• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengukuran Sipat Datar dengan Cara Double Stand Tujuan

Dalam dokumen Laporan Praktikum Ilmu Ukur Tanah (Halaman 33-37)

Pembacaan Mistar Sokkia Aluminium

3.7. Pengukuran Sipat Datar dengan Cara Double Stand Tujuan

 Agar peserta dapatmemahami dan mengerti cara mengukur double stand, kegunaannya serta data-data yang diperlukan dalam pengukuran.

 Mahasiswa dapat mengetahui cara mengukur jarak langsung maupun tidak langsung dan cara menghitung beda tinggi dengan cara double stand.

- Peralatan dan perlengkapan

 Alat ukur waterpass (sesuai dengan yang tersedia di Lab).

 Tripot

 Baak Ukur atau mistar ukur

 Patok kayu dan pilox (warna terang)

 Paku payung  Palu 170 190 180 160 150 Sudut Horisontal H = 185°30’

 Rol meter (30 m atau 50 m)

 Parang

 Payung

 Tabel pengukuran double stand

 Hand board dan alat tulis menulis

 Kamera - Petunjuk Umum

 Bekerja menurut langkah yang benar

 Gunakan alat sesuai dengan fungsinya, jika tidak mengerti tanya kepada Ass PL atau Co. Ass PL.

 Jangan bercanda bergurau disaat praktikum berlangsung, semua alat-alat ukur tanah tidak boleh digunakan untuk main-main dan tidak boleh diletakkan sembarangan.

 Jangan merusak tanaman atau lingkungan tempat praktikum berlangsung

 Setelah praktikum selesai kumpul dan bersihkan alat-alat kemudian kembalikan ketempatnya.

- Langkah Kerja

 Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan terlebih dahulu

 Tel

 iti terlebih dahulu alat-alat yang digunakan.

 Alat diletakkan di antara 2 titik yang telah di tentukan (diusahakan di tengah – tengah), salah satu titik diketahui (ditentukan) datanya. Usahakan sedikit mungkin ke 2 titik dan alat berada dalam satu garis lurus (tergantung lokasi). Titik-titik/polygon diberi tanda dengan patok atau paku payung.

 Lakukan proses leveling (mendatarkan) alat ukur waterpass dengan cara memutar sekrup A,B,C

 Pasang atau dirikan mistar ukur di atas titik yang akan di ukur. Pada bagian belakang dan muka, posisi mistar/baak ukur harus lurus terhadap muka tanah setiap mistar dipegang oleh satu orang.

 Bidik mistar ukur bagian belakang dengan cara melakukan visir kasar.

 Tempatkan garis vertikal dalam teropong ditengah - tengah mistar, sehingga dapat memudahkan pembacaan.

 Lakukan pembacaan benang pada posisi mistar di PMB (pembacaan mistar belakang), catat pembacaan benang : atas – tengah – bawah, yang terpenting adalah

pembacaan benang tengah karena dari situ akan diambil perbandingan beda tinggi. Catat data PMB di tabel Double Stand sebagai (Stand I).

 Kemudian bidik pembacaan mistar muka (PMM), tapi ke arah depan. Lakukan pembacaan benang pada posisi mistar PMM, catat pembacaan benang : atas – tengah – bawah sebagai (Stand I).

 Jika telah selesai, pada posisi alat yang sama lakukan perubahan tinggi alat bisa dinaikkan atau diturunkan, ini disebut (Stand II) lakukan langkah ke – 4. Posisi mistar tidak berubah tetap pada posisinya.

 Lakukan langkah ke – 6 sampai ke – 9, kemudian untuk data PMB catat di tabel pengukuran (Stand II) dan data PMM dicatat juga pada tabel pengukuran (Stand II)

 Jika telah selesai pindahkan ke titik selanjutnya, lakukan cara yang sama seperti cara di atas.

PMB Stand 1 PMM

Stand 2

P0 P1 3.8. Pengukuran Sipat Datar dengan Cara Pergi-Pulang.

- Tujuan

 Agar peserta dapat memahami dan mengerti cara mengukur pergi-pulang serta data- data yang diperlukan dalam pengukuran

 Mahasiswa dapat mengetahui cara mengukur jarak langsung maupun tidak langsung dan cara menghitung beda tinggi dengan cara pergi-pulang

- Perlengkapan dan peralatan

 Alat ukur waterpass (sesuai dengan yang tersedia di lab )

 Tripod

 Baak ukur atau mistar ukur

 Patok kayu dan pilox

 Paku payung

 Rol meter

 Payung

 Table pengukuran double stand

 Hand board dan alat tulis menulis

 Kamera - Petunjuk Umum

 Bekerjalah menurut langkah kerja yang benar

 gunakan alat sesuai fungsinya jika tidak mengerti tanya ke asissten PL atau ke co.asissten PL

 jangan bercanda gurau di saat praktikum, semua alat-alat ukur tanah tidak boleh digunakan untuk main-main dan tidak boleh diletakkan sembarangan.

 jangan merusak tanaman atau lingkungan tempat praktikum berlangsung.

 bila perlu buat sketsa pengukuran

 pencatatan data harus jelas

 setelah pekerjaan selesai, kumpul dan bersihkan alat-alat kemudian kembalikan ke tempatnya.

- Langkah Kerja

 Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan terlebih dahulu

 Teliti dahulu alat-alat yang akan digunakan

 Alat diletakkan di antara 2 titik yang telah di tentukan (diusahakan di tengah – tengah), salah satu titik diketahui (ditentukan) datanya. Usahakan sedikit mungkin ke 2 titik dan alat berada dalam satu garis lurus (tergantung lokasi). Titik-titik/polygon diberi tanda dengan patok atau paku payung.

 Lakukan proses leveling (mendatarkan) alat ukur waterpass dengan cara memutar sekrup A,B,C

 Pasang atau dirikan mistar ukur di atas titik yang akan di ukur. Pada bagian belakang dan muka, posisi mistar/baak ukur harus lurus terhadap muka tanah setiap mistar dipegang oleh satu orang.

 Bidik mistar ukur bagian belakang dengan cara melakukan visir kasar.

 Tempatkan garis vertikal dalam teropong ditengah - tengah mistar, sehingga dapat memudahkan pembacaan.

 Lakukan pembacaan benang pada posisi mistar di PMB (pembacaan mistar belakang), catat pembacaan benang : atas – tengah – bawah, yang terpenting adalah

pembacaan benang tengah karena dari situ akan diambil perbandingan beda tinggi. Catat data PMB di tabel pengukuran sipat datar pergi - pulang.

 Kemudian bidik pembacaan mistar muka (PMM), tapi ke arah dalam. Lakukan pembacaan benang pada posisi mistar PMM, catat pembacaan benang : atas – tengah – bawah sebagai bacaan (pergi)

 Jika telah selesai pindahkan ke titik selanjutnya, lakukan cara yang sama seperti cara di atas sampai titik terakhir.

 Setelah selesai, sampai di titik terakhir pengukuran diulangi kea rah berlawanan (pulang).

 Lakukan langkah (4) sampai dengan langkah (10) untuk data PMB dicatat juga pada tabel pengukuran sebagai : Bacaan (pergi) dan data PMM di catat juga pada tabel bacaan (pulang), data dicatat dari arah bawah ke atas. Bagi pencatat data perhatikan cara-cara menulis dengan benar.

 Jika telah selesai pindahkan ke titik selanjutnya, lakukan cara yang sama seperti cara di atas sampai titik awal.

PMM PMB PMB PMM

P0 A P1 P19 \T P20

Arah pengukuran pergi Arah pengukuran pulang

3.9. Pengukuran Profil Memanjang dan Melintang

Dalam dokumen Laporan Praktikum Ilmu Ukur Tanah (Halaman 33-37)

Dokumen terkait