• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.2. Tahapan Penelitian

3.2.3. Pengukuran Diameter dalam Wadah, serta Diameter dan Massa

3) Penggaris diletakkan di depan wadah sebagai penanda skala

wadah dan skala simpangan bandul ketika menganalisis video. 4) Kamera diletakkan sejajar dengan posisi bandul agar dapat

merekam pergerakan bandul.

5) Lakukan langkah yang sama untuk wadah B dan juga untuk bandul yang bervariasi.

3.2.3. Pengukuran Diameter dalam Wadah, serta Diameter dan Massa Bandul

Cairan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu air. Air diisi dalam dua wadah tabung silinder yang berbeda. Wadah A diisi air sebanyak 500 mL, sedangkan wadah B diisi air sebanyak 1000 mL. Pengukuran diameter wadah terdiri dari 2 buah wadah tabung silinder menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,05 mm. Setiap wadah tabung silinder diukur sebanyak 5 kali. Diameter wadah A 0,08612 ± 0,00004 m sedangkan diameter wadah B 0,13890 ± 0,00003 m. Pengukuran diameter bandul terdiri dari 3 buah bandul menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,05 mm. Setiap bandul diukur sebanyak 5 kali. Pengukuran massa bandul menggunakan neraca digital dan diukur sebanyak 5 kali.

3.2.4. Prosedur dan Pengambilan Data

Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dua langkah:

1. Langkah pertama merekam pergerakan variasi bandul pada wadah yang sama sebagai berikut:

1) Bandul A yang telah diikat pada tali penyangga dimasukkan kedalam wadah A yang telah terisi air sebanyak 500 mL. 2) Posisi bandul A yang sudah dimasukkan kedalam air diatur

ditengah – tengah wadah.

3) Penggaris diletakkan di depan wadah A agar skala simpangan saat bandul ditarik ke samping dapat terbaca. Kamera yang telah di setting diletakkan di depan wadah A. Posisi kamera harus sejajar dengan posisi bandul A sehingga dapat merekam gambar wadah A dan pergerakan bandul A secara jelas dan fokus terhadap bandul A.

4) Bandul A disimpangkan sejauh 2 cm kemudian dilepaskan. Rekam pergerakan bandul A. Bandul A akan berosilasi dari posisi awal sampai berhenti pada titik setimbang.

5) Lakukan langkah 4) sebanyak 5 kali kemudian video yang sudah direkam dipindahkan ke laptop untuk dianalisis menggunakan aplikasi Logger Pro.

6) Ulangi langkah 1) sampai 5) untuk bandul B dan bandul C.

2. Langkah kedua merekam pergerakan bandul dengan memvariasikan diameter wadah sebagai berikut:

1) Bandul A yang telah diikat pada tali penyangga dimasukkan kedalam wadah A yang telah terisi air sebanyak 500 mL. 2) Posisi bandul A yang sudah dimasukkan kedalam air diatur

3) Penggaris diletakkan di depan wadah A agar skala simpangan saat bandul ditarik ke samping dapat terbaca. Kamera yang telah di setting diletakkan di depan wadah A. Posisi kamera harus sejajar dengan posisi bandul A sehingga dapat merekam gambar wadah A dan pergerakan bandul A secara jelas dan fokus terhadap bandul A.

4) Bandul A disimpangkan sejauh 2 cm kemudian dilepaskan. Rekam pergerakan bandul A. Bandul A akan berosilasi dari posisi awal sampai berhenti pada titik setimbang.

5) Lakukan langkah 4) sebanyak 5 kali kemudian mengganti bandul B dan bandul C. Video yang sudah direkam dipindahkan ke laptop untuk dianalisis.

6) Ulangi langkah 1) sampai 5) untuk wadah B .

Setelah dilakukan pengambilan data dengan menggunakan kedua langkah diatas, langkah selanjutnya video yang telah dipindahkan ke laptop dianalisis untuk menentukan nilai faktor redaman dan viskositas air menggunakan aplikasi Logger Pro yang telah terinstal sebagai berikut:

1) Software Logger Pro dibuka dengan mengeklik ikon maka akan muncul tampilan awal Logger Pro seperti pada gambar 3.2.

Gambar 3. 2 Tampilan awal Logger Pro

2) Hasil video yang telah terekam dipindahkan ke software Logger Pro dengan mengeklik menu Insert → Movie → File Video. Setelah video yang akan dianalisis dipilih, maka akan muncul pada layar seperti gambar 3.4.

Gambar 3. 4 Tampilan Logger Pro setelah mengeklik sub menu “Movie” dan memilih file video

3) Klik “Enable/Disable Video Analysis” pada pojok kanan bawah agar muncul tampilan ikon pada samping kanan seperti pada gambar 3.5.

Gambar 3. 5 Tampilan ikon pada “Enable/Disable Video Analysis”

4) Pilih ikon “set origin” untuk mengatur posisi setimbang x dan y pada bandul. Posisikan koordinat pada posisi setimbang pada bandul.

Gambar 3. 6 Tampilan Logger Pro saat diberi koordinat

5) Pilih ikon “set scale” untuk mengatur skala pada wadah A maupun wadah B agar memudahkan dalam mengatur posisi awal simpangan.

Gambar 3. 7 Tampilan kotak dialog “Set Scale” dan pengaturannya

6) Klik ikon “Play” kemudian tunggu sampai bandul disimpangkan pada posisi awal, kemudian klik “Stop” pada saat bandul sudah berada di posisi awal.

Gambar 3. 8 Tampilan posisi awal bandul sebelum dimulai

7) Klik ikon “Add Point” pada bagian tengah bandul. Bandul akan bergerak dari posisi awal sampai berhenti pada titik setimbang setiap kali diklik.

Gambar 3. 9 Tampilan bandul saat kembali ke titik setimbang

8) Gerakan bandul akan menghasilkan grafik posisi terhadap waktu seperti gambar 3.10.

9) Untuk menghilangkan grafik y dengan cara klik kiri pada sumbu vertikal sehingga muncul pilihan seperti gambar 3.11. Kemudian klik “More” maka akan muncul pilihan seperti gambar 3.12.

Gambar 3. 11 Tampilan sub menu “Axis Options”

Gambar 3. 12 Tampilan kotak “Y-Axis Options” dan pengaturannya

10) Klik pada kotak “Y (m)” sehingga tanda ceklis (√) dihilangkan.

Gambar 3. 13 Tampilan kotak “Y-Axis Options” dan pengaturannya

11) Keterangan “X (m)” pada sumbu vertikal diubah dengan cara klik pada huruf “X (m)” kemudian klik pada kotak “Label” lalu tulis “Posisi x (m)” maka akan muncul seperti gambar 3.15.

Gambar 3. 14 Tampilan kotak “Y-Axis Options” dan pengaturannya

12) Setelah grafik posisi terhadap waktu diperoleh kemudian mem-fitt data dengan memblok grafik dari skala 0,02 m sampai ujung grafik (pilih grafik yang terbaik) seperti pada gambar 3.16.

Gambar 3. 16 Tampilan grafik posisi x (m) terhadap waktu t (s) saat diblok

13) Klik menu “Analyze” → “Curve Fit” maka akan muncul seperti gambar 3.18. Pada bagian “General Equation” tampil beberapa bentuk persamaan, kemudian pilih salah satu persamaan yang sesuai dengan teori pendukung dalam penelitian.

Gambar 3. 18 Tampilan kotak “Curve Fit”

14) Pilih persamaan “Damped Harmonic” kemudian pilih “Define Function”, persamaan A*exp(-B*t)*cos(Ct+D)+E dimasukkan seperti pada gambar 3.19. lalu klik “OK”.

Gambar 3. 19 Tampilan “User Custom Function” dengan persamaan A*exp(-B*t)*cos(Ct+D)+E

15) Pada bagian “Coefficients” tampil bentuk persamaan dan nilai – nilai koefisiennya seperti pada gambar 3.20. Kemudian klik “Try Fit”. Bila hasilnya belum sesuai dapat dilakukan pengaturan nilai koefisien secara manual dengan mengeklik ikon plus dan minus pada koefisien tersebut atau dengan memasukkan nilai pada kotak A, B, C, D, atau E sampai memperoleh grafik yang sesuai.

Gambar 3. 20 Tampilan kotak Curve Fit

16) Bila hasilnya tampak sesuai dengan grafik maka klik “OK” maka hasil fitting pada grafik pengukuran akan muncul seperti pada gambar 3.21.

Gambar 3. 21 Tampilan grafik posisi x (m) terhadap waktu t (s) yang telah difitt

17) Kemudian atur grafik dengan mengeklik ikon “Zoom In” untuk memperbesar grafik seperti gambar 3.22.

Gambar 3. 22 Tampilan grafik posisi x (m) terhadap waktu t (s) yang telah di “zoom in”

18) Grafik “Curva Fit” posisi x (m) terhadap waktu t (s) dengan persamaan redaman harmonik dan grafik dari koefisien B diperoleh untuk menentukan faktor redaman dan koefisien viskositas air.

Dokumen terkait