• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PENGUJIAN 4.1 Hasil penelitian

4.2 Pengujian sistem

Untuk mengetahui unjuk kerja sistem maka perlu dilakukan serangkaian pengujian mulai dari pengujian komponen-kompojen yang digunakan hingga pengujian secara keseluruhan sistem. Berikut ini adalah hasil pengujian yang dilakukan pada sistem yang telah dibuat.

4.2.1 Pengujian catu daya

Catudaya yang digunakan adalah sebuah adaptor 12V. Pengujian dilakukan dengan mengukur tegangan keluaran catu daya saat diberi beban dan tanpa beban . Terdapat 2 testpoint output yaitu output adaptor dan output regulator 7805. Berikut adalah data hasil pengukuran catu daya :

Tabel 4.1 Hasil pengukuran output catu daya dan regulator.

Output dc Output regulator Tanpa beban 12,3 V 5,01V Dgn beban 12,1 V 5,0 V

Pembahasan:

Dari pengukuran diatas dapat diambil kesimpulan bahwa tegangan yang dihasilkan telah memenuhi kebutuhan rangkaian yang dibuat yaitu 12V dan 5V . Dengan demikian dapat dikatakan jenis catu daya yang digunakan telah sesuai dengan kebutuhannya .

4.2.2 Pengujian mikrokontroler atmega 8

Pengujian mikrokontroler bertujuan untuk mengetahui apakah rangkaian mikrokontroler telah bekerja atau tidak. Pengujian ini penting karena selain untuk mengetahui apakah rangkaian minimum sistem telah benar juga untuk mengetahui fungsi mikrokontroler dalam menyimpan data program dan menjalankan program tersebut. Untuk itu perlu dilakukan pembandingan antara program dan hasil pengukuran. Pengujian dilakukan dengan mengukur port keluaran dengan voltmeter kemudian dibandingkan dengan data yang program. Jika terdapat persamaan logik antara hasil ukur dan program maka berarti tidak ada kesalahan dan artinya mikrokontroler telah bekerja dengan baik.

listing program dalam bahasa C untuk pengujian ini adalah : DDRB = 0xFF;

PORTB = 0xFF;

DDRC = 0xFF;

PORTC = 0x10;

DDRD = 0xFF;

PORTD = 0xE1;

Perintah diatas adalah untuk menginisialisasi port B,C dan D sebagai keluaran dengan nilai awal port tertentu.

- Data tegangan hasil pengukuran pada pin mikrokontroler Atmega 8 adalah sbb:

Tabel 4.2 Hasil pengukuran port mikrokontroler.

PORT B PORT C PORT D

Pin Vout Pin Vout Pin Vout 14 5.00 23 0.01 2 5.02 15 5.01 24 0.02 3 0.01 16 5.02 25 0.02 4 0,01 17 5.01 26 0,01 5 0.02 18 5.01 27 5.02 6 0.02 19 5.01 28 0.01 11 5.01 20 5.02 12 5.02 21 5.01 13 5.01

Dengan ketentuan logik 0 = 0V dan logik 1 = 5V maka data logik keluaran tiap port adalah :

PORTB : 11111111 PORTC : 00001000 PORTD : 11100001

Dari data diatas dan dibandingkan dengan data program dapat dilihat adanya kesamaan logik antara program dengan keluaran tiap port. Hasil menunjukkan tidak

terdapat perbedaan ,sehingga pengujian ini dapat dikatakan berhasil dan rangkaian kontroler bekerja dgn baik .

4.2.3 Pengujian display LCD

Satu-satunya cara untuk menguji modul display LCD adalah dengan menggunakan program yang dibuat khusus untuk menampilkan sebuah pesan pada LCD oleh mikrokontroler. Program dibuat dengan bahasa pemrograman C, dan dijalankan pada kontroler dengan kondisi display LCD dipasang pada port D sesuai gambar rangkaian. Berikut adalah program yang dibuat untuk pengujian tersebut.

List program untuk pengujian mikrokontroler yang dibuat dalam bahasa C adalah sebagai berikut :

Init_lcd(16);

while(1) {

lcd_gotoxy(0,0);

lcd_putsf("ALAT PENJADWAL");

lcd_gotoxy(0,1);

lcd_putsf(" MINUM OBAT ");

}

Setelah diunggah dan dijalankan pada rangkaian, display akan menampilkan pesan “ALAT PENJADWAL MINUM OBAT”. Dengan tampilan demikian maka pengujian ini dinyatakan berhasil dan bekerja dgn baik sehingga dapat digunakan pada sistem.

4.2.4 Pengujian modul RTC

Pengujian modul RTC juga dilakukan dengan cara memprogram mikrokontroler atmega 8 untuk membaca jam dan menampilkannya pada display LCD kemudian membandingkannya dengan jam sesungguhnya misalnya jam handphone. Dengan durasi tertentu data jam dicatat berupa sebuah tabel

perbandingan. Tabel berikut adalah hasil pengujian yang dilakukan pada RTC dengan perbandingan pada handphone.

Tabel 4.3 Hasil pengujian modul jam digital RTC DS 1307.

Jam RTC pada display

Jam handphone

7:00:00 7:00:18 8:00:00 8:00:18 9:00:00 9:00:18 10:00:00 10:00:18 11:00:00 11:00:19 12:00:00 12:00:18 13:00:00 13:00:18 14:00:00 14:00:19 15:00:00 15:00:18 16:00:00 16:00:18 17:00:00 17:00:19 18:00:00 18:00:18 19:00:00 19:00:19 20:00:00 20:00:18 21:00:00 21:00:18 22:00:00 22:00:19

Dari tabel diatas membuktikan bahwa jam RTC telah bekerja sesuai fungsinya yaitu memberikan informasi waktu berupa jam, menit dan detik. Adapun selisih waktu antara modul dengan jam pada handphone adalah sekitar 18-19 detik dan konstan. Hal ini disebabkan pada saat setting jam terjadi keterlambatan. Namun hal ini tidak mengurangi kinerja sistem sebagai penjadwal otomatis.

4.2.5 Pengujian modul media player

Media player adalah media yang berfungsi memainkan kembali file suara yang telah direkam sebelumnya pada memori atau penyimpan data. Untuk menguji modul tersebut harus menggunakan software atau program yang dibuat pada mikrokontroler karena perintah untuk mengendalikan merupakan kode serial i2C. Kode dikrim kemodul melalui port I2C oleh kontroler sesuai perintah yang diinginkan misalnya play, stop, next atau play file dengan nomor tertentu dan sebagainya. Pada pengujian ini, suara direkam pada sd card dengan urutan tertentu dan dimasukkan pada modul mp3. Berikut ini adalah hasil pengujian yang dilakukan dengan kode perintah dalam bahasa C.

Tabel 4.4 Hasil pengujian modul mp3 player Kode Perintah Output ucapan suara myDFPlayer.play(1); Selamat pagi

myDFPlayer.play(2); Selamat siang myDFPlayer.play(3); Selamat malam myDFPlayer.play(4); Selamat tidur

Rekaman suara disimpan secara berurut dengan nama file angka.mp3 ,yaitu 1.mp3 untuk suara selamat pagi, 2.mp3 untuk suara selamat siang dan seterusnya. Pada rancangan ini hanya dibuat 4 file suara yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Hasil menunjukkan bahwa modul bekerja dengan baik dengan memplayback file suara dengan tepat sesuai perintah.

4.2.2 Pengujian sistem secara keseluruhan

Timer RTC adalah basis waktu atau jam digital yang mengatur waktu atau penjadwalan minum obat pada alat yang dirancang. Dengan demikian pengujian sistem secara keseluruhan adalah dengan menguji ketepatan waktu tiap jadwal yang telah di set sebelumnya pada mikrokontroler. Terdapat 4 waktu setting yaitu pagi, siang, malam dan malam menjelang tidur. Berikut hasil pengujian yang telah dilakukan pada alat tersebut.

Tabel 4. Hasil pengujian sistem penjadwal minum obat.

Sesi Jadwal setting Jam pada display

Jam pada hand phone

Ucapan suara

Hari 1

Pagi 8:30 8:30:03 8:30:01 Selamat pagi ...

Siang 1:20:03 1:20:05 1:15:03 Selamat siang...

Malam 1 19:00:05 19:00:08 19:00:09 Selamat malam....

Malam 2 21:30:02 21:30:09 21:30:05 Selamat beristirahat..

Hari 2

Pagi 8:30 8:30:04 8:30:07 Selamat pagi ...

Siang 1:20:03 1:20:02 1:15:04 Selamat siang...

Malam 1 19:00:05 19:00:06 19:00:05 Selamat malam....

Malam 2 21:30:02 21:30:13 21:30:01 Selamat beristirahat..

Hari 3

Pagi 8:30 8:30:05 8:30:04 Selamat pagi ...

Siang 1:20:03 1:20:02 1:15:04 Selamat siang...

Malam 1 19:00:05 19:00:13 19:00:02 Selamat malam....

Malam 2 21:30:02 21:30:13 21:30:08 Selamat beristirahat..

Dari data tabel diatas dapat dilihat bahwa ketepatan waktu RTC cukup baik , tingkat ketelitian mencapai 100% untuk jam dan menit. Adapun selisih waktu hanya pada hitungan detik yang diakibatkan oleh urutan penampilan display yang memakan waktu tundaan beberapa detik. Namun secara keseluruhan dapat dikatakan tepat dan cukup baik sebagai mesin penjadwal.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait