• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengungkapan (Disclosure)

Dalam dokumen DISERTASI BAYU TRI CAHYA 93314050520 (Halaman 57-62)

BAB II : LANDASAN TEORI

C. Pengungkapan (Disclosure)

Pengungkapan (disclosure) adalah informasi yang diberikan oleh perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai keadaan perusahaan. Suatu pengungkapan harus memuat semua informasi termasuk informasi kuantitatif (seperti komponen persediaan dalam nilai mata uang), dan komponen kualitatif (seperti tuntutan hukum), bahkan setiap kejadian yang terjadi dengan tiba-tiba yang dapat mempengaruhi posisi keuangan harus diungkapkan secara khusus untuk membantu para pengguna laporan tahunan.26

Pengungkapan (disclosure) dalam laporan tahunan didefinisikan sebagai penyediaan sejumlah informasi yang dibutuhkan untuk pengoperasian secara optimal pasar modal efisien.27 Hendriksen dan Van Breda berpendapat bahwa

pengungkapan dalam laporan keuangan mengandung arti penting untuk menyajikan informasi yang berguna membantu beroperasinya pasar modal secara efisien.28 Hal ini dapat diartikan bahwa pengungkapan juga mencakup upaya

mengkomunikasikan informasi perusahaan yang material baik kuantitatif maupun kualitatif yang bersifat retrospektif maupun prospektif kepada investor dan stakeholderlainnya.29

Pengungkapan (disclosure) juga merupakan pengungkapan informasi yang diberikan sebagai lampiran pada laporan keuangan sebagai catatan kaki atau

25 Suwaldiman, Motivasi Pelaporan Kinerja Sosial ... h. 67.

26GAAP 98:Interpretation and Application of Generally Accepted Accounting Principles

1998, Wiley,h.42.

27E. S. Hendriksen. Teori Akunting 5“' Buku Satu. Batam: Interaksara, 1998, h. 136.

8E.S. Hendriksen, dan M. F. Van Breda.

Accounting Theory, 5thEdition (Singapore:

Irwin-McGraw-Hill, 2001), h. 833.

tambahan.30Informasi ini menyediakan penjelasan yang lebih lengkap mengenai

posisi keuangan, hasil operasi, dan kebijakan perusahaan. Informasi penjelasan mengenai kesehatan keuangan dapat juga diberikan dalam laporan pemeriksaan. Semua materi harus disingkapkan termasuk informasi kuantitatif maupun kualitatif yang sangat membantu pengguna laporan.31

Menurut Scott jenis pengungkapan yang dipublikasikan perusahaan terdapat dua yaitu mandatory disclosure (pengungkapan wajib) dan voluntary disclosure (pengungkapan sukarela).32 Pengungkapan wajib (mandatory

disclosure) adalah pengungkapan yang diharuskan dalam laporan tahunan menurut peraturan Bapepam, sedangkan pengungkapan sukarela (voluntary disclosure) adalah pengungkapan yang tidak diwajibkan oleh Bapepam, dengan kata lain pengungkapan yang melebihi dari yang diwajibkan.33 Pengungkapan

wajib dipandang sebagai pengungkapan yang harus dipenuhi oleh perusahaan sehingga perusahaan diasumsikan mematuhi pengungkapan minimal yang diharuskan tersebut, karena jika pengungkapan minimal yang wajib tersebut tidak terpenuhi maka perusahaan akan dituntut untuk memenuhi kekurangannya, sehingga dapat diasumsikan bahwa perusahaan mentaati pengungkapan wajib.34

Lebih lanjut pengungkapan sukarela adalah jenis penyampaian informasi keuangan perusahaan pada publik yang diungkapkan secara sukarela di dalam laporan keuangan, tanpa ada kewajiban yang mengaturnya. Pengungkapan sukarela yang dilakukan perusahaan tersebut berperan melengkapi informasi yang bersifat wajib. Semakin luas cakupan oleh perusahaan, maka semakin baik pula pemahaman pasar atas perusahaan, sehingga menurunkan ketidakpastian akibat

J. G. Siegel dan J. K. Shim. Kamus Istilah Akuntansi (Jakarta, PT. Elex Media Computindo, Kelompok Gramedia,1994), h.147

31Ibid.

32William R Scott.Financial Accounting Theory. Edisi 6 (New Jersey: Prentice Hall,

2012), h. 15-17.

33 Siti Aisah Murni. Pengaruh Luas Pengungkapan Sukarela Dan Asimetri Informasi

terhadap cost of capital pada perusahaan publik di indonesia.Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol 7 no 2 (2004), h. 193

34Puruwita Wardani. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan Sukarela.

asimetri informasi.35Pengungkapan sukarela tidak memiliki tuntutan untuk wajib

diungkapkan namun dengan adanya pengungkapan sukarela diharapkan akan dapat memenuhi ketersediaan informasi yang dibutuhkan bagi parastakeholder.36

Hal ini sesuai Financial Accounting Standards Board (FASB) dimana pengungkapan sukarela sebagai informasi yang dipublikasikan secara sukarela oleh perusahaan publik, namun tidak termasuk informasi dasar yang diwajibkan untuk publikasi, baik oleh prinsip akuntansi yang berterima umum maupun lembaga regulasi.37

Meskipun telah diketahui manfaat dan arti penting mengungkap informasi sukarela, perlu dijelaskan kenapa kadang suatu perusahaan tidak bersedia mengungkapnya. Perusahaan tidak bersedia mengungkap informasi sukarela karena sejumlah alasan. Merujuk pada pendapat Verrechia, mengungkap informasi memiliki konsekuensi biaya. Biaya yang dimaksud tidak hanya terkait dengan biaya mempersiapkan dan mempublikasikannya, namun juga terkait risiko dimanfaatkannya informasi tersebut oleh perusahaan pesaing.38 Oleh karenanya

tingkat pengungkapan pengungkapan sukarela mempertimbangkan pula sensitivitas informasi yang dipublikasikan perusahaan agar tidak memunculkan masalah eksternalitas.39

Pengungkapan sukarela adalah sebagai sarana yang efektif dalam berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan.40 Pengungkapan

sukarela mampu memberikan gambaran tentang prospek perusahaan,

35William R Scott,Financial Accounting Theoryh. 17. 36Puruwita Wardani, Faktor-faktor yang mempengaruhi ... h. 4.

37FASB, I. B. R., Insights Into Enhancing Voluntary Disclosure.Financial Accounting

Standards Board Steering Committee Report, Business Reporting Research Project, 2001, h. 5

38R. E. Verrecchia, Discretionary Disclosure.Journal 0f Accounting and Economics, Vol.

5, 1983, h. 181.

39 Bushman R. dan W. R. Landsman, The Pros and Cons Of Regulating Corporate

Reporting: A Critical Review of The Arguments.Accounting and Business Research, 40(3), 2010, h. 261.

Y. Tian dan J. Chen, Concept of Voluntary Information Disclosure and A Review of Relevant Studies.International Journal of Economics and Finance,1 (2), 2009, h. 54

menyempurnakan struktur governance dan memperluas perlindungan terhadap investor.41 Pendapat Tian dan Chen tersebut mengkonfirmasi pendapat Botosan

yang menyatakan bahwa pengungkapan sukarela berperan mengurangi kesenjangan informasi (asymmetric information) antara perusahaan dengan investor dan pihak lain di luar perusahaan.42Pendapat Botosan dan Tian dan Chen

tersebut menunjukkan peran penting pengungkapan sukarela.

Penggunaan pengungkapan sukarela didasarkan pada sejumlah alasan sebagai berikut:

1. Terdapatgapantara informasi yang disediakan perusahaan dengan informasi yang dibutuhkan investor.43

2. Hasilinterviewterhadap 401chief financial officer(CFO) di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa informasi yang bersifat mandatory memiliki kelemahan dalam kualitastimeliness, sebab informasi tersebut paling cepat diterbitkan dalam jangka waktu satu quarter, sementara investor membutuhkan informasi yang lebih cepat.44

3. Laporan keuangan (lap. keu. tahunan perusahaan) memiliki kelemahan dalam konten (isi) terutama tentang informasi apa yang diungkap.45

4. Rekomendasi guideline untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pelaporan keuangan perusahaan dengan cara memperluas pengungkapan meliputi:

a. financial and non-financial data,

41menurut Tian, Y. dan J. Chen, Concept of Voluntary Information Disclosure, …h. 56. 42C. A. Botosan dan M. A. Plumlee, A Re-Examination of Disclosure Level and The

Expected Cost of Equity Capital.Journal of Accounting Research, 40 (1), 2002, h. 22.

43M. Smith, and R. Taffler, The Incremental Effect of Narrative Accounting Information

In Corporate Annual Reports.Journal of Business Finance dan Accounting, 22 (8), 1995, h. 1195.

44J.R. Graham, C. R. Harvey, dan S. Rajgopal, The Economic Implications of Corporate

Financial Reporting.Journal of Accounting and Economics, 40 (1), 2005, h. 59.

45S. Beretta dan S. Bozzolan, A framework for the analysis of firm risk communication.

6

b. the management’s analysis offinancial and non-financial data, c. forward-looking information,

d. information on managers and stakeholders, e. company background, and

f. intangible asset (FASB, 2001).46

Pengungkapan sukarela menjadi fokus dalam penelitian ini karena perusahaan mempublikasikan pengungkapan sukarela tanpa kewajiban apapun yang mengaturnya. Pengungkapan sukarela merupakan salah satu cara bagi manajer untuk memperbaiki kredibilitas pelaporan keuangannya.47 Penelitian

mengenai pengungkapan sukarela masih memberikan hasil yang beragam khususnya terkait dengan faktor-faktor tertentu yang mempengaruhinya karena itu penelitian mengenai pengungkapan sukarela masih penting untuk diteliti. Selain itu, penelitian mengenai pengungkapan sukarela penting karena pilihan pengungkapan sukarela yang dilakukan oleh perusahaan ditujukan untuk mengendalikan konflik kepentingan antara pemegang saham, kreditor, dan manajemen.48Oleh sebab itu maka keputusan untuk mengungkap suatu informasi

benar-benar ditentukan oleh insentif perusahaan, apalagi informasi-informasi berkaitan dengan Islamic social reporting. Penelitian ini diharapkan akan memberikan kontribusi yang lebih baik mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan sukarela khususnya terkaitIslamic social reporting dari pendekatanstakeholder theorydanlegitimacy theory.

Atas dasar alasan di atas maka penelitian ini menggunakan Islamic social reporting sebagai pengungkapan sukarela sebagai variabel penelitian. Dengan demikian diharapkan penelitian ini dapat mengungkap apakah investor menggunakan informasi sukarela utamanya yang berbasis syariah dalam

46FASB, …h. 6.

47 Paul M. Healy and Krishna G. Palepu, The Effect of Firms’ Financial Disclosure

Strategies on Stock Prices, Accounting Horizons, Vol. 7, No. 1, 1993, h. 5.

48Chee W Chow and Adrian Wong-Boren, Voluntary Financial Disclosure by Mexican

mengambil keputusan investasinya. Penelitian ini berfokus pada item pengungkapan sukarela khususnya di bidangislamic socialdengan merujuk pada sejumlah penelitian terdahulu dan menyesuaikan dengan aturan di Indonesia. Sejumlah penelitian telah membuktikan manfaat pengungkapan sukarela terkait pelaporan sosial perusahaan, yaitu diantaranya yang dilakukan oleh Haniffa (2002) Othman (2009, 2010), Fitria dan Hartanti (2010), Widiawati dan Raharja (2012), Khoirudin (2012), Putri dan Yuyetta (2014), Sofyani (2012,2014), Ayu dan Siswantoro (2013), Khoirudin (2013), Saridona dan Cahyandito (2015), Safarina (2016).

Dalam dokumen DISERTASI BAYU TRI CAHYA 93314050520 (Halaman 57-62)

Dokumen terkait