• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGUKURAN, EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3.2 PENGUKURAN, EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

2.1 Perencanaan Strategis

Perencanaan Kinerja Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana merupakan proses penyusunan rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam rencana strategik, yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum melalui berbagai kegiatan tahunan. Di dalam rencana kinerja ditetapkan rencana capaian kinerja tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan.

Perencanaan Kinerja Tahunan merupakan proses penetapan kegiatan tahunandan indikator kinerja berdasarkan program, kebijakan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategik. Hasil dari proses ini berupa rencana kinerja tahunan. Adapun komponen Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana ( terlampir ). Perencanaan merupakan suatu proses awal dalam usaha yang ditentukan untuk merealisasikan atau menuju tujuan yang ingin dicapai. Perencanaan kinerja dilakukan oleh instansi untuk menyusun solusi permasalahan utama yang diuraikan dalam BAB I. Solusi permasalahan tersebut direncanakan secara skala proritas berdasarkan keterbatasan sumberdaya yang dimiliki. Solusi tersebut dituangkan dalam perjanjian kinerja Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana, ditetapkan dalam Pernyataan Perjanjian Kinerja Tahun 2015.

Pernyataan Perjanjian kinerja merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja / kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja yang sangat penting antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan pada sumberdaya yang dimiliki oleh instansi. Melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia. Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahun bersangkutan, tetapi termasuk kinerja (outcome) yang seharusny terwujud akibat kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang diperjanjikan juga mencangkup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahun. Dengan perencnaan kinerja yang ditetapkan dengan pernyataan perjanjian kinerja diharapkan dalam mengelola program atau kegiatan Asisten

Ketataprajaan akan lebih baik dan terarah.

Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2015 (Lembaran Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2015 Nomor 53) dan Peraturan Bupati Jembrana Nomor 21 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bupati Jembrana Nomor 42 Tahun 2014 Tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2015 (Berita Daerah Kabupaten Jembrana Tahun 2015 Nomor 689), ditetapkanlah Perubahan Perjanjaian Kinerja pada tanggal 22 September 2015, merupakan lampiran / dokumen Lakip ini yang menjadi kompenen penting pengukuran kinerja yang diuraikan dalam BAB III.

PENETAPAN KINERJA DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN JEMBRANA TAHUN 2015

NO. SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET

1

Meningkatkan Infrastruktur jalan,jembatan dan Bangunan yang berkualitas dan merata

1. Prosentase Pembangunan Sarana

dan Prasarana Aparatur 75% ( 13 unit )

2. Prosentase pembangunan

jembatan 60% (2 Buah )

3. Prosentase jalan yg direhab 75% (60 KM)

4. Prosentase pemetaan data jalan

dan jembatan 0

5. Prosentase rehabilitasi/

pemeliharaan jalan perdesaan 60% (55KM)

2 Meningkatnya infrastruktur jaringan irigasi

1. Prosentase peningkatan sistem draenase dan pembangunan

gorong-gorong 45% (11 paket)

2. Prosentase terbangunnya jaringan

irigasi rawa dan pengairan lainnya 45% (41 Unit)

3 Terselesaikannya Permasalahan banjir 1. Prosentase terbangunya sarana prasana penanggulangan banjir 35% (14Unit)

4 Meningkatnya ketersediaan dan kualitas perumahan

1. Prosentase Terwujudnya Pengembangan Perumahan dan

penataan jalan lingkungan 67% (21 paket)

2. Prosentase tersedianya sanitasi

dasar bagi masyarakat yg memadai 35% (15 paket)

3. Prosentase terwujudnya fasilitasi

dan sarana permukiman 12% (6 Desa )

5

Meningkatnya

infrastruktur sanitasi dan air bersih yang

berkualitas dan merata

1. Prosentase Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum yg

memadai 35% (12 paket)

6

Meningkatnya tertib perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian tata ruang yang konsisten

1. Prosentase legalisasi ranperda RDTR dan peraturan zonasi kawasan

perkotaan 35% (1Dokumen)

2. Prosentase pengendalian dan

pengawasan pemanfaatan ruang 75% (1 dokumen)

3. Prosentase Pengendalian bidang

pertambangan 75% (1 dokumen)

4. Prosentase terwujudnya pengendalian rakyat terhadap

kerusakan lingkungan 80% (1 dokumen)

5. Prosentase Terbangunnya Instalasi

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas Kinerja Dinas Pekerjaan Umum merupakan perwujudan kewajiban organisasi untuk mempertanggung jawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi Dinas Pekerjan Umum dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan secara periodik. Sistem yang dimaksud adalah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang pada dasarnya merupakan instrumen yang digunakan oleh setiap instansi pemerintah dalam memenuhi kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi, terdiri dari berbagai komponen yang merupakan satu kesatuan, yaitu perencanaan strategik, perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, dan pelaporan kinerja

 Indikator Kinerja

Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah ditetapkan. Indikator kinerja kegiatan dikategorikan ke dalam kelompok ;

a. Masukan (Inputs) adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dan program dapat berjalan atau dalam rangka menghasilkan output, misalnya sumber daya manusia, dana, material, waktu, teknologi, dan sebagainya;

b. Keluaran (Outputs) adalah segala sesuatu berupa produk/ jasa (fisik dan/atau non fisik) sebagai hasil langsung dari pelaksanaan suatu kegiatan dan program berdasarkan masukan yang digunakan;

c. Hasil (Outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah. Outcome merupakan ukuran seberapa jauh setiap produk/jasa dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat; Indikator-indikator tersebut secara Iangsung atau tidak Iangsung dapat mengindikasikan sejauh mana keberhasilan pencapaian sasaran. Dalam hubungan ini, penetapan indikator kinerja kegiatan merupakan proses identifikasi,

pengembangan, seleksi dan konsultasi tentang indikator kinerja atau ukuran kinerja atau ukuran keberhasilan program dan kegiatan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana. Penetapan indikator kinerja kegiatan di atas didasarkan pada perkiraan yang realistis dengan

memperhatikan tujuan dan sasaran yang ditetapkan serta data pendukung yang terorganisir. Indikator kinerja dimaksud dibuat dengan memperhatikan kaidah-kaidah: (1) spesifik dan jelas, (2) dapat diukur secara obyektif, (3) relevan dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai seperti dalam Rencana Kinerja Tahunan ( RKT ) terlampir :

3.1 Capaian IKU

Tabel :

Realisasi IKU dengan perbandingan capaian 2 (dua) tahun sebelumnya

3.1.1 Kegiatan Rehabilitasi pemeliharaan jalan

IndikatorKinerja Utama Sat uan Tahun 2013 % Tahun 2014 % Tahun 2015 %

Target Realisasi target Realisasi target Realisasi

Persentase jalan dalam kondisi baik (%) % 64,00 Km. 78,145 Km. 122,10 66,00 Km. 87,506 Km. 132,58 46,80 Km. 65,072 Km. 139,04

Dari pencapaian target Indikator kinerja Utama sebagaimana tabel di atas, menunjukkan bahwa, ada peningkatan serapan anggaran terhadap pembangunan jalan sehingga kondisi jalan tetap dalam keadaan baik walaupun belum semua ruas jalan dapat direhabilitasi

Kendala yang dihadapi :

 Anggaran yang ada belum semua ruas jalan dapat direhab.

 Pada saat adanya penambahan anggaran mendapat waktu pengerjaan sangat terbatas.  Pengerjaan pembangunan infrastruktur jalan juga sangat tergantung dengan keadaan

cuaca.

Jika dibandingkan dengan target akhir RPJMD pada Tahun 2016 kinerja baru tercapai sebesar 139.04 % sebagaimana dapat dilihat pada tabel dibawah ini

Tabel :

Perbandingan IKU dengan Target Akhir RPJMD

IndikatorKinerjaUtama Satuan Tahun 2015 % Tahun 2016 (akhir RPJMB) %

Target Realisasi target Realisasi

Th 2015 Persentase jalan dalam

kondisi baik (%) % 46,80 Km. 65,072 Km. 139,04 46,80 Km. 65,072 Km. 139,04

PENDUKUNG PENCAPAIAN IKU

PROGRAM KEGIATAN ANGGARAN KET.

PAGU REALISASI

Rehabilitasi/Pemeliharaan

Jalan dan jembatan Rehabilitasi pemeliharaan

jalan 42.351.209.234.84 40.791.218.764

Tabel :

Realisasi IKU dengan perbandingan capaian 2 (dua) tahun sebelumnya

3.1.2 Kegiatan Pembangunan Jembatan

Dari pencapaian target Indikator KInerja Utama sebagaimana tabel di atas, menunjukkan bahwa, Program Kegiatan Pembangunan jalan dan jembatan kegiatan Pembangunan Jembatan sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan porsi anggaran yang ada dan dari tahun 2013 s/d 2015 sudah terbangun 15 buah jembatan panjang 1.752 M yang dibangun dan tersebar di wilayah Kabupaten Jembrana.

Kendala yang dihadapi : dalam menjalankan Preogram kegiatan Pembangunan jalan dan

Jembatan kegiatan pembangunan Jembatan adalah Pembebasan tanah pada lokasi jembatan Akses jalan menuju lokasi jembatan kondisinya sulit dilalui. Jika dibandingkan dengan target akhir

IndikatorKinerjaUtama Sat uan

Tahun 2013 % Tahun 2014

% Tahun 2015 %

Target Realisasi target Realisasi target Realisasi

Persentase jembatan dalam kondisi baik (%)

%

RPJMD pada Tahun 2016 kinerja baru tercapai sebesar 17.52 %, sebagaimana dapat dilihat pada tabel dibawah ini

Tabel

Perbandingan IKU dengan Target Akhir RPJMD

IndikatorKinerjaUtama Satuan Tahun 2015 % Tahun 2016 (akhir RPJMB) %

target Realisasi target RealisasiTh

2015 Persentase jembatan

dalam kondisi baik (%)

% 2 Bh. 2 Bh. 100 2 Bh. 2 Bh. 100

PENDUKUNG PENCAPAIAN IKU

PROGRAM KEGIATAN PAGU ANGGARAN REALISASI KET.

Pembangunan Jalan dan Jembaatan Pembangunan Jembatan 2.982.783.000 2.936.905.000 Tabel :

Realisasi IKU dengan perbandingan capaian 2 (dua) tahun sebelumnya

3.1.3 Kegiatan Rehabiltasi/Pemeliharaan Jaringan Irigasi

IndikatorKinerjaUtama Sat uan

Tahun 2013 % Tahun 2014

% Tahun 2015 %

Target Realisasi target Realisasi target Realisasi

Panjang saluran irigasi dan jaringan pengairan lainnya dalam kondisi baik

M’ 4.219,00 M’ 4.012,00 M’ 95,09 5.466,66 M’ 6.257,37 M’ 114,46 5.466,66 M’ 5.020,00 M’ 91,83

Dari pencapaian target Indikator KInerja Utama sebagaimana tabel di atas, menunjukkan bahwa, program Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi,rawa dan jaringan pengairan lainnya berjalan sesuai dengan rencana dari tahun 2013 s/d 2015. Tidak ada kendala yang prinsip dalam melaksanakan program kegiatan ini

Jika dibandingkan dengan target akhir RPJMD pada Tahun 2016 kinerja baru tercapai sebesar 91,83. %, sebagaimana dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel

Perbandingan IKU dengan Target Akhir RPJMD

IndikatorKinerjaUtama Satuan Tahun 2015 % Tahun 2016 (akhir RPJMB) %

target Realisasi target RealisasiTh

2015 Panjang saluran

irigasi dan jaringan pengairan lainnya dalam kondisi baik

M’ 5.467

M’

5.020 M’ 91,83 5.467 M’

5.020 M’ 91,83

PENDUKUNG PENCAPAIAN IKU

PROGRAM KEGIATAN PAGU ANGGARAN REALISASI KET.

Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya Rehabilitasi /pemeliharaan jaringan irigasi 7.530.932.820 7.307.549.000 Tabel :

Realisasi IKU dengan perbandingan capaian 2 (dua) tahun sebelumnya

3.1.4 Kegiatan Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (RANPERDA)RDTR dan peraturan

Zonasi

Jumlah rumah ber-IMB tahun ini - Jumlah rumah ber-IMB tahun sebelumnya x 100% IndikatorKinerjaUtama Sat

uan

Tahun 2013 % Tahun 2014

% Tahun 2015 %

Target Realisasi target Realisasi target Realisasi

% peningkatan Jlh rumah yg memiliki IMB

Dari pencapaian target Indikator KInerja Utama sebagaimana tabel di atas, menunjukkan bahwa, ada peningkatan realisasi.

Kendala yang dihadapi :

 Kendala yang dihadapi, kesulitan secara berkala memberikan informasi kemasyarakat bagaimana pentingnys kepemilikan bangunan itu harus dilengkapi IMB.

 Langkah-langkah yang dihadapi tahun selanjutnya, secara berkala menginformasikan kepada masyarakat pentingnya kepemilikan IMB.

Jika dibandingkan dengan target akhir RPJMD pada Tahun 2016 kinerja baru tercapai sebesar 30 %, sebagaimana dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel

Perbandingan IKU dengan Target Akhir RPJMD

IndikatorKinerjaUtama Satuan Tahun 2015 % Tahun 2016 (akhir RPJMB) %

target Realisasi target RealisasiTh

2015 % peningkatan Jlh

rumah yg memiliki IMB Unit 3.085 300 30,85 300 3.085 30

PENDUKUNG PENCAPAIAN IKU

PROGRAM KEGIATAN PAGU ANGGARAN REALISASI KET.

Program Pengembangan Perumahan Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (RANPERDA)RDTR dan peraturan Zonasi 198.126.200 165.848.606

Tabel :

Realisasi IKU dengan perbandingan capaian 2 (dua) tahun sebelumnya

3.1.5 Kegiatan Penyusunan Rencana Teknis Tata Ruang Kawasan

Jumlah Perda RTRW dan turunnnya IndikatorKinerjaUtama Sat

uan

Tahun 2013 % Tahun 2014

% Tahun 2015 %

Target Realisasi target Realisasi target Realisasi

Keberadaan Perda

RTRW % 1 1 100 1 1 100 1 1 100

Turunan Perda RTRW yang telah disusun masih berupa materi teknis belum berupa Perda.

Dari pencapaian target Indikator KInerja Utama sebagaimana tabel di atas, menunjukkan bahwa, turunan dari Perda TRRW baru 47,37 % yang dapat dibuatkan Rencana Rinciannya

Kendala yang dihadapi :

 Kendala yang dihadapi, bagaimana langkah-langkah untuk mengatasinya tahun berikutnya.

Jika dibandingkan dengan target akhir RPJMD pada Tahun 2016 kinerja baru tercapai sebesar 100 %, sebagaimana dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel

Perbandingan IKU dengan Target Akhir RPJMD

IndikatorKinerjaUtama Satuan Tahun 2015 % Tahun 2016 (akhir RPJMB) %

target Realisasi target RealisasiTh

2015 Keberadaan Perda

RTRW % 1 1 100 1 1 100

PENDUKUNG PENCAPAIAN IKU

PROGRAM KEGIATAN PAGU ANGGARAN REALISASI KET.

Program Perencanaan Tata Ruang Penyusunan Rencana Teknis Tata Ruang Kawasan 359.907.200 281.275.500

Tabel :

Realisasi IKU dengan perbandingan capaian 2 (dua) tahun sebelumnya

3.1.6 Kegiatan Pembangunan sarana dan prasarana air minum

Jumlah RT pakai air bersih X 100% Jumlah RT

IndikatorKinerjaUtama Sat uan

Tahun 2013 % Tahun 2014

% Tahun 2015 %

Target Realisasi target Realisasi target Realisasi

Persentase Rumah Tangga (RT) yang Menggunakan Air Bersih

% 25.000 33,35 13,34 26.000 34.68 13,33 23.000 30.68 13,33

Dari pencapaian target Indikator KInerja Utama sebagaimana tabel di atas, menunjukkan bahwa, prosentase rumah tangga (RT) yang menggunakan air bersih mencapai setengah dari jumlah rumah tangga di Kabupaten Jembrana.

Kendala yang dihadapi :

 Kendala yang dihadapi, anggaran yang terbatas dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat akan air bersih belum memadai.

Jika dibandingkan dengan target akhir RPJMD pada Tahun 2016 kinerja baru tercapai sebesar 77,76 . %, sebagaimana dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel

Perbandingan IKU dengan Target Akhir RPJMD IndikatorKinerjaUtama Satuan Tahun 2015 % Tahun 2016 (akhir RPJMB) %

target Realisasi target RealisasiTh 2015

Persentase Rumah Tangga (RT) yang Menggunakan Air Bersih

PENDUKUNG PENCAPAIAN IKU

PROGRAM KEGIATAN PAGU ANGGARAN REALISASI KET.

Pengembangan Kinerja

Pengelolaan air minum dan air limbah

Pembangunan sarana dan prasarana air

minum 3.179258.950 2.153.418.740

3.2 Pengukuran, Evalasi dan Analisis Capaian

Kinerja

Pengukuran Kinerja adalah proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi, misi dan strategi Dinas Pekerjaan Umum. Proses ini dimaksudkan untuk menilai pencapaian setiap indikator kinerja guna memberikan gambaran tentang keberhasilan dan kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran. Selanjutnya dilakukan pula analisis akuntabilitas kinerja yang menggambarkan keterkaitan pencapaian kinerja kegiatan dengan program dan kebijakan dalam rangka mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi sebagaimana ditetapkan dalam rencana strategik. Pengukuran dimaksud merupakan hasil dan suatu penilaian yang sistematik dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa indikator-indikator masukan (input) dan keluaran (output), sebagaimana diuraikan pada bab sebelumnya.

Penilaian tersebut tidak terlepas dari proses yang merupakan kegiatan mengolah masukan menjadi keluaran atau penilaian dalam proses penyusunan kebijakan program/kegiatan yang dianggap penting dan berpengaruh terhadap pencapaian sasaran dan tujuan. Mengukur kinerja pada hakekatnya melakukan pengukuran atau penilaian apakah kerja instansi pemerintah tersebut berhasil atau gagal memenuhi target – target yang direncanakannya. Penilaian keberhasilan atau kegagalan ini menjadi penting apabila dikaitkan dengan reward dan punishment.

Sistem Pengukuran Kinerja merupakan sistem yang digunakan untuk mengukur, menilai, dan membandingkan secara sistematis dan berkesinambungan atas kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Sistem Pengukuran Kinerja merupakan sistem yang digunakan untuk mengukur, menilai, dan membandingkan secara sistematis dan berkesinambungan atas kinerja

penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pengukuran kinerja ini dilakukan dengan menghitung pencapaian kinerja kegiatan dan sasaran dengan cara membandingkan antara rencana pencapaiannya yang telah ditetapkan dalam Rencana Kinerja Tahunan dengan realisasi pencapaiannya. Alat ukur yang digunakan untuk ukuran keberhasilan atau kegagalan capaian kinerja adalah Indikator Kinerja Utama. Indikator Kinerja Utama ( IKU ) yang sering pula disaebut Key Performance Indicator merupakan acuan untuk mengukur keberhasilan dan kegagalan capaian kinerja prioritas program yang bersifat strategis. IKU ditetapkan secara mandiri oleh instansi pemerintah pusat maupun daerah dan SKPD di lingkungannya. Dalam ketentuan umum Peraturan Menteri Negara Pendaya Gunaan Aparatur

Negara Nomor : PER/09/M.PAN/5/2007 disebutkan Kinerja Instansi Pemerintah merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian sasaran atau tujuan instansi pemerintah yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan.

 Evaluasi

Evaluasi terhadap pencapaian setiap indikator kinerja kegiatan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hal-hal yang mendukung keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan suatu kegiatan. Evaluasi bertujuan agar diketahui pencapaian realisasi, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam rangka pencapaian misi, agar dapat dinilai dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program/kegiatan di masa yang akan datang. Selain itu, dalam evaluasi kinerja dilakukan pula analisis efisiensi dengan cara membandingkan antara output dengan input baik untuk rencana maupun realisasi. Analisis ini menggambarkan tingkat efisiensi yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dengan memberikan data nilai output per unit yang dihasilkan oleh suatu input tertentu. Selanjutnya dilakukan pula pengukuran/ penentuan tingkat efektivitas yang menggambarkan tingkat kesesuaian antara tujuan dengan hasil. Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap setiap perbedaan kinerja (performance gap) yang terjadi, baik terhadap penyebab terjadinya gap maupun strategic pemecahan masalah yang telah dan akan dilaksanakan.

Pencapaian kierja ini dilakukan dengan menghitung pencapaian kinerja kegiatan dan sasaran dengan cara membandingkan anatara rencana pencapaiannya yang telah ditetapkan dalam Rencana Kinerja Tahunan dengan realisasi pencapainnya dapat diuraikan sesuai dengan tujuan dan sasaran Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana 2011 – 2016 sebagai berikut :

Sasaran Strategis 1 :

Meningkatkan Infrastruktur jalan,jembatan dan Bangunan yang berkualitas dan merata

 Analisis Capaian Kinerja

Analisis akuntabilitas kinerja meliputi uraian keterkaitan pencapaian kinerja kegiatan dengan program dan kebijakan dalam mewujudkan visi, misi, tujan dan sasaran sebagaimana ditetapkan dalam rencana strategik. Dalam analisis ini dijelaskan pula perkembangan kondisi pencapaian sasaran dan tujuan secara efisien dan efektif, sesuai dengan kebijakan, program, dan kegiatan yang telah ditetapkan.

Analisis tersebut dilakukan dengan menggunakan informasi/ data yang diperoleh secara lengkap dan akurat dan dilakukan pula evaluasi kebijakan untuk mengetahui ketepatan dan efektivitas baik kebijakan itu sendiri maupun sistem dan proses pelaksanaannya. Mengukur kinerja pada hakikatnya melakukan pengukuran atau penilaian apakah kerja instansi pemerintah tersebut berhasil atau gagal memenuhi target-target yang direncanakannya. Penilaian keberhasilan atau kegagalan ini menjadi penting apabila dikaitkan dengan reward dan punishment.

- Indikator Kinerja Utama ; Prosentase Pembangunan Sarana dan Prasarana Aparatur Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Tahun anggaran 2015 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana dijabarkan dalam kegiatan strategis yaitu : Kegiatan

Pembangunan Gedung Kantor

Untuk indikator kinerja dari kegiatan ini di Tahun 2015 adalah : Input, yaitu berupa dana sebesar Rp. 4.264.789.450,00 bersumber dari APBD, SDM 10 orang dengan 1 Tim, Output Jumlah kebutuhan akan gedung kantor di kabupaten Jembrana, Outcome 10 paket pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana gedung kantor di Kabupaten Jembrana,

Bonefit : Peningkatan jumlah sarana dan prasarana aparatur yang dibangun, Infact : Kinerja

aparatur meningkat.

Capaian kinerja Tahun 2014 untuk Kegiatan Pembangunan Gedung Kantor untuk Kegiatan ini dianggaran dana dari APBD sebesar Rp. 1.981.148.250,00 dengan realisasi sebesar Rp. 1.780.969.950,00 ( 89,90 % ) terdapat sisa dana sebesar Rp. 200.178.300,00

( 10,10 % ). Keluaran dari kegiatan ini adalah Terpenuhinya kebutuhan akan gedung kantor di Kabupaten Jembrana, terdiri dari : Pembangunan Gadung Kantor Lurah Baler Bale Agung Tahap I, Pembangunan Gedung Kantor Lurah Lelateng Tahap II, Rehabilitasi Atap Gedung Kesenian, Perencanaan Kantor Lurah Loloan Timur, Perencanaan Balai Pertemuan Kantor Lurah Gilimanuk dan Perencanaan Gedung Arsip Dinas PU,

di Tahun Anggaran 2015 untuk Kegiatan ini dianggaran sebesar Rp. 4.264.789.450,00

dengan realisasi sebesar Rp. 4.097.337.000,00 ( 06,07 % ) terdapat sisa dana sebesar Rp. 167.452.450,00 ( 3,93 % ). Keluaran dari kegiatan ini adalah Terpenuhinya kebutuhan akan gedung kantor di Kabupaten Jembrana sebanyak 10 paket pekerjaan, terdiri dari : Pembangunan Gedung Kantor Lurah Baler Bale Agung Thp. II, Pembangunan Gedung Kantor Lurah Loloan Timur Tahap I, Pembangunan Balai Pertemuan Kantor Lurah Gilimanuk, Perencanaan Tehnik Pembangunan Kantor DPRD Kabupaten Jembrana, Pembangunan Gedung DPRD Kabupaten Jembana Tahap I, Pembuatan Nama Gedung Kesenian Bung Karno, Perencanaan Tehnik Pembangunan Kantor Lurah Loloan Barat, Pembuatan Master Plan Kawasan Gedung Kesenian Bung Karno dan Perencanaan Tehnik Rehabilitasi Gedung Kantor Badan Kepegawaian Daerah, dengan capaian fisik 100 %, dilaksanakan oleh 10 orang dengan 1 Tim.

Capaian sasaran ini pada tahun 2015

Inidikator Kinerja Utama Indikator Kegiatan Target Realisasi %

Prosentase Pembangunan Sarana dan Prasarana Aparatur

Jumlah gedung kantor yg

dibangun 10 Unit 10 Unit 100

- Indikator Kinerja Utama Prosentase pembangunan jalan dan jembatan Program Pembangunan Jalan dan Jembatan

Tahun 2015 Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana dijabarkan kedalam Kegiatan Strategis yaitu : Kegiatan

Pembangunan Jembatan

Untuk indikator kinerja dari kegiatan ini di Tahun 2015 adalah : Input, yaitu berupa dana sebesar Rp. 2.982.783.000,00 bersumber dari APBD, SDM 10 orang dengan 1 Tim,

Output Jumlah jembatan yang dibangun, Outcome, 2 buah jembatan yang dibangun,

Bonefit : Peningkatan jumlah jembatan yang dibangun, Infact : peningkatan jumlah jembatan. Capaian kinerja di Tahun 2014 untuk Kegiatan Pembangunan Jembatan di anggarkan dari

APBD sebesar Rp. 3.334.834.000,00 dengan realisasi sebesar Rp. 3.228.525.000,00 ( 96,81 % ) terdapat penghematan sebesar Rp. 106.39.000,00 ( 3,19 % ) Keluaran dari

kegiatan ini adalah Perencanaan Pembangunan Jembatan dan Jumlah Jembatan yang dibangun 3 Buah yaitu : Pembangunan Jembatan Nusasakti – Moding, Pembangunan Jembatan Ngoneng Mendoyo Dauh Tukad – SMPN 2 Mendoyo dan Peningkatan Jembatan Tukad Melaya di Desa Melaya dengan capaian fisik 100 %, yang dilaksanakan oleh 6 orang dengan 1 tim.

Sedangkan di Tahun 2015 kegiatan ini kembali dianggarkan sebesar Rp. 2.982.783.000,00

dengan realisasi sebesar Rp. 2.936.905.000,00 ( 98,46. % ) terdapat penghematan sebesar Rp. 45.878.000,00 ( 1,54 % ). Keluaran dari kegiatan ini adalah Perencanaan Pembangunan Jembatan dan Jumlah Jembatan yang dibangun 2 Buah yaitu : Pembangunan Jembatan Pk. Jajang – Manistutu dan Pembangunan Jembatan Pekutatan – Pangyangan, dengan capaian fisik 100 %, yang dilaksanakan oleh 6 orang dengan 1 tim.

Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

Tahun 2015 Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jembrana dijabarkan kedalam Kegiatan Strategis yaitu : Kegiatan

Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan

Untuk indikator kinerja dari kegiatan ini di Tahun 2015 adalah : Input, yaitu berupa dana sebesar Rp. 42.351.209.234,84 bersumber dari DAK dan APBD, SDM 14 orang dengan 1 Tim, Output berupa panjang rehabilitasi / pemeliharaan jalan, Outcome, Panjang rehabilitasi / pemeliharaan jalan 60,00 Km, Bonefit : Peninkatan rehabilitasi / pemeliharaan jalan, Infact : Meningkatnya rehabilitasi / pemeliharaan jalan.

Capaian kinerja di Tahun 2014 untuk Kegiatan Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan

dialokasikan anggaran sebesar Rp. 40.241.961.765,18 dengan realisasi sebesar Rp. 39.642.176.500,00 ( 98,51 % ), terdapat penghematan anggaran sebesar Rp. 599.785.265,18 ( 1,49 % ) Keluaran dari kegiatan ini adalah Rehabilitasi/Pemliharaan

Jalan sepanjang 66,00 Km dengan capaian fisik 100 %, yang dilaksanakan oleh 14 orang dengan 1 tim.

Sedangkan di Tahun 2015 terjadi peningkatan anggaran menjadi Rp. 42.351.209.234,84

Dokumen terkait