BAB III TATA CARA PENETAPAN PERUNTUKAN PENDAYAGUNAAN
A. Kegiatan yang Dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan
3. Pengusulan Penetapan Peruntukan Pendayagunaan TCUN
Usulan Penetapan Peruntukan TCUN dibuat oleh Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional. Alokasi Peruntukan TCUN. Usulan alokasi peruntukan TCUN tersebut dibuat sebagai bahan dalam rangka penyusunan Pertimbangan Teknis Penetapan Peruntukan Pendayagunaan TCUN oleh Tim Nasional Pendayagunaan Tanah Telantar. Usulan Alokasi Peruntukan TCUN tersebut disusun berdasarkan data tekstual dan data spasial yang diperoleh dari Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota dan disampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi dalam bentuk laporan. Dalam hal tidak tersedia data tekstual dan data spasial, atau belum dilakukan penelitian lapang terhadap objek TCUN sebagai bahan acuan dalam penyusunan Usulan Alokasi Peruntukan TCUN oleh Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dapat melaksanakan penelitian lapang langsung dalam rangka memperoleh data tekstual dan data spasial yang dibutuhkan dalam pengusulan alokasi peruntukan TCUN tersebut.
Data yang harus disiapkan oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi dalam rangka mempersiapkan Usulan Penetapan Peruntukan Pendayagunaan TCUN, adalah sebagai berikut :
a. Data Spasial, terdiri dari : 1) Peta Petunjuk Lokasi;
2) Peta Lokasi TCUN;
3) Peta Penggunaan Tanah;
4) Peta Kemampuan Tanah;
5) Peta Penggarapan Tanah;
6) Peta Rencana Tata Ruang Wilayah; dan 7) Peta lain yang dianggap diperlukan.
28 b. Data Tekstual, terdiri dari :
1) Data calon penerima TCUN; dan 2) Data yuridis.
c. Data Pendukung :
1) Kebijakan strategis nasional;
Kebijakan strategis nasional adalah arah kebijakan dan strategi nasional dalam pembangunan nasional. Arah kebijakan dan strategi nasional dapat dilihat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Dari RPJMN tersebut, dilakukan identifikasi apakah pada lokasi sekitar objek TCUN terdapat arahan Program/Proyek Strategis Nasional atau program lain yang dicanangkan Pemerintah Pusat/Pemerintah Provinsi/Pemerintah Kabupaten/Kota. Dalam hal terdapat arah kebijakan dan strategi nasional terkait pembangunan pada sekitar lokasi atau pada lokasi objek TCUN dapat dipertimbangkan untuk arah pendayagunaan TCUN melalui Proyek Strategis Nasional berdasarkan persetujuan dari Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Kabupaten/Kota setempat.
2) Rencana Tata Ruang; dan/atau
Informasi Rencana Tata Ruang pada lokasi objek TCUN diperoleh dari Peta Rencana Tata Ruang Wilayah dan/atau Rencana Detil Tata Ruang yang disahkan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten/
Kota tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota dan/atau Rencana Detil Tata Ruang Kabupaten/Kota.
Dalam hal Rencana Tata Ruang Wilayah dan/atau Rencana Detil Tata Ruang tidak secara lengkap diperoleh, Kanwil BPN Provinsi dan/atau Kantor mencari data dan informasi lebih lanjut kepada Pemerintah Provinsi dan/atau Pemerintah Kabupaten/Kota setempat dan/atau Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat.
3) Kesesuaian tanah dan daya dukung wilayah
Data kesesuaian tanah dan data daya dukung wilayah objek Tanah Cadangan Umum Negara diperoleh dari data penggunaan tanah dan kemampuan tanah lokasi objek Tanah Cadangan Umum Negara, baik data tekstual maupun data spasial, yang merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kanwil BPN Provinsi dan/atau
29 Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota. Dalam hal tersedia data sekunder kesesuaian tanah dan daya dukung wilayah dari Instansi terkait/Pemerintah Provinsi/ Pemerintah Kabupaten yang dapat dijadikan acuan kesesuaian tanah dan daya dukung wilayah pada objek TCUN, Kanwil BPN Provinsi dan/atau Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota dapat tidak melaksanakan penelitian kembali mengenai kesesuaian tanah dan daya dukung wilayah tersebut.
4) Data lain yang berkaitan dengan Tanah Cadangan Umum Negara.
Data pendukung lainnya yang berkaitan dengan objek TCUN meliputi:
a) Data sosial ekonomi;
Data sosial ekonomi masyarakat dapat diambil dari data monografi desa atau data sekunder sosial ekonomi yang diperoleh dari Instansi/Dinas/Pemerintah Provinsi/Pemerintah Kabupaten/Kota terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat.
b) Data orbitasi jarak dari lokasi ke ibukota kecamatan, ibukota Kabupaten/Kota dan ibukota Provinsi;
Data orbitasi jarak dari lokasi ke ibukota kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi dapat diambil dari peta citra.
c) Hasil koordinasi dengan instansi dan/atau pemerintah daerah;
dan
d) Data lain yang mendukung.
Berdasarkan data tekstual dan data spasial objek TCUN tersebut dengan mempertimbangkan Kebijakan Strategis Nasional, Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kesesuaian Tanah dan Daya Dukung Wilayah, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional mengusulkan Penetapan Peruntukan Pendayagunaan TCUN untuk masyarakat dan negara melalui Reforma Agraria, Proyek Strategis Nasional, Bank Tanah dan Cadangan Negara lainnya berdasarkan pertimbangan kebijakan strategis nasional, rencana tata ruang, kesesuaian tanah dengan dukung wilayah.
Adapun alokasi peruntukan pendayagunaan TCUN dalam Usulan Penetapan Peruntukan Pendayagunaan TCUN, ditentukan berdasarkan arahan sebagai berikut :
a. Reforma Agraria, diusulkan dengan acuan sebagai berikut : 1) Penerima Manfaat : Masyarakat
30 2) Penentuan alokasi Reforma Agraria :
a) Terdapat penggarapan masyarakat yang telah didata oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional, dan/atau Kantor Pertanahan Kabupaten Kota, dan/atau Pemerintah Provinsi, dan/atau Pemerintah Kabupaten/Kota;
b) Alokasi peruntukan pendayagunaan TCUN untuk pertanian atau non pertanian ditentukan berdasarkan kesesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah;
c) Kesesuaian tanah dan daya dukung wilayah layak untuk dilakukan Reforma Agraria untuk pertanian dan non pertanian, yaitu :
- Dalam hal pola ruang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah diperuntukkan untuk kawasan budidaya pertanian, kesesuaian tanah dan daya dukung wilayah mendukung untuk penggunaan dan pemanfaatan budidaya pertanian, usulan peruntukan pendayagunaan TCUN dialokasikan Reforma Agraria untuk sektor pertanian; dan
- Dalam hal pola Ruang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah diperuntukkan untuk kawasan budidaya non pertanian, usulan peruntukan pendayagunaan TCUN dialokasikan Reforma Agraria untuk sektor non pertanian.
b. Proyek Strategis Nasional, diusulkan dengan acuan sebagai berikut : 1) Penerima Manfaat;
Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan/atau Badan Usaha.
2) Tidak terdapat penggarapan masyarakat;
3) Alokasi peruntukan pendayagunaan TCUN untuk Proyek Strategis Nasional ditentukan berdasarkan kesesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah dan ada/atau tidaknya arahan Proyek Strategis Nasional di sekitar lokasi objek TCUN yang ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4) Dalam hal terdapat rencana Proyek Strategis Nasional di sekitar lokasi objek TCUN, maka alokasi Proyek Strategis Nasional diusulkan dengan prioritas Penerima Manfaat kepada Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah; dan
31 5) Dalam hal Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah mengusulkan/merekomendasikan/menentukan pelaksana Proyek Strategis Nasional dilakukan oleh Badan Usaha, maka Penerima Manfaat Proyek Strategis Nasional dapat ditentukan kepada Badan Usaha.
c. Bank Tanah, diusulkan dengan acuan sebagai berikut : 1) Penerima manfaat;
Badan Bank Tanah
2) Alokasi peruntukan pendayagunaan TCUN untuk Bank Tanah diprioritaskan terhadap objek TCUN yang tidak terdapat penggarapan masyarakat; dan
3) Terhadap objek TCUN yang terdapat penggarapan masyarakat, sepanjang telah dilakukan pendataan penggarap, dapat dialokasikan kepada Bank Tanah untuk selanjutnya dilakukan Reforma Agraria atau program lainnya yang bersifat memberi manfaat kepada Masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
d. Cadangan Negara Lainnya, diusulkan dengan acuan sebagai berikut : 1) Penerima Manfaat;
2) Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.
3) Tidak terdapat penggarapan masyarakat;
4) Alokasi peruntukan pendayagunaan TCUN untuk Cadangan Negara Lainnya ditentukan apabila terdapat kebutuhan tanah untuk kepentingan pemerintah pusat atau pemerintah daerah untuk : a) Pertahanan dan keamanan;
b) Kebutuhan tanah akibat adanya bencana alam; serta
c) Relokasi dan pemukiman kembali masyarakat yang terkena pembangunan untuk kepentingan umum.
5) Penentuan ada atau tidaknya kebutuhan tanah sebagaimana dimaksud pada huruf c, dilakukan berdasarkan usulan/
rekomendasi dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah, dengan data pendukung sebagai berikut :
a) Subjek Penerima Manfaat Cadangan Negara Lainnya;
b) Rencana kebutuhan penggunaan dan pemanfaatan tanah melalui Cadangan Negara Lainnya untuk kepentingan sebagaimana pada huruf c di atas;
32 c) Luas tanah yang diperlukan untuk Cadangan Negara Lainnya;
dan
d) Mekanisme penggunaan dan pemanfaatan tanah Cadangan Negara Lainnya.
6) Rencana peruntukan Cadangan Negara Lainnya disertai dengan calon penerima peruntukan Cadangan Negara Lainnya, yaitu untuk Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Untuk kepentingan pertahanan dan keamanan, Penerima Manfaat, dalam hal ini adalah TNI atau Polri.
B. Kegiatan yang Dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan