BAB IV HASIL PENELITIAN
B. Pengujian Persyaratan Analisis
Pengujian persyaratan analisis meliputi dua hal yaitu pengujian normalitas dan pengujian homogenitas data. Rincian pelaksanaan kedua pelaksanaan pegujian persyaratan analisis data sebagai berikut.
1. Pengujian Normalitas
Untuk melakukan uji normalitas distribusi data dalam penelitian ini digunakan uji Kolomogorof-Smirnov (K-S). Normalitas distribusi skor variabel hasil penelitian diuji dengan berbagai teknik tergantung dari jenis data atau bentuk distribusinya. Data dalam penelitian ini merupakan data interval. Oleh karena itu teknik uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dipandang cocok untuk keperluan ini. Kriteria kenormalan yang digunakan yaitu suatu distribusi nilai variabel dianggap normal jika terlihat seluruh nilai signifikan pada uji kenormalan Kolomogorov- Smirnov untuk semua kadar lebih besar dari 0.05.
a. Uji Normalitas Data Skor Kompetensi Mata Pelajaran Sejarah dengan Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Bermedia VCD pada Siswa yang memiliki Gaya Kognitif Field Independence (A1B1)
Dari hasil perhitungan yang dibantu dengan menggunakan komputer statistik SPSS 15.0 data yang dikumpulkan mengenai kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia VCD pada siswa yang memiliki gaya kognitif field independence, dengan n = 20 dan taraf signifikasi a = 0.05 diperoleh harga statistik Kolomogorof-Smirnov sebesar 0.551 dengan signifikasi kenormalan Kolomogorof-Smirnov sebesar a=0.922. Hal ini berarti nilai signifikasi pada uji kenormalan Kolomogorof-Smirnov untuk data kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia VCD pada siswa yang memiliki gaya kognitif field independence (a = 0.922) lebih besar dari 0.05. Jadi dapat disimpulkan asumsi kenormalan untuk data skor kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan
pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia VCD pada siswa yang memiliki gaya kognitif field independence terpenuhi, sehingga analisis variansi dapat dilakukan. Data dan grafik kenormalan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13 hal. 291.
b. Uji Normalitas Data Skor Kompetensi Mata Pelajaran Sejarah dengan Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Bermedia VCD pada Siswa yang memiliki Gaya Kognitif Field Dependence (A1B2)
Dari hasil perhitungan yang dibantu dengan menggunakan komputer statistik SPSS 15.0 data yang dikumpulkan mengenai kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia VCD pada siswa yang memiliki gaya kognitif field dependence, dengan n = 20 dan taraf signifikasi a = 0.05 diperoleh harga statistik Kolomogorof-Smirnov sebesar 0.565 dengan signifikasi pada uji kenormalan Kolomogorof-Smirnov sebesar a = 0.907. Hal ini berarti nilai signifikasi pada uji kenormalan Kolomogorof-Smirnov untuk data kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia VCD pada siswa yang memiliki gaya kognitif field dependence (a = 0.907) lebih besar dari 0.05 jadi dapat disimpulkan asumsi kenormalan untuk data skor kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia VCD pada siswa yang memiliki gaya kognitif field dependence terpenuhi, sehingga analisis variansi dapat dilakukan. Data dan grafik kenormalan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13 hal. 291.
c. Uji Normalitas Data Skor Kompetensi Mata Pelajaran Sejarah dengan Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Bermedia LKS pada Siswa yang memiliki Gaya Kognitif Field Independence (A2B1)
Dari hasil perhitungan yang dibantu dengan menggunakan komputer statistik SPSS 15.0 data yang dikumpulkan mengenai kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia LKS pada siswa yang memiliki gaya kognitif field independence, dengan n = 20 dan taraf signifikasi a = 0.05 diperoleh harga statistik Kolomogorof-Smirnov sebesar 0.561 dengan signifikasi kenormalan Kolomogorof-Smirnov sebesar a = 0.911. Hal ini berarti nilai signifikasi pada uji kenormalan Kolomogorof-Smirnov untuk data kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia LKS pada siswa yang memiliki gaya kognitif field independence (a = 0.911) lebih besar dari 0.05. Jadi dapat disimpulkan asumsi kenormalan untuk data skor kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia LKS pada siswa yang memiliki gaya kognitif field independence terpenuhi, sehingga analisis variansi dapat dilakukan. Data dan grafik kenormalan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13 hal. 292.
d. Uji Normalitas Data Skor Kompetensi Mata Pelajaran Sejarah dengan Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Bermedia LKS pada Siswa yang memiliki Gaya Kognitif Field Dependence (A2B2)
Dari hasil perhitungan yang dibantu dengan menggunakan komputer statistik SPSS 15.0 data yang dikumpulkan mengenai kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia LKS pada siswa yang memiliki gaya kognitif field dependence, dengan n = 20 dan taraf signifikasi a = 0.05 diperoleh harga statistik Kolomogorof-Smirnov sebesar 0.792 dengan signifikasi kenormalan Kolomogorof-Smirnov sebesar a = 0.557. Hal ini berarti nilai signifikasi pada uji kenormalan Kolomogorof-Smirnov untuk data kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia LKS pada siswa yang memiliki gaya kognitif field dependence (a = 0.557) lebih besar dari 0.05. Jadi dapat disimpulkan asumsi kenormalan untuk data skor kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia LKS pada siswa yang memiliki gaya kognitif field dependence terpenuhi, sehingga analisis variansi dapat dilakukan. Data dan grafik kenormalan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13 hal. 292.
e. Uji Normalitas Data Skor Kompetensi Mata Pelajaran Sejarah dengan Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Bermedia VCD secara Keseluruhan (A1)
Dari hasil perhitungan yang dibantu dengan menggunakan komputer statistik SPSS 15.0 data yang dikumpulkan mengenai kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia VCD secara keseluruhan, dengan n = 40 dan taraf signifikasi a = 0.05 diperoleh harga statistik Kolomogorof-Smirnov sebesar 0.912 dengan signifikasi kenormalan Kolomogorof-Smirnov sebesar a = 0.377. Hal ini berarti nilai signifikasi pada uji kenormalan Kolomogorof-Smirnov untuk data kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia VCD secara keseluruhan (a = 0.377) lebih besar dari 0.05. Jadi dapat disimpulkan asumsi kenormalan untuk data skor kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia VCD secara keseluruhan terpenuhi, sehingga analisis variansi dapat dilakukan. Data dan grafik kenormalan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13 hal. 280.
f. Uji Normalitas Data Skor Kompetensi Mata Pelajaran Sejarah dengan Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Bermedia LKS secara Keseluruhan (A2)
Dari hasil perhitungan yang dibantu dengan menggunakan komputer statistik SPSS 11.0 data yang dikumpulkan mengenai kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia LKS secara keseluruhan, dengan n = 40 dan taraf signifikasi a = 0.05 diperoleh harga statistik Kolomogorof-Smirnov sebesar 0.893 dengan signifikasi kenormalan Kolomogorof-Smirnov sebesar a = 0.402. Hal ini berarti nilai signifikasi pada uji kenormalan Kolomogorof-Smirnov untuk data kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia LKS secara keseluruhan (a = 0.402) lebih besar dari 0.05. Jadi dapat disimpulkan asumsi kenormalan untuk data skor kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermedia LKS secara keseluruhan terpenuhi, sehingga analisis variansi dapat dilakukan. Data dan grafik kenormalan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 13 hal. 280.
2. Pengujian Homogenitas
Untuk menguji kondisi homogenitas data skor kompetensi mata pelajaran sejarah dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual bermeduia VCD dan LKS pada siswa yang memiliki gaya kognitif field independence maupun field dependence digunakan uji Levene’s test. Levene”s test of homogeneity of variance yang perhitungannya dibantu dengan komputer statistik SPSS 15.0 digunakan
untuk menguji asumsi anava bahwa setiap group (kategori) variabel independence memiliki varians sama. Jika Levene statistic signifikan pada 0.05 maka dapat menolak hipotesis nol yang menyatakan group memiliki varian sama. Hasil uji Levene’s test menunjukkan bahwa nilai F tes 2.476 dengan signifikasi sebesar 0.058 dan tidak signifikan pada 0.05 (p>0.05) yang berarti tidak dapat menolak hipotesis nol yang menyatakan varian sama. Sehingga dapat disimpulkan asumsi homogenitas variansi terpenuhi. Hal ini berarti variansi populasi sama. Data hasil uji Levene”s test of homogeneity of variance selengkapnya dilihat pada lampiran 13 hal. 293.
Setelah memperhatikan hasil pengujian kedua persyaratan analisis di atas yaitu normalitas dan uji homogenitas, maka disimpulkan bahwa persyaratan yang harus dipenuhi oleh data penelitian sehubungan dengan teknik analisis data telah terpenuhi. Hal ini berarti kesesuaian antara keadaan data yang diperoleh dengan teknik analisa data serta tujuan pengolahan data dapat dipertanggungjawabkan.