BAB II LANDASAN TEORI DAN TELAAH LITERATUR
2.2. Telaah Literatur
2.2.4 Pengungkapan Sukarela (Voluntary Disclosure)
Pengungkapan sukarela (voluntary disclosure) merupakan pengungkapan informasi yang dilakukan perusahaan secara sukarela, tanpa dipaksakan oleh peraturan.Informasi yang diungkapkan dalam voluntary disclosure berbeda dalam hal jumlah tambahan informasi yang diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan. Patelli dan Prencipe (2007), dan Leung dan Horwitz (2004) meneliti hubungan antara independensi dewan dan pengungkapan informasi sukarela.
Mereka memperkirakan bahwa direktur independen memiliki insentif yang lebih besar daripada direktur internal untuk mendorong perusahaan mengungkapkan lebih banyak informasi kepada investor. Konsisten dengan prediksi ini, mereka menemukan hubungan positif antara proporsi direktur independen dan tingkat pengungkapan sukarela. Sebaliknya, Eng dan Mak (2003) menyelidiki perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Singapura dan menemukan bahwa peningkatan jumlah direktur eksternal (blockholders) mengurangi (tidak berhubungan dengan) tingkat pengungkapan sukarela perusahaan.
Khoshbakht dan Mohammadzadeh (2011) dan Soheilyfar, Tamimi, Ahmadi, dan Takhtaei (2014)) menemukan bahwa proporsi direktur independen di dewan dan kepemilikan institusional berhubungan positif dengan tingkat pengungkapan sukarela. Namun, Al-Shammari dan Al-Sultan (2010) tidak menemukan hubungan antara independensi dewan dan tingkat pengungkapan
sukarela untuk perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Kuwait. Studi mendokumentasikan hubungan negatif antara kepemimpinan dualitas CEO dan pengungkapan sukarela (Lin et al., 2014). Hasil ini menunjukkan bahwa pemisahan CEO dan ketua dewan meningkatkan efektivitas pemantauan dewan dan meningkatkan kualitas pengungkapan informasi. Namun, Soheilyfar et al.
(2014) melaporkan hubungan positif yang signifikan antara dualitas CEO dan pengungkapan sukarela.
Selain itu, pada penelitian yang lain terdapat hubungan antara pengungkapan wajib dan pengungkapan sukarela menghasilkan hasil yang beragam. Beberapa penelitian melaporkan hubungan yang saling melengkapi antara pengungkapan wajib, di mana pengungkapan wajib berkualitas tinggi meningkat kredibilitas dan kegunaan pengungkapan sukarela dapat meningkatkan insentif manajer untuk mengeluarkan panduan. Li dan Yang (2016) menemukan penerapan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) meningkatkan frekuensi bimbingan, karena meningkatkan kualitas pendapatan dan membawa investor yang lebih canggih dengan tuntutan yang lebih tinggi untuk pengungkapan sukarela.
Ball et al (2012) menyarankan pelaporan keuangan yang diaudit dan pengungkapan sukarela adalah sarana komunikasi yang saling melengkapi dengan investor. Mereka menemukan korelasi positif antara keputusan alokasi sumber daya untuk prakiraan manajemen (diukur dengan frekuensi, spesifisitas, dan ketepatan waktu) dan audit independen (diukur dengan biaya audit). Mereka juga menunjukkan hubungan positif antara komitmen terhadap tingkat verifikasi audit
yang lebih tinggi (diukur dengan biaya audit) dan keduanya perkiraan akurasi dan tanggapan investor terhadap prakiraan manajemen. Indriani (2013), dan Damayanti & Maswar (2016) menyatakan bahwa pengungkapan sukarela berpengaruh negatif terhadap asimetri informasi.
Adapun luas pengungkapan sukarela diukur dengan daftar indeks pengungkapan sukarela yang diterbitkan melalui peraturan Bapepam No: KEP-347/BL/2012. Adapun perhitungannya diukur melalui pembagian dari total pengungkapan sukarela yang disampaikan pada laporan keuangan dibagi total item pengungkapan sukarela yang seharusnya. Berikut daftar item pengungkapan sukarela menurut Sehar et al (2013).
Tabel 2.1 Daftar Item Pengungkapan Sukarela
No Pengungkapan
1 Uraian mengenai strategi dan tujuan perusahaan; dapat meliputi strategi dan tujuan umum,keuangan, pemasaran dan social.
2 Uraian mengenai dampak strategi terhadap hasil-hasil pada masa sekarang dan atau masa yangakan dating.
3 Bagan atau uraian yang menjelaskan pembagian wewenang dan tanggung jawab dalamorganisasi.
4 Informasi mengenai proyeksi jumlah penjualan tahun berikutnya dapat secara kualitatif ataukuantitatif.
5 Informasi mengenai proyeksi jumlah laba tahun berikutnya, dapat secara kualitatif ataukuantitatif.
6 Informasi mengenai proyeksi jumah aliran kas tahun berikutnya, dapat secara kualitatif dankuantitatif.
7 Uraian mengenai kegiatan investasi atau pengeluaran modal yang telah dan atau yang akandilaksanakan.
8 Uraian mengenai program reset dan pengembangan yang dapat meliputi
kebijakan, lokasiaktivitas, jumlah karyawan dan hasil yang dicapai.
9 Informasi mengenai pesanan-pesanan dari pembeli yang belum dipenuhi dan kontrak-kontrakpenjualan yang akan direalisasikan dimasa yang akan dating.
10 Informasi mengenai analisis pesaing, dapat secara kualitatif atau kuantitatif.
11 Uraian mengenai pemberian kesempatan kerja yang sama ; tanpa memandang suku; agamadan ras.
12 Uraian mengenai kondisi kesehatan dan keselamatan dalam lingkungan kerja.
13 Uraian mengenai masalah-masalah yang dihadapi perusahaan dalam rekruitmen karyawan.
14 Informasi mengenai level atau fisik output dan pemakaian kapasitas yang dicapai olehperusahaan pada masa sekarang.
15 Uraian mengenai dampak operasi perusahaan terhadap lingkungan hidup dan kebijakan-kebijakan yang ditempuh untuk memelihara lingkungan.
16 Informasi mengenai manajemen senior yang dapat meliputi nama, pengalaman, dan tanggungjawabnya.
17 Uraian mengenai pembagian kebijakan-kebijakan yang ditempuh perusahaan untuk menjaminkesinambungan manajemen.
18 Ringkasan statistik keuangan yang meliputi rasio-rasio rentabilitas, likuiditas, dan solfabilitasuntuk 5 tahun atau lebih.
19 Laporan yang memuat elemen-elemen laba rugi yang diperbandingkan untuk 3 tahun atau lebih.
20 Laporan yang memuat elemen-elemen neraca yang diperbandingkan untuk 3 tahun atau lebih.
21 Informasi yang merinci jumlah yang dibelanjakan untuk karyawan yang dapat meliputi gaji atauupah, tunjangan dan pemotongan.
22 Informasi mengenai nilai tambah, dapat secara kualitatif atau kuantitatif.
23 Informasi mengenai biaya yang dipisahkan kedalam komponen tetap dan variabel.
24 Mengenai tingkat imbal hasil (return) yang diharapkan terhadap sebuah proyek.
25 Uraian mengenai dampak inflasi terhadap aktiva perusahaan pada masa sekarang dan ataumasa yang akan dating.
26 Informasi mengenai kemungkinan litigasi oleh pihak lain terhadap perusahaan dimasa yangakan datang.
27 Informasi mengenai pihak-pihak yang mencoba memperoleh pemilikan subtansial terhadapsaham perusahaan.
28 Informasi harga saham untuk setiap masa tri wulan untuk 3 tahun atau lebih.
29 Informasi mengenai komposisi karyawan.
30 Informasi mengenai sistem komunikasi dan informasi perusahaan.
31 Informasi mengenai kepala audit internal yang dapat meliputi nama, pengalaman, dantanggung jawab.
32 Uraian mengenai ringkasan keputusan hasil rapat umum pemegang saham tahunan.
33 Struktur kepemilikan perusahaan dalam bentuk bagan.
Sumber: Sehar et al yang diolah penulis (2021)