• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penilaian dan Rubrik

Dalam dokumen MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA (Halaman 55-176)

Selama mengikuti bimtek, peserta bimtek dinilai kinerjanya. Kinerja yang dimaksud mencakup aspek proses dan produk. Dalam aspek proses, penilaian meliputi kedisiplinan, partisipasi, gagasan, dan kerjasama. Sementara itu, dalam hal produk, penilaian meliputi pengetahuan yang dikuasai oleh peserta pada akhir bimtek dan/atau kualitas dokumen- dokumen yang dihasilkan selama bimtek.

Instruktur merata-rata hasil penilaian proses dan produk dan memberi nilai kepada setiap peserta bimtek dengan ketentuan:

a. Nilai 86 – 100 : SANGAT BAIK b. Nilai 71 – 85 : BAIK

c. Nilai 56 – 70 : CUKUP d. Nilai < 56 : KURANG

50

E. Sumber-sumber Bahan dan Bahan Bacaan

1. Permendikbud No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

2. Permendikbud No. 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.

3. Permendikbud No. 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pendidikan Dasar dan Menengah.

4. Permendikbud No. 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.

5. Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

6. Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah.

7. Permendikbud No. 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. 8. Buku Teks Pelajaran Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 yang terdiri atas Buku

Siswa dan Buku Guru untuk masing-masing mata pelajaran.

F.Lampiran Lampiran 1

Lembar Kerja 2.1.b.1 Analisis Buku Siswa Alokasi

Waktu (75 Menit)

A. Tujuan

1. Peserta dapat menganalisis kesesuaian cakupan KD dalam tiap bab Buku Siswa. 2. Peserta dapat menilai keluasan, kedalaman, kekinian, dan keakuratan

materi pembelajaran dalam tiap bab Buku Siswa dengan cakupan KD.

3. Peserta dapat menganalisis contoh materi pembelajaran (pengetahuan faktual, konseptual, prosedural) dalam tiap bab Buku Siswa.

4. Peserta dapat menilai kelayakan kegiatan pembelajaran dalam tiap bab Buku Siswa. 5. Peserta dapat menilai kelayakan penilaian dalam tiap bab Buku Siswa.

6. Peserta dapat memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil temuan analisis masing- masing aspek tersebut.

B. Petunjuk

1. Bentuklah kelompok dengan beranggotakan 3 – 4 orang.

2. Siapkan dokumen KD yang terdapat pada Standar Isi serta Buku Siswa untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.

3. Bacalah satu bab yang terdapat pada Buku Siswa dan cermati isinya.

4. Analisislah aspek-aspek: (a) cakupan KD, (b) keluasan, kedalaman, kekinian, dan keakuratan materi pembelajaran, (c) contoh materi pembelajaran (pengetahuan faktual, konseptual, prosedural), (d) kelayakan kegiatan pembelajaran, dan (e) kelayakan penilaian kemudian deskripsikan secara singkat hasil analisis tersebut dalam format yang disediakan.

5. Diskusikan tindak lanjut dari hasil analisis aspek-aspek tersebut. Apabila ada isi buku yang kurang/tidak sesuai Anda disarankan untuk memberikan rekomendasi yang harus dikerjakan guru sebagai pengguna Buku Siswa untuk proses pembelajaran (misalnya, guru perlu menambahkan materi dengan cara membuat materi baru, mengadopsi, atau mengadaptasi materi dari buku lain).

FORMAT ANALISIS BUKU SISWA

No Aspek yang Dianalisis Deskripsi Halaman

Tindak Lanjut dari

Hasil Analisis

1. Kesesuaian isi buku dengan cakupan KD a. Isi bab Buku Siswa menggambarkan

kesesuaian dengan cakupan KD dari KI-1 dan KI-2.

b. Isi bab Buku Siswa menggambar- kan kesesuaian dengan cakupan KD dari KI-3.

c. Isi bab Buku Siswa menggambarkan kesesuaian dengan cakupan KD dari KI-4.

52

No Aspek yang Dianalisis Deskripsi Halaman

Tindak Lanjut dari

Hasil Analisis

d. Isi bab Buku Siswa

menggambarkan kecukupan

penumbuhkembangan KD dari KI-1 dan KI-2.

e.Isi tiap bab Buku Siswa menggambarkan kecukupan

Indikator Pencapaian KD dari KI-3. f. Isi bab Buku Siswa menggambarkan

kesesuaian dengan kecukupan Indikator Pencapaian KD dari KI-4.

2. Keluasan, kedalaman, kekinian, dan keakuratan materi pembelajaran dalam tiap bab Buku Siswa.

a. Isi bab Buku Siswa menggambarkan kesesuaian, keluasan, dan

kedalaman materi dengan cakupan KD dari KI-1, KI- 2, KI-3, dan KI-4. b. Isi bab Buku Siswa menggambarkan

kesesuaian materi dengan konteks saat ini (kekinian).

c. Isi bab Buku Siswa menggambarkan keakuratan/ kebenaran konsep.

3. Menunjukkan contoh materi pembelajaran (pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural) dalam tiap bab Buku Siswa.

a. Isi bab Buku Siswa

menggambarkan contoh materi pengetahuan faktual.

b. Isi bab Buku Siswa menggambarkan contoh materi pengetahuan

konseptual.

c. Isi bab Buku Siswa

menggambarkan contoh paparan materi pengetahuan prosedural d. Isi bab Buku Siswa menggambarkan

contoh paparan materi pengetahuan metakognitif.

4. Kelayakan kegiatan pembelajaran dalam tiap bab Buku Siswa. a. Isi bab Buku Siswa menggambar-

kan langkah-langkah pencapaian KD dari KI-3 dan KI-4.

b. Isi bab Buku Siswa menggambar- kan langkah kegiatan penggunaan salah satu model pembelajaran discovery learning, project-based learning, problem-based learning, inquiry learning, genre based learning.

5. Kelayakan penilaian dalam tiap bab Buku Siswa. a. Isi tiap bab Buku Siswa

No Aspek yang Dianalisis Deskripsi Halaman Tindak Lanjut dari Hasil Analisis menggambarkan

penumbuhkembangan aspek sikap. b. Isi bab Buku Siswa menggambarkan

adanya penilaian aspek pengetahuan.

c. Isi bab Buku Siswa menggambarkan penumbuhkembangan aspek

keterampilan.

C. Bahan

1. Permendikbud No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

2. Permendikbud No. 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.

3. Permendikbud No. 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pendidikan Dasar dan Menengah.

4. Permendikbud No. 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.

5. Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

6. Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah.

7. Permendikbud No. 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. 8. Buku Teks Pelajaran Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 yang terdiri atas Buku

Siswa dan Buku Guru untuk masing-masing mata pelajaran.

54

Lampiran 2

Lembar Kerja 2.1.b.2. Analisis Buku Guru

Alokasi Waktu (75 Menit)

A. Tujuan

1. Peserta dapat menganalisis kesesuaian cakupan KD dalam tiap bab Buku Guru.

2. Peserta dapat menilai keluasan, kedalaman, kekinian, dan keakuratan materi pembelajaran dalam tiap bab Buku Guru dengan cakupan KD.

3. Peserta dapat menganalisis contoh materi pembelajaran (pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif) dalam tiap bab Buku Guru.

4. Peserta dapat menilai kelayakan kegiatan pembelajaran dalam tiap bab Buku Guru. 5. Peserta dapat menilai kelayakan penilaian dalam tiap bab Buku Guru.

6. Peserta dapat memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil temuan analisis masing- masing aspek tersebut.

B. Petunjuk

1. Bentuklah kelompok dengan beranggotakan 3 – 4 orang.

2. Siapkan dokumen KD yang terdapat pada Standar Isi serta Buku Guru untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.

3. Bacalah satu bab yang terdapat pada Buku Guru dan cermati isinya.

4. Analisislah aspek-aspek: (a) cakupan KD, (b) keluasan, kedalaman, kekinian, dan keakuratan materi pembelajaran, (c) contoh materi pembelajaran (pengetahuan faktual, konseptual, prosedural), (d) kelayakan kegiatan pembelajaran, dan (e) kelayakan penilaian kemudian deskripsikan secara singkat hasil analisis tersebut dalam format yang disediakan.

Diskusikan tindak lanjut dari hasil analisis aspek-aspek tersebut. Apabila ada isi buku yang kurang/tidak sesuai Anda disarankan untuk memberikan rekomendasi yang harusdikerjakan guru sebagai pengguna Buku Guru untuk proses pembelajaran (misalnya, guru perlu menambahkan materi dengan cara membuat materi baru, mengadopsi, atau mengadaptasi materi dari buku lain).

FORMAT ANALISIS BUKU GURU

No Aspek yang Dianalisis Deskripsi Halaman

Tindak Lanjut dari

Hasil Analisis

1. Kesesuaian isi buku dengan cakupan KD

a. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan kesesuaian dengan cakupan KD dari KI-1 dan KI-2.

b. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan kesesuaian dengan cakupan KD dari KI-3. c. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan

kesesuaian dengan cakupan KD dari KI-4. d. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan

kecukupan penumbuhkembangan KD dari KI- 1 dan KI-2.

No Aspek yang Dianalisis Deskripsi Halaman

Tindak Lanjut dari

Hasil Analisis

e. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan kecukupan Indikator Pencapaian KD dari KI- 3.

f. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan kesesuaian dengan kecukupan Indikator Pencapaian KD dari KI- 4.

2. Keluasan, kedalaman, kekinian, dan keakuratan materi pembelajaran dalam tiap bab bab Buku Guru.

a. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan kesesuaian keluasan dan kedalaman materi dengan cakupan KD dari KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4.

b. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan kesesuaian materi dengan konteks saat ini (kekinian).

c. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan keakuratan/kebenaran konsep.

3. Menunjukkan contoh materi pembelajaran (pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural) dalam tiap bab Buku Guru.

a. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan contoh materi pengetahuan faktual.

b. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan contoh materi pengetahuan konseptual.

c. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan contoh materi pengetahuan prosedural.

4. Kelayakan kegiatan pembelajaran dalam tiap bab Buku Guru. a. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan

langkah-langkah pencapaian KD 1 dan KD 1 d. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan

langkah kegiatan penggunaan salah satu model pembelajaran discovery learning, project-based learning, problem-based learning, inquiry learning, genre based learning.

5. Kelayakan penilaian dalam tiap bab Buku Guru. a. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan adanya

penilaian penumbuhkembangan aspek sikap. b. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan adanya

penilaian aspek pengetahuan.

c. Isi tiap bab Buku Guru menggambarkan penumbuhkembangan aspek keterampilan.

56

C. Bahan

1. Permendikbud No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

2. Permendikbud No. 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.

3. Permendikbud No. 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pendidikan Dasar dan Menengah.

4. Permendikbud No. 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.

5. Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

6. Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah.

7. Permendikbud No. 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. 8. Buku Teks Pelajaran Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 yang terdiri atas Buku

Siswa dan Buku Guru untuk masing-masing mata pelajaran.

Lampiran 3

LEMBAR OBSERVASI KINERJA PESERTA BIMTEK A. Petunjuk

1. Amati kinerja peserta bimtek selama sesi berlangsung.

2. Beri tanda centang (√) pada kolom yang bersesuaian dengan kinerja setiap peserta untuk aspek-aspek berikut dengan ketentuan:

4 = AMAT BAIK 3 = BAIK 2 = CUKUP 1 = KURANG B. Lembar Observasi Nama sesi : ... Hari, tanggal : ... Pukul : ... Instruktur : ... No. Nama Peserta

Aspek Penilaian Rerata

Nilai

Kedisiplinan Partisipasi Kerja sama Gagasan

4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 1 2 3 4 5 Dst. Keterangan:

1. Kedisiplinan : ketaatan terhadap kontrak (tata-tertib) bimtek 2. Partisipasi :keaktifan dan kesungguhan dalam mengikuti sesi 3. Kerja sama :kemampuan menyelesaikan tugas bersama-sama dengan

peserta lain

4. Gagasan :keberterimaan, kekayaan, dan kebaruan gagasan

58

A.Tujuan

UNIT 3

ANALISIS MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti sesi ini, peserta bimtek dapat:

1. menjelaskan pengertian dan langkah-langkah pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik;

2. menjelaskan pengertian dan langkah-langkah Problem-based Learning; 3. menjelaskan pengertian dan langkah-langkah Project-based Learning; 4. menjelaskan pengertian dan langkah-langkah Inquiry/Discovery Learning; 5. menjelaskan pengertian dan langkah-langkah pedagogi genre

6. menerapkan pendekatan dan model-model pembelajaran sesuai dengan KD.

B. Uraian Materi

Proses pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah (untuk pelaksanaan Kurikulum 2013) diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 yang dipayungi dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses beserta lampirannya. Dalam lampiran Peraturan Menteri tersebut dinyatakan tentang konsep dasar mengenai proses pembelajaran yaitu bahwa Siswa dipandang sebagai subjek yang memiliki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah, mengkonstruksi, dan menggunakan pengetahuan. Sejalan dengan pandangan tersebut, pembelajaran harus berkenaan dengan kesempatan yang diberikan kepada Siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan dalam proses kognitifnya. Selanjutnya, agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, Siswa perlu didorong untuk bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, dan berupaya keras mewujudkan ide-idenya.

Atas dasar konsep dasar tersebut dirumuskan sejumlah prinsip pembelajaran sebagai berikut.

1) Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu.

2) Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar.

3) Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah.

4) Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi. 5) Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu.

6) Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi.

7) Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif.

8) Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills).

sebagai pembelajar sepanjang hayat.`

10)Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan

mengembangkan kreativitas Peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani).

11)Pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah, dan di masyarakat.

12)Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah Peserta didik, dan di mana saja adalah kelas.

13)Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran.

Sejalan dengan konsep dasar dan prinsip-prinsip pembelajaran tersebut, pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan. Dalam Permendikbud No. 22 tahun 2016 disebutkan bahwa untuk memperkuat pendekatan saintifik tersebut, perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Di samping pendekatan saintifik, dapat diterapkan model-model pembelajaran lainnya, antara lain discovery learning, project-based learning, problem-based learning, inquiry learning.

1. Pendekatan Saintifik dalam PembelajaranBahasa Indonesia

Dalam Permendikbud No. 103 Tahun 2014 dinyatakan bahwa pembelajaran dengan pendekatan saintifik terdiri atas lima langkah kegiatan belajar yakni mengamati

(observing), menanya (questioning), mengumpulkan informasi/mencoba

(experimenting), menalar atau mengasosiasi (associating), mengomunikasikan (communicating) yang dapat dilanjutkan dengan mencipta. Langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik tersebut mengikuti langkah-langkah pada metode ilmiah. Berikut ini langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik.

a. Mengamati

Peserta didik menggunakan panca inderanya untuk mengamati fenomena yang relevan dengan apa yang dipelajari. Fenomena yang diamati pada mata pelajaran satu dan lainnya berbeda. Misalnya, untuk mata pelajaran IPA, peserta didik mengamati pelangi, untuk mata pelajaran bahasa Inggris, peserta didik mendengarkan percakapan, untuk mata pelajaran bahasa Indonesia peserta didik membaca teks, untuk prakarya peserta didik mencicipi iga bakar, dan untuk mata pelajaran IPS peserta didik mengamati banjir. Peserta didik dapat mengamati fenomena secara langsung maupun melalui media audio visual. Hasil yang diharapkan dari langkah pembelajaran ini adalah peserta didik menemukan masalah, yaitu gap of knowledge – apapun yang belum diketahui atau belum dapat lakukan terkait dengan fenomena yang diamati. Pada langkah ini guru dapat membantu peserta didik menginventarisasi segala sesuatu yang belum diketahui (gap of knowledge) tersebut. Agar kegiatan mengamati dapat berlangsung dengan baik, sebelum pembelajaran dimulai guru perlu menemukan/mempersiapkan fenomena yang diamati peserta didik dan merancang kegiatan pengamatan untuk peserta didik menemukan masalah.

60 b. Menanya

Peserta didik merumuskan pertanyaan tentang apa saja yang tidak diketahui atau belum dapat lakukan terkait dengan fenomena yang diamati. Pertanyaan- pertanyaan yang diajukan dapat mencakup pertanyaan-pertanyaan yang menghendaki jawaban berupa pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural, sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Hasil kegiatan ini adalah serangkaian pertanyaan peserta didik yang relevan dengan indikator- indikator KD. Guru membantu peserta didik merumuskan pertanyaan berdasarkan daftar hal-hal yang perlu/ingin diketahui agar dapat melakukan/menciptakan sesuatu.

c. Mengumpulkan informasi/mencoba

Peserta didik mengumpulkan data melalui berbagai teknik, misalnya melakukan eksperimen, mengamati obyek/kejadian/aktivitas, wawancara dengan narasumber, membaca buku pelajaran, dan sumber lain di antaranya buku referensi, kamus, ensiklopedia, media massa, atau serangkaian data statistik. Guru menyediakan sumber-sumber belajar, lembar kerja (worksheet), media, alat peraga/peralatan eksperimen, dan sebagainya. Guru juga membimbing dan mengarahkan peserta didik untuk mengisi lembar kerja, menggali informasi tambahan yang dapat dilakukan secara berulang-ulang sampai peserta didik memperoleh informasi atau data yang dibutuhkan. Hasil kegiatan ini adalah serangkaian data atau informasi yang relevan dengan pertanyaan-pertanyaan yang peserta didik rumuskan.

d. Menalar/mengasosiasi

Peserta didik menggunakan data atau informasi yang sudah dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mereka rumuskan. Pada langkah ini guru mengarahkan agar peserta didik dapat menghubung-hubungkan data/informasi yang diperoleh untuk menarik kesimpulan. Hasil akhir dari tahap ini adalah simpulan- simpulan yang merupakan jawaban atas pertanyaan yang dirumuskan pada langkah menanya.

e. Mengomunikasikan

Peserta didik menyampaikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan mereka ke kelas secara lisan dan/atau tertulis atau melalui media lain. Pada tahapan pembelajaran ini peserta didik dapat juga memajang/memamerkan hasilnya di ruang kelas, atau mengunggah (upload) di blog yang dimiliki. Guru memberikan umpan balik, meluruskan, memberikan penguatan, serta memberikan penjelasan/informasi lebih luas. Guru membantu peserta didik untuk menentukan butir-butir penting dan simpulan yang akan dipresentasikan, baik dengan atau tanpa memanfaatkan teknologi informasi.

Melalui pendekatan pembelajaran saintifik dikembangkan kecakapan abad 21 meliputi, literasi, kompetensi, dan pengembangan karakter.

2. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-based Learning)

Pembelajaran Berbasis Masalah adalah pembelajaran yang menggunakan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari (otentik) yang bersifat terbuka (open-ended) untuk diselesaikan oleh peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir, keterampilan menyelesaikan masalah, keterampilan sosial, keterampilan untuk belajar mandiri, dan membangun atau memperoleh pengetahuan baru. Pembelajaran ini berbeda dengan pembelajaran konvensional yang jarang menggunakan masalah

nyata atau menggunakan masalah nyata hanya di tahap akhir pembelajaran sebagai penerapan dari pengetahuan yang telah dipelajari. Pemilihan masalah nyata tersebut dilakukan atas pertimbangan kesesuaiannya dengan pencapaian kompetensi dasar.

Berikut adalah langkah-langkah PBM yang diadaptasi dari pendapat Arends (2012: 411).

Tabel 1. Langkah-Langkah Pembelajaran Berbasis Masalah

Langkah Deskripsi

Langkah 1

Klarifikasi Permasalahan

 Guru menyajikan fenomena yang mengandung masalah yang sesuai dengan kompetensi dasar atau indikator. Bentuknya bisa berupa gambar, teks, video, vignettes, fenomena riil, dan sebagainya.

 Peserta didik melakukan identifikasi terhadap fenomena yang ditampilkan guru untuk menmukan masalah dari fenomena yang ditampilkan.

 Peserta didik melakukan klarifikasi terhadap masalah yang ditemukan.

cinta kebenaran

Langkah 2

Brainstorming

 Peserta didik mengidentifikasi masalah dan melakukan brainstorming dengan fasilitasi guru

 Guru memfasilitasi Peserta didik untuk mengklarifikasi fakta, konsep, prosedur dan kaidah dari masalah yang ditemukan.

 Peserta didik melakukan brainstorming dengan cara sharing information, klarifikasi informasi dan data tentang masalah yang ada, melakukan peer learning dan bekerjasama

(working together)

 Peserta didik mendapatkan deskripsi dari masalah, apa saja yang perlu dipelajari untuk menyelesaikan masalah,

deskripsi konsep yang sudah dan belum diketahui, menemukan penyebab masalah, dan menyusun rencana untuk menyelesaikan masalah.

 Peserta didik mengembangkan alternatif penyelesaian masalah

Langkah 3

Pengumpulan Informasi dan Data

 Peserta didik melakukan kegiatan pengumpulan data dan informasi terkait dengan penyelesaian masalah,

perpustakaan, web, dan berbagai sumber data yang lain serta melakukan observasi.

 Peserta didik secara mandiri mengolah hasil pengumpulan informasi/data untuk dipergunakan sebagai solusi dalam menyelesaikan masalah.

kerja keras, kreatif

Langkah 4 Berbagi Informasi dan Berdiskusi untuk Menemukan Solusi Penyelesaian Masalah

 Peserta didik kembali melakukan brainstorming, klarifikasi informasi, konsep dan data terkait dengan permasalahan yang ada dan menemukan solusinya, melakukan peer learning dan bekerjasama (working together).

 Peserta didik merumuskan dan menetapkan solusi (pemecahan masalah).

 Peserta didik menyusun laporan hasil diskusi penyelesaian masalah.

62 Langkah Deskripsi Langkah 5 Presentasi Hasil Penyelesaian Masalah

 Peserta didik mempresentasikan hasil brainstormingnya tentang solusi yang dikemukakan untuk penyelesaian masalah.

 Peserta didik mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas.

 Peserta didik mereviu, menganalisis, mengevaluasi dan refleksi terhadap pemecahan masalah yang ditawarkan beserta reasoningnya dalam diskusi kelas.

 Peserta didik melakukan perbaikan berdasarkan hasil diskusi.

keberanian , cinta kebenaran

Langkah 6

Refleksi

 Peserta didik mengemukakan ulasan terhadap pembelajaran yang dilakukan.

 Guru dan Peserta didik memberikan apresiasi atas partisipasi semua pihak.

 Guru dan Peserta didik melakukan merefleksi atas kontribusi setiap orang dalam proses pembelajaran.  Guru dan Peserta didik merayakan.

menghargai

Berikut adalah contoh masalah nyata yang dapat digunakan dalam Pembelajaran Berbasis Masalah.

Pelajaran Bahasa Indonesia

Ketika berangkat sekolah Hana melewati pertokoan. Ia melihat tulisan yang terpampang di depan deretan toko, seperti Foto Copy, APOTIK SEHAT. Menurut Hana tulisan tersebut tidak baku, namun ia diam saja karena tidak berani meminta pemilik toko untuk membetulkannya. Bentuk tulisan tidak baku tersebut ternyata banyak kita jumpai di berbagai tempat, di jalan, sekolah, kantor, dan di tempat- tempat umum lainnya. Kata tidak baku apa saja yang pernah kalian temukan di tempat-tempat umum? Bagaimana alternatif untuk memecahkan masalah tersebut?

3. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-based Learning)

Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) adalah kegiatan pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penekanan pembelajaran terletak pada aktivitas-aktivias Peserta didik untuk menghasilkan produk dengan menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat, sampai dengan mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata. Produk yang dimaksud adalah hasil proyek dalam bentuk desain, skema, karya tulis, karya seni, karya teknologi/prakarya, dan lain-lain. Pendekatan ini memperkenankan pesera didik untuk bekerja secara mandiri maupun berkelompok dalam menghasilkan produk nyata.

Tabel 2. Langkah-Langkah Pembelajaran Berbasis Proyek Langkah-langkah Deskripsi

Langkah -1 Penentuan proyek

Dalam dokumen MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA (Halaman 55-176)

Dokumen terkait