BAB III METODE PENELITIAN
3.4 Metode Analisis Data
3.4.2 Pengujian Parameter
Model persamaan yang diperoleh perlu dilakukan pengujian signifikansi Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetehui apakah variable yang terdapat dalam model memiliki kontribusi yang nyata bagi variable respon. Pengjian yang dilakukan adalah :
a. Pengujian Serentak
Dilakukan untuk mengetahui signifikansi parameter secara keseluruhan atau serentak. Hipotesis pengajian ini adalah :
H0
H1 ; paling tidak ada satu Dengan uji statistik :
[
∏ ]
Dengan penolakan : tolak H0 apabila nilai G > dimana p merupakan banyaknya variabel statistik dalam model atau p- value < α
b. Uji Individu (Uji Wald)
Dimaksudkan untuk memeriksa siginifikansi parameter secara individu.
Hipotesis pengajian ini adalah :
H0 ; H1 : Dengan uji statistik :
W (Wald)
Daerah penolakan : tolak H0 apabila
atau p- value < α c. Uji Hosmer and Lemeshow
Uji ini bertujuan untuk membandingkan distribusi observasi dengan distribusi teori (uji model). Hipotesis pengujian ini adalah :
H0 : K = (1-B) = 1, tidak ada perbedaan distribusi observasi dengan distribusi teori / model sesuai dengan data
H1: K = (1-B) 0, ada perbedaaan distribusi obeservasi dengan distribusi teori / model tidak sesuai dengan data
Kriteria pengujian :
Jika sign < 0,1 maka terima H1 tolak H0
Jika sign > maka terima H0 tolak H1 (Hosmer dan Lemeshow 2002) d. Odd Ratio dan perhitungan efek marjinal
Odds ratio adalah kemungkinan hasil yang diperoleh anatara individu dengan x = 1 didefenisikan [ ]. Demikian pula, kemumungkinan hasil yang hadir antara individu dengan x = 0 didefenisikan sebagai
[ ]. Odds Ratio yang dilambangkan dengan OR, didefenisikan sebagai rasio peluang untuk x = 1 dan peluang untuk x = 0 yang dapat dituliskan dalam persamaan berikut :
[
[ ][ ]
]
Marginal Effect dapat dihitung dengan cara
(Gujarati, 2007).
3.5 Definisi Operasional
Untuk menghindari kesalahpahaman dalam penelitian ini, maka digunakan definisi operasional sebagai berikut:
1. Tanaman Obat adalah bahan atau ramuan bahan alam yang berasal dari tumbuhan yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
2. Populasi adalah seluruh masyarakat yang menggunakan tanaman obat tradisional di lokasi penelitian.
3. Sampel (Konsumen) adalah sebagian dari populasi yang ada di lokasi penelitian dimana konsumen merupakan masyarakat yang menggunakan tanaman obat tradisional di lokasi penelitian.
4. Karakteristik konsumen adalah variabel data responden tentang umur, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan dan pengetahuan.
5. Kepuasan konsumen mengkonsumsi tanaman obat tradisional adalah tindakan responden setelah mengkonsumsi tanaman obat tradisional.
6. Jenis kelamin adalah karakteristik biologis responden yang ditunjuk dengan penampilan luar. Penampilan fisik perempuan dengan label 2 dan laki-laki diberi label 1.
7. Umur adalah umur responden pada saat diwawancarai (tahun).
8. Pendidikan adalah pendidikan terakhir responden (tahun).
9. Pendapatan adalah banyaknya penerimaan yang dihasilkan responden dengan satuan rupiah (rupiah per bulan). Pendapatan rendah dengan label 1 dan tinggi diberi label 2.
10. Pengetahuan adalah pemahaman responden tentang manfaat dan penggunaan tanaman obat tradisional yang dimiliki konsumen. Dibedakan atas : 0 (tidak tahu) dan 1 (Tahu).
11. Persepsi konsumen adalah variabel data responden terhadap manfaat kesehatan, kualitas, harga dan ketersediaan barang.
12. Manfaat kesehatan adalah manfaat yang diberikan tanaman obat tradisional untuk menjaga atau menyembuhkan konsumen.
13. Kualitas adalah keefektifitasan dan efek samping dari tanaman obat tradisional.
14. Harga adalah harga tanaman obat tradisional yang dikonsumsi konsumen dengan satuan rupiah (Rp).
15. Ketersediaan barang adalah banyaknya ketersediaan barang yang dibutuhkan konsumen.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Wilayah
4.1.1 Letak Geografi dan Luas Wilayah
Kota Medan terletak antara 2o .27’-2o.47’ Lintang Utara dan 98o .35’-98o.44’ Bujur Timur. Kota Medan 2,5-3,75 meter di atas permukaan laut.Kota Medan memiliki luas 26.510 hektar (265,10 km²) atau 3,6% dari keseluruhan wilayah Sumatera Utara. Dengan demikian, dibandingkan dengan kota/kabupaten lainya, Medan memiliki luas wilayah yang relatif kecil dengan jumlah penduduk yang relatif besar. Secara geografis kota Medan terletak pada 3° 30'-3° 43' Lintang Utara dan 98° 35'-98° 44' Bujur Timur. Untuk itu topografi kota Medan cenderung miring ke utara dan berada pada ketinggian 2,5-37,5 meter di atas permukaan laut.
Secara administratif mempunya batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah utara berbatasan dengan Selat Malaka
Sebelah selatan berbatasan dengan Pancur Batu, Deli Tua (Kabupaten Deli Serdang)
Sebelah barat berbatasan dengan Tanjung Morawa (Kabupaten Deli Serdang)
Sebelah timur berbatasan dengan kota Binjai, Hamparan Perak (Kabupaten
Deli Serdang) 4.1.2 Iklim
Kota Medan mempunyai iklim tropis dengan suhu minimum berkisar antara 23,0oC – 24,1oC dan suhu maksimum berkisar antara 30,6oC – 33,1oC.
Kelembapan udara di wilayah Kota Medan rata – rata 78 – 82%. Dan kecepatan angin rata – rata sebesar 0,42 m/sec sedangkan rata – rata total laju penguapan tiap
bulannya 100,6 mm. Sedangkan curah hujan kota Medan rata – rata 2000 – 2500 mm/tahun.
4.1.3. Karakteristik KonsumenTanaman Obat Tradisional.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 96 orang konsumen, diperoleh data karakteristik konsumen yang mengkonsumsi tanaman obat
tradisional. Karakteristik konsumen adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, pendaptan dan pengetahuan.
4.1.4 Umur Konsumen.
Umur konsumen adalah usia yang telah dicapai konsumen dalam hidupnya, di hitung mulai dari lahir sampai saat penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen memiliki kisaran umur yang beragam. Umur terendah konsumen adalah 20 Tahun dan umur konsumen tertinggi adalah 63 Tahun. Tabel 4. Kategori sebaran umur konsumen saat penelitian yang diperoleh peneliti.
Tabel 4. Distribusi Konsumen Berdasarkan Umur.
Kategori Distribusi
Total 20-30 31-40 41-50 51-60 61-63
Umur 17 20 33 23 3 96
Percentage 17,71 20,83 34,38 23,96 3,13 100
Sumber : Data Primer Diolah.
4.1.5. Jenis Kelamin Konsumen.
Jenis kelamin konsumen adalah tampilan biologis konsumen saat dilakukan penelitian, penentuan yang dilakukan oleh peneliti adalah konsumen yang mengkonsumsi tanaman obat tradisional. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa konsumen yang berjenis kelamin perempuan adalah 41 jiwa dan
konsumenlaki-laki adalah 55 jiwa. Tabel 5. menunjukkan distribusi jenis kelamin konsumen pada saat penelitian.
Tabel 5. Distribusi Konsumen Berdasarkan Jenis Kelamin.
Karakteristik Distribusi
Jumlah Perempuan Laki-Laki
Jenis Kelamin 41 55 96
Percentage 42,71 57,29 100
Sumber : Data Primer Diolah.
4.1.6 Pendapatan Konsumen.
Pendapatan konsumen adalah seluruh jumlah penghasilan konsumen dengan satuan rupiah (rupiah per bulan). Dimana penentuan penggolongan pendapatan menurut Badan Pusat Statisitik (BPS) 2014 pendapatan digolongkan menjadi 4 yaitu :
(1) Golongan pendapatan tinggi (> Rp 2.271.255per bulan) (2) Golongan pendapatan rendah (< Rp 2.271.256per bulan)
Konsumen yang memiliki pendapatan rendah adalah 53 jiwa dan pendapatan tinggi adalah 43 jiwa. Tabel 8. Kategori sebaran pendapatan konsumen saat penelitian yang diperoleh peneliti.
Tabel 6. Distribusi Konsumen Berdasarkan Pendapatan.
Karakteristik Distribusi
Total
Rendah Tinggi
Pendapatan 53 43 96
Percentage 55,21 44,79 100
Sumber : Data Primer Diolah.
4.1.7. Pendidikan Konsumen.
Pendidikan konsumen adalah pendidikan jenjang formal terakhir yang di selesaikan oleh konsumen selama hidupnya dan dihitung berdasarkan lamanya
pendidikan normal. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan diketahui bahwa konsumen yang memiliki pendidikan terakhir selama 12 Tahun adalah 34 jiwa, 16 Tahun adalah 44 jiwa, 18 Tahun adalah 14 jiwa dan 22 Tahun adalah 4 jiwa.
Tabel 7. Menunjukkan bahwa distribusi lama pendidikan yang dilakukan oleh konsumen.
Tabel 7. Distribusi Konsumen Berdasarkan Pendidikan.
Karakteristik Distribusi
Jumlah 12 (Tahun) 16 (Tahun) 18 (Tahun) 22 (Tahun)
Pendidikan 34 44 14 4 96
Percentage 35,42 45,83 14,58 4,17 100
Sumber : Data Primer Diolah 4.1.8. Pengetahun Konsumen
Pengetahuan adalah Pemahaman konsumen tentang pemahaman tanaman obat tradisional, pengetahuan konsumen memiliki 6 indikator dan dikategorikan berdasarkan jumlah jawaban yang benar. Sehingga diperoleh angka 0 ( < 5) jawaban yang benar yang dijawab oleh konsumen artinya konsumen belum memahami dan diberikan label nol (0). Seperti itu juga sebaliknya dengan pemberian label angka satu (1), jika jawaban yang benar > 4 di jawab oleh konsumen maka diberikan angka satu (1). Konsumen yang tidak memiliki
pengetahuan adalah 59 jiwa dan yang memiliki pengetahuan adalah 37 jiwa. Tabel 8. Menunjukkan distribusi pengetahuan konsumen.
Tabel 8. DistribusiKonsumen Berdasarkan Pengetahuan.
Sumber : Data Primer Diolah.
4.2 Deskripsi Variabel Penelitian
Hasil penelitian di lapangan yang diolah dan mengahasilkan nilai mean, maksimum, minimun dan standar deviasi dari setiap variabel dependent dan independent, dimana hal ini mengindikasikan bahwa bagaimana sebaran data sampel yang dimiliki pada Tabel 9.
Tabel 9. Distribusi Nilai Mean Pada Variabel Persepsi dan Karakteristik Konsumen.
Variabel Range Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Manfaat Kesehatan 9,00 7,00 16,00 11,61 2,68
Sumber : Data Primer Diolah.
Variabel manfaat kesehatan dapat dijelaskan bahwa skor terendah (minimum) sebesar 7 dan skor jawaban tertinggi sebesar 16 dengan nilai range sebesar 9. Rata-rata skor total jawaban dari variabel manfaat kesehatan adalah 11,61 dan standar deviasi 2,68. Hal ini menunjukkan bahwa standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sebaran data akan persepsi konsumen pada variabel manfaat kesehatan adalah baik.
Variabel kualitas memiliki sebaran data dengan skor terendah (minimum) sebesar 8 dan skor total jawaban tertinggi sebesar 32 dengan nilai range sebesar 24. Rata-rata skor jawaban dari variabel kualitas adalah 21,12 dan standar deviasi 6,05. Hal ini menunjukkan bahwa standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sebaran data akan persepsi konsumen pada variabel kualitas adalah baik.
Variabel harga memiliki distribusi data dengan skor terendah (minimum) sebesar 8 dan skor jawaban tertinggi sebesar 16 dengan nilai range sebesar 8.
Rata-rata skor jawaban dari variabel harga adalah 13,21 dan standar deviasi 2,48.
Hal ini menunjukkan bahwa standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sebaran data akan persepsi konsumen pada variabel harga adalah baik.
Variabel ketersediaan produk memiliki distribusi data dengan skor
terendah (minimum) sebesar 6 dan skor jawaban tertinggi sebesar 16 dengan nilai range sebesar 10. Rata-rata skor jawaban dari variabel ketersediaan produk adalah 11,52 dan standar deviasi 2,93. Hal ini menunjukkan bahwa standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sebaran data akan persepsi konsumen pada variabel ketersediaan produk adalah baik.
Variabel karakteristik yaitu umur memiliki distribusi data dengan umur termuda (minimum) adalah 20 Tahun dan umur tertua sebesar 63 Tahun dengan range umur sebesar 43 Tahun. Rata-rata variabel umur konsumen adalah 42,71 dan standar deviasi 11,72. Hal ini menunjukkan bahwa standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sebaran data umur konsumen adalah baik.
Variabel karakteristik konsumen yaitu jenis kelamin menunjukkan bahwa distribusi data yang paling sedikit (minimum) adalah laki-laki dengan jumlah 41 jiwa dan yang paling banyak adalah perempuan dengan jumlah 55 jiwa dengan range sebesar 31 jiwa hal ini dapat dilihat pada Tabel 9. Secara deskriptif untuk melihat sebaran data baik atau tidak baik pada variabel ini tidak dapat berlaku, hal ini dapat dijelaskan karena variabel ini adalah Dummy (kategorikal).
Variabel karakteristik yaitu pendidikan menunjukkan distribusi data dengan pendidikan terendah (minumum) adalah 12 Tahun dan pendidikan tertinggi adalah 22 Tahun dengan range pendidikan sebesar 6 Tahun. Rata-rata variabel pendidikan konsumen adalah 15,10 dan standar deviasi 2,60. Hal ini menunjukkan bahwa standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa sebaran data pendidikan konsumen pada hal ini adalah baik.
Variabel karakteristik konsumen yaitu pendapatan menunjukkan bahwa distribusi data yang paling rendah (minimum) dengan jumlah 53 jiwa dan yang paling tinggi dengan jumlah 43 jiwa dengan range sebesar 31 jiwa hal ini dapat dilihat pada Tabel 9. Secara deskriptif untuk melihat sebaran data baik atau tidak baik pada variabel ini tidak dapat berlaku, hal ini dapat dijelaskan karena variabel ini adalah Dummy (kategorikal).
Variabel karakteristik konsumen yaitu pengetahuan menjelaskan bahwa distribusi data yang paling sedikit (minimum) adalah tahu (paham) dengan jumlah 37 jiwa dan yang paling banyak adalah tidak tahu (paham) dengan jumlah 59 jiwa dengan range sebesar 25 jiwa hal ini dapat dilihat pada Tabel 11. Secara deskriptif untuk melihat sebaran data baik atau tidak baik pada variabel ini tidak dapat
diberlakukan, hal ini dapat dijelaskan karena variabel ini adalah Dummy(kategorikal).
Variabel Dependent yaitu kepuasan memiliki distribusi data yang paling sedikit (minimum) adalah puas dengan jumlah 33 jiwa dan yang paling banyak adalah tidak puas dengan jumlah 63 jiwa dengan range sebesar 35 jiwa hal ini dapat dilihat pada Tabel 10. Secara deskriptif untuk melihat sebaran data baik atau tidak baik pada variabel ini tidak dapat diberlakukan, hal ini dapat dijelaskan karena variabel ini adalah Dummy (kategorikal).
Tabel 10. Distribusi Kepuasan Konsumen terhadap Tanaman Obat Tradisional.
Karakteristik Distribusi
Jumlah 0 (Tidak Puas) 1 (Puas)
Kepuasan 63 33 96
Percentage 65,6 34,4 100
Sumber : Data Primer Diolah.
4.3. Hasil Analisis
4.3.1. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas.
a. Uji Validitas.
Uji Validitas adalah uji yang menunjukkan sejauhmana pertanyaan, tugas ataubutir dalam suatu tes atau instrumen mampu mewakili secarakeseluruhan dan proporsional persepsi sampel. Artinva tes itu valid apabila butir-butir tes itu mencerminkankeseluruhan konten atau materi yang diujikan atau yang
seharusnyadikuasai secara proporsional. Uji validitas dalam penelitian ini adalah dengan membandingkan nilai sig Pearson Corelation dengan α (0,05).
Tabel 11. Hasil Uji Validitas Item
Pearson Corelation Sig Manfaat
Kesehatan Kualitas Harga Ketersediaan
Produk Pengetahuan Kepuasan
1 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000
2 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000
3 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000
4 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000
5 - 0,000 - - 0,001 0,007
6 - 0,000 - - 0,000 0,000
7 - 0,000 - - -
8 - 0,000 - - -
Sumber : Data Primer Diolah.
Jika dilihat dari Tabel 12 menunjukkan bahwa semua item pertayaan dalam setiap variabel adalah valid. Hal ini dapat dijelaskan karena nilai Pearson Corelation Sig< α (0,05), sehingga setiapitem pertayaan variabel sudah layak dalam penelitian atau instrumen mampu mewakili secara keseluruhan dan proporsional persepsi sampel.
b. Uji Reliabilitas.
Uji Reliabilitas adalah Uji sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya, maksudnya apabila dalam beberapa pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok yang sama diperoleh hasil yang relatif sama. Dalam penelitian ini digunakan dua alat pengujian pada variabel penelitian, karena vaiabel penelitian mengunakan skala ukur yang berbeda yaitu rating skale dan interval (Widiyanto, 2012).
Tabel 12. Hasil Uji Reliabilitas
Keterangan Cronbach's Alpha RTabel Skala Guilford Hasil
Manfaat Kesehatan 0,813 0,198 - Reliable
Kualitas 0,897 0,198 - Reliable
Harga 0,860 0,198 - Reliable
Ketersediaan Produk 0,802 0,198 - Reliable
Pengetahuan 0,711 - 0,700 Reliable
Kepuasan 0,771 - 0,700 Reliable
Sumber : Data Primer Diolah
Berdasarkan Tabel 13 diketahui bahwa variabel kehandalan, ketanggapan, jaminan dan perahtian sudah reliable. Hal ini dijelaskan karena nilai Cronbach’s Alpha > RTabel. Pada variabel pengetahuan dan kepuasan digunakan uji Skala Guilford, dimana hasilnya menunjukkan bahwa Cronbach’s Alpha>Skala Guilford. Artinya semua variabel dalam penelitian ini dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik 4.3.2. Hasil Analisis Pengaruh Variabel Persepsi Konsumen terhadap
Kepuasan Konsumen.
Variabel yang di uji sebagai faktor-faktor persepsi konsumen yang mempengaruhi kepuasan konsumen dalam mengkonsumsi tanaman obat
tradisional adalah Manfaat Kesehatan, Kualitas, Harga dan Ketersediaan Produk.
Pada Tabel 14. menunjukkan bahwa bagaimana pengaruh faktor-faktor persepsi terhadap kepuasan konsumen.
Tabel 13. Pengaruh Variabel Persepsi Konsumen terhadap Kepuasan Konsumen.
Variabel B S.E. Wald Sig. Exp(B)
Manfaat Kesehatan 0,298 0,143 4,355 0,037 1,348
Kualitas 0,171 0,076 5,090 0,024 1,187
Harga 0,133 0,160 0,694 0,405 1,142
Ketersediaan Produk 0,026 0,173 0,023 0,879 1,027
Constant -10,325 2,284 20,429 0,000 0,01
Sumber : Data Primer Diolah.
0,01 + 1,348 X1 + 1,187 X2 + 1,142 X3 + 1,027 X4
Hasil estimasi logit pada faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumentanaman obat tradisional.
4.3.3 Pengujian Parameter a. Uji Omnibus (Uji Serempak)
Uji Omnibus bertujuan untuk mengetahui kemampuan seluruh variabel independent secara bersama-sama memprediksi variasi pada variabel dependent dan hal ini dikenal dengan uji serempak.
Hasil uji omnibus yang dilakukan diperoleh hasil signifikansi sebesar 0,00 dengan α = 0,05, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel persepsi yaitu : manfaat kesehatan, kualitas, harga dan ketersediaan produk berpengaruh secara serempak terhadap kepuasan konsumen tanaman obat tradisional. Hal ini di jelaskan pada Tabel 15.
Tabel 14. Uji Omnibus dan Hosmer & Lemeshow Variabel Persepsi Konsumen.
Uji Omnibus Hosmer & Lemeshow
Chi Square 46,548 8,505
Sig 0,00 0,386
Sumber : Data Primer Diolah
b. Uji Wald (Uji Parsial)
Uji Wald adalah pengujian yang menjelaskan bagaimana pengaruh variabel persepsi yaitu : manfaat kesehatan, kualitas, harga dan ketersediaan produk terhadap kepuasan konsumen tanaman obat tradisional. Hasil estimasi menunjukkan bahwa manfaat kesehatan dan kualitas mempengaruhi kepuasan konsumen secara parsial. Dimana hal ini di jelaskan oleh hasil signifikansi yang di peroleh masing-masing variabel manfaat kesehatan 0,037 dan kualitas 0,024 dengan α sebesar 0,05. Faktor harga dan ketersediaan produk tidak mempengaruhi kepuasan konsumen secara parsial, dimana hal ini diketahui dari nilai signifikansi yang diperoleh yaituharga 0,405 dan ketersediaan produk 0,879 dengan α sebesar 0,05.
c. Uji Hosmer dan Lemeshow
Untuk mengetahui kesesuaian distribusi observasi dengan distribusi teori maka dilakukan pengujian Hosmer dan lemeshow. Hasil uji menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan distribusi observasi dengan distribusi teori/ model sesuai dengan data yang dimiliki. Dimana hal ini dijelaskan oleh nilai signifikansi yang diperoleh yaitu sebesar 0,386 dengan α sebesar 0,05. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terima H0 dan Tolak H1.
d. Marginal Effect
β0 + β1(1-P)
Dimana : ketika Xi = 1 maka
bertambah sebesar βi atau
bertambah sebesar Exp (βi). Sehingga perhitungan marginal effect masing-masing variabel adalah sebagai berikut :
Manfaat Kesehatan
P
i=
Pi =
Pi = 0,57 Ci = βPi (1-Pi)
Ci = (0,298) (0,57) (1-0,57) Ci = 0,07
Hasil perhitungan menjelaskan bahwa persepsi peningkatan manfaat kesehatan sebesar 1 point maka peluang konsumen untuk puas terhadap manfaat kesehatan pada tanaman obat tradisional meningkat sebesar 7%. Hal ini dapat dijelaskan bahwa manfaat yang diperoleh tidak sebanding dengan waktu yang dipergunakan untuk menyembuhkan atau meningkatkan metabolisme seseorang pengguna tanaman obat tradisional. Hal ini sesuai dengan pendapat Apoteker Puskesmas Dinas kesehatan Kota Medan Sri (2016) bahwa meningkatnya jumlah konsumen pengguna obat kimia dikarenakan kinerja waktu yang dihasilkan dari mengkonsumsi obat kimia hanya membutuhkan 3-14 hari dan tidak membutuhkan tenaga ekstra untuk dapat mengkonsumsi obat kimia dibandingkan penggunaan
tanaman obat tradisional. Untuk itu yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan tanaman obat tradisional agar meningkatkan kepuasan konsumen yaitu diharapkan kepada konsumen agar tidak hanya terfokus untuk berobat dengan cara tradisional yakni dengan memanfaatkan tanaman obat tradisiomal. Akan tetapi alangkah baiknya jika konsumen lebih memanfaatkan tenaga-tenaga kesehatan seperti dokter untuk mendeteksi penyakit apa yang di derita sehingga dapat mempermudah proses pengobatan, walaupun penggunaan tanaman obat tradisional ini sudah terbukti khasiat dan manfaatnya, melalui dokter konsumen akan mampu mengetahui bahaya atau tidak tanaman yang digunakan. Hal ini dapat dilakukan agar konsumen tidak akan meraba-raba dan ragu dalam pemilihan tanaman obat tradisional yang akan di jadikan bahan untuk di ramu.
Hal ini sesuai dengan teori Horovitz (2000) mengatakan bahwa konsumen akan lebih puas terhadap suatu produk yang memberikan manfaat lebih banyak kepada dirinya.
Kualitas
P
i=
Pi =
Pi = 0,54 Ci = βPi (1-Pi)
Ci = (0,171) (0,54) (1-0,54) Ci = 0,04
Hasil perhitungan menjelaskan bahwa persepsi peningkatan kualitas sebesar 1 point maka peluang konsumen untuk puas pada kualitas tanaman obat
tradisional akan meningkat sebesar 4%. Fenomena yang terjadi dilapangan adalah rasa, aroma, warna dan kebersihan mendapatkan skor terendah dari konsumen.
Hal ini dapat dijelaskan karena aroma, rasa, warna dan kebersihan dari tanaman obat tradisional bersifat homogen yakni warna yang dihasilkan tidak cerah setelah dilakukan pengolahan dari tanaman obat tradisional, rasa yang diharapkan konsumen tidak dapat terpenuhi, karena mayoritas rasa yang
dihasilkan tanaman obat tradisional tidak sedap atau pahit, aroma yang dihasilkan merangsang saraf sensorik untuk menolak mengkonsumsi pengolahan dari
tanaman obat tradisional karena pada umumnya masyarakat sensitive terhadap aroma yang menyengat dan kebersihan yang kurang memenuhi standar sementara selera konsumen bersifat heterogen artinya hal ini akan mengurangi peluang konsumen untuk puas. Agar kepuasan konsumen bertambah maka perlunya penelitian mengenai cara untuk mengatasi aroma dan rasa yang tidak sedap yang terdapat dalam tanaman obat tradisional tanpa mengurangi kualitas manfaat tanaman obat tradisional.
Hasil penelitian ini sesuai dengan teori Rangkuti (2007) yaitu menyatakan bahwa semakin tingginya ekspetasi konsumen yang tidak terpenuhi maka peluang konsumen untuk tidak puas akan semakin tinggi pula.
Harga
P
i=
Pi =
Pi = 0,53 Ci =β Pi (1-Pi)
Ci = (0,133) (0,53) (1-0,53) Ci =0,03
Hasil perhitungan menjelaskan bahwa peningkatan persepsiharga sebesar 1 point maka peluang konsumen untuk puas pada tanaman obat tradisional
akanmeningkat sebesar 3%. Fenomena yang terjadi dilapangan adalah harga bukan faktor utama dalam menentukan mengkonsumsi suatu produk kesehatan sehingga variabel harga semakin kecil pengaruhnya.terhadap peluang kepuasan konsumen.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Martin (2010) yaitu Harga merupakan aspek penting, namun yang terpenting adalah kualitas produk guna mencapai kepuasan pasien. Dan konsistensi dengan penelitian Kyriakopoulos et al. (1997) menunjukkan bahwa kualitas produk lebih penting dibandingkan harga.
Ketersediaan Produk
P
i=
Pi =
Pi = 0,50 Ci =β Pi (1-Pi)
Ci = (0,026) (0,50) (1 - 0,50) Ci = 0,006
Hasil perhitungan menjelaskan bahwa persepsi konsumen tentang
peningkatan ketersediaan produk sebesar 1 point maka peluang konsumen untuk puas pada tanaman obat tradisional meningkat sebesar 0,6%. Fenomena yang terjadi dilapangan menjelaskan bahwa ketersediaan tanaman obat tradisional
cukup, namun terdapat beberapa jenis ramuan dari tanaman obat tradisional yang harus dikombinasikan sebagai obat tradisional dengan tanaman obat tradisional lain yang terletak pada lokasi yang terpisah atau berbeda serta memiliki jarak yang jauh dan beberapa lokasi sulit untuk ditempuh sehingga mengakibatkan upaya untuk memperoleh keseluruhan tanaman obat tersebut rendah.
Hal ini sesuai dengan pernyataan. Kotler (2005) bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen adalah faktor ketersediaan produk.
Tjiptono (2005) mempunyai pendapat bahwa untuk mengukur kepuasan konsumen adalah dengan kemudahan. Kemudahan yang dimaksud adalah kemudahan untuk mendapatkan produk atau jasa
.4.3.2.3 Hasil analisis pengaruh variabelkarakteristik konsumen terhadap kepuasan konsumen.
Variabel-variabel yang di uji pada hal ini adalah Karakteristik Konsumen yang mempengaruhi kepuasan konsumen tanaman obat tradisional adalah Umur, Jenis Kelamin, Pendidikan, Pendapatan dan Pengetahuan. Pada Tabel 16.
menunjukkan bahwa bagaimana pengaruh faktor-faktor Karakteristik Konsumen terhadap Kepuasan Konsumen.
Tabel 15. Pengaruh Variabel Karakteristik Konsumen terhadap Kepuasan Konsumen.
Variabel B S.E. Wald Sig. Exp(B)
Umur 0,059 0,027 4,641 0,031 1,061
Jenis Kelamin(1) -1,853 0,738 6,305 0,012 0,157
Pendidikan 0,25 0,116 0,047 0,828 1,025
Pendapatan(1) -2,793 0,630 19,675 0,000 0,061
Pengetahuan(1) -1,497 0,632 5,610 0,018 0,244
Constant -0,765 2,105 0,132 0,716 0,465
Sumber : Data Primer Diolah.
0,465 + 1,061 Xb + 0,157 Xc + 1,025 Xd + 0,061 Xe + 0,244 Xf
Hasil estimasi logit pada faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen konsumen tanaman obat tradisional.
4.3.2.1 Pengujian Parameter a.Uji Omnibus (Uji Serempak)
Uji Omnibus bertujuan untuk mengetahui kemampuan seluruh variabel independent secara bersama-sama memprediksi variasi pada variabel dependent
Uji Omnibus bertujuan untuk mengetahui kemampuan seluruh variabel independent secara bersama-sama memprediksi variasi pada variabel dependent