Konsep Diri
METODE PENELITIAN
3.4. Pengukuran Variabel Penelitian 1.Skala Pengukuran
Kedua variabel dalam penelitian ini, yaitu konformitas dan konsep diri diukur melalui respon skala likert terdiri dari lima pilihan jawaban, yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), Ragu-ragu (RR), Tidak setuju (TS), Sangat tidak setuju (STS).
Varibel perilaku bullying diukur melalui empat jawaban skala yang dimodifikasi dari kuesioner School Bullying dari Sullivan, Cleary & Sullivan (dalam Latifah, 2012), yaitu Tidak pernah, hanya 1 kali, lebih dari 1 kali dalam sebulan, 1 kali dalam seminggu.
3.4.2.Pengukuran Variabel Konsep Diri
Konsep diri yang dimaksud dalam penelitian ini adalah skor yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala konsep diri berdasarkan dua dimensi, yaitu dimensi internal dan dimensi eksternal. Dimensi internal terdiri atas tiga bagian, yaitu identitas diri, penilaian dan perilaku. Dimensi Eksternal terdiri atas lima bagian, yaitu fisik, moral etis, diri pribadi, diri keluarga, dan diri sosial. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan cara langsung mengukur reliabilitas 200 orang subyek tanpa melakukan try out sebelumnya, dan hasilnya dijadikan sebagai try out terpakai.
Dimensi yang pertama adalah dimensi internal yang terdiri dari tiga bagian, yaitu identitas diri, penilaian dan perilaku. Identitas diri adalah persepsi individu mengenai siapa dirinya, yang meliputi simbol atau label yang diberikan pada dirinya untuk menggambarkan dirinya. Penilaian adalah persepsi individu sebagai hasil pengamatan dari evaluasi terhadap diri yang akan menentukan kepuasan dan penerimaan terhadap dirinya. Perilaku adalah persepsi individu mengenai diri yang meliputi pertanyaan mengenai apa yang ia lakukan dan bagaimana ia bertingkah laku.
Melalui hasil uji reliabilitas diketahui bahwa alat ukur konsep diri dimensi internal memiliki koefisien Alpha Cronbach sebesar 0.708 (lihat lampiran 5). Hasil analisa menunjukkan bahwa dari 15 butir pernyataan yang ada, terdapat satu butir yang lebih kecil dari .2. butir tersebut adalah butir 36. Setelah dibuang, total butir yang valid dan reliabel ada 14 butir dan koefisien Alpha Cronbach menjadi 0.717. yang artinya reliabilitas alat ukur konsep diri pada dimensi internal baik.
Dimensi yang kedua adalah dimensi eksternal. Dimensi eksternal terdiri atas lima bagian, yaitu fisik, moral etis, diri pribadi, diri keluarga, dan diri sosial. Fisik adalah persepsi individu terhadap keadaan dirinya secara fisik, kesehatan dan penampilan dirinya. Moral/ etis adalah persepsi individu mengenai hubungannya dengan tuhan, kepuasaan seseorang akan kehidupan keagamaannya, dan nilai-nilai moral yang dipegangnya. Diri Pribadi adalah persepsi individu mengenai keadaan pribadinya, yang menyangkut sifat yang digunakan oleh dirinya dalam berhubungan dengan dunia luar. Diri Keluarga adalah persepsi individu mengenai dirinya dengan interaksinya dengan keluarga dan orang-orang terdekat. Diri Sosial adalah persepsi individu mengenai dirinya dalam berinteraksi dengan orang lain di luar keluarganya secara umum.
Melalui hasil uji reliabilitas diketahui bahwa alat ukur konsep diri memiliki koefisien Alpha Cronbach sebesar 0.820 (lihat lampiran 5). Hasil analisa menunjukkan bahwa dari 25 butir pernyataan yang ada, ada tiga butir yang lebih kecil dari .2. Sehingga butir tersebut dibuang. Butir tersebut adalah butir 20, butir 22, dan butir 31. Setelah dibuang, total butir yang valid dan reliabel ada 22 butir dan koefisien Alpha Cronbach menjadi 0.831 yang artinya reliabilitas alat ukur konsep diri pada dimensi internal adalah baik.
Tabel 1
Blueprint Konsep Diri
Dimensi Indikator Favorable Unfavorable Total Dimensi Internal Identitas Diri 9,19 18,33,35 5
Penilaian 2,11,27 17,36 5 Perilaku 1,8,25 10,28 5 Dimensi Eksternal Fisik 7,40 23,24,31 5
Moral 4,12,26 20,34 5 Diri Pribadi 3,13,29 15,37 5 Diri Keluarga 5,16,21,30 32 5 Diri Sosial 6,14 22,38,39 5 Jumlah 22 18 40
3.4.3. Pengukuran Variabel Konformitas
Alat ukur konformitas terdiri dari dua dimensi yaitu compliance dan acceptance. Dimensi yang pertama adalah compliance. Compliance adalah suatu bentuk konformitas dimana individu bertingkah laku sesuai dengan tekanan yang diberikan oleh kelompok sementara secara pribadi ia tidak menyetujui perilaku tersebut. Individu melakukan untuk konform agar terhindar hukuman, mendapatkan penerimaan dari kelompok, atau terhindar dari rasa malu karena “berbeda” dengan yang lainnya. Semakin tinggi skor pada dimensi ini maka subyek cenderung melakukan konformitas compliance, demikian pula sebaliknya. Dimensi compliance memiliki 4 pernyataan positif dan 4 pernyataan negatif, jumlah seluruhnya menjadi 8 butir. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan
cara langsung mengukur reliabilitas 200 orang subyek tanpa melakukan try out sebelumnya, dan hasilnya dijadikan sebagai try out terpakai.
Melalui hasil uji reliabilitas diketahui bahwa alat ukur konformitas dimensi compliance memiliki koefisien Alpha Cronbach sebesar 0.579 (lihat lampiran 6). Hasil analisa menunjukkan bahwa dari 8 butir pernyataan yang ada, ada dua butir yang lebih kecil dari .2. butir tersebut dibuang. Butir tersebut adalah butir 9 dan butir 11. Setelah dibuang, total butir yang valid dan reliabel ada 6 butir dan koefisien Alpha Cronbach menjadi 0.626 yang artinya reliabilitas alat ukur konformitas pada dimensi compliance baik.
Dimensi yang kedua adalah acceptance. Acceptance adalah suatu bentuk konformitas dimana tingkah laku maupun keyakinan individu sesuai dengan tekanan kelompok yang diterimanya. Konformitas ini terjadi karena kelompok menyediakan informasi yang dibutuhkan individu. Semakin tinggi skor pada dimensi ini maka subyek cenderung melakukan konformitas acceptance, demikian pula sebaliknya. Dimensi acceptance memiliki 5 pernyataan positif dan 3 pernyataan negatif, jumlah seluruhnya menjadi 8 butir pernyataan.
Melalui hasil uji reliabilitas diketahui bahwa alat ukur konformitas dimensi acceptance memiliki koefisien Alpha Cronbach sebesar 0.545 (lihat lampiran 6). Hasil analisa menunjukkan bahwa dari 8 butir pernyataan yang ada, ada tiga butir yang lebih kecil dari .2. Sehingga butir tersebut dibuang. Butir tersebut adalah butir 3, butir 4, dan butir 6. Setelah dibuang, total butir yang valid dan reliabel ada 5 butir dan koefisien Alpha Cronbach menjadi 0.540 yang artinya reliabilitas alat ukur konformitas pada dimensi acceptance kurang baik karena mendapatkan skor dibawah 0.6
Tabel 2
Blueprint Konformitas
Dimensi Aspek Favorable Unfavorable Total
Compliance Melakukan kegiatan yang sama dengan kelompok
5,2,11,15 7,9,13,16 8
Mengikuti orang-orang disekitar
Acceptance Menerima saran dari kelompok
1,3,4,6,8 10,12,13,14 8 Tidak yakin dengan
pendapat sendiri Menerima informasi dari kelompok
Jumlah 8 8 16
3.4.4. Pengukuran Variabel Bullying
Alat ukur perilaku bullying ini digolongkan berdasarkan jenis-jenis bullying. Sullivan (dalam Latifah, 2012) mengolongkan bullying menjadi dua dimensi, yaitu bullying fisik dan bullying non fisik. Alat ukur perilaku bullying memiliki 15 butir pernyataan positif. Aspek bullying fisik termasuk menggigit, menarik rambut, memukul, menendang, mengunci, menonjok, mendorong, mencakar, merusak kepemilikan korban, penggunaan senjata, dan perbuatan kriminal. Aspek bullying verbal termasuk Panggilan telepon yang meledek, mengancam, menghasut, berkata jorok pada korban, berkata menekan, menyebarluaskan kejelekan korban. Aspek bullying relasional termasuk mendiamkan seseorang, mengucilkan seseorang, penolakan kelompok, pemberian gesture tubuh yang tidak menyenangkan, seperti memandang sinis dan menatap muka mengancam. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan cara langsung mengukur reliabilitas 200 orang subyek tanpa melakukan try out sebelumnya, dan hasilnya dijadikan sebagai try out terpakai.
Dimensi yang pertama adalah bullying fisik. Bullying fisik adalah bullying yang bersifat langsung dan terdapat kontak fisik antara korban dan pelaku. Aspek dalam
bullying fisik termasuk menggigit, menarik rambut, memukul, menendang, mengunci, menonjok, mendorong, mencakar, merusak kepemilikan korban, penggunaan senjata, dan perbuatan kriminal. Semakin tinggi skor pada dimensi ini, maka subyek cenderung melakukan perilaku bullying fisik, demikian pula sebaliknya. Dimensi bullying fisik memiliki 5 pernyataan positif. Melalui hasil uji reliabilitas diketahui bahwa alat ukur bullying dimensi bullying fisik memiliki koefisien Alpha Cronbach sebesar 0.440 (lihat lampiran 7). Hasil analisa menunjukkan bahwa dari 5 butir pernyataan yang ada, ada satu butir yang lebih kecil dari .2. Sehingga butir tersebut dibuang. Butir tersebut adalah butir 6. Setelah dibuang, total butir yang valid dan reliabel ada 4 butir dan koefisien Alpha Cronbach menjadi 0.424 yang artinya reliabilitas alat ukur bullying fisik rendah karena mendapatkan skor dibawah 0.6.
Dimensi kedua adalah bullying non fisik yang terdiri dari Bullying verbal dan bullying non verbal. Bullying verbal adalah tindakan menyakiti oranglain yang dilakukan dengan menggunakan kata-kata. Aspek dalam bullying verbal termasuk Panggilan telepon yang meledek, mengancam, menghasut, berkata jorok pada korban, berkata menekan , menyebarluaskan kejelekan korban. Semakin tinggi skor pada dimensi ini, maka subyek cenderung melakukan perilaku bullying verbal. Bullying relasional perilaku menyakiti oranglain dengan sengaja mendiamkan dan mengucilkan seseorang. Aspek dalam bullying relasional termasuk mendiamkan seseorang, mengucilkan seseorang, penolakan kelompok, pemberian gesture tubuh yang tidak menyenangkan, seperti memandang sinis dan menatap muka mengancam. Semakin tinggi skor pada dimensi ini, maka subyek cenderung melakukan perilaku bullying relasional, demikian pula sebaliknya.
Dimensi bullying non fisik memiliki 10 pernyataan positif. Melalui hasil uji reliabilitas diketahui bahwa alat ukur bullying dimensi bullying non fisik memiliki koefisien Alpha Cronbach sebesar 0.608 (lihat lampiran 7). Hasil analisa menunjukkan bahwa dari 10 butir pernyataan yang ada, ada dua butir yang lebih kecil dari .2. Sehingga butir tersebut dibuang. Butir tersebut adalah butir 3 dan butir 8. Setelah dibuang, total butir yang valid dan reliabel ada 8 butir dan koefisien Alpha Cronbach menjadi 0.609 yang artinya reliabilitas alat ukur bullying non fisik baik.
Tabel 3
Blueprint skala bullying
Dimensi Indikator Aspek Favorable Total
Bullying fisik Mencubit 1,5,6,10,13 5
mendorong memukul mencakar
Bullying non fisik Bullying verbal mengejek 2,3,7,9,15 5 Mengucapkan kata-kata kasar Memberikan nama julukan Bullying non verbal Memandang sinis 4,8,11,12,1 4 5 menjauhi Merusak barang Jumlah 15