LANDASAN TEORI A. Organisasi Pengelolaan Zakat
E. Pengukuran Kinerja a. Pengertian Kinerja
Kinerja adalah banyaknya upaya yang dikeluarkan individu pada pekerjaannya (Robbins, 2001). Sementara itu menurut sinambela, dkk (2012) mengemukakan bahwa kinerja pegawai didefinisikan sebagai kemampuan pegawai dalam melalukan sesuatu keahlian tertentu.
Allah Swt menyatakan bahwa segala apa yang dikerjakan oleh hambanya tentu ia akan mendapatkan balasannya. Manusia didalam bekerja dilarang untuk curang karena Allah SWT maha melihat segala sesuatu. Menurut Toto Tasmara(2003:25) dalam bukunyamembudayakan etos kerja islami, makna bekerja bagi seorang muslim adalah suatu upaya yang sungguh-sungguh dengan mengerahkan seluruh aset, pikir dan sekiranya untuk mengatualisasikan atau menampakkan dirinya sebagai hamba Allah SWT yang harus menundukkan dunia dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang terbaik ( khairul ummah) atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa hanya dengan bekerja manusia itu memanusiakan dirinya
Sudut pandang ekonomi islam dalam kaitanya dengan kinerja dalam islam menggaris bawahi setelah manusia sebagai pelaku ekonomi mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada
sebagai media untuk kehidupan di dunia ini. Allah SWT menegaskan dalam QS.Kahfi :7
Menurut Byars dan Rue (dalam Harsuko, 2012) kinerja merupakan derajat penyusunan tugas yang mengatur pekerjaan seseorang. Jadi, kinerja adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan kegiatan atau menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawabnya dengan hasil seperti yang diharapkan.
Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulutelah disepakati bersama.31
Sedangkan Mathis dan Jackson (2006 : 65) menyatakan bahwa kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan pegawai.
Veithzal (2009 :30) mengemukakan bahwa kinerja merupakan prilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya perusahaan untuk mencapaai tujuannya.
31 Rivai, Veithzel dan Fauzi,Performance Appraisal (2005) hal 50
Fahmi (2010 : 20) kinerja adalah hasil yang diperoleh oleh suatu organisasi baikorganisasi tersebut bersifat profit oriented dan non oriented yang dihasilkan selama satu periode waktu.
Supriyono (2010 : 281) mengemukakan bahwa kinerja adalah suatu hasil yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesanggupan serta waktu.
Anwar (2007: 9) dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, mengemukakan bahwa kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Stoner, (1978) dalam bukunya Management mengemukakan bahwa kinerja adalah fungsi dari motivasi, kecakapan, dan persepsi peranan.
Bernardin dan Russel (1993) dalam bukunya Acmad S.
Ruby) mendefinisikan kinerja sebagai pencatatan hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu.
Handoko dalam bukunya Manajement Personalia dan Sumber Daya mendefinisikan kinerja sebagai proses dimana organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawan.
Prawiro Suntoro, 1999 (dalam buku Merry Dandian Panji) mengemukakan bahwa kinerja adalah hasil kerja yang didapat dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi dalam rangka mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah prestasi kerja atau hasil kerja baik kuantitas maupun kualitas yang dicapai seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi per satuan periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Menurut Amins (2012) mengemukakan bahwa pengukuran kinerja merupakan hasil dari suatu penilaian yang sistematik dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa indikator-indikator masukan, keluaran, hasil, manfaat dan dampak.
Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatn sesuai dengan sasaran dan tujuan telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi.32
Sedangkan menurut Whittaker (1993) dalam sedamayanti (2007 : 195) pengukuran kinerja diartikan sebagai suatu alat manajemen yang digunakan untuk meningkatkan kualitas
32 Amins,Achmad, Manajemen kinerja Pemerintah Daerah,( Yogyakarta: Pressindo, 2012) hal 97-98
pengambilan keputusan dan akuntabilitas. Pengukuran kinerja digunakan pula untuk menilai pencapaian tujuan dan sasaran.
Pengukuran kinerja dapat di artikan suatu proses penilaian kemajuan pekerjaan pekerjaan terhadap tujuan dan sasaran yang telah ditentukan sebelumnya, termasuk informasi atas efisiensi penggunaan sumber daya dalam menghasilkan barang daan jasa, kualitas barang dan jasa, hasil kegiatan dibandingkan dengan maksud yang diinginkan dan efektifitas tindakan dalam mencapai tujuan.
Sedangkan menurut Lohman, 2003 pengukuran kinerja merupakan suatu aktifitas penilaian pencapaian target-target tertentu yang diderivasi dari tujuan startegis organisasi. Sementara Whittaker (dalam BPKP, 2000) mengemukakan bahwa pengukuran kinerja merupakan suatu alat manajemen yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan akuntabilitas33.
Pengukuran kinerja sektor publik dilakukan untuk memenuhi tiga maksud. Pertama, pengukuran kinerja sektor publik dimaksudkan untuk membantu memperbaiki kinerja pemerintah.
Ukuran kinerja dimaksudkan untuk membantu pemerintah berfokus pada tujuan dan sasaran program unit kerja. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi sektor publik dalam pemberian pelayanan publik. Kedua, ukuran
33 Mahsun, Pengukuran Kinerja Sektor Publik edisi pertama, (Yogyakarta: BPFE,2006) hal 25-26
kinerja sektor publik digunakan untuk pengalokasian sumber daya dan pembuatan keputusan. Ketiga, ukuran kerja sektor publik dimaksudkan untuk mewujudkan pertanggungjawaban publik dan memperbaiki komunikasi kelembagaan.
Sistem pengukuran kinerja sektor publik adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu manajer publik menilai capaian suatu strategi melalui tolak ukur kinerja yang ditetapkan.
Tolak ukur kinerja itu dapat berupa pengukuran kinerja keuangan dan non keuangan. Akuntabilitasi bukan sekedar kemampuan menunjukkan bagaimana uang publik dibelanjakan, tetapi meliputi kemampuan menunjukkan bahwa uang publik tersebut telah dibelanjakan secara ekonomis, efisien, dan efektif.34
Ada beberapa syarat tolak ukur kinerja yang baik, yaitu :
a. Tolak ukur yang baik, haruslah mampu diukur dengan caraa yang dapat dipercaya.
b. Tolak ukur yang baik, harus mampu membedakan individu-individu sesuai dengan kinerja mereka.
c. Tolak ukur yang baik, harus sensitif terhadap masukan dan tindakan-tindakan dari pemegang jabatan.
d. Tolak ukur yang baik, harus dapat ditrima oleh individu yang mengetahui kinerjanya sedang dinilai.
34Kusufi, Halim, Teori, Konsep dan Aplikasi Akuntansi Sektor Publik ed ke 2, ( Jakarta:Salemba Empat,2014). Hal 124
Indikator untuk mengukur kinerja karyawan secara individu ada enam indikator yaitu ;
a. Kualitas. Kualitas kerja diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan.
b. Kuantitas. Merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan.
c. Ketepatan waktu. Merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktiviats lain.
d. Efektivitas. Merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi (tenaga, uang, teknologi, bahan baku) dimaksimalkan dengan maksud menaikan hasil dari setiap unit dalam penggunaan sumber daya.
e. Kemandirian. Merupakan tingkat seorang karyawan yang nantinya akan dapat menjalankan fungsi kerjanya
f. komitmen kerja. Merupakan suatu tingkat dimana karyawan mempunyai komitmen kerja dengan instansi dan tanggung jawab karyawan terhadap perusahaan dimana dia bekerja.
Pengukuran kinerja yang efektif memiliki kunci yaitu ukuran yang mempunyai penggunaan spesifik bagi individu atau
kelompok individu nyata, ukuran kinerja ditangkap dan disampaikan kepada pengguna yang dimaksudkan dalam waktu yang ditentukan sebelumnya, ukuran kinerja dibagikan kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat, atau dengan mudah dapat diakses oleh orang yang tepat, ukuran kinerja berarti dapat diserap dan dimengerti dengan cepat dan mudah, dan penyajian ukuran kinerja harus sesuai dengan pedoman standar.