• Tidak ada hasil yang ditemukan

نيِبُم Artinyan : “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam

METODE PENELITIAN

F. Pengumpulan Data

Pengumpulan datan menggunakan teknis yang umum digunakan yakni :

1. Observasi Partisipan

Data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dicatat dalam catatan lapangan yang terdiri dari dua aspek, yaitu deskripsi dan refleksi. Data yang diperoleh dalam wujud kata-kata dikumpulkan dalam aneka macam cara seperti observasi, wawancara, intisari dokumen, pita rekaman dan diproses melalui pencatatan, pengetikan, penyuntingan95. Catatan deskripsi merupakan data alami yang berisi tentang apa yang dilihat, didengar, dirasakan, disaksikan dan dialami sendiri oleh peneliti tanpa adanya pendapat dan penafsiran dari peneliti tentang fenomena yang dijumpai. Data-data yang dikumpulkan meliputi tempat, pelaku, dan kegiatan yang dilakukan dalam situasi tertentu. Sedangkan catatan refleksi yaitu catatan yang memuat kesan, komentar dan tafsiran peneliti tentang temuan yang dijumpai dan merupakan bahan rencana pengumpulan data untuk tahap selanjutnya.

95

Miles, M.B., & Huberman, M. Qualitative data analysis: an expanded source book (2. ed.). London. 1994. 15.

Guna mendapatkan catatan ini maka peneliti melakukan berbagai metode seperti observasi, metode partisipasi, dan wawancara dengan beberapa informan. Menurut Miles dan Huberman yang dimaksud dengan analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi96.

Observasi merupakan teknik atau memperoleh data dengan jalan melakukan pengamatan terhadap kegiatan yang berlangsung97. Teknik sengaja disiapkan penulis karena fokus penelitian terkait dengan implementasi nilai spiritual dan sosial siswa MI, sehingga diperlukan observasi mendalam untuk mendapatkan jawaban yang valid. Dalam pelaksanaan observasi akan berusaha sebanyak mungking mengikuti berbagai preoses Kegitan Belajar Mengajar (KBM) khususnya Kelas IV dan V. Semua kegiatan dimaksud kemudian mencatat, mendokumentasikan (foto dan video).

Secara umum kegiatan yang diobservasi sebagaimana dengan tujuan penelitian yaitu :

a. Mendeskripsikan konsep pengembangan academic culture berbasis spiritual dan sosial siswa MI Al Fitrah Ojang

1) Indikator Nilai-nilai spiritual siswa seperti : o Melakanakan sholat fardu maupun sunnat o Membaca Al-Qur’an

o Menghafal do’a-doa pendek

96

Miles, M.B., & Huberman, M. Qualitative data analysis : 16 97 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidika : 220

o Menghormati orang tua o Menghromati guru

2) Indikator Nilai-nilai sosial siswa seperti : o Jujur o Disiplin o Tanggung Jawab o Toleransi o Gotong Royong o Santun o Percaya Diri

b. Mendeskripsi proses strategi pengembangan academic culture berbasis spiritual dan sosial siswa MI Al Fitrah Ojang

Indilator penilaian menjawab tujuan yang ke dua penelitian ini dengan melakukan wawancara terstruktur kepada Informen yang telah disiapkan dengan menggali proses strategi pengembangan academic culture berbasis spiritual dan sosial siswa MI Al Fitrah Ojang

c. Menganalisis impilkasi pengembangan academic culture berbasis spiritual dan sosial siswa MI Al Fitrah Ojang di tengah masyakat muslim-minoritas

Indilator penilaian untuk menjawab tujuan yang ke tiga penelitian ini dengan melakukan analisis data dua indikator utama dan impilkasi pengembangan academic culture berbasis spiritual dan sosial siswa MI Al Fitrah Ojang di tengah masyakat muslim-minoritas

Selama kegiatan observasi peneliti bisa berperan sebagai pengamat (non participation) sebagi contoh penulis hanya mengamati namun pada kesempatan yang lain bisa terlibat secara aktif (moderate partisipation). Misalnya mengikuti kegiatan rapat internal madrasah maupun supervisi di kelas. Observasi terdiri dari 5 (lima) tingkatan yaitu98 :

a. Tanpa partisipasi (non partisipation), yaitu mengamati saja yang dilakukan oleh Informen.

b. Partipasi pasif (pasif partisipation), yaitu peneliti berperan sebagai pengamat yang dilakukan oleh Informen dalam situasi sosial penelitian.

c. Partisipasi sedang (moderate partisipatoin), yakni peneliti terlibat secara terbatas terhadap aktifitas yang dilakukan informen.

d. Parsipasi aktif (active partisipatoin), yaitu peneliti melakukan aktifitas yang dilakukan Informen.

e. Partisipasi penuh (complete partisipation), yaitu peneliti melakukan segala sesuatu yang dilakukan informen.

2. Wawancaran Mendalam

Wawancara dimaknai sebagai pertemuan dua orang untuk bertukar informasi atau ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam satu topik tertentu99. Dengan wawancara peneliti akan mengatahui hal-hal yang lebih mendalam tentang Informen dalam menginterpretasikan situasi dan fenemena

98

Safiah Faisal, Penelitian Kualitatif, Dasar-Dasar dan Aplikasinya. Malang, Yayasan Asih Asah Asuh, 1990, 54

yang terjadi, dimana hal ini tidak dapat ditemukan melalui observasi100. Adapun kegiatan wawancara langsung bertatap muka dengan Informen, atau melalui telfon secara terstruktur. Ternik ini diperlukan untuk menggali dan mengungkapkan data sesuai dengan tujuan penelitian. Wawancara disamping berfungsi sebagai pengumpulan data juga akan memperdalam pengetahuan penulis tentang objek yang diteliti. Sebelum melakukan wawancara ada beberapa langkah yang perlu dipersiapkan sebelum terjun di lapangan. Langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam melakukan wawancara, yaitu :

a. Menentukan calon informen

b. Semua pertanyaan yang akan disampaikan ke informen disiapkan secara matang.

c. Membuat pengantar/prakata dan runtun pertanyaan

d. Memastikan bahwa informen bersedia dikonfirmasi terkait dengan hasil wawancara

e. Semua naskah hasil wawancara di lapanan sedapat mungkin dientri di dalam laptop/Personal Computer (PC)

f. Menelusuri perihal dilakukan wawancara lanjutan101

Pelaksanaan wawancara dilakukan secara terbuka untuk menggali informasi dari subjek penelitian seperti kepala sekolah, guru-guru kelas, dan unsur masyarakat. Ketepatan waktu dan ruang wawancara mutlak dilakukan serta

100

Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi (mix method), I 101 Sanafiah Faisal, Penelitian Kualitati, 65

membuat janji dengan calon informen. Peneliti sedapat mungkin menyiapkan waktu dan keadaan rileks untuk mendapatkan data yang akurat.

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan metode mencari data dengan mengumpulan catatan, transkrip, buku-buku, surat kabar, majalah, notulen rapat, agenda, dan sebagainya102. Data dikumpulkan melalui berbagai dokumen yang ada hubungan dengan nilai-nilai spiritual dan sosial siswa MI dan penilaian dari perilaku mereka di masyarakat Muslim-minoritas. Dokumen yang dibutuhkan berasal dari unsur Madrasah seperti : Kepala Sekolah, Guru-Guru, Komite Sekolah, Yayasan, dan Unsur Masyarakat. Selanjutnya data tersebut dinalisis dan menginterpretasikan isi dan maknanya.