8 34 58 75,8 3364 5745,64 4396,4 45 55 65,4 3025 4277,16 3597 46 41 79,7 1681 6352,09 3267,7 37 40 60,2 1600 3624,04 2408 38 38 83,6 1444 6988,96 3176,8 39 74 70,5 5476 4970,25 5217 40 82 86,9 6724 7551,61 7125,8 Jumlah 2280 2853,6 135290 205637,7338 163972,8

Dari angka hasil perhitungan antara variabel X dan Variabel Y di atas, maka diketahui:

N = 40 X = 2280 Y = 2853,6 ∑ = 135290 ∑ = 205637,7338 XY = 163972,8

Kemudian dimasukkan kedalam rumus korelasi product moment berikut ini :

rxy =

� ∑ − ∑ ∑

√ ∑ − ∑ − ∑

=

=

1 − √ 11 − 1 { – 1 }

=

√ 1

=

√1 1

=

1 1 = 0,40

Kemudian untuk mengetahui seberapa besar kontribusi yang diberikan variabel X (Profesionalisme guru PAI) dalam menunjang keberhasilan variabel Y (Prestasi Belajar Siswa), ini diketahui dari hasil Coefficient of determination (koefisien penentuan) dengan rumus sebagai berikut:

KD = r2 x 100% = 0,3402 x 100%

= 0,16 x 100%

= 16 %

A. Pembahasan Hasil Penelitian

1.

Interpretasi Data

Hasil penelitian di atas diperoleh nilai koefisiensi korelasi rxy yaitu 0,40. Jika diperhatikan maka indeks korelasi yang diperoleh bertanda searah, ini berarti korelasi antara variabel X (profesionalisme guru PAI) dan variabel Y (prestasi belajar siswa) terdapat hubungan yang searah, atau terdapat hubungan yang positif antara profesionalisme guru PAI dengan prestasi belajar siswa. Kemudian nilai tersebut diinterpretasikan

dengan cara sederhana yaitu dengan memberikan interpretasi terhadap angka koefisien product moment.

Adapun pedoman yang umum digunakan dalam memberikan interpretasi secara sederhana terhadap angka hasil korelasi product moment adalah sebagai berikut :

Tabel 16

Interpretasi r Product Moment

Besarnya “r” Product Moment

(rxy) Interpretasi

0,00 – 0,19 Antara variabel X dan variabel Y memang terdapat korelasi, akan tetapi korelasi itu sangat lemah atau sangat

rendah sehingga korelasi itu

diabaikan (dianggap tidak ada korelasi atau pengaruh antara variabel X dan variabel Y)

0,20 -0,39 Antara variabel X dan variabel Y

terdapat korelasi yang lemah atau rendah.

0,40 – 0,69 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang sedang atau cukupan.

0,70 – 0,89 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi.

0,90 – 1,00 Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang sangat kuat

atau sangat tinggi.

Apabila diperhatikan nilai rxy yang telah diperoleh yaitu dan ternyata terletak antara 0,40 – 0,69. Berdasarkan yang telah dikemukakan di atas, dapat dijelaskan bahwa korelasi antara variabel X (profesionalisme guru PAI) dan variabel Y (prestasi belajar siswa) adalah tergolong korelasi yang sedang atau cukupan, sehingga dapat di interpretasikan bahwa antara keaktifan berorganisasi siswa intra sekolah dan prestasi belajar siswa terdapat korelasi yang positif dan korelasi tersebut merupakan korelasi yang cukup.

Selanjutnya untuk menjawab hipotesis nihil dan hipotesis alternatif dilakukan dengan cara berkonsultasi pada nilai tabel (r tabel) product moment. Hal pertama yang dilakukan adalah terlebih dahulu mencari df atau db (degree of freedom atau derajat kebebasan) dengan menggunak rumus df = N-nr. Diketahui responden yang diteliti sebanyak 40 orang, maka N = 40. Kemudian terdapat 2 variabel yang penulis teliti dalam penelitian ini yaitu variabel X (profesionalisme guru PAI) dan variabel Y (prestasi belajar siswa), maka nr = 2. Dengan demikian maka df = 40 - 2 = 38. Maka dapat diketahui dengan df sebesar 38 diperoleh r tabel pada taraf signifikasi 5% sebesar 0,320 dan pada taraf signifikasi 1% sebesar 0,413. Kemudian dapat diinterpretasikan sebagai berikut

Pada taraf signifikan 1% diketahui bahwa 0,40 < 0,413 (r hitung lebih kecil daripada r tabel). Maka Ho juga diterima dan Ha ditolak. Berarti pada taraf signifikasi 1% juga tidak terdapat korelasi yang signifikan antara variabel X (profesionalisme guru PAI) dan variabel Y (prestasi belajar siswa).

Kemudian pada taraf signifikan 5% diketahui bahwa 0,40 > 0,320 (r hitung lebih besar daripada r tabel). Maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berarti pada taraf signifikasi 5% itu terdapat korelasi yang signifikan antara variabel X (profesionalisme guru PAI) dan variabel Y (prestasi

belajar siswa). Dengan demikian korelasi positif antara profesionalisme guru PAI dengan prestasi belajar siswa di SMP Dua Mei merupakan korelasi positif yang cukup dan signifikan pada taraf 5%.

2. Pembahasan Hasil Penelitian

Jika melihat hasil interpretasi data diatas maka dapat diketahui bahwa hubungan antara professionalism guru PAI dengan prestasi yang mereka dapat merupakan hubungan positif yang signifikan. Hal ini dapat dikuatkan dengan berbagai macam prestasi yang didapat oleh siswa SMP Dua Mei Ciputat dari prestasi belajar yang diperolehnya. Indikator yang menguatkan bahwa profesionalisme guru PAI sekolah mempunyai hubungan yang positif dalam meningkatkan prestasi belajar adalah dapat dilihat dari jawaban responden pada kuesioner tentang indicator penilaian profesionalisme guru PAI dalam menyampaikan apersepsi ketika membuka dan menutup pembelajaran.

Tabel 17.1

Guru PAI membuka dan menutup pelajaran sebelum memulai proses pembelajaran guru PAI menyampaikan apersepsi :

No Nilai F Persentasi 1 Selalu 13 32,5% 2 Sering 11 27,5% 3 Kadang-kadang 12 30% 4 Tidak pernah 4 10% Total N =40 ∑ = 100%

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa hampir sebagian siswa menjawab selalu mencapai (32,5%), kemudian siswa yang menjawab sering mencapai (27,5%), kemudian siswa yang menjawab kadang-kadang

mencapai (30%). Dan yang mejawab tidak hanya pernah mencapai (10%). Tabel ini dapat disimpulkan bahwa guru PAI membuka dan menutup pelajaran sebelum memulai pelajaran selalu menyampaikan apersepsi kepada siswa.

Kuesioner diatas dapat disimpulkan bahwa keterampilan guru dalam memberikan apersepsi pada pembelajaran dapat membuat siswa lain bersemangat dalam belajar, sesuai dengan hasil wawancara guru PAI yang selalu memberikan aperspsi kepada siswa sebelum dan sesudah membuka dan menutup pelajaran di kelas. Hal ini sesuai dengan dengan pendapat E. Mulyasa yang berpendapat bahwa salah satu keterampilan mengajar yang sangat berperan dan menentukan kualitas pengajaran adalah Keterampilan membuka dan menutup pelajaran Membuka dan menutup pelejaran merupakan dua kegiatan rutin yang dilakukan guru untuk menilai dan mengakhiri pembelajaran, agar kegiatan tersebut memberikan sumbangan yang berarti terhadap pencapaian tujuan pembelajaran perlu dilakukan secara profesional.73

Kemudian jika dilihat dari hasil nilai profesionalisme guru yang terdapat pada angket dan nilai prestasi siswa maka dapat diketahui bahwa terdapat nilai yang bervariasi banyaknya nilai yang bervariasi antara nilai profesionalisme guru dan prestasi belajar siswa SMP Dua Mei Ciputat.

Salah satu indikator terpenting untuk mengetahui profesionalisme pada guru adalah kompetensi pedagogik yang dapat dinilai dari angket membuka dan menutup pelajaran sebelum memulai proses pembelajaran guru PAI menyampaikan apersepsi. Hal ini sesuai dengan angket hasil relevan yang terdahulu yang juga menuliskan tentang kompetensi tersebut.

73

E. Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, (PT. Remaja Rosda Karya: Bandung, 2008), Cet. Ke-3, h.75.

Tabel 17.2

Tingkat Tinggi Rendahnya Profesionalisme guru dan Prestasi yang Diperoleh

Nilai Angket (X) Prestasi Belajar (Y)

75 84,1 80 81,4 82 86,9 80 81,4 71 74,6 70 75,8 77 72,3 74 70,5

Dari hasil diatas dapat diketahui terdapat nilai yang terus meningkat antara variabel X ke variable Y, yang dapat dikatakan bahwa nilai profesionalisme berdasarkan angket yang telah disebarkan mempunyai hubungan yang signifikan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tingkat profesionalisme guru PAI di SMP Dua Mei dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Hal ini sesuai dengan PP RI No. 19 Tahun 2005 pasal 28 menegaskan mengenai standar pendidik dan tenaga pendidik, yang disebutkan bahwa Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar pendidik dan tenaga pendidik.74

Disamping itu pula, hasil hipotesis data yang menyatakan bahwa terdapat hubungan positif yang cukup antara kedua variabel tersebut juga

74

diperkuat oleh beberapa hasil jawaban responden dari kuesioner tentang keaktifan berorganisasi siswa intra sekolah, antara lain:

1. Guru PAI mengubah posisinya dalam mengajar seperti berjalan dari depan kelas, berkeliling di tengah dan ke belakang kelas.

Tabel 17.3

Guru PAI mengubah posisinya dalam mengajar seperti berjalan dari depan kelas, berkeliling di tengah dan ke belakang kelas:

No Nilai F Persentasi 1 Selalu 9 22,5% 2 Sering 14 35% 3 Kadang-kadang 13 32,5% 4 Tidak pernah 4 10% Total N =40 ∑ = 100%

Dari tabel di atas diketahui bahwa prosentase yang menjawab selalu hanya mencapai (22,5%), sebagian lagi menjawab sering hanya mencapai (35%), yang menjawab kadang-kadang mencapai (32,5%), dan tidak pernah mencapai prosentase (10%). Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa guru PAI sering mengubah posisinya dalam mengajar seperti berjalan dari depan, berkeliling di tengah dan ke belakang kelas.

Kuesioner di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan guru dalam mengubah posisinya dalam mengajar dapat membuat siswa lain bersemangat dalam belajar. Hal ini sesuai dengan dengan pendapat E. Mulyasa yang berpendapat bahwa salah satu variasi dalam mengajar. Mengubah posisi, misalnya dari depan kelas, berkeliling di tengah kelas, dan ke belakang kelas, tetapi jangan mengganggu suasana pembelajaran,

agar kegiatan tersebut memberikan sumbangan yang berarti terhadap pencapaian tujuan pembelajaran perlu dilakukan secara profesional.75

Kemudian jika dilihat dari hasil nilai profesionalisme guru yang terdapat pada angket dan nilai prestasi siswa maka dapat diketahui bahwa terdapat nilai yang bervariasi banyaknya nilai yang bervariasi antara nilai profesionalisme guru dan prestasi belajar siswa SMP Dua Mei Ciputat.

2. Guru PAI memberikan kesempatan berpikir sebelum siswa menjawab pertanyaan.

Tabel 17.4

Guru PAI memberikan kesempatan berpikir sebelum siswa menjawab pertanyaan: No Nilai F Persentasi 1 Selalu 15 37,5% 2 Sering 17 42,5% 3 Kadang-kadang 4 10% 4 Tidak pernah 4 10% Total N =40 ∑ = 100%

Dari tabel di atas diketahui bahwa prosentase yang menjawab selalu hanya mencapai (37,5%), sebagian lagi menjawab sering hanya mencapai (42,5%), yang menjawab kadang-kadang mencapai (10%), dan tidak pernah mencapai prosentase (10%). Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa guru

75

E. Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, (PT. Remaja Rosda Karya: Bandung, 2008), Cet. Ke-3, h.75.

PAI sering dan hampir selalu memberikan kesempatan berpikir sebelum siswa menjawab pertanyaan.

Kuesioner di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan guru dalam memberikan kesempatan berfikir sebelum siswa menjawab pertanyaan. Hal ini sesuai dengan dengan pendapat Wina Sanjaya yang berpendapat bahwa salah satu dalam kompetensi kepribadian guru. Arif dan bijaksana, karena guru harus memberikan kesempatan siswa untuk berfikir sebelum menjawab pertanyaan yang diberikan.76

3. Guru PAI mengajak peserta didik untuk sholat berjamaah.

Tabel 17.5

Guru PAI mengajak peserta didik untuk sholat berjamaah:

No Nilai F Persentasi 1 Selalu 23 57,5% 2 Sering 8 20% 3 Kadang-kadang 6 15% 4 Tidak pernah 3 7,5% Total N =40 ∑ = 100%

Dari tabel di atas diketahui bahwa prosentase yang menjawab selalu hanya mencapai (57,5%), sebagian lagi menjawab sering hanya mencapai (20%), yang menjawab kadang-kadang mencapai (15%), dan tidak pernah mencapai prosentase (7,5%). Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa guru PAI selalu mengajak peserta didik untuk sholat berjamaah.

76

Wina Sanjaya, Kurikulum dan Pembelajaran Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2008) Cet. I, h. 279-280

Kuesioner di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan guru PAI dalam mengajak peserta didik untuk solat berjamaah walau pun masih ada

aja siswa yang susah melakukan solat berjama’ah di masjid. Hal ini sesuai dengan dengan pendapat Wina Sanjaya yang berpendapat bahwa

kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia, karena guru harus memberikan contoh yang baik terhadap peserta didik.

Komparasi Penelitian yang relevan dengan penelitian ini

Fauziah. Hubungan Antara Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam dengan Prestasi Belajar Siswa SMP Raudlatul Islamiyah Tambora, Jakarta Barat. Skripsi. Program Pendidikan Tenaga Teknis Masyarakat. Jurusan Pendidikan Agama Islam. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta. 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam dengan prestasi belajar siswa. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari –

Mei 2008 (semester 2 tahun pelajaran 2007/2008) di SMP Raudlatul Islamiyah Tambora, Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen angket dengan menggunakan skala Likert. Hasil yang ditemukan dalam penelitian bahwa terdapat hubungan antara profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam dengan prestasi belajar siswa. Kata kunci: Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam, Prestasi Belajar Siswa.

Diana Maya Shofiana dengan judul Profesionalisme Guru dan Hubungannya dengan Prestasi Belajar Siswa di MTS Al-Jamii’ Tegallega Cidodol

Sukabumi, Dalam penelitian ini, penulis menggunakan dua bentuk metode penelitian. Pertama, penulis menggunakan metode penelitian library research, melalui penelitian ini penulis berusaha mengkaji buku-buku serta tulisan ilmiah yang berkaitan dengan masalah yang dibahas dalam skripsi ini. Kedua,

menggunakan penelitian field research, yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung ke MTs Al-Jamii.ah Tegallega Cidolog Sukabumi. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan yaitu melalui angket yang diberikan kepada peserta didik kelas VII dan VIII yang dipilih secara acak, kemudian dengan observasi, wawancara dan dengan studi dokumentasi. Setelah data-data tersebut diperoleh, penulis menganalisis data dan melakukan uji hipotesis dengan menggunakan rumus product momen dan menggunakan rumus Koefisien Determinasi untuk mengetahui kontribusi kedua Variabel X dan Y. Selanjutnya penulis menyimpulkan hasil penelitian dalam bentuk analisis interpretasi data. Setelah penelitian ini dilakukan, penulis memperoleh hasil penelitian bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara profesionalisme guru dalam bidang studi Fiqih dengan prestasi belajar siswa di MTs Al-Jamii.ah Tegallega Cidolog Sukabumi. Kontribusi profesionalisme guru Fiqih terhadap prestasi belajar siswa adalah 50%. Dengan kata lain, prestasi belajar siswa di MTs Al-Jamii.ah Tegallega Cidolog Sukabumi ditentukan atau dipengaruhi oleh tingkat profesionalisme guru sebanyak 50%, dan 50% lagi ditentukan oleh faktor yang lain. Jika merujuk pada kisi-kisi angket pada penelitia relevan diatas, penulis menemukan nilai angket yang menilai pada proses pembelajaran saja, lalu penulis juga menemukan bahwa angket yang dibuat berdasarkan kegiatan-kegiatan yang tertulis pada RPP.

108

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil deskripsi data dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa korelasi antara profesionalisme guru PAI dengan prestasi belajar siswa di SMP Dua Mei Ciputat mempunyai korelasi yang positif yang cukup dan signifikan yaitu 0,40, pada taraf signifikan 5% diketahui bahwa 0,40 > 0,320 (r hitung lebih besar daripada r tabel). Maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berarti pada taraf signifikasi 5% itu terdapat korelasi yang signifikan antara variabel X (profesionalisme guru PAI) dan variabel Y (prestasi belajar siswa). koefisiensi determinant mencapai 16%. Hal ini dapat dikuatkan dengan berbagai macam prestasi yang didapat oleh siswa SMP Dua Mei Ciputat dari prestasi belajar yang diperolehnya. Indikator yang menguatkan bahwa profesionalisme guru PAI sekolah mempunyai hubungan yang positif dalam meningkatkan prestasi belajar.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar dapat menentukan tingginya prestasi belajar siswa di sekolah.

Dokumen terkait