AKUNTABILITAS KINERJA
2. Pengukuran Pencapaian Kinerja Program
Pengukuran terhadap tingkat pencapaian kinerja seluruh program BPS Kabupaten Pakpak Bharat tahun 2014 menunjukan hasil yang baik yaitu sebesar 98,62 persen. Rincian pencapaian kinerja secara lengkap dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tingkat Pencapaian Kinerja seluruh Program BPS Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2014 Tabel 13
Program Indikator Kinerja Persentase
Tingkat capaian Penyediaan dan
Pelayanan Informasi Statistik (PPIS)
Meningkatnya Penyediaan data dan informasi statistik ekonomi 100
Meningkatnya Penyediaan Data Statistik Lintas Sektoral 100
Terpenuhinya data statistik sosial 100
Terpenuhinya data statistik pertanian 100
Rata-rata Pencapaian Rencana Tingkat Capaian Kinerja dari Program
Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (PPIS) 100
Program Indikator Kinerja Persentase Tingkat capaian
Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPS (DMPTL)
Belanja Gaji dan Tunjangan PNS (5111) 98,74
Belanja Lembur (5122) 99,55
Belanja Tunjangan Khusus(5124) 96,01
Belanja Barang Oprasional (5211) 94,49
Belanja Barang Non Oprasional (5212) 95,55
Belanja Langganan Daya dan Jasa (5221) 78,71
Belanja Pemeliharaan (5231) 98,46
Belanja Perjalanan Dinas Dalam Negeri ((5241) 92,97
Belanja Barang Non Oprasional Lainnya (5212) 97,55
Belanja Perjalanan Dinas Dalam Negeri (5241)
97,26 Rata Rata Pencapaian Tingkat Capaian dari Program Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPS (DMPTL)
97,25
Rata Rata Pencapaian Tingkat Capaian dari Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Aparatur BPS -
Rata rata tingkat capaian program 98,62
a. Sasaran BPS Kabupaten Pakpak Bharat
1. Tersedianya data dan informasi Statistik ekonomi yang lengkap akurat dan tepat waktu.
BPS Pakpak Bharat mempunyai sasaran yaitu berupaya memenuhi kebutuhan tersedianya data Statistik ekonomi yang lengkap akurat dan tepat waktu dan pada tahun 2014 dengan menerbitkan publikasi yaitu :
a. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Menurut Lapangan Usaha Tahun 2013 b. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Menurut Pengeluaran Tahun 2013 c. Indeks Kemahalan Konstruksi Tahun 2014
2. Tersedianya data Statistik Lintas Sektoral
Data statistik lintas sektoral merupakan data yang masih sangat dibutuhkan untuk melihat gambaran suatu wilayah. Data lintas sektoral terbagi dua yaitu Kabupaten dan Kecamatan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut BPS Kabupaten Pakpak Bharat menerbitkan 19 (sembilan belas) judul publikasi yaitu :
a. Kabupaten Pakpak Bharat Dalam Angka Tahun 2014 b. Statistik Daerah Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2014
c. Kecamatan Salak Dalam Angka Tahun 2014
d. Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Dalam Angka Tahun 2014 e. Kecamatan Pagindar Dalam Angka Tahun 2014
f. Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Dalam Angka Tahun 2014 g. Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut Dalam Angka Tahu 2014 h. Kecamatan Kerajaan Dalam Angka Tahun 2014
i. Kecamatan Tinada Dalam Angka Tahun 2014
j. Kecamatan Siempat Rube Dalam Angka Tahun 2014 k. Statistik Daerah Kecamatan Salak Tahun 2014
l. Statda Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe Tahun 2014 m. Statda Kecamatan Pagindar Dalam Angka Tahun 2014
n. Statda Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu Dalam Angka Tahun 2014 o. Statda Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut Dalam Angka Tahu 2014 p. Statda Kecamatan Kerajaan Dalam Angka Tahun 2014
q. Statda Kecamatan Tinada Dalam Angka Tahun 2014
r. Statda Kecamatan Siempat Rube Dalam Angka Tahun 2014 s. Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2013
3. Tersedianya data Statistik Sosial dan kependudukan
Dibidang Satistik Sosial BPS Kabupaten Pakpak Bharat berupaya mengumpulkan data secara rutin dan penuh tanggung jawab untuk dapat memenuhi kebutuhan para pengguna data. Publikasi tentang statistik sosial yaitu sebanyak 2 (dua) judul yaitu : a. Indikator Kesejahteraan Rakyat Tahun 2013
b.Statistik Kependudukan dan Ketenaga Kerjaan Tahun 2013 4. Tersedianya Statistik Pertanian
Pengumpulan data tentang pertanian sangat banyak ragam dimana Kabupaten Pakpak Bharat adalah daerah konsentrasi pertanian dimana sebagian besar penduduk bekerja disektor pertanian.Dari hasil pengumpulan data yang dilaksankan BPS Kabupaten Pakpak Bharat telah berhasil menerbitkan 2 (dua) judul Publikasi yaitu :
a. Statistik Padi dan Palawija Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2013 b.Sensus Pertanian 2013 BPS Kabupaten Pakpak Bharat
Tingkat Capaian Kinerja Sasaran BPS Kabupaten Pakpak Bharat
Tabel 14
Indikator Kinerja Target Realisasi
Tingkat
Statistik ekonomi 100
Program
18 Judul Publikasi 18 Judul Publikasi 100
3. Terpenuhinya data
statistik sosial 3 Judul Publikasi 3 Judul Publikasi 100 4. Tersedianya Statsitik
Pertanian 2 Judul Publikasi 2 Judul Publikasi 100
5. Terlaksananya Layanan Perkantoran dan kepegawaian.
Pagu Anggaran
Rp.1.636.632.000.- Rp.1.587.952.350.- 97,03
Program
Tingkat Kinerja Capaian dari Sasaran 99,40 %
b. Masalah/Kendala
Dari ke 5 (lima) sasaran diatas kita mengahadapi berbagai masalah dan kendala yaitu : 1. Daerah dan wilayah
Daerah Kabupaten Pakpak Bharat adalah daerah perbukitan dan jarak antara satu desa dengan desa yang lain cukup jauh dan harus melalui medan yang cukup sulit dan berbukit dan ada yang belum dapat dilalui oleh kendaraan bermotor.
2. Kondisi Masyarakat
Masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat 76,98 persen bekerja disektor pertanian (data Sakernas tahun 2013) dimana masyarakat akan bekerja pagi hari sampai sore bahkan sampai malam menjelang panen. Hal ini menjadi kesulitan bagi petugas lapangan dalam pengumpulan data, selain itu kondisi tingkat pendidikan penduduk yang masih rendah akan menyulitkan memberikan jawaban yang benar.
3. Jumlah Pegawai
Jumlah Pegawai di BPS Kabupaten Pakpak Bharat yang masih sangat kurang yaitu dari 8 (delapan) Kecamatan masih 3 (tiga) kecamatan terpenuhi KSK defenitif.
BPS Kabupaten Pakpak Bharat terdapat 5 (lima) Seksi Teknis yang sudah terisi Kepala Seksi Defenitif ada 3 (tiga) Seksi dan 2 (dua) Seksi masih kosong sehingga ditanggungjawabi oleh pegawai melalui nota dinas. Subbag Tata Usaha hanya ada Kepala Subbag Tata Usaha dan Bendahara dan sangat dibutuhkan penambahan pegawai.
4. Masih terdapat keterlambatan yang tidak signifikan terhadap pemasukan dokumen lapangan, khususnya dokumen keuangan daerah dan desa, yang berakibat pada pengiriman ke BPS Provinsi, dan akhirnya pengiriman data ke BPS Pusat menjadi sangat lambat. Kondisi demikian menjadi perhatian BPS Kabupaten Pakpak Bharat yang utamanya berkaitan dengan masih rendahnya kesadaran masyarakat/pemerintah dan sebagian pengusaha untuk memberikan informasi yang dituangkan dalam kuesioner, termasuk kebenaran data, dan data apa adanya kepada petugas pengumpul data.
5. Wilayah yang kurang potensi, hal ini menyebabkan minimnya kegiatan dan besaran sampel.
c. Strategi Mengatasi Masalah
Dalam pelaksanaan kegiatan statistik segala permasalahan dan kendala menjadi penghambat terlaksananya program yang telah dicanangkan untuk itu dilakukan berbagai cara dan strategi untuk dapat meminimalisasi kesalahan akibat dari kendala kendala tersebut dengan berbagai strategi :
1. Untuk wilayah yang jauh akan dibentuk tim dan akan ke lapangan dan menyelesaikan pendataan dengan kemungkinan akan menginap di daerah tersebut dengan berkordinasi dengan Camat, Kepala Desa dan Kepala Dusun.
2. Untuk menghadapi kondisi masyarakat kita melakukan briefeng kepada petugas sebelum bertugas dan diupayakan mendata di sore hari atau di hari libur atau hari tertentu masyarakat sedang tidak bekerja dengan kemungkinan mendata sampai malam hari.
3. Untuk mengisi kekosongan jabatan Struktural di hunjuk pelaksana tugas melalui Nota Dinas dan untuk mengisi kekosongan KSK dihunjuk pelaksana yaitu Kepala Seksi dan Staf yang sedikit beban kerjanya. Seksi dan Subbag Tata Usaha yang tidak ada staf setiap pekerjaan dilakukan oleh Kepala Seksi dan Kasubbag Tata Usaha dengan cara menambah jam kerja.
4. Untuk mengatasi segala keterlambatan diupayakan dengan membentuk team membantu pekerjaan yang belum selesai dengan harapan akan selesai sebelum jadwal berakhir.
3.2 EVALUASIKEGIATANTAHUN2014
Evaluasi terhadap setiap indikator kinerja kegiatan yang ada di BPS Kabupaten Pakpak Bharat didasarkan atas hasil perhitungan pengukuran kinerja kegiatan seperti tertuang dalam formulir PKK terlampir. Dibawah ini akan diuraikan evaluasi program dengan kegiatan serta evaluasi sasaran yang digunakan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, disamping itu juga akan dilakukan pengukuran dengan menggunakan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan.