• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengukuran Capaian Sasaran

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG BAPPEDA (Halaman 30-40)

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

AKUNTABILITAS KINERJA

3.1. Pengukuran Capaian Sasaran

Sasaran kinerja adalah tingkat target kinerja yang dinyatakan sebagai tujuan nyata yang terukur, di mana capaian aktual dapat dibandingkan, termasuk tujuan yang dinyatakan sebagai standar kuantitatif, nilai, atau tingkat. Capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis, cara penyimpulan hasil pengukuran pencapaian sasaran dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran.

Pengukuran pencapaian sasaran dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

Tabel 3.1.

Pencapaian Kinerja Tahun 2015

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian (%)

1 2 3 4 5 6=5/4

1. Perencanaan yang tepat waktu dan tepat sasaran

% dokumen perencanaan daerah sesuai dengan ketentuan

100% 100% 100

2. Dukungan dan

kerjasama dunia usaha/

stakeholder dalam pembangunan daerah

% program CSR/PKBL

perusahaan yang sinergi dengan program pemerintah daerah

90% 47,49% 52,8

3. Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang

% rekomendasi pemanfaatan ruang

82% 90% 109,8

4. Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan

Ketersediaan pedoman perencaan tata ruang

57,10% 57,10% 100

5. Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik pendukung perencanaan

pembangunan daerah

Ketersediaan data makro dan sektoral pendukung perencanaan pembangunan daerah

90% 90% 100

6. Optimalisasi penelitian dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan

pembangunan daerah

Ketersediaan hasil penelitian dan pengembangan pendukung pembangunan daerah

90% 90% 100

7. Menyediakan dukungan administrasi perkantoran yang memadai

(a) Pelayanan administrasi perkantoran dan kinerja aparatur

(b) Kinerja sarana dan prasarana SKPD

(c) Kedisiplinan dan tanggung jawab aparatur

(d) Tertib administrasi dan ketepatan pelaporan

100% 100% 100

Sumber data: Bappeda

Berdasarkan hasil pengukuran sasaran pada tabel 3.1. dapat disimpulkan bahwa pencapaian kinerja meningkat terutama pada sasaran strategis optimalisasi

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 24 pengendalian pemanfaatan ruang yang tergolong sangat baik (109,8%). Hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran terhadap indikator kinerja sasaran dengan target yang telah ditetapkan, dimana capaian melebihi target optimal. Sedangkan untuk sasaran strategis dukungan dan kerjasama dunia usaha/stakeholder dalam pembangunan daerahcapaiannya tidak dapat sesuai dengan target atau mencapai 52,8% dari target yang ditetapkan. Indikator ini belum mencapai target dikarenakan masih belum terbentuknya forum koordinasi CSR/PKBL,yang anggotanya dari perusahaan-perusahaan, serta menurunnya koordinasi dan kegiatan gathering di tingkat provinsi maupun pusat.

Realisasi kinerja dari tahun ke tahun secara umum mengalami peningkatan.

Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, baik dari target maupun capaian/realisasi kinerja. Perbandingan realiasi kinerja tahun 2014 dengan 2015 dapat dilihat pada tabel 3.2.

Tabel 3.2.

Perbandingan Realisasi Kinerja

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

Realisasi Tahun

2014

Tahun 2015 1. Perencanaan yang tepat

waktu dan tepat sasaran

% dokumen perencanaan daerah sesuai dengan ketentuan

100% 100% 100%

2. Dukungan dan kerjasama dunia usaha/ stakeholder dalam pembangunan daerah

% program CSR/PKBL

perusahaan yang sinergi dengan program pemerintah daerah

90% 80% 47,49%

3. Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang

% rekomendasi pemanfaatan ruang

82% 80% 90%

4. Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan

Ketersediaan pedoman perencaan tata ruang

57,10% 57,1% 57,10%

5. Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik pendukung perencanaan

pembangunan daerah

Ketersediaan data makro dan sektoral pendukung

perencanaan pembangunan daerah

90% 85,7% 90%

6. Optimalisasi penelitian dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan

pembangunan daerah

Ketersediaan hasil penelitian dan pengembangan pendukung pembangunan daerah

90% 80% 90%

7. Menyediakan dukungan administrasi perkantoran yang memadai

(a) Pelayanan administrasi perkantoran dan kinerja aparatur

(b) Kinerja sarana dan prasarana SKPD

(c) Kedisiplinan dan tanggung jawab aparatur

(d) Tertib administrasi dan ketepatan pelaporan

100% 80% 100%

Sumber data: Bappeda

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 25 Untuk mengetahui tingkat kemajuan suatu sasaran yang ingin dicapai dalam Renstra, maka diperlukan adanya perbandingan antara realisasi kinerja dengan target Renstra sampai pada akhir periode, yaitu tahun 2018. Perbandingan realiasisasi kinerja dengan akhir periode Renstra dapat dilihat pada tabel 3.3.

Tabel 3.3.

Perbandingan Realisasi Kinerja Sampai Dengan Akhir Periode Renstra

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Target

1. Perencanaan yang tepat waktu dan tepat sasaran

% dokumen perencanaan daerah sesuai dengan ketentuan

100% 100% 100%

2. Dukungan dan

kerjasama dunia usaha/

stakeholder dalam pembangunan daerah

% program CSR/PKBL perusahaan yang sinergi dengan program pemerintah daerah

90% 47,49% 52,77%

3. Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang

% rekomendasi pemanfaatan ruang

90% 90% 100%

4. Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan

Ketersediaan pedoman perencaan tata ruang

90% 57,10% 63,44%

5. Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik pendukung

perencanaan

pembangunan daerah

Ketersediaan data makro dan sektoral pendukung perencanaan pembangunan daerah

100% 90% 90%

6. Optimalisasi penelitian dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan

pembangunan daerah

Ketersediaan hasil penelitian dan pengembangan

pendukung pembangunan daerah

90% 90% 100%

7. Menyediakan dukungan administrasi

perkantoran yang memadai

(a) Pelayanan administrasi perkantoran dan kinerja aparatur

(b) Kinerja sarana dan prasarana SKPD (c) Kedisiplinan dan

tanggung jawab aparatur (d) Tertib administrasi dan

ketepatan pelaporan

100% 100% 100%

Sumber data: Bappeda

Berdasarkan tabel 3.3, dapat disimpulkan bahwa kinerja Bappeda pada tahun 2015 secara garis besar telah mengalami progres positif atau mengalami kemajuan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa sasaran yang sudah mencapai target akhir Renstra (tahun 2018) dan sebagian lagi telah mencapai target sasaran tahunan yang telah ditetapkan dalam dokumen Renstra.

Untuk mencapai indikator keberhasilan sebagaimana yang telah diuraikan pada bagian depan, selain faktor pendukung maka aspek keuangan sangat

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 26 berpengaruh untuk mencapai indikator keberhasilan dimaksud. Pelaksanaan kegiatan yang optimal dapat dilaksanakan apabila didukung pembiayaan yang memadai. Sumber pembiayaan kegiatan dimaksud berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Besarnya nilai anggaran pada tiap sasaran didasarkan pada tugas pokok dan fungsi Bappeda dengan memperhatikan tingkat kebutuhan untuk menunjang kegiatan. Alokasi pendanaan per sasaran pembangunan tersaji pada tabel 3.4.

Tabel 3.4.

Alokasi Pada Tiap Sasaran Pembangunan

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Anggaran

Rupiah %

1 2 3 4 5

1. Perencanaan yang tepat waktu dan tepat sasaran

% dokumen perencanaan daerah sesuai dengan ketentuan

4.710.375.985 55,45%

2. Dukungan dan

kerjasama dunia usaha/

stakeholder dalam pembangunan daerah

% program CSR/PKBL perusahaan yang sinergi dengan program pemerintah daerah

64.000.000 0,75%

3. Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang

% rekomendasi pemanfaatan ruang 100.000.000 1,18%

4. Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan

Ketersediaan pedoman perencaan tata ruang

847.000.000

9,97%

5. Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik pendukung perencanaan

pembangunan daerah

Ketersediaan data makro dan sektoral pendukung perencanaan pembangunan daerah

825.148.150 9,71%

6. Optimalisasi penelitian dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan

pembangunan daerah

Ketersediaan hasil penelitian dan pengembangan pendukung pembangunan daerah

820.000.000 9,65%

7. Menyediakan dukungan administrasi perkantoran yang memadai

(a) Pelayanan administrasi perkantoran dan kinerja aparatur

(b) Kinerja sarana dan prasarana SKPD (c) Kedisiplinan dan tanggung jawab

aparatur

(d) Tertib administrasi dan ketepatan pelaporan

1.128.232.850 13,28%

Total 8.494.756.985 100%

Sumber data: Bappeda

Bappeda Jombang pada tahun 2015 melaksanakan kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, baik dari segi target indikator kinerja maupun target anggaran.

Pencapaian kinerja bernilai positif jikadibandingkan dengan nilai realisasi anggaran, dimanakegiatan yang telah dilaksanakan mencapai target kinerja sebagaimana yang direncanakan, meskipun nilai realisasi anggaran masih belum

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 27 100%. Sedangkan beberapa kendala dan hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan rencana kegiatan, yaitu:

a. Belum adanya undangan bintek dan pelatihan yang memenuhi kualifikasi;

b. Kegiatan yang direncanakan dengan pihak ketiga dapat dilaksanakan secara swakelola, sehingga alokasi untuk pihak ketiga tidak diserap;

c. Belum terselenggaranya kegiatan sosialisasi Perubahan Perda RPJMD, karena proses legislasi perubahan perda dimasukkan dalam prolegda tahun 2016.

Kondisi ini mengakibatkan hasil penetapan perda yang direncanakan pada akhir tahun 2015 akan dicetak tidak dapat terealisasi;

d. Keterbatasan undangan, waktu dan personil untuk mengikuti rapat koordinasi dan konsultasi antar tingkatan pemerintahan yang terbatas, sehingga alokasi perjalanan dinas tidak maksimal diserap;

e. Sisa anggaran pada belanja honor tenaga ahli disesuaikan dengan target waktu, sedangkan sisa pada uang lembur PNS akibat optimalisasi jam kerja.

Untuk penjabaran lebih detail tentang penyerapan anggaran, dapat dilihat pada tabel 3.5 dibawah:

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 28 Tabel 3.5.

Pencapaian Kinerja dan Anggaran Tahun 2015

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Kinerja Anggaran

Target Realisasi % Capaian Alokasi Realisasi % Capaian 1 Perencanaan yang tepat waktu dan tepat sasaran % dokumen perencanaan daerah

sesuai dengan ketentuan

Program Perencanaan Prasarana Sarana Wilayah dan Sumber Daya Alam

935.548.000 826.993.302 88,4%

Program perencanaan Strategis dan Pelaporan Capaian Kinerja serta Keuangan SKPD

33.000.000 32.806.100 99,4%

Program Pengendalian evaluasi Kinerja program

296.250.000 290.193.600 98,0%

2 Dukungan dan kerjasama dunia usaha/

stakeholder dalam pembangunan daerah

% program CSR/PKBL perusahaan yang sinergi dengan program pemerintah daerah

90% 47,49% 52,8% 64.000.000 31.973.400 49,96%

Program Kerjasama Pembangunan 64.000.000 31.973.400 50,0%

3 Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang % rekomendasi pemanfaatan ruang

82% 90% 109,8% 100.000.000 96.173.700 96,17%

Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang 100.000.000 96.173.700 96,2%

4 Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan

Ketersediaan pedoman perencaan tata ruang

57,10% 57,10% 100% 847.000.000 801.633.259 94,64%

Program Perencanaan Tata Ruang 847.000.000 801.633.259 94,6%

5 Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik pendukung perencanaan pembangunan daerah

Ketersediaan data makro dan sektoral pendukung perencanaan pembangunan daerah

90% 90% 100% 825.148.150 743.985.725 90,16%

Program pengembangan data/informasi/statistik daerah

825.148.150 743.985.725 90,2%

6 Optimalisasi penelitian dan pengembangan Ketersediaan hasil penelitian dan 90% 90% 100% 820.000.000 724.521.686 88,36%

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 29

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Kinerja Anggaran

Target Realisasi % Capaian Alokasi Realisasi % Capaian pendukung kebijakan perencanaan

pembangunan daerah

pengembangan pendukung pembangunan daerah

Program Penelitian dan Pengembangan 820.000.000 724.521.686 88,4%

7 Menyediakan dukungan administrasi perkantoran yang memadai

100% 100% 100% 1.128.232.850 918.896.165 81,45%

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran (a) Pelayanan administrasi perkantoran dan kinerja aparatur

715.872.850 618.857.765 86,4%

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

(b) Kinerja sarana dan prasarana SKPD

276.610.000 250.187.700 90,4%

Program Peningkatan Disiplin Aparatur (c) Kedisiplinan dan tanggung jawab aparatur

11.250.000 11.250.000 100,0%

Program peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan daerah

(d) Tertib administrasi dan ketepatan pelaporan

124.500.000 38.600.700 31,0%

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 30 Pada dasarnya, semua kegiatan telah diupayakan untuk dapat terlaksana sesuai dengan rencana serta target kinerja. Selain adanya kendala dan hambatan juga adanya efisiensi atas alokasi anggaran yang direncanakan. Efisiensi dapat dimaknai sebagai tercapainya target kinerja dengan realisasi anggaran yang lebih minimal dari yang dialokasikan. Tingkat efisiensi untuk masing-masing sasaran dapat dilihat dari tabel 3.6.

Tabel 3.6.

Pencapaian Kinerja dan Penyerapan Anggaran Tahun 2015

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja

%

1. Perencanaan yang tepat waktu dan tepat sasaran

% dokumen perencanaan daerah sesuai dengan ketentuan

100% 90,35% 9,65%

2. Dukungan dan kerjasama dunia usaha/ stakeholder dalam pembangunan daerah

% program CSR/PKBL perusahaan yang sinergi dengan program

pemerintah daerah

52,77% 49,96% 2,81%

3. Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang

% rekomendasi pemanfaatan ruang

110% 96,17% 13,53%

4. Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan

Ketersediaan pedoman perencaan tata ruang

100,00% 94,64% 5,36%

5. Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik pendukung perencanaan pembangunan daerah

Ketersediaan data makro dan sektoral pendukung perencanaan

pembangunan daerah

100% 90,16% 9,84%

6. Optimalisasi penelitian dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan pembangunan daerah

Ketersediaan hasil penelitian dan

pengembangan pendukung pembangunan daerah

100% 88,36% 11,64%

7. Menyediakan dukungan administrasi perkantoran yang memadai

(a) Pelayanan administrasi perkantoran dan kinerja aparatur

(b) Kinerja sarana dan prasarana SKPD (c) Kedisiplinan dan

tanggung jawab aparatur

(d) Tertib administrasi dan ketepatan pelaporan

100% 81,45% 18,55%

Sumber data: Bappeda

Dengan memperhatikan pencapaian kinerja tahun 2015, maka dapat diinformasikan faktor-faktor pendorong serta penghambat pencapaian sasaran sebagaimana tersaji pada tabel berikut:

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 31 Tabel 3.7.

Faktor Pendorong dan Penghambat Pencapaian Kinerja

No. Sasaran Strategis Faktor Pendorong Faktor Penghambat

1 2 3 4

1 Perencanaan yang tepat waktu dan tepat sasaran

1. Adanya komitmen dari segenap karyawan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jombang dalam upaya melakukan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergitas perencanaan daerah;

2. Tanggungjawab setiap karyawan selalu update peraturan sehingga perencanaan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kurangnya kesadaran SKPD terkait dalam ketepatan waktu pengumpulan laporan sehingga membutuhkan lebih banyak waktu untuk melakukan integrasi, sinkronisasi dan sinergitas perencanaan daerah.

2 Dukungan dan kerjasama dunia usaha/ stakeholder dalam pembangunan daerah

1. Adanya alokasi CSR-PKBL di Perusahaan wilayah Kabupaten Jombang;

2. Kebutuhan Pemerintah Kabupaten Jombang dalam pemenuhan sasaran dukungan dan kerjasama dunia usaha/stakeholder dalam pembangunan daerah.

Banyaknya Program CSR yang tidak melakui Sekretariat Tetap yang dibentuk sehingga kegiatan monitoring dan evaluasi terhambat.

3 Optimalisasi pengendalian pemanfaatan ruang

1. Kinerja Tim BKPRD (Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah) yang optimal dalam menyelesaikan penyusunan draf rekomendasi pemanfaatan ruang;

2. Pengawasan dari BKPRD Propinsi secara simultan yang dilakukan secara berkala 2 kali dalam satu tahun.

4 Tersedianya dokumen perencanaan tata ruang sebagai bahan rujukan kebijakan pemanfaatan penggunaan lahan

Adanya PP 15 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan tata ruang mengamanatkan bahwa rencana rinci tata ruang wajib ditetapkan diundangkannya RTRW Kabupaten.

1. Keterbatasan alokasi anggaran untuk penyesuaian rancangan Perda dokumen rencana rinci yang merupakan tindak lanjut dari Perda RT/RW;

2. Proses yang panjang dan bertahap serta banyaknya wilayah perkotaan yang harus diakomodir dalam perencanaan tata ruang;

3. Belum tersedianya peta resolusi tinggi sebagai salah satu prasyarat pendukung persetujuan substansi RDTR.

5 Optimalisasi penyediaan data / informasi dan statistik

pendukung perencanaan pembangunan daerah

Adanya kebijakan yang mempedomani pelaksanaan program/kegiatan seperti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah yang menyatakan akan pentingnya data dalam perencanaan pembangunan serta kebutuhan akan data/informasi dibutuhkan oleh masyarakat luas.

1. Adanya kendala teknis dalam proses kerjasama dengan BPS terutama karena perbedaan instansi;

2. Kesulitan dalam perolehan data dari SKPD ataupun instansi vertikal karena manajemen datanya kurang baik atau bahkan tidak ada kegiatan yang menghasilkan data yang dibutuhkan

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 32

No. Sasaran Strategis Faktor Pendorong Faktor Penghambat

6 Optimalisasi penelitian dan pengembangan pendukung kebijakan perencanaan pembangunan daerah

Adanya dukungan dari stakeholders serta civitas akademisi dan masyarakat.

Masih kurangnya keterbukaan masyarakat dalam menyampaikan data yang dibutuhkan

7 Menyediakan dukungan administrasi perkantoran yang memadai

1. Adanya kapasitas sumber daya manusia karyawan Bappeda yang memadai dalam pelaksanaan seluruh kegiatan;

2. Komunikasi intern yang intensif terjalin antar karyawan maupun dengan atasan.

Belum tersedianya sarana dan prasarana yang cukup dengan kualitas yang baik dalam pelaksanaan rutinitas kegiatan Bappeda. Contohnya sebagian karyawan Bappeda belum terfasilitasi dengan komputer atau laptop yang mumpuni.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Bappeda Tahun 2016 33 3.2. Realisasi Anggaran

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG BAPPEDA (Halaman 30-40)

Dokumen terkait