BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pengujian Persyaratan Analisis dan Pengujian Hipotesis
1. Uji Validitas
Berdasarkan uji validitas instrument dengan tekhnik korelasi Product Moment dari Pearson tentang hubungan kompetensi kerpibadian guru terhadap perkembangan akhlak siswa menggunakan SPSS versi 16.0. variabel X terdiri dari 35 item yang diujicobakan terdapat 14 soal yang gugur, sedangkan pada variabel Y terdiri dari 34 item yang diujicobakan terdapat 13 soal yang gugur dan 1 item constant, masing-masing variabel dengan taraf signifikansi 5%. Dengan dasar
perhitungan dimana r tabel= n-2 (35-2=33) pada variabel X dan r tabel=n-2 (34-2=32) pada vaiabel Y, maka dari masing-masing variabel diperoleh nilai r tabel= 0,349. Untuk membuktikan bahwa item tersebut valid, nilai r hitung harus lebih besar dari r tabel.Untuk memperjelas asumsi tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 1
Uji validitas variabel X
No Pernyataan R hitung R tabel keterangan 1. guru agama bersikap
adil kepada semua siswa
0, 189 0, 349 Tidak Valid
2. guru agama tidak membeda-bedakan siswa
0,382 0, 349 valid
3. guru agama tidak pernah menyakiti fisik siswa secara berlebihan
0,229 0, 349 Tidak Valid
4. ketika siswa berbuat salah,guru agama menghukum
sewajarnya.
0,334 0, 349 Tidak Valid
5. guru agama tampak senang mengajar di kelas.
0,566 0, 349 valid
6. Guru agama memiliki rasa percaya diri sebagai seorang guru
0,339 0, 349 Tidak Valid
7. perbuatan guru agama sejalan dengan apa yang dikatakannya
8. guru agama bertanggungjawab atas semua tindakan yang dilakukannya.
0,674 0, 349 valid
9. guru agama mampu mengelola emosi yang dirasakannya.
0, 392 0, 349 valid
10. guru agama dapat mengatasi
permasalahan disekitarnya
0,597 0, 349 valid
11. Guru agama mengawali pembelajaran tepat waktu 0,375 0, 349 valid 12. Guru agama mengakhiri pembelajaran pada waktunya 0,237 0, 349 Tidak Valid
13. Guru agama selalu hadir,jika tidak berhalangan mengajar.
0, 446 0, 349 valid
14. Guru agama meminta izin jika tidak bisa masuk kelas. 0,599 0, 349 valid 15. Guru agama mencarikan pengganti,jika berhalangan masuk kelas. 0,397 0, 349 valid
`16. Guru agama menghargai setiap prestasi siswa 0, 463 0, 349 valid 17. guru agama memberikan tugas ketika harus meninggalkan kelas 0,390 0, 349 valid 18. guru agama berkomunikasi dengan baik kepada siswa
0,394 0, 349 valid
19. guru agama
memberikan arahan, ketika siswa merasa kesulitan belajar 0, 662 0, 349 valid 20. guru agama menanggapi setiap pertanyaan siswa 0,616 0, 349 valid
21. guru agama menerima saran dan kritik dari siswa
0, 520 0, 349 valid
22. guru agama memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap siswa
0,211 0, 349 Tidak Valid
23. guru agama memotivasi siswa untuk terus belajar
0, 451 0, 349 valid
24. guru agama dapat bekerjasama dengan baik
25. guru agama mempunyai sikap yang bersahabat dengan siswa
0,511 0, 349 valid
26. guru agama memiliki rasa humor
0, 143 0, 349 Tidak Valid
27. tidak pernah saya meremehkan guru agama
0,409 0, 349 valid
28. saya mematuhi perintah guru agama
0, 422 0, 349 valid
29. guru agama tersenyum baik di dalam maupun diluar kelas
0,228 0, 349 Tidak Valid
30. Guru agama bertutur kata santun dalam berbicara
0,104 0, 349 Tidak Valid
31. Guru agama berpakaian sopan
0,239 0, 349 Tidak Valid
32. Tidak pernah saya melihat guru agama
buang sampah
sembarangan.
0, 540 0, 349 valid
33. Guru agama mengucap salam ketika hendak masuk dan keluar kelas
0, 149 0, 349 Tidak Valid
34. Guru agama selalu mengingatkan untuk mengerjakan ibadah kepada Allah
35. Guru agama tidak pernh mencela siswa
0,55 0,39 Tidak valid
Tabel 2
Uji validitas variabel Y
No pernyataan R hitung R tabel keterangan 1. Saya percaya bahwa
alam semesta beserta isinya adalah ciptaan Allah SWT
0,00 0, 349 Constant
2. Allah tempat saya berserah diri dari usaha yang saya lakukan.
0,590 0, 349 valid
3. saya sediakan waktu untuk melaksanakan shalat sunnah
0,118 0, 349 Tidak Valid
4. Adanya kesibukan membuat sholat wajib tidak terlaksana
0,542 0, 349 Valid
5. Selain shalat wajib, saya melaksanakan shalat sunnah
0,421 0, 349 valid
6. Terasa berat puasa ramadhan, saya enggan melaksanakannya. 0,574 0, 349 Valid 7. Di luar bulan ramadhan, saya laksanakan puasa sunnah 0, 301 0, 349 Tidak valid
8. Saya sisihkan sedikit uang jajan untuk bersedekah
0,315 0, 349 Tidak valid
9. Saya berbahagia terhadap segala sesuatu yang Allah berikan.
0, 479 0, 349 valid 10. saya menerima kelebihan dan kekurangan dengan lapang dada. 0,642 0, 349 valid
11. Saya selalu mengeluh ketikan menghadapi kesulitan.
0,357 0, 349 valid
12. Saya tidak mudah putus asa dalam menghadapi masalah. 0,448 0, 349 Valid 13. Saya berpamitan kepada orangtua,ketika akan berangkat kesekolah. 0, 565 0, 349 valid 14. Saya sering mengabaikan nasihat orangtua. -0,019 0, 349 Tidak valid
15. Saya tidak pernah berkata kasar kepada orangtua
0,423 0, 349 valid
`16. Saya tidak membuat keributan,ketika guru sedang mejelaskan pelajaran
17. Saya menyapa guru ketika bertemu di luar kelas.
0,589 0, 349 valid
18. Saya mematuhi perintah guru
0,635 0, 349 valid
19. Saya meminta izin terlebih dahulu ketika hendak meninggalkan kelas
0, 315 0, 349 Tidak valid
20. Saya merasa tidak sanggup menjaga rahasia teman.
0,500 0, 349 valid
21. Tanpa diminta, saya memaafkan kesalahan orang lain kepada saya.
0, 466 0, 349 valid
22. Saya tidak berteman dekat dengan orang yang berbeda suku.
0,137 0, 349 Tidak Valid
23. Saya berinteraksi dengan dengan teman dari agama lain.
0, 588 0, 349 valid
24. Saya tidak mau menjelek-jelekkan ajaran agama lain.
0,350 0, 349 valid
25. Saya membantu teman tanpa pamrih.
0,640 0, 349 valid
26. Saya enggan berbuat baik kepada orang lain tanpa mendapatkan imbalan darinya
27. Dimanapun berada, saya turut memelihara tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.
0,133 0, 349 Tidak valid
28. Saya tidak merusak tanaman seenaknya.
0, 448 0, 349 valid
29. Saya tidak mau menyakiti hewan yang saya temui
0,402 0, 349 Valid
30. Dimanapun berada, saya turut memelihara keberadaan hewan. 0,339 0, 349 Tidak Valid 31. Saya membuang sampah pada tempatnya. 0,356 0, 349 Valid
32. Saya ikut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan .
0, 007 0, 349 Tidak valid
33. Saya hindari perbuatan yang mengganggu lingkungan.
0, 210 0, 349 Tidak Valid
34. Tanpa dapat dihindari saya melanggar ketertiban lingkungan.
0,357 0, 349 valid
2. Uji Hipotesis
Dari data yang diperoleh mengenai kontribusi kompetensi kepribadian guru PAI terhadap pembentukan akhlak siswa dengan responden sebanyak 40 siswa., hipotesis terakhir yang diajukan dalam
signifikan kompetensi kepribadian guru terhadap pembentukan akhlak
siswa”.
Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kompetensi kerpibadian guru dan seberapa besar kontribusinya tehadap pembentukan akhlak siswa, maka akan dideskripsikan menggunakan rumus Product Moment.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hubungan antara kompetensi kerpibadian guru terhadap pembentukan akhlak siswa, akan dideskripsikan melalui tabel perolehan nilai angket siswa.
Tabel 3
Skor Angket Kompetensi Kepribadian Guru PAI (Variabel X)
Responden Skor 1. 63 2. 60 3. 70 4. 61 5. 55 6. 56 7. 67 8. 57 9. 54 10. 60 11. 50 12. 66 13. 60 14. 63 15. 59 16. 52 17. 65 18. 60
19. 52 20. 58 21. 55 22. 55 23. 60 24. 67 25. 62 26. 60 27. 60 28. 59 29. 53 30. 63 31. 61 32. 62 33. 73 34. 59 35. 60 36. 53 37. 60 38. 55 39. 62 40. 52 Jumlah 2379
Tabel 4
Skor Angket Perkembangan Akhlak Siswa (Variabel Y)
Responden Skor 1. 75 2. 63 3. 78 4. 58 5. 69 6. 68 7. 70 8. 65 9. 66 10. 57 11. 78 12. 63 13. 73 14. 58 15. 65 16. 65 17. 71 18. 62 19. 61 20. 66 21. 55 22. 68 23. 63 24. 59 25. 60 26. 70 27. 60
28. 63 29. 76 30. 64 31. 67 32. 69 33. 62 34. 73 35. 70 36. 58 37. 61 38. 72 39. 61 40. 63 Jumlah 2625
Untuk mengetahui hubungan antara kompetensi kepribadian guru terhadap perkembangan akhlak siswa, maka dilakukanlah proses perhitungan indeks korelasi antara variabel X kompetensi kepribadian guru, dan variabel Y perkembangan akhlak siswa.
Tabel 5
Perhitungan untuk Memperoleh Angka Indeks Korelasi Antara Variabel X dan Variabel Y Responden X Y X2 Y2 XY 1 63 75 3969 5625 4725 2 60 63 3600 3969 3780 3 70 78 4900 6084 5460 4 61 58 3721 3364 3538 5 55 69 3025 4761 3795 6 56 68 3136 4624 3808
7 67 70 4489 4900 4690 8 57 65 3249 4225 3705 9 54 66 2916 4356 3564 10 60 57 3600 3249 3420 11 50 78 2500 6084 3900 12 66 63 4356 3969 4158 13 60 73 3600 5329 4380 14 63 58 3969 3364 3654 15 59 65 3481 4225 3835 16 52 65 2704 4225 3380 17 65 71 4225 5041 4615 18 60 62 3600 3844 3720 19 52 61 2704 3721 3172 20 58 66 3364 4356 3828 21 55 55 3025 3025 3025 22 55 68 3025 4624 3740 23 60 63 3600 3969 3780 24 67 59 4489 3481 3953 25 62 60 3844 3600 3720 26 60 70 3600 4900 4200 27 60 60 3600 3600 3600 28 59 63 3481 3969 3717 29 53 76 2809 5776 4028 30 63 64 3969 4096 4032 31 61 67 3721 4489 4087 32 62 69 3844 4761 4278 33 73 62 5329 3844 4526 34 59 73 3481 5329 4307 35 60 70 3600 4900 4200 36 53 58 2809 3364 3074
37 60 61 3600 3721 3660
38 55 72 3025 5184 3960
39 62 61 3844 3721 3782
40 52 63 2704 3969 3276
jumlah 2379 2625 142507 173637 156072
Setelah data diperoleh dari responden, selanjutnya akan dicari korelasi antara kedua variabel penelitian dengan menggunakan rumus korelasi product moment :
√ ] ]
Dari tabel perhitungan diketahui : N = 40 X = 2379 Y = 2625 X2 = 142507 Y2 = 173637 XY = 156072 Dan
perhitungannya sebagai berikut :
r
xy=
√ ]=
√=
√=
√=
= 0,381≈ 0,39
C. Interpretasi Data
Dalam menginterpretasikan hasil korelasi antara kompetensi kerpibadian guru PAI dan seberapa besar kontribusinya terhadap pembentukan akhlak siswa di SMP Kharisma Bangsa Pondok Cabe, penulis menggunkan cara- cara sebagai berikut :
1. Interpretasi secara Sederhana
Dari hasil perhitungan diatas dapat diketahui bahwa angka korelasi antara variabel X dan variabel Y tidak bertanda negatif, berarti diantara kedua variabel tersebut terdapat korelasi positif.Ini artinya hubungan
antara dua variabel tersebut berjalan searah.Angka korelasi “r” product
moment 0,39apabila dikonsultasikan dengan tabel 1 (tabel indeks korelasi product moment), menunjukkan hubungan antara variabel X dan Y mempunyai hubungan yang lemah atau rendah.
2. Interpretasi dengan menggunakan tabel nilai “r” product moment.
Untuk mengetahui signifikansi rxy melalui tabel “r” product moment, langka pertama yang harus di tempuh yaitu dengan mencari df(degree of freedom) atau derajat bebasnya terlebih dahulu. Dalam penelitian ini, sampel yang diteliti berjumlah 40 siswa, berarti N=40 responden.
Variabel yang diteliti adalah sebanyak dua variabel, yaitu variabel X dan Y, jadi nr=2. Dengan demikian dapat diketahui df-nya adalah df =40-2=38. Setelah diketahui df =38, kemudian angka tersebut
dikonsultasikan kepada tabel nilai “r” product moment, sehingga pada
taraf signifikasi 5% diperoleh nilai 0,325.
Hal tersebut menunjukkan pada taraf signifikansi 5% terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap pembentukan akhlak siswa. Dengan demikian
maka,nilai “r” product moment hasil perhitungan yaitu 0,385 lebih dari
nilai yang terdapat di tabel pada taraf signifikansi 5%. Oleh karena itu hipotesa alternatif (Ha) disetujui, sedangkan hipotesa nihil (Ho) ditolak.
Berdasarkan hasil hipotesa diatas, maka terdapat korelasi positif yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAI terhadap perkembangan akhlak siswa, dengan kata lain kompetensi guru PAI mempunyai kontribusi yang signifikan dalam pembentukan akhlak siswa.
Besarnya kontribusi yang berikan/ pengaruh kompetensi kepribadian guru PAI terhadap perkembangan akhlak siswa dapat ditentukan dengan cara mengkuadratkan koefisiensi korelasi sehingga diperoleh :
KD = (Rxy)2 x 100% = (0,39)2 x 100% = 0,1521 x 100%
= 15,21 % ≈ 15 %
Dari perhitungan koefisiensi determinasi diketahui bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 15,21%, hal ini menunjukkan bahwa variabel X (kompetensi kepribadian guru PAI) terdapat kontribusi sebesar 15,21 % terhadap varaibel Y (pembentukan akhlak siswa). Sementara sisanya sekitar 84,79% dipengaruhi oleh faktor lain. Adapun sisanya adalah faktor-faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis dalam skripsi ini.
70
PENUTUP
A.Kesimpulan
Setelah penulis mengkaji secara teoritis mengenai hubungan kompetensi kepribadian guru PAI dan kontribusinya terhadap pembentukan akhlak siswa, kemudian dilanjutkan dengan melakukan penelitian lapangan untuk membuktikan kebenaran hipotesis, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Guru PAI menunjukkan kompetensi kepribadian yang baik. Setiap dimensi kompetensi kepribadian ia miliki. Tetapi pada aspek keteladanan kurang begitu menonjol.
2. siswa di SMP kharisma bangsa rata-rata menunjukkan akhlak yang baik, hal ini juga tidak terlepas dari faktor-faktor yang berpengaruh seperti lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
3. Kompetensi kepribadian guru PAI di SMP kharisma Bangsa mempunyai kontribusi positif terhadap pembentukan akhlak siswa, tetapi kurang signifikan karena koefisien determinasinya hanya sebesar 15 % .
B. Implikasi
Untuk dapat hasil yang maksimal dalam pembentukan kepribadian siswa, dibutuhkan konsekuensi guru agar lebig memperhatikan lagi masalah kepribadian guru.ia harus selalu tampil unggul dan ikhlas dalam kesehariannya.tanpa keikhlasan guru dalam menjalankan kompetensi
kerpibadian maka tak aka nada “roh” yang dipeorleh oleh guru. Kompetensi
kepribadian hanya akan menjadi beban berat bagi guru. Jadi kesadaran penuh dalam menjalankan kompetensi sangat diharapkan agar tercapainya suatu tujuan yang efektif.
71
C. Saran
Dari penelitian deskripsi yang lakukan, peneliti menyarankan :
1. Bagi para guru khususnya guru pendidikan Agama Islam, hendaknya menyadari bahwa tugas pendidik tidak hanya sebatas memberikan mata pelajaran saja, akan tetapi lebih dititik beratkan pada aspek pembentukan kepribadian sisw. Oleh sebab itu menjadi guru harus benar-benar ia sadari bahwa ia adalah model bagi siswanya.
2. Bagi orang tua, ciptakanlah lingkungan keluarga yang bersahabat dalam pembentukan akhlak siswa. Orang tua haruslah dapat menyadari perannya sebagai pendidik utama dalam pembentukan akhlak siswa.
3. Bagi peneliti lain, yang ingin melakukan penelitian kembali diharapkan dapat memfokuskan lagi terhadap gejala-gejala melemahnya gejala-gejala kompetensi kepribadian guru dan dampaknya terhadap akhlak siswa.
DAFTAR PUSTAKA
An-Nahlawi , Abdurrahman. Pendidikan Islam di Rumah Sekolah dan Masyarakat. Jakarta : Gema Insani, 1995.
Arief, Armai. Pengantar Ilmu dan Metodelogi Pendidikan Islam. Jakarta :Ciputat Press, 2002.
Abdullah, M. Yatimin, Studi Akhlak dalam Perspektif Al-quran. Jakarta :Amzah, 2007.
Azra, Azyumardi. Esei-esei Intelektual Muslim dan Pendidikan Islam, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1998
Bashori, Agus hasan dan, Syu’aib , Muhammad . Terjemah Riyadhus Sholihin, Surabaya :Duta Ilmu, 2003
Cendikia Centre, Guru yang Sesungguhnya Ikut Menangis, 2009, (http://cendekiacentre.blogspot.com)
Danim , Dudarwan dan Khairil. Psikologi Pendidikan; Dalam Perspektif Baru. Bandung :Alfabeta, 2010.
Darajat, Zakiah,Kepibadian Guru. Jakarta: Bulan Bintang, 2005
E. Mulyasa. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, (Bandung :Remaja Rosdakarya, 2008
Hartati dkk. Islam dan Psikologi. Ciputat Tangerang : UIN Jakarta Press, 2003
Hidayati ,Heny Narendrany. Pengukuran Akhlakul Karimah Mahasiswa. Jakarta : UIN Press, 2009
Ihsan , HamdanI dan Ihsan , Fuad. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung : Pustaka Ceria, 2007.
Ilyas Ismail, Pilar-pilar Takwa, (Jakarta :PT:RajaGrafinfo Persada, 2009)
Nata , Abuddin. Perspektif Islam tentang Pola Hubungan Guru-Murid: Studi Pemikiran Tasawuf Al-Ghazali. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2001.
Muhaimin. Pemikiran Aktualisasi Pengembangan Pendidikan Islam. Jakarta : Rajawali Pers, 2011
Musfah , Jejen. Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan dan Sumber Belajar Teori dan Praktik. Jakarta :Kencana, 2001.
Nizar ,Samsul. Memperbincangkan Dinamika Intelektual dan Pemikiran Hamka tentang Pendidikan Islam.Jakarta :Kencana, 2008
Noer Ali , Hery. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : Logos, 1997.
Nurdin, Muhammad. Kiat Menjadi Guru Profesional. Yogyakarta : PrismaSophie yogyakarta, 2004
Nur Faizah , Siti. Skripsi “Keteladanan Guru dan Kontribusinya terhadap
Pembentukan Akhlak Sisw”.Jakarta : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah, 2010.
Purwanto , M. Ngalim. Ilmu Pendidikan: Teoritis dan Praktis. Bandung :PT. Remaja Rosda Karya, 1995.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, Tentang Standar Nasional Pendidikan.
Sapuri, Rafy. Psikologi Islam: Tuntunan Jiwa Manusia Modern. Jakarta : Rajawali Pers, 2009
Saudagar , Fachruddin dan Idrus , Ali. Pengembangan Profesionalitas Guru, Jakarta :Gaung Pesada Press, 2011.
Syafaat, TB.Aat dan Sahrani, Sohari, dkk . Peranan Pendidikan Agama Islam, Jakarta :Rajawali Pers, 2008.
Sukmadinata, Nana Syaodih. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung :PT.Remaja Rosdakarya, 2009.
Trianto dan Tutik, Titik Triwulan. Tinjauan Yuridis Hak serta kewajiban Pendidik menurut UU Guru dan Dosen. Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher, 2006.
Tohirin. Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006
Universitas Islam Indonesia, Al-Qur’an dan Tafsirnya : PT Dana Bhakti Wakaf, h. 284
Zuhairini, Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta :Bumi Aksara, 2009.
Yasin, A. Fatah. Dimensi-dimensi Pendidikan Islam.Malang :UIN Malang Press, 2008.