BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
AKUNTABILITAS KINERJA
3.1. Pengukuran Capaian Sasaran
Sasaran kinerja adalah tingkat target kinerja yang dinyatakan sebagai tujuan nyata yang terukur, di mana capaian aktual dapat dibandingkan, termasuk tujuan yang dinyatakan sebagai standar kuantitatif, nilai, atau tingkat. Capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis, cara penyimpulan hasil pengukuran pencapaian sasaran dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran.
Pengukuran pencapaian sasaran dapat dilihat dalam tabel berikut ini.
Tabel 3.1.
Pencapaian Kinerja Tahun 2015
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian (%)
1 2 3 4 5 6=5/4
1. Perencanaan yang tepat waktu dan tepat sasaran
% dokumen perencanaan daerah sesuai dengan ketentuan
100% 100% 100
2. Dukungan dan
kerjasama dunia usaha/
stakeholder dalam pembangunan daerah
% program CSR/PKBL
perusahaan yang sinergi dengan program pemerintah daerah
90% 47,49% 52,8
3. Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang
% rekomendasi pemanfaatan ruang
82% 90% 109,8
4. Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan
Ketersediaan pedoman perencaan tata ruang
57,10% 57,10% 100
5. Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik pendukung perencanaan
pembangunan daerah
Ketersediaan data makro dan sektoral pendukung perencanaan pembangunan daerah
90% 90% 100
6. Optimalisasi penelitian dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan
pembangunan daerah
Ketersediaan hasil penelitian dan pengembangan pendukung pembangunan daerah
90% 90% 100
7. Menyediakan dukungan administrasi perkantoran yang memadai
(a) Pelayanan administrasi perkantoran dan kinerja aparatur
(b) Kinerja sarana dan prasarana SKPD
(c) Kedisiplinan dan tanggung jawab aparatur
(d) Tertib administrasi dan ketepatan pelaporan
100% 100% 100
Sumber data: Bappeda
Berdasarkan hasil pengukuran sasaran pada tabel 3.1. dapat disimpulkan bahwa pencapaian kinerja meningkat terutama pada sasaran strategis optimalisasi
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 24 pengendalian pemanfaatan ruang yang tergolong sangat baik (109,8%). Hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran terhadap indikator kinerja sasaran dengan target yang telah ditetapkan, dimana capaian melebihi target optimal. Sedangkan untuk sasaran strategis dukungan dan kerjasama dunia usaha/stakeholder dalam pembangunan daerahcapaiannya tidak dapat sesuai dengan target atau mencapai 52,8% dari target yang ditetapkan. Indikator ini belum mencapai target dikarenakan masih belum terbentuknya forum koordinasi CSR/PKBL,yang anggotanya dari perusahaan-perusahaan, serta menurunnya koordinasi dan kegiatan gathering di tingkat provinsi maupun pusat.
Realisasi kinerja dari tahun ke tahun secara umum mengalami peningkatan.
Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, baik dari target maupun capaian/realisasi kinerja. Perbandingan realiasi kinerja tahun 2014 dengan 2015 dapat dilihat pada tabel 3.2.
Tabel 3.2.
Perbandingan Realisasi Kinerja
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
Realisasi Tahun
2014
Tahun 2015 1. Perencanaan yang tepat
waktu dan tepat sasaran
% dokumen perencanaan daerah sesuai dengan ketentuan
100% 100% 100%
2. Dukungan dan kerjasama dunia usaha/ stakeholder dalam pembangunan daerah
% program CSR/PKBL
perusahaan yang sinergi dengan program pemerintah daerah
90% 80% 47,49%
3. Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang
% rekomendasi pemanfaatan ruang
82% 80% 90%
4. Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan
Ketersediaan pedoman perencaan tata ruang
57,10% 57,1% 57,10%
5. Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik pendukung perencanaan
pembangunan daerah
Ketersediaan data makro dan sektoral pendukung
perencanaan pembangunan daerah
90% 85,7% 90%
6. Optimalisasi penelitian dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan
pembangunan daerah
Ketersediaan hasil penelitian dan pengembangan pendukung pembangunan daerah
90% 80% 90%
7. Menyediakan dukungan administrasi perkantoran yang memadai
(a) Pelayanan administrasi perkantoran dan kinerja aparatur
(b) Kinerja sarana dan prasarana SKPD
(c) Kedisiplinan dan tanggung jawab aparatur
(d) Tertib administrasi dan ketepatan pelaporan
100% 80% 100%
Sumber data: Bappeda
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 25 Untuk mengetahui tingkat kemajuan suatu sasaran yang ingin dicapai dalam Renstra, maka diperlukan adanya perbandingan antara realisasi kinerja dengan target Renstra sampai pada akhir periode, yaitu tahun 2018. Perbandingan realiasisasi kinerja dengan akhir periode Renstra dapat dilihat pada tabel 3.3.
Tabel 3.3.
Perbandingan Realisasi Kinerja Sampai Dengan Akhir Periode Renstra
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja
Target
1. Perencanaan yang tepat waktu dan tepat sasaran
% dokumen perencanaan daerah sesuai dengan ketentuan
100% 100% 100%
2. Dukungan dan
kerjasama dunia usaha/
stakeholder dalam pembangunan daerah
% program CSR/PKBL perusahaan yang sinergi dengan program pemerintah daerah
90% 47,49% 52,77%
3. Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang
% rekomendasi pemanfaatan ruang
90% 90% 100%
4. Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan
Ketersediaan pedoman perencaan tata ruang
90% 57,10% 63,44%
5. Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik pendukung
perencanaan
pembangunan daerah
Ketersediaan data makro dan sektoral pendukung perencanaan pembangunan daerah
100% 90% 90%
6. Optimalisasi penelitian dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan
pembangunan daerah
Ketersediaan hasil penelitian dan pengembangan
pendukung pembangunan daerah
90% 90% 100%
7. Menyediakan dukungan administrasi
perkantoran yang memadai
(a) Pelayanan administrasi perkantoran dan kinerja aparatur
(b) Kinerja sarana dan prasarana SKPD (c) Kedisiplinan dan
tanggung jawab aparatur (d) Tertib administrasi dan
ketepatan pelaporan
100% 100% 100%
Sumber data: Bappeda
Berdasarkan tabel 3.3, dapat disimpulkan bahwa kinerja Bappeda pada tahun 2015 secara garis besar telah mengalami progres positif atau mengalami kemajuan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa sasaran yang sudah mencapai target akhir Renstra (tahun 2018) dan sebagian lagi telah mencapai target sasaran tahunan yang telah ditetapkan dalam dokumen Renstra.
Untuk mencapai indikator keberhasilan sebagaimana yang telah diuraikan pada bagian depan, selain faktor pendukung maka aspek keuangan sangat
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 26 berpengaruh untuk mencapai indikator keberhasilan dimaksud. Pelaksanaan kegiatan yang optimal dapat dilaksanakan apabila didukung pembiayaan yang memadai. Sumber pembiayaan kegiatan dimaksud berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Besarnya nilai anggaran pada tiap sasaran didasarkan pada tugas pokok dan fungsi Bappeda dengan memperhatikan tingkat kebutuhan untuk menunjang kegiatan. Alokasi pendanaan per sasaran pembangunan tersaji pada tabel 3.4.
Tabel 3.4.
Alokasi Pada Tiap Sasaran Pembangunan
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Anggaran
Rupiah %
1 2 3 4 5
1. Perencanaan yang tepat waktu dan tepat sasaran
% dokumen perencanaan daerah sesuai dengan ketentuan
4.710.375.985 55,45%
2. Dukungan dan
kerjasama dunia usaha/
stakeholder dalam pembangunan daerah
% program CSR/PKBL perusahaan yang sinergi dengan program pemerintah daerah
64.000.000 0,75%
3. Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang
% rekomendasi pemanfaatan ruang 100.000.000 1,18%
4. Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan
Ketersediaan pedoman perencaan tata ruang
847.000.000
9,97%
5. Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik pendukung perencanaan
pembangunan daerah
Ketersediaan data makro dan sektoral pendukung perencanaan pembangunan daerah
825.148.150 9,71%
6. Optimalisasi penelitian dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan
pembangunan daerah
Ketersediaan hasil penelitian dan pengembangan pendukung pembangunan daerah
820.000.000 9,65%
7. Menyediakan dukungan administrasi perkantoran yang memadai
(a) Pelayanan administrasi perkantoran dan kinerja aparatur
(b) Kinerja sarana dan prasarana SKPD (c) Kedisiplinan dan tanggung jawab
aparatur
(d) Tertib administrasi dan ketepatan pelaporan
1.128.232.850 13,28%
Total 8.494.756.985 100%
Sumber data: Bappeda
Bappeda Jombang pada tahun 2015 melaksanakan kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, baik dari segi target indikator kinerja maupun target anggaran.
Pencapaian kinerja bernilai positif jikadibandingkan dengan nilai realisasi anggaran, dimanakegiatan yang telah dilaksanakan mencapai target kinerja sebagaimana yang direncanakan, meskipun nilai realisasi anggaran masih belum
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 27 100%. Sedangkan beberapa kendala dan hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan rencana kegiatan, yaitu:
a. Belum adanya undangan bintek dan pelatihan yang memenuhi kualifikasi;
b. Kegiatan yang direncanakan dengan pihak ketiga dapat dilaksanakan secara swakelola, sehingga alokasi untuk pihak ketiga tidak diserap;
c. Belum terselenggaranya kegiatan sosialisasi Perubahan Perda RPJMD, karena proses legislasi perubahan perda dimasukkan dalam prolegda tahun 2016.
Kondisi ini mengakibatkan hasil penetapan perda yang direncanakan pada akhir tahun 2015 akan dicetak tidak dapat terealisasi;
d. Keterbatasan undangan, waktu dan personil untuk mengikuti rapat koordinasi dan konsultasi antar tingkatan pemerintahan yang terbatas, sehingga alokasi perjalanan dinas tidak maksimal diserap;
e. Sisa anggaran pada belanja honor tenaga ahli disesuaikan dengan target waktu, sedangkan sisa pada uang lembur PNS akibat optimalisasi jam kerja.
Untuk penjabaran lebih detail tentang penyerapan anggaran, dapat dilihat pada tabel 3.5 dibawah:
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 28 Tabel 3.5.
Pencapaian Kinerja dan Anggaran Tahun 2015
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Kinerja Anggaran
Target Realisasi % Capaian Alokasi Realisasi % Capaian 1 Perencanaan yang tepat waktu dan tepat sasaran % dokumen perencanaan daerah
sesuai dengan ketentuan
Program Perencanaan Prasarana Sarana Wilayah dan Sumber Daya Alam
935.548.000 826.993.302 88,4%
Program perencanaan Strategis dan Pelaporan Capaian Kinerja serta Keuangan SKPD
33.000.000 32.806.100 99,4%
Program Pengendalian evaluasi Kinerja program
296.250.000 290.193.600 98,0%
2 Dukungan dan kerjasama dunia usaha/
stakeholder dalam pembangunan daerah
% program CSR/PKBL perusahaan yang sinergi dengan program pemerintah daerah
90% 47,49% 52,8% 64.000.000 31.973.400 49,96%
Program Kerjasama Pembangunan 64.000.000 31.973.400 50,0%
3 Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang % rekomendasi pemanfaatan ruang
82% 90% 109,8% 100.000.000 96.173.700 96,17%
Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang 100.000.000 96.173.700 96,2%
4 Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan
Ketersediaan pedoman perencaan tata ruang
57,10% 57,10% 100% 847.000.000 801.633.259 94,64%
Program Perencanaan Tata Ruang 847.000.000 801.633.259 94,6%
5 Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik pendukung perencanaan pembangunan daerah
Ketersediaan data makro dan sektoral pendukung perencanaan pembangunan daerah
90% 90% 100% 825.148.150 743.985.725 90,16%
Program pengembangan data/informasi/statistik daerah
825.148.150 743.985.725 90,2%
6 Optimalisasi penelitian dan pengembangan Ketersediaan hasil penelitian dan 90% 90% 100% 820.000.000 724.521.686 88,36%
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 29
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Kinerja Anggaran
Target Realisasi % Capaian Alokasi Realisasi % Capaian pendukung kebijakan perencanaan
pembangunan daerah
pengembangan pendukung pembangunan daerah
Program Penelitian dan Pengembangan 820.000.000 724.521.686 88,4%
7 Menyediakan dukungan administrasi perkantoran yang memadai
100% 100% 100% 1.128.232.850 918.896.165 81,45%
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran (a) Pelayanan administrasi perkantoran dan kinerja aparatur
715.872.850 618.857.765 86,4%
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
(b) Kinerja sarana dan prasarana SKPD
276.610.000 250.187.700 90,4%
Program Peningkatan Disiplin Aparatur (c) Kedisiplinan dan tanggung jawab aparatur
11.250.000 11.250.000 100,0%
Program peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah
(d) Tertib administrasi dan ketepatan pelaporan
124.500.000 38.600.700 31,0%
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 30 Pada dasarnya, semua kegiatan telah diupayakan untuk dapat terlaksana sesuai dengan rencana serta target kinerja. Selain adanya kendala dan hambatan juga adanya efisiensi atas alokasi anggaran yang direncanakan. Efisiensi dapat dimaknai sebagai tercapainya target kinerja dengan realisasi anggaran yang lebih minimal dari yang dialokasikan. Tingkat efisiensi untuk masing-masing sasaran dapat dilihat dari tabel 3.6.
Tabel 3.6.
Pencapaian Kinerja dan Penyerapan Anggaran Tahun 2015
No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja
%
1. Perencanaan yang tepat waktu dan tepat sasaran
% dokumen perencanaan daerah sesuai dengan ketentuan
100% 90,35% 9,65%
2. Dukungan dan kerjasama dunia usaha/ stakeholder dalam pembangunan daerah
% program CSR/PKBL perusahaan yang sinergi dengan program
pemerintah daerah
52,77% 49,96% 2,81%
3. Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang
% rekomendasi pemanfaatan ruang
110% 96,17% 13,53%
4. Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan
Ketersediaan pedoman perencaan tata ruang
100,00% 94,64% 5,36%
5. Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik pendukung perencanaan pembangunan daerah
Ketersediaan data makro dan sektoral pendukung perencanaan
pembangunan daerah
100% 90,16% 9,84%
6. Optimalisasi penelitian dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan pembangunan daerah
Ketersediaan hasil penelitian dan
pengembangan pendukung pembangunan daerah
100% 88,36% 11,64%
7. Menyediakan dukungan administrasi perkantoran yang memadai
(a) Pelayanan administrasi perkantoran dan kinerja aparatur
(b) Kinerja sarana dan prasarana SKPD (c) Kedisiplinan dan
tanggung jawab aparatur
(d) Tertib administrasi dan ketepatan pelaporan
100% 81,45% 18,55%
Sumber data: Bappeda
Dengan memperhatikan pencapaian kinerja tahun 2015, maka dapat diinformasikan faktor-faktor pendorong serta penghambat pencapaian sasaran sebagaimana tersaji pada tabel berikut:
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 31 Tabel 3.7.
Faktor Pendorong dan Penghambat Pencapaian Kinerja
No. Sasaran Strategis Faktor Pendorong Faktor Penghambat
1 2 3 4
1 Perencanaan yang tepat waktu dan tepat sasaran
1. Adanya komitmen dari segenap karyawan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang dalam upaya melakukan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergitas perencanaan daerah;
2. Tanggungjawab setiap karyawan selalu update peraturan sehingga perencanaan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kurangnya kesadaran SKPD terkait dalam ketepatan waktu pengumpulan laporan sehingga membutuhkan lebih banyak waktu untuk melakukan integrasi, sinkronisasi dan sinergitas perencanaan daerah.
2 Dukungan dan kerjasama dunia usaha/ stakeholder dalam pembangunan daerah
1. Adanya alokasi CSR-PKBL di Perusahaan wilayah Kabupaten Jombang;
2. Kebutuhan Pemerintah Kabupaten Jombang dalam pemenuhan sasaran dukungan dan kerjasama dunia usaha/stakeholder dalam pembangunan daerah.
Banyaknya Program CSR yang tidak melakui Sekretariat Tetap yang dibentuk sehingga kegiatan monitoring dan evaluasi terhambat.
3 Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang
1. Kinerja Tim BKPRD (Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah) yang optimal dalam menyelesaikan penyusunan draf rekomendasi pemanfaatan ruang;
2. Pengawasan dari BKPRD Propinsi secara simultan yang dilakukan secara berkala 2 kali dalam satu tahun.
4 Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan
Adanya PP 15 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan tata ruang mengamanatkan bahwa rencana rinci tata ruang wajib ditetapkan diundangkannya RTRW Kabupaten.
1. Keterbatasan alokasi anggaran untuk penyesuaian rancangan Perda dokumen rencana rinci yang merupakan tindak lanjut dari Perda RT/RW;
2. Proses yang panjang dan bertahap serta banyaknya wilayah perkotaan yang harus diakomodir dalam perencanaan tata ruang;
3. Belum tersedianya peta resolusi tinggi sebagai salah satu prasyarat pendukung persetujuan substansi RDTR.
5 Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik
pendukung perencanaan pembangunan daerah
Adanya kebijakan yang mempedomani pelaksanaan program/kegiatan seperti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah yang menyatakan akan pentingnya data dalam perencanaan pembangunan serta kebutuhan akan data/informasi dibutuhkan oleh masyarakat luas.
1. Adanya kendala teknis dalam proses kerjasama dengan BPS terutama karena perbedaan instansi;
2. Kesulitan dalam perolehan data dari SKPD ataupun instansi vertikal karena manajemen datanya kurang baik atau bahkan tidak ada kegiatan yang menghasilkan data yang dibutuhkan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 32
No. Sasaran Strategis Faktor Pendorong Faktor Penghambat
6 Optimalisasi penelitian dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan pembangunan daerah
Adanya dukungan dari stakeholders serta civitas akademisi dan masyarakat.
Masih kurangnya keterbukaan masyarakat dalam menyampaikan data yang dibutuhkan
7 Menyediakan dukungan administrasi perkantoran yang memadai
1. Adanya kapasitas sumber daya manusia karyawan Bappeda yang memadai dalam pelaksanaan seluruh kegiatan;
2. Komunikasi intern yang intensif terjalin antar karyawan maupun dengan atasan.
Belum tersedianya sarana dan prasarana yang cukup dengan kualitas yang baik dalam pelaksanaan rutinitas kegiatan Bappeda. Contohnya sebagian karyawan Bappeda belum terfasilitasi dengan komputer atau laptop yang mumpuni.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 33 3.2. Realisasi Anggaran