• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengulangan dengan Perubahan Fonem

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4. Pengulangan dengan Perubahan Fonem

Pengulangan perubahan fonem ialah pengulangan bentuk dasar dengan disertai perubahan fonem. Pengulangan jenis ini sudah tidak produktif lagi dalam bahasa Indonesia. Akan tetapi, berdasarkan hasil perbandingan, masih dapat dibuktikan bahwa pengulangan jenis ini memang ada dalam bahasa Indonesia.

Misalya, kata ulang gerak-gerik. Telah diketahui bahwa kata ulang itu terbentuk

dasar gerak setelah dibandingkan dengan bentuk-bentuk, misalnya menggerakkan, digerakkan, penggerakkan, bergerak, dan pergerakan.

Menurut Fitriani dan Fatya Permata Anbiya (2015:249), kata ulang adalah kata yang mengalami proses pengulangan, kata ulang terbagi ke dalam lima jenis yaitu:

1) Kata ulang dasar (dwilingga), disebut juga pengulangan utuh. Istilah bentuk ulang utuh yang mengacu kekemiripan dapat dilihat pada contoh berikut:

ubun-ubun anak-anak

langit-langit kuda-kuda

buku-buku sekali-sekali

2) Kata ulang berimbuhan (berafiks), yaitu bentuk pengulangan yang disertaidengan proses pengimbuhan, contoh: lelaki, pertama-tama, membaca-baca.

3) Kata ulang berubah bunyi (salin suara), yaitu bentuk pengulangan yang disertai dengan perubahan bunyi. Dari segi makna pengulangan dengan cara ini mengandung makna bermacam-macam. Contohnya sebagai berikut:

sayur : sayur-mayur warna : warna-warni balik : bolak-balik gerak : gerak-gerik

4) Kata ulang sebagian (dwipurwa), yaitu bentuk pengulangan yang terjadi hanya pada sebagian bentuk dasar, seperti pepohonan, tali temali, dan sebagainya.

5) Kata ulang semu, yaitu kata yang bentuknya menyerupai imbuhan, tetapi bukan kata ulang, seperti kupu-kupu, kura-kura, dan laba-laba.

Alwi, dkk. (2014:152 ̶ 155) membagi penurunan verba intransitif dengan reduplikasi atau perulangan mempunyai enam macam bentuk:

1) Dasar + Dasar

makan-makan mandi-mandi

batuk-batuk minum-minum

duduk-duduk

2) Dasar + (Prefiks +Dasar)

memukul : pukul-memukul membantu : bantu-membantu menolong : tolong-menolong membahu : bahu-membahu berbalas : balas-membalas

3) Dasar + (Prefiks + Dasar + Sufiks) menghormati : hormat-menghormati menutupi : tutup-menutupi 4) (Prefiks + Dasar) + Dasar

berjalan-jalan melompat-lompat

berteriak-teriak bersenang-senang

menjadi-jadi termenung-menung

terkencing-kencing

5) Prefiks + (Dasar + Dasar) + Sufiks bersalaman : bersalam-salaman berpelukan : berpeluk-pelukan berdekatan : berdekat-dekatan keheranan : keheran-heranan berlarian : berlari-larian 6) Perulangan dengan salin bunyi

bolak-balik cerai-berai

lalu-lalang compang-camping

kelap-kelip mondar-mandir

Perlu dicatat bahwa dua bentuk yang termasuk dalam satu kelompok yang sama belum tentu diturunkan melalui proses yang sama pula. Perhatikan misalnya, verba berlari-lari dan bersenang-senang pada kelompok (4). Berlari-lari diturunkan dari verba berlari yang kemudian diikuti oleh kata dasar lari sehingga formulanya adalah (Prefiks + Dasar) + Dasar. Sebaliknya, bersenang-senang diturunkan dari senang-senang yang kemudian ditambah ber-. Dngan demikian, formulanya adalah Prefiks + (Dasar + Dasar). Penurunan seperti yang terakhir ini tampak pula pada dasar kata yang merupakan bentuk reduplikasi leksikal.

Contoh:

cita-cita : ber + (cita-cita) angan-angan : ber + (angan-angan) pura-pura : ber + (pura-pura) d. Makna Kata Ulang atau Reduplikasi

Ramlan (2001: 176-184), menyatakan bahwa makna reduplikasi atau pengulangan kata terbagi menjadi 11 bagian yaitu:

1) Menyatakan makna ‘banyak yang berhubungan dengan bentuk dasar`.

Contoh: rumah itu sudah sangat tua (rumah – rumah itu sudah sangat tua).

Kata rumah dalam kalimat rumah itu sudah tua menyatakan “sebuah rumah”, sedangkan kata rumah-rumah dalam kalimat rumah-rumah itu sudah tua menyatakan “banyak rumah.”

2) Menyatakan makna ‘banyak yang tidak berhubungan bentuk dasar`. Contoh:

Mahasiswa yang pandai-pandai mendapatkan beasiswa (mahasiswa itu pandai).

3) Menyatakan makna ‘tak bersyarat’ dalam kalimat. Contoh: jambu-jambu mentah dimakannya. Pengulangan pada kata jambu dapat digantikan dengan kata meskipun, menjadi meskipun jambu mentah, dimakannya. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa pengulangan pada kata jambu menyatakan makna yang sama dengan makna yang dinyatakan oleh kata meskipun, ialah makna tak bersyarat.

4) Menyatakan makna yang menyerupai apa yang tersebut pada bentuk dasar.

Dalam hal ini proses pengulangan berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks–an. Contoh: Rumah-rumahan : yang menyatakan rumah.

5) Menyatakan bahwa perbuatan tersebut pada bentuk dasar dilakukan berulang–ulang. Contoh: Berteriak-teriak: berteriak berkali-kali.

6) Menyatakan bahwa perbuatan yang tersebut pada bentuk dasar dilakukan dengan enaknya, dengan santainya, atau dengan senangnya. Contoh:

Berjalan-jalan : berjalan dengan santainya.

7) Menyatakan bahwa perbuatan pada bentuk ini dilakukan oleh dua pihak dan saling mengenai. Dengan kata lin pengulangan ini menyatakan makna saling.

Contoh: pandang-memandang : saling memandang.

8) Menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan perkejaan yang tersebut pada bentuk dasar. Contoh: cetak-mencetak : hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan mencetak.

9) Menyatakan makna agak, contoh: kemerah–merahan : agak merah.

10) menyatakan makna tingkat yang paling tinggi yang dapt dicapai. Dalam hal ini pengulangan berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks se-nya.

Contoh: sepenuh-penuhnya : tingkat penuh yang paling tinggi yang apat dicapai sepenuh mungkin.

11) Selain dari makna-makna yang tersebut di atas, terdapat juga proses pengulangan yang sebenarnya tidak mengubah arti bentuk dasarnya, melainkan hanya menyatakan intensitas perasaan. Contoh: kata:

mengharapkan dengan mengharap-harapkan, membedakan dengan membeda-bedakan.

5. Media Massa di Indonesia

Perkembangan bahasa Indonesia ragam lisan sejak proklamasi kemerdekaan memang luar biasa dengan berkembangnya sarana untuk penggunaan bahasa secara lisan seperti pendidikan bahasa formal, siaran radio, siaran televisi, dan percakapan lainnya Abdul Chaer (2013:141). Menjelang akhir abad Sembilan belas dan awal abad dua puluh perkembangan bahasa Melayu di Indonesia sejalan dan seiring dengan perkembangan penerbitan surat kabar dan perkembangan kesadaran keindonesiaan, ditandai dengan banyaknya tokoh pergerakan kebangsaan yang juga berkecimpung dalam dunia jurnalistik, Adam

(dalam Abdul Chaer 2013:143). Surat kabar pertama yang terbit di Indonesia adalah Bataviasche Nouvelles pada tanggal 8 Juli 1744 di Batavia dan menggunakan bahasa Belanda. Sedangkan Surat kabar tertua bahasa Melayu adalah Soerat Chaber Melayou yang pertama terbit tanggal 12 Januari 1856 di Surabaya. (Abdul Chaer 2013:143).

Mohammad (dalam Abdul Chaer 2013:148) mengatakan bahwa peranan pers dalam perkembangan bahasa Indonesia besar sekali. Malah dikatakannya pula, tanpa ikut sertanya pers dalam penggunaan bahasa Indonesia perkembangannya itu tidak akan terjadi, atau tidak akan banyak artinya. Harmoko dan Kurnia (dalam Abdul Chaer 2013:148) menyatakan bahwa media massa mempunyai peranan besar dalam pengembangan bahasa Indonesia.

B. Kerangka Pikir

Bagian ini akan diuraikan beberapa hal yang dijadikan sebagai landasan berpikir selanjutnya. Landasan berpikir yang dimaksud untuk mengarahkan menentukan data dan informasi dalam penelitian ini guna memecahkan masalah yang telah dipaparkan, untuk itu akan diuraikan secara rinci landasan berpikir yang dijadikan pegangan dalam penelitian ini.

Morfologis merupakan salah satu bidang linguistik yang membahas tentang seluk beluk kata. Dalam proses morfologis terbagi atas tiga bagian yaitu afiksasi, komposisi, dan reduplikasi. Reduplikasi adalah proses pengulangan kata yang dapat berupa utuh, sebagian, berkombinasi dengan perubahan afiks, maupun

perubahan fonem. Penggunaan kata ulang dimanfaatkan untuk mempermudah pembaca dalam memahami isi dari surat kabar.

Surat kabar yang di dalamnya menyajikan banyak perpaduan berita-berita penting bagi semua kalangan masyarakat. Untuk mengetahui hal-hal yang mencakup jenis-jenis reduplikasi dalam surat kabar tersebut kata ulang memiliki bentuk dasar yang diulang. Untuk menentukan penggunaan reduplikasi dalam surat kabar, tentunya berpatokan pada empat jenis reduplikasi yaitu pengulangan seluruh, pengulangan sebagian, pengulangan dengan perubahan fonem, dan pengulangan berkombinasi dengan afiks. Setelah mengetahui keempat jenis reduplikasi, maka dilakukanlah analisis data sehingga dapat menghasilkan sebuah temuan yang berkenaan dengan penggunaan reduplikasi pada surat kabar. Hal ini dapat dilihat melalui kerangka pikir berikut ini.

Bagan 2.1 Kerangka Pikir Morfologis

Proses Morfologis

Surat kabar Harian Fajar

Reduplikasi Komposisi

Afiksasi

Pengulangan dengan perubahan

fonem Pengulangan

yang berkombinasi

dengan afiks Pengulangan

sebagian Pengulangan

seluruh

Analisis

Temuan

33 A. Jenis Penelitian

Rancangan penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif.

Penelitian deskriptif kualitatif yaitu rangkaian kegiatan untuk memperoleh data yang bersifat apa adanya tanpa ada dalam kondisi tertentu yang hasilnya lebih menekankan makna. Di sini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena penelitian ini mendeskripsikan tentang penggunaan reduplikasi pada surat kabar Harian Fajar.

B. Definisi Istilah

Untuk lebih memahami definisi istilah ini, berikut akan diuraikan definisi istilah sebagai berikut:

1. Proses morfologis adalah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata.

2. Reduplikasi adalah pengulangan satuan gramatik, baik seluruhnya maupun sebagiannya, baik dengan variasi fonem, maupun tidak. Hasil pengulangan disebut kata ulang, sedangkan satuan yang diulang merupakan bentuk dasar.

3. Pengulangan seluruh ialah pengulangan seluruh bentuk dasar, tanpa perubahan fonem dan tidak berkombinasi dengan proses pembubhan afiks.

4. Pengulangan sebagian ialah pengulangan sebagian dari bentuk dasarnya atau bentuk dasar tidak diulang seluruhnya.

5. Pengulangan yang berkombinasi dengan pembubuhan afiks ialah pengulangan bentuk dasar disertai dengan penambahan afiks secara bersama-sama.

6. Pengulangan dengan perubahan fonem ialah pengulangan bentuk dasar dengan disertai perubahan fonem.

7. Karya sastra adalah perwujudan dari pengalaman jiwa, bahasa, garis, atau simbol-simbol lain yang unsur-unsurnya dipadukan pengarang dengan kekuatan imajinasi.

8. Surat kabar ialah suatu penerbitan yang ringan yang mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik.

C. Data dan Sumber Data 1. Data

Data penelitian ini adalah berupa kata yang di dalamnya terdapat penggunaan reduplikasi pada surat kabar harian fajar.

2. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah surat kabar harian fajar, diterbitkan oleh PT. Media Fajar yang dipimpin oleh Bapak H. Syamsu Nur, kantor pusat Jl. Urip Sumuharjo No. 20 (Gedung Graha Pena), kota makassar, sulawesi selatan.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik catat. Teknik catat dilakukan dengan mencatat penulisan reduplikasi atau kata ulang yang terdapat dalam surat kabar harian fajar, dengan langkah sebagai berikut:

1. Membaca berulang-ulang surat kabar harian fajar sampai menemukan data yang sesui dengan rumusan masalah.

2. Mencatat seluruh bagian yang relevan dengan rumusan masalah yang akan diteliti.

3. Mengumpulkan bahan bacaan yang berhubungan dan mendukung dalam pengambilan kesimpulan tentang objek yang akan diteliti.

E. Teknik Analisis Data

Berdasarkan teknik analisis data yang dipergunakan, maka data dianalisis secara kualitatif deskriptif, selanjutnya dideskripsikan berdasarkan reduplikasi yang dijadikan acuan penelitian meliputi:

1. Menelaah seluruh data yang telah diperoleh berupa surat kabar harian fajar.

2. Mengidentifikasi semua data yang termasuk reduplikasi dalam surat kabar harian fajar.

3. Mengelompokkan jenis reduplikasi yang terdapat dalam surat kabar harian fajar.

4. Menganalisis penggunaan reduplikasi dalam surat kabar harian fajar.

5. Mereduksi jenis reduplikasi atau kata ulang yang terdapat dalam surat kabar harian fajar.

6. Menyimpulkan jenis reduplikasi atau kata ulang yang terdapat dalam .

37 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Agar sistematis dan konkrit, maka dalam penyajian analisis data, penulis menguraikan fokus penelitian proses morfologis reduplikasi yaitu pengulangan seluruh, pengulangan sebagian, pengulangan yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks, dan pengulangan dengan perubahan fonem yang digunakan pengarang dalam surat kabar Harian Fajar edisi 16 Februari 2019 sampai 20 Februari 2019. Pengulangan seluruh ialah pengulangan bentuk dasar secara keseluruhan, tanpa berkombinasi dengan pembubuhan afiks dan tanpa pembubuhan fonem. Pengulangan sebagian ialah pengulangan bentuk dasar secara sebagian, tanpa perubahan fonem. Pengulangan yang berkombinasi dengan pembubuhan afiks ialah pengulangan bentuk dasar disertai dengan penambahan afiks secara bersama-sama atau serentak dan bersama-sama pula mendukung satu arti. Di dalam bahasa Indonesia ada beberapa imbuhan yang dapat bergabung secara bersama-sama dengan pengulangan bentuk membentuk satu arti, yaitu (-an), (ke-(-an), dan (se-nya). Pengulangan perubahan fonem ialah pengulangan bentuk dasar dengan disertai perubahan fonem.

Di dalam menguraikan hasil penelitian ini, penulis menguraikan secara sistematis sesuai dengan fokus penelitian, yaitu pengulangan seluruh, pengulangan sebagian, pengulangan yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks, dan pengulangan dengan perubahan fonem yang digunakan

pengarang dalam surat kabar Harian Fajar edisi 16 Februari 2019 sampai 20 Februari 2019.

1. Pengulangan seluruh

Berikut kutipan surat kabar yang menggunakan pengulangan seluruh yang digunakan dalam surat kabar Harian Fajar edisi 16 Februari 2019 sampai 20 Februari 2019:

a. Sabtu, Tanggal 16 Februari 2019 1) Anak-anak

Agenda itu termasuk kegiatan sosial untuk menyemangati anak-anak korban banjir. (hal. 6)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: anak-anak anak-anak.

Kata anak-anak sebagai hasil pengulangan bentuk dasar anak yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya manusia yang masih kecil.

2) Kompetensi-kompetensi

Jadi, saya aktif lagi balapan mulsi ikut kompetensi-kompetensi. (hal. 7) Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: kompetensi kompetensi-kompetensi.

Kata kompetensi-kompetensi sebagai hasil pengulangan bentuk dasar kompetensi yang mempunyai funsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya kemampuan.

3) Teman-teman

Saya bisa berkenalan dengan teman-teman pembalap di Indonesia maupun luar Negeri. (hal. 7)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: teman-teman kata teman teman-teman.

Kata teman-teman sebagai hasil pengulangan bentuk dasar teman yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya sahabat.

4) Pihak-pihak

Kemudian pihak-pihak yang inginkan impor jagung silahkan berhubungan dengan pemerintah daerah. (hal. 7)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: pihak pihak-pihak.

Kata pihak-pihak sebagai hasil pengulangan bentuk dasar pihak yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya sisi atau bagian.

5) Alat-alat

Penggeledehan untuk mencari alat-alat bukti itu dilakukan (hal. 7) Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: apa alat-alat.

Kata alat-alat sebagai hasil pengulangan bentuk dasar alat yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya benda yang dipakai mengerjakan sesuatu.

6) Bukti-bukti

Penggeledehan itu dilakukan hanya untuk mencari bukti-bukti tambahan terkait adanya kasuspengantaran skor yang sedang marak terjadi dipersepakbolaan Indonesia. (hal. 7)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: bukti bukti-bukti.

Kata bukti-bukti sebagai hasil pengulangan bentuk dasar bukti yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya sesuatu yang menyatakan kebenaran.

7) Betul-betul

Dalam hal ini penyidik betul-betul menguatkan alat (hal. 7)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: betul betul-betul.

Kata betul-betul sebagai hasil pengulangan bentuk dasar betul yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata sifat, yang artinya sungguh benar.

8) Nilai-nilai

Pendidikan yang terbaik dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan di tengah arus globalisasi menuju era indutri 4.0, katanya. (hal. 9)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: nilai niai-nilai.

Kata nilai-nilai sebagai hasil pengulangan bentuk dasar nilai yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya hal-hal yang penting.

9) Hal-hal

Polres dan TNI sudah memberikan dukungan pengamanan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (hal. 23)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: hal hal-hal.

Kata hal-hal sebagai hasil pengulangan bentuk dasar hal yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya perkara.

10) Tidak-tidak

Susanti menduga dipukuli karena menceritakan sesuatu yang tidak-tidak kepada istri BT. (hal. 11)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: tidak tidak-tidak.

Kata tidak-tidak sebagai hasil pengulangan bentuk dasar tidak yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata sifat, yang artinya tidak masuk akal.

11) Salah-salah

Dia kira saya sudah cerita salah-salah kepada istrinya (hal. 23) Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: salah salah-salah.

Kata salah-salah sebagai hasil pengulangan bentuk dasar salah yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata sifat, yang artinya tidak benar.

12) Saksi-saksi

Polisi akan melakukan pemeriksaan dengan memanggil saksi-saksi dan mendengarkan penjelasan kepada dua belah pihak . (hal. 11)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: saksi saksi-saksi.

Kata saksi-saksi sebagai hasil pengulangan bentuk dasar saksi yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda , yang artinya orang yang melihat sendiri suatu peristiwa.

13) Hasil-hasil

“...Itu hasil-hasil yang fantastis dan terus dibicarakan sampai bertahun-tahun kemudian...” (hal. 13)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: hasil hasil-hasil.

Kata hasil-hasil sebagai hasil pengulangan bentuk dasar hasil yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya perolehan.

14) Menu-menu

Belum termasuk menu-menu yang dikombinasikan dengan keju mozarella.

(hal. 13)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: menu menu-menu.

Kata menu-menu sebagai hasil pengulangan bentuk dasar menu yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya daftar makanan dan minuman yang dihidangkan.

b. Senin, Tanggal 18 Februari 2019 15) Macam-macam

Macam-macam pokoknya. “paparnya”. (hal.5)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: macam macam-macam.

Kata macam-macam sebagai hasil pengulangan bentuk dasar macam-macam yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya beragam.

16) Janji-janji

Jokowi berjanji priode keduanya akan menuntaskan janji-janji kampanyenya. (hal. 30)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: janji janji-janji.

Kata janji-janji sebagai hasil pengulangan bentuk dasar janji yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat.

17) Gatal-gatal

Gejalahnya diabetes sering haus dan sebagainya, gatal-gatal. (hal. 7) Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: gatal gatal-gatal.

Kata gatal-gatal sebagai hasil pengulangan bentuk dasar gatal yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata sifat, yang artinya berasa sangat geli pada kulit.

18) Saudara-saudara

Lalu ibu dan saudara-saudara juga. (hal. 7)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem:saudara saudara-saudara.

Kata saudara-saudara sebagai hasil pengulangan bentuk dasar saudara yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya orang yang seibu dan seayah.

19) Anak-anak

Belakangan, marak balapan-balapan liar terjadi yang mayoritas anak-anak muda . (hal. 6)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: anak anak-anak.

Kata anak-anak sebagai hasil pengulangan bentuk dasar anak yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya manusia yang masih kecil.

20) Tanda-tanda

Setelah adanya kesusahan pasti ada kemudahan tanda-tanda itu sudah terlihat. (hal. 41)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: tanda tanda-tanda.

Kata tanda-tanda sebagai hasil pengulangan bentuk dasar tanda yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya petunjuk.

21) Anak-anak

Bahkan kani tidak tinggaldiam untuk meningkatkan kemampuan anak-anak didik kita .( hal. 6)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: anak anak-anak.

Kata anak-anak sebagai hasil pengulangan bentuk dasar anak yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya manusia yang masih kecil.

22) Betul-betul

Penerapan Gakken After School sangat memuaskan karena betul-betul membentuk karakter anak didik sejak dini. (hal. 7)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: betul betul-betul.

Kata betul-betul sebagai hasil pengulangan bentuk dasar betul yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata sifat, yang artinya sungguh-sungguh.

23) Jauh-jauh

Jadi yang dari sulbar atau utara sulsel tidak perlu lagi jauh-jauh ke Makassar. (hal. 53)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: jauh jauh-jauh.

Kata jauh-jauh sebagai hasil pengulangan bentuk dasar jauh yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata sifat, yang artinya panjang antaranya (jaraknya).

c. Selasa, Tanggal 19 Februari 2019 24) Anak-anak

Anak-anak muda mau tahu, dan penduduk kota ini ingat kalau bahasa Makassar itu indah. (hal. 7)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: anak anak-anak.

Kata anak-anak sebagai hasil pengulangan bentuk dasar anak yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya manusia yang kecil.

25) Kapal-kapal

Kapal-kapal tersebut memproduksi sehingga 2.300an ton ikan ( hal. 7) Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: kapal kapal-kapal.

Kata kapal-kapal sebagai hasil pengulangan bentuk dasar kapal yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya kendaraan pengangkut penumpang dan barang dilaut.

26) Klub-klub

Melawan klub-klub semenjana saja, gawang anak-anak asuh Niko Kovac sering kebobolan. (hal. 7)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: benih klub-klub.

Kata klub-klub sebagai hasil pengulangan bentuk dasar klub yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya perkumpulan yang menyelenggarakan kegiatan olahraga cabang sepak bola.

27) Sedikit-sedikit

Pare-pare harus mengambil peran, jangan sedikit-sedikit orang berobat keluar (hal. 9)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: sedikit sedikit-sedikit.

Kata sedikit sebagai hasil pengulangan bentuk dasar sedikit yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata keterangan, yang artinya setiap kali sedikit.

28) Karya-karya

Diperkan karya-karya dan kinerja seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat sekabupaten Enrekang selama lima tahun terakhir. (hal. 11) Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: karya karya-karya.

Kata karya-karya sebagai hasil pengulangan bentuk dasar karya yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya hasil ciptaan.

29) Sampah-sampah

Sampah-sampah plastik selanjutkan akan diolah dengan menggunakan konsep 3R (hal. 12)

Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: sampah sampah-sampah.

Kata sampah-sampah sebagai hasil pengulangan bentuk dasar sampah yang mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata benda, yang artinya barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai.

30) Faktor-faktor

Berdasarkan faktor-faktor antara lain perusahaan tidak strategis. (hal. 13) Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: faktor faktor-faktor.

Berdasarkan faktor-faktor antara lain perusahaan tidak strategis. (hal. 13) Morfem bebas pengulangan seluruh morfem: faktor faktor-faktor.

Dokumen terkait